cover
Contact Name
Tini Sudartini
Contact Email
tinisudartini@unsil.ac.id
Phone
+6289683432611
Journal Mail Official
jmedpertanian@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No 24, Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Media Pertanian
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 20854226     EISSN : 27458946     DOI : https://doi.org/10.37058/mp.v6i1
Core Subject : Agriculture,
Media Pertanian (e-ISSN: 2745-8946 dan p-ISSN: 2085-4226 ) adalah jurnal ilmiah yang dipublikasikan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November. Ruang lingkup naskah sebagai media publikasi artikel-artikel hasil penelitian maupun hasil review beberapa jurnal dalam bidang ilmu pertanian meliputi: ilmu dan teknologi pertanian, agronomi, ilmu hama dan penyakit tumbuhan, ilmu gulma, ekofisiologi tanaman, biodiversitas, bioteknologi, kehutanan, perkebunan, mikrobiologi pertanian, pemuliaan tanaman, ilmu dan teknologi pangan.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2022): Media Pertanian" : 3 Documents clear
Pemanfaatan Limbah Akar Wangi sebagai Kombinasi Media Hidroponik, Briket sebagai Bahan Bakar Dede Sumyati; Budy Rahmat; Dedi Natawijaya
Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i2.5701

Abstract

Peningkatan kebutuhan minyak akar wangi mengakibatkan peningkatan penyulingan yang disertai dengan peningkatan limbah akar wangi, hingga saat ini penanganan limbah akar wangi hanya mengandalkan pembakaran. Perlu adanya solusi lain sebagai pemanfaatan limbah akar wangi. Salah satu solusi yang bisa dikembangkan yaitu pemanfaatan limbah akar wangi sebagai media hidroponik dan briket sebagai bahan bakar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi media hidroponik dan nutrisi yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) dan mengetahui karakteristik briket arang dari serbuk arang aktif limbah akar wangi sebagai bahan bakar. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 Faktor yaitu faktor media tanam (m) dan nutrisi (n). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh faktor media tanam yang baik untuk tanaman sawi secara hidroponik, media tanam pasir dan serbuk arang aktif limbah akar wangi memberikan hasil yang baik terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tajuk dan nisbah pupus akar, sedangkan untuk faktor nutrisi yang baik yaitu NPK + Gandasil D memberikan hasil yang terbaik pada semua parameter kecuali nisbah pupus akar. Maka dapat disimpulkan campuran pasir dan arang aktif limbah akar wangi serta pemberian nutrisi NPK dan Gandasil D memberikan hasil yang optimal untuk pertumbuhan tanaman sawi secara hidroponik. Briket arang aktif limbah akar wangi memiliki kualitas yang baik, yaitu memenuhi standar SNI dengan rata-rata kadar air (4,6 %), kadar abu (5,53 %) dan nilai kerapatan (0,52 g/cm3).  The increasing demand for vetiver oil results in increased distillation activity that has impacted on the increasing of vetiver waste. Until now, the handling of the waste has relied on incineration. There needs to be another solution as the utilization of vetiver waste. The solution developed is the use of vetiver waste as a hydroponic medium and briquettes as fuel. The objective of this study was to determine the combination of hydroponic media and good nutrition on the growth and yield of caisim (Brassica juncea L.) and to determine the characteristics of charcoal briquettes from vetiver waste as fuel. The experiment was arranged by Randomized Block Design (RBD) with two factors, namely the planting medium (m) and nutrition (n). According to the results of the study there was an interaction between planting media factors and nutritional factors on leaf area and root loss ratio, but there was no interaction on plant height, leaf number and crown fresh weight. The proper planting media factors for mustard plants hydroponically, sand and vetiver waste charcoal planting media provided good results on the parameters of plant high, amount of leaves, header fresh weight and root decay ratio, while good nutritional factors, namely NPK + Gandasil D provided the best results in all parameters except root loss ratio. So it can be concluded that a mixture of sand and charcoal as well as the provision of NPK and Gandasil D nutrition provides optimal results for the growth of mustard plants hydroponically. The fragrant roots of the charcoal briquettes have a good quality, possessing good qualities of SNI with an average of the water level (4,6 % ), the ashes (5,53 %) and the density (0,52g / cm3). 
Keanekaragaman dan Kekerabatan Morfologi Tanaman Kemili (Solanostemon rotundifolius) di Kabupaten Bangka Nabila Fharellia Anjani; Gigih Ibnu Prayoga; Tri Lestari
Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i2.5699

Abstract

Tanaman kemili merupakan tanaman pangan alternatif yang tumbuh subur di negara Indonesia. Namun, tanaman kemili sampai saat ini belum populer di kalangan masyarakat Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman aksesi kemili (Solanostemon rotundifolius) di Kabupaten Bangka berdasarkan karakter morfologi dan mengetahui hubungan kekerabatan antar plasma nutfah kemili berdasarkan morfologi di Kabupaten Bangka. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Juni 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengambilan sampel dilakukan secara eksplorasi di Kabupaten Bangka dan dikarakterisasi secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ditemukan ada 3 aksesi yang terdapat di Kabupaten Bangka, yaitu aksesi Balunijuk, Kimak, dan Batu Rusa. Terdapat 2 kelompok hubungan kekerabatan berdasarkan morfologi dengan koefisien 0,65 atau 65%. Aksesi kemili yang diteliti memiliki variabilitas genetik dan variabilitas fenotipik yang sempit.  Kemili plants are an alternative food commodities that thrive in Indonesia. Kemili plants aren’t yet popular among the people of Bangka. The aim of the study was to determine the diversity of accessions of the kemili (Solanostemon rotundifolius) in Bangka Regency based on morphological characteristics and to determine the relationship between the germplasm of the Kemili (Solanostemon rotundifolius) based on morphology in Bangka Regency. The research was conducted from January to June 2021. The study used an experimental method. Sampling was taken by exploration in Bangka Regency and characterized by qualitative and quantitative characters. The results of the study found that there were 3 accessions found in Bangka Regency, namely Balunijuk, Kimak, and Batu Rusa. There are 2 groups of morphological relationships with qualitative characters with a coefficient of 0.65 or 65%. Kemili accession have narrow genetic variability, and phenotypic variability. 
Pengaruh Perendaman Benih dalam Ekstrak Daun Tapak Dara terhadap Fenotipe Kedelai (Glycine max (L) Merril) Amir Amilin; Suhardjadinata Suhardjadinata; Liring Guntari
Media Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Media Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/mp.v7i2.4820

Abstract

Produktivitas kedelai dalam negeri masih tergolong rendah karena potensi hasil dari varietas-varietas kedelai di dalam negeri masih rendah. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi hasil kedelai yaitu dengan meningkatkan potensi genetiknya melalui poliploidisasi menggunakan senyawa antimitotik dari ekstrak daun tapak dara (Catharanthus roseus L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama perendaman benih kedelai terhadap fenotif kedelai. Pelaksanaan penelitian di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi pada bulan Januari sampai Juni 2021. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap untuk menguji 10 perlakuan kombinasi ekstrak daun tapak dara serta lama perendaman dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Parameter pengamatan dianalisis dengan analisis varians. Perbedaan antara perlakuan diuji dengan  Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada a 5%. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa perendaman benih kedelai dalam larutan ekstrak daun tapak dara dengan konsentrasi dan lama perendaman yang berbeda berpengaruh terhadap fenotif kedelai. Perendaman benih kedelai dalam larutan ekstrak daun tapak dara 1% selama 6 jam menunjukkan tinggi tanaman, panjang akar dan panjang polong lebih baik dari perlakuan lainnya.  Soybean productivity in Indonesia is relatively low due to the slight yield potential of domestic soybean varieties. Increasing its genetic potential through polyploidization using antimitotic compounds from leaf extract of tapak dara (Catharanthus roseus L.) should be made to increase soybean yield potential. This study aimed to determine the effect of concentration and duration of soaking soybean seeds on soybean phenotype. The experiment was carried out at greenhouse of the Faculty of Agriculture, Universitas Siliwangi from January to June 2021. A completely randomized design was applied to examine 10 combination treatments of tapak dara leaf extract and soaking time repeated 3 times. An analysis of variance (F test) was utilized by observational parameters, if there was a difference between treatments, Duncan's multiple range test was carried out at a 5% significance level. The results showed that soaking soybean seeds in a solution of tapak dara leaf extract with different concentrations and soaking time affecting the soybean phenotype. Soybean seed soaking in 1% tapak dara leaf extract solution for 6 hours showed that plant height, root length and pod length were better than other treatments.   

Page 1 of 1 | Total Record : 3