cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2011): Maret" : 4 Documents clear
Kerangka Analisis Kinerja Ikatan Pustakawan Indonesia dengan Pendekatan Balanced Scorecard Luthfiati Makarim
Media Pustakawan Vol 18, No 1 (2011): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.484 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i1.806

Abstract

Abstrak Untuk mengetahui kinerja organisasi selama ini, IPI perlu mengevaluasi kinerjanya secara menyeluruh. Salah satu metode penilaian kinerja organisasi yang menyeluruh adalah balanced scorecard, yaitu model pengukuran kinerja organisasi yang mampu menerjemahkan visi dan strategi organisasi ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang terpadu dan ke berbagai tujuan dan ukuran yang terukur; terdiri dari empat perspektif, yaitu finansial, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil yang diperoleh dapat memberi informasi tentang faktor yang mendorong keberhasilan organisasi saat ini dan di masa  datang. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja organisasi IPI sehingga diketahui aspek apa yang sudah baik dan aspek apa yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif (eksplanatif) dengan memakai data sekunder dari organisasi IPI, data primer dari kuesioner terstruktur yang diberikan kepada responden serta wawancara untuk mendapatkan informasi dan data yang relevan dengan penelitian. Responden meliputi anggota dan pengurus IPI. Data yang terkumpul diukur dengan menggunakan skala Likert lalu dianalisis dengan menghitung skor total masing-masing variabel dan indikatorindikatornya lalu ditabulasikan. Hasil penilaian atas kinerja organisasi IPI dapat terlihat dari skor total masing-masing variabel dan indikator-indikatornya.
Meretas Kebuntuan Profesi Pustakawan Indonesia Kalarensi Naibaho
Media Pustakawan Vol 18, No 1 (2011): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.873 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i1.807

Abstract

Profesi pustakawan sering menimbulkan polemik di tengah masyarakat, bahkan di kalangan pustakawan sendiri. Tak banyak orang yang mengenal dan mengetahui siapa itu pustakawan dan apa pekerjaannya. Masyarakat umumnya tahu bahwa di perpustakaan ada pekerja yang memberikan layanan informasi, namun seringkali mereka tidak tahu siapakah yang disebut pustakawan itu. Bahkan mendengar kata ‘pustakawan’ saja pun mungkin jarang. Hal ini mudah sekali diketahui, tanyakanlah kepada masyarakat umum: ”siapakah yang bekerja di perpustakaan?” Hampir dapat dipastikan, jawabannya adalah: ”petugas perpustakaan, atau karyawan.” Atau coba tanyakan kepada anak-anak yang masih kecil: ’kalau sudah besar, kamu mau jadi apa?’ Seringkah atau pernahkah Anda mendengar ada anak yang menjawab: ”aku mau jadi pustakawan!” Jawaban yang lazim terdengar adalah: ”aku mau jadi dokter, pilot, pramugari, presiden, guru, artis.” Menjadi pustakawan memang tidak mudah. Selain tidak populer, pekerjaan ini juga ditengarai tidak menjamin kehidupan sosial ekonomi yang lebih baik. Berbeda jauh dari profesi dokter misalnya. Seorang dokter, sekalipun sedang menganggur, tapi apresiasi masyarakat terhadap profesinya tak pernah surut. Mendengar kata: ”dia itu dokter lho”, rasanya orang sudah hormat padanya. Artinya, status sosial seorang dokter, sekalipun dalam kondisi tidak berpenghasilan, tetap lebih layak dan lebih terhormat. Lalu jika dibandingkan dengan profesi guru pun, pustakawan tetap kalah populer. Guru, sekalipun dianggap profesi yang tidak menjamin kehidupan ekonomi yang lebih baik, tapi di mata masyarakat tetap memiliki kesan tersendiri. Masyarakat hormat pada guru. Bahkan menyebutnya sebagai ’pahlawan tanpa tanda jasa’. Banyak juga penghormatan simbolis yang ditujukan kepada guru, seperti hari guru, lagu-lagu untuk guru, dan kata-kata mutiara tentang guru. Pustakawan? Masih jarang terdengar hal-hal seperti itu. (Red: di lingkungan Pustakawan sudah ada Mars Pustakawan, Hari Perpustakaan, Hari kunjung Perpustakaan, Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca, dan Duta Baca). Lalu, di mana sebetulnya letak persoalannya? Mengapa profesi pustakawan tidak sepopuler profesi lain yang notabene sama-sama memberikan layanan kepada masyarakat? Apa yang harus dilakukan oleh pustakawan untuk mendapat pengakuan dari masyarakat bahwa mereka eksis?
Membangun Budaya Kepustakawanan Indonesia: Reaktualisasi atau Reborn? Dwi Surtiawan
Media Pustakawan Vol 18, No 1 (2011): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.764 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i1.804

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang identitas kepustakawanan Indonesia dengan pendekatan kebudayaan, khususnya budaya organisasi. Budaya organisasi memiliki potensi sebagai sumber keunggulan kompetitif, oleh karena itu budaya organisasi harus didesain sedemikian rupa sehingga menjadi suatu nilai yang unik dan hanya dimiliki organisasi tersebut. Perpustakaan perlu menemukan budaya organisasinya, karena (1) positioning perpustakaan di dalam benak masyarakat masih belum menguntungkan, (2) perubahan yang terjadi di perpustakaan sangat cepat, bukan saja sistem operasi dan organisasi, tetapi sampai pada level paradigma dan (3) tanpa ada perubahan yang signifikan, bukan tidak mungkin perpustakaan hilang karena kalah bersaing dengan Lembaga informasi yang baru. Upaya menciptakan budaya perpustakaan setidaknya harus dilakukan dengan mengaktualisasikan beberapa hal, yaitu (1) sejarah perpustakaan, (2) nilai dasar dan keyakinan, (3) simbol yang kasat mata dan (4) Bahasa dan ritual.
Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pustakawan Perpustakaan Nasional Wuri Setya Intarti
Media Pustakawan Vol 18, No 1 (2011): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1744.143 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v18i1.805

Abstract

                                                  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui ada atau tidak pengaruh yang nyata antara kepemimpinan dan motivasi secara bersama-sama maupun parsial terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Dan 2) Mengetahui variabel mana yang lebih dominan berpengaruh terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Adapun metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah metode metode teknik simple random sampling. Sedangkan metode analisis datanya menggunakan analisis regresi linier berganda, yaitu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil uji F didapat nilai F hitung sebesar 25.646 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka hasil dari model regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel kepemimpinan (X1) dan motivasi (X2) terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. 2) Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai probabilitas variabel kepemimpinan (X1) sebesar 0,013 0,05, dan variabel motivasi (X2) sebesar 0,000 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel kepemimpinan (X1) dan variabel motivasi (X2) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pustakawan Perpustakaan Nasional RI. Dan 3) Adapun variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap kinerja pustakawan adalah variabel motivasi (X2), dimana berdasarkan hasil koefisien determinasi parsial variabel motivasi (X2) mempunyai nilai yang paling tinggi yaitu sebesar (r2 = 0.690)2 = 0,476 atau 47,6%.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue