cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 24, No 3 (2017): September" : 9 Documents clear
Peran Pustakawan dalam Mewujudkan Transformasi Perpustakaan yang Berkontribusi pada Pengembangan Sumber Daya Manusia Kusairi Kusairi
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1289.973 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.459

Abstract

Abstrak Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi. Kini keberadaan perpustakaan telah bertransformasi dari hanya sebagai tempat untuk membaca dan meminjam buku, ada hal lain yang menunjang pengembangan perpustakaan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat yaitu peningkatan kualitas layanan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) seperti komputer dan internet, kegiatan-kegiatan pelibatan masyarakat, serta peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana. Hal tersebut terbukti berdampak positif bagi perpustakaan diantaranya adalah mampu meningkatkan citra perpustakaan, peningkatan anggaran, dukungan dari berbagai pihak baik dari pemerintah maupun swasta. Sedangkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah adanya peningkatan dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sektor lainnya seperti peningkatan minat baca masyarakat. Dengan demikian transformasi perpustakaan turut berkontribusi nyata pada pengembangan sumberdaya manusia (human capital development). Hal ini tidak lepas dari peran pustakawan yang terlibat langsung dalam berbagai kegiatan di perpustakaan seperti peningkatan kualitas layanan, pelibatan masyarakat, penyediaan sumber- sumber informasi terkini, promosi, kemitraan, layanan internet gratis 24 jam, Kunang-Kunang Manajemen Internet dan Survey, dll.
Pengaruh Pelatihan, Budaya Organisasi terhadap Motivasi Kerja serta Dampaknya terhadap Kinerja Pustakawan (Studi Kasus) pada Perpustakaan Nasional Retno Hermawati
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.301 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.464

Abstract

Abstrak  Keberhasilan institusi perpustakaan bagi masyarakat pemakainya adalah bukan merupakan hasil kerja orang perorangan, melainkan hasil kerja bersama atau kolaborasi semua pegawai, mulai dari pucuk pimpinan dan pejabat struktural, pejabat fungsional dan tenaga pendukung lainnya, termasuk budaya kerja agar sumber daya manusia yang ada dapat termotivasi dalam bekerja. Organisasi yang baik adalah organisasi yang berusaha meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, karena hal tersebut merupakan faktor kunci untuk meningkatkan kinerja karyawan.Terdapat beberapa faktor yang mampu mempengaruhi naik atau turunnya kinerja karyawan diantaranya pelatihan, motivasi dan budaya organisasi. Untuk mewujudkan rencana di atas perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan peningkatan profesionalisme pustakawan dengan cara mengadakan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan ilmu perpustakaan dan teknologi informasi dan komunikasi. Pada bagian akhir tulisan ini, disampaikan metode peningkatan kinerja dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh motivasi kerja.
Keluarga Ramah Buku Dyah Nugraheni
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.713 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.460

Abstract

Abstrak Promosi perpustakaan sangatlah diperlukan, mengingat apresiasi masyarakat terhadap perpustakaan masih sangat rendah, hal ini dapat dilihat dari hasil survey dari UNESCO hanya 0,001 persen dari jumlah penduduk Indonesia sejumlah 237.641.326 jiwa. Gerakan Keluarga Ramah Buku. adalah gerakan mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat, dimana yang menjadi sasaranya adalah Ibu-ibu Tim Penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Melalui Gerakan Keluarga Ramah Buku sangat efektif sebagai media promosi perpustakaan, karena secara langsung Pustakawan dapat melakukan penyuluhan pentingnya membaca bagi masyarakat.
All Librarians are Public Relations: Public Relations as a Personal Competencies towards Professional Librarian in 21st Century Jeng Ayu Ning Tyas
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.088 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.228

Abstract

AbstrakPustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Yang menjadikan profesi pustakawan berbeda adalah adanya Information Literacy Skill, di mana Pustakawan memastikan pemustaka mengetahui di mana mencari, mengevaluasi dan menggunakan informasi tersebut. Namun ada kolaborasi dari kompetensi profesi lain yang dapat membuat pustakawan menjadi lebih luas, tidak hanya fokus pada kompetensi profesional, namun juga kompetensi personal, pendekatan kompetensi profesi Public Relations menjadi penting ketika pustakawan menggunakan kompetensi ini untuk diaplikasikan di perpustakaan dalam menjalin komunikasi positif, penyebaran informasi layanan dan fasilitas di Perpustakaan. Pustakawan pula sebagai Public Relations di Perpustakaan yang akan membuat citra, strategi komunikasi dan publikasi, kerjasama, dan program literasi bagi pemustaka maupun masyarakat luas. Oleh karena itu, Public Relations menjadi salah satu personal competencies yang harus dimiliki pustakawan profesional di abad 21.
Tinjauan Pemanfaatan Digital Printing dalam Pelestarian Majalah Terjilid Koleksi Perpustakaan Nasional RI Damaji Ratmono
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.618 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.465

Abstract

Abstrak  Tinjauan ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan alur dan metode pelestarian bahan perpustakaan di Sub Bidang Teknis Penjilidan Bahan Pustaka Perpustakaan Nasional RI. Perubahan alur ini akibat dampak digunakannya teknologi digital printing dalam pembuatan sampul majalah terjilid koleksi Direktorat Deposit Perpustakaan Nasional RI. Tinjauan ini membahas bagaimana proses pelestarian bahan perpustakaan di sub bidang teknis penjilidan bp sebelum menggunakan teknologi digital printing dan sesudah menggunakannya. Dijabarkan juga mengenai segi keunggulan dan kekurangan masing- masing metode. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan metode pengamatan langsung atau obeservasi lapangan di sub bidang penjilidan dengan metode wawancara. Hasil tinjauan adalah bahwa proses penjilidan dengan menggunakan metode lama bertentangan dengan tujuan pelestarian bahan perpustakaan. Untuk itu diperlukan metode baru dalam upaya memperbaiki dan meminimalisir permasalahan yang timbul sesuai dengan tujuan pelestarian bahan perpustakaan. Penggunaan teknologi digital printing menjadi salah satu alternatif perbaikan dalam mengatasi permasalahan yang timbul.
Model Pengembangan Desain Instruksional Dalam Penyusunan Modul Pendidikan Pemustaka (Library Instruction) Jurianto Jurianto
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.609 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.461

Abstract

Abstrak Pendidikan pemustaka adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengajarkan kepada pemustaka tentang organisasi perpustakaan, bagaimana mengidentifikasi, menemukan dan menggunakan sumber-sumber informasi yang mereka butuhkan secara efisien, efektif dan etis. Dengan makin berkembangnya sumber-sumber informasi dibutuhkan banyak kemampuan bagi pemustaka untuk dapat memanfaatkan sumber-sumber yang ada di perpustakaan. Oleh karenanya dibutuhkan pengembangan model pengajaran pendidikan pemustaka yang baik. Dengan model pengembangan model pendidikan pemustaka dan kreatifitas pustakawan, diharapkan perpustakaanmemiliki sistem pembelajaran yang baik yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Ada banyak model pengembangan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan paket pembelajaran pemustaka yang di dalamnya ada proses pengembangan, implementasi dan juga evaluasi.
Peran Luas Pustakawan dalam Mendukung Visibilitas Publikasi Institusi Berkelanjutan Purwani Istiana
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1976.673 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.229

Abstract

Perpustakaan dan peran pustakawan dalam lingkungan yang terus berkembang dan berubah, perlu melakukan penyesuaian atas peran yang harus dilakukan. Pustakawan harus terus mengembangkan kemampuan dan kepedulian terhadap perubahan kebutuhan lingkungan yang dilayani. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu jenis perpustakaan yang melayani masyarakat akademis. Peran lebih luas diperlukan agar perpustakaan semakin mampu menunjukkan keberadaannya di tengah masyarakat perguruan tinggi. Pustakawan tidak hanya mengelola koleksi dan memberikan layanan informasi, namun harus aktif memainkan peran yang lebih luas lagi untuk berkontribusi dalam berbagai tugas kerja yang membutuhkan keahliannya. Bidang tugas dalam siklus hidup komunikasi ilmiah dalam lingkungan masyarakat perguruan tinggi menunggu peran luas pustakawan. Siklus komunikasi ilmiah, yaitu penelitian, penulisan karya ilmiah, publikasi dan diseminasi publikasi ilmiah merupakan kegiatan masyarakat perguruan tinggi yang membutuhkan peran luas pustakawan. Pustakawan tidak hanya menunggu permintaan kebutuhan masyarakat dalam aneka kegiatan komunikasi ilmiah, namun harus mampu berperan serta aktif dalam proses komunikasi ilmiah, sehingga perannya dalam mendukung seluruh proses komunikasi ilmiah yang bermuara pada visibilitas publikasi institusi semakin terlihat nyata. Tiga peran luas pustakawan dalam mendukung visibilitas institusi tercakup dalam; peran luas dalam penelitian dan penulisan naskah publikasi, peran luas dalam publikasi ilmiah, serta peran luas pustakawan dalam upaya diseminasi informasi. Peran ini dilakukan secara terus-menerus untuk mewujudkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah masyarakat perguruan tinggi yang lebih baik.
Peran Perpustakaan dalam Menyelamatkan Warisan Budaya Bangsa Endang Sri Rusmiati Rahayu
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.462

Abstract

Abstrak  Makalah ini bertujuan untuk membahas deskripsi warisan dokumenter Indonesia sebagai ingatan kolektif dunia, preservasi dan aksesibilitasnya, serta peranan perpustakaan dalam melestarikan warisan dokumenter bangsa. Disimpulkan bahwa Perpustakaan sebagai tempat untuk menyimpan dan menyebarkan ilmu pengetahuan memegang peranan penting dalam melestarikan khazanah kebudayaan bangsa. Warisan dokumenter Indonesia yang telah diakui sebagai ingatan kolektif dunia antara lain: arsip VOC, naskah Nagarakretagama, naskah I La Galigo, naskah Babad Diponedoro, dan arsip Konferensi Asia Afrika yang masing-masing mempunyai deskripsi fisik berupa media, karakter, tahun, dan panjang yang berbeda. Masing-masing warisan dokumenter sudah membuka akses ke publik dan telah dilakukan preservasi walaupun belum sempurna. Peranan perpustakaan dalam melestarikan warisan dokumenter bangsa antara lain: melestarikan pengetahuan (knowledge) yang ada dalam naskah kuno, revitalisasi nilai-nilai budaya, menumbuhkan rasa kecintaan pada budaya dan membangun jatidiri serta karakter bangsa, melestarikan naskah kuno. Disarankan membuat database untuk inventarisasi warisan dokumenter dari seluruh Indonesia, mengajukan warisan dokumenter sebagai ingatan kolektif dunia, membudayakan kegiatan membaca untuk mencintai budaya bangsa, serta mengajak masyarakat untuk menjadikan naskah kuno sebagai bahan pustaka bukan hanya sebagai pusaka.
Frequently Asked Questions pada Halaman e-Resources Perpustakaan Nasional: Suatu usulan Juli Odor Nainggolan; Arief Wicaksono
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v24i3.463

Abstract

Abstrak Perpustakaan Nasional mempunyai alamat e-mail khusus untuk menangani pertanyaan terkait layanan e-resources. Alamat e-mail ini menerima banyak pertanyaan dengan pola tertentu. Banyak pertanyaan yang mempunyai tema yang sama. Perpustakaan Nasional dapat membuat Frequently Asked Questions (FAQ) untuk pertanyaan yang memang berulang atau mempunyai tema yang sama. Pertanyaan berulang yang dibuatkan FAQ dapat menjadi solusi yang dapat dilakukan secara mandiri oleh pemustaka. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif pada transkrip e-mail yang diterima dari bulan April dan Mei 2016. Sebagian besar pertanyaan yang masuk adalah pertanyaan seputar lupa nomor anggota dan lupa password. Masalah lupa nomor anggota dan lupa password ada yang dapat diselesaikan secara mandiri oleh pemustaka. Pembuatan Frequently Asked Questions dinilai menjadi salah satu cara mengurangi pertanyaan teknis lupa nomor anggota dan password pada e-mail khusus layanan e-resources.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue