Articles
Pentingnya Pemahaman Pustakawan Terhadap Bentuk Komunikasi Ilmiah Pada Profil Google Scholar
Istiana, Purwani
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : STAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.450
Abstrak: Banyaknya karya ilmiah yang sudah dihasilkan seorang penulis, tidak terlepas dari penggunaan karya ilmiah penulis lain. Publikasi yang telah dihasilkan oleh seorang penulis akan menunjukkan produktivitas penulis tersebut. Banyaknya sitasi yang diperoleh oleh sebuah publikasi menunjukkan dampak publikasi tersebut terhadap publikasi yang lain. Dewasa ini Perguruan tinggi dituntut untuk menampilkan performance mereka dalam hal banyaknya publikasi yang dihasilkan dan juga dampak publikasi yang dihasilkan untuk publikasi yang lain. Mengutip publikasi lain merupakan salah satu bentuk komunikasi ilmiah yang dilakukan oleh penulis atau peneliti. Makalah ini akan memaparkan pemanfaatan profile Google Scholar dalam komunikasi ilmiah dan pentingnya pustakawan memahami salah satu bentuk komunikasi ilmiah tersebut. Profil Google Scholar cukup efektif digunakan oleh institusi perguruan tinggi untuk menampilkan profil dosen sehingga akan semakin visible di dunia akademik online. Penting bagi pustakawan memahami tentang profile Google Scholar dan manfaatnya, sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi.Abstract: Scientific publication which produced by an author was not far from an other the author. The number of author scientific publication showed author productivity. Publication citation described the impact of the publication to other publication. University have to give their performance in the number of scientific publication which produced and its impact to other publication. Citating wa a form of scientific communication between authors. This paper figured out the usage of Google Scholar Profile in scientific communication and the importance of librarian understanding to one scientific communications. Google Scholar profile wa effective to display university lecturer profile which made it visible. The comprehension librarian of profile Google Scholar gave contribution in university quality improvement.Â
KAJIAN SEMIOTIK TERHADAP SATUAN RUANG PERPUSTAKAAN
Purwani Istiana;
Faruk H.T.;
Sizie Handayani
BIBLIOTIKA : Jurnal Kajian Perpustakaan dan Informasi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang (UM)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.811 KB)
|
DOI: 10.17977/um008v2i12018p050
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan satuan ruang –satuan ruang yang ada di Perpustakaan Kota Yogyakarta Metode yang digunakan adalah metode semiotika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada satuan ruang yang tidak sesuai dengan kaidah dan ada satuan ruang baru yang ditampilkan oleh Pengelola.
KOMPETENSI PUSTAKAWAN PERGURUAN TINGGI DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Rusna Nur Aini;
Purwani Istiana
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.305 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p
Kemenristikdikti memiliki program dan kebijakan terkait sumber daya, pembelajaran, riset dan pengembangan inovasi, yang diharapkan relevan dan siap menghadapi revolusi industry 4.0. Jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai 4.400, tentu membutuhkan sumberdaya yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pada zamannya. Perguruan tinggi diharapkan fokus pada kualitas dan relevansi. Salah satu program Kemenristek dikti yakni peningkatan kapasitas sumber daya dosen. Program ini dilakukan antara lain dengan melakukan kolaborasi riset dengan profesor kelas dunia. Pustakawan yang merupakan bagian dari sumberdaya perguruan tinggi, juga tidak luput dari perhatian. Kemenristekdikti memprogramkan bimbingan teknis bagi pengelola bidang perpustakaan. Tujuannya tidak lain agar pustakawan/pengelola perpustakaan perguruan tinggi, mampu menghadapi tuntutan era revolusi industry 4.0, yang dihadapi oleh dunia pendidikan tinggi. Hal ini memunculkan pertanyaan, sesungguhnya kompetensi apa saja yang diperlukan pustakawan di lingkungan pendidikan tinggi dalam menghadapi era revolusi industry 4.0. Tinjauan pustaka dilakukan penulis untuk mencoba menjawab permasalahan diatas. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka ada beberapa kompetensi yang perlu dimiliki pustakawan dan atau dikembangkan. Kompetensi ini sangat diperlukan pustakawan di lingkungan pendidikan tinggi, agar tetap relevan mendukung pendidikan tinggi menghadapi tantangan era revolusi 4.0. Kata Kunci: Kompetensi Pustakawan; Pendidikan Tinggi; Revolusi Industri
PUSTAKAWAN BERKUALITAS TINGGI: Urgensi Perpustakaan Perguruan Tinggi sebagai “fountain of Knowledge”
Purwani Istiana
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jipi.v2i1.924
Perpustakaan perguruan tinggi sebagai “fountain of knowledge” bagi perguruan tinggi, tidak hanya memerlukan pengembangan gedung/ruang yang memadai, koleksi yang sesuai kebutuhan pengguna, namun juga perlu peningkatan kualitas pustakawan. Pustakawan berkualitas tinggi merupakan tuntutan perpustakaan perguruan tinggi.Pustakawan berkualitas tinggi memiliki ideology yang kuat, kualitas pengetahuan dan keterampilan yang baik, serta memiliki semangat perintis inovasi. Kemajuan teknologi dan akses informasi, tuntutan pemustaka yang beragam, dan pengembangan perpustakaan merupakan urgensi pustakawan berkualitas tinggi bagi perpustakaan perguruan tinggi.
Kolaborasi Perpustakaan & Stakeholder
Purwani Istiana
JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi) Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Progam Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30829/jipi.v1i2.560
Resources which owned by library are limited. Libraries are not able to fully meet the expectations and desires of its users. Collaboration is a smart action for libraries and librarians to maximize their resources and overcome the limitations of existing resources. Practices of collaboration can be done either in the college library, school library and the public library. The collaboration is helpful to increase library services, the maximizing of resources are owned by the library. It spurs creativity and innovation opportunities. Need attitude and commitment of an individual to involve in the collaboration i.e a strong will to collaborate, creative and innovative, willing to continue to learn, and the ability to communicate. Collaboration is one of solution to increase library performance and quality.
KOMPETENSI PUSTAKAWAN PERGURUAN TINGGI DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Rusna Nur Aini;
Purwani Istiana
Jurnal Pustakawan Indonesia Vol. 17 No. 2 (2018): Jurnal Pustakawan Indonesia
Publisher : Perpustakaan IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.305 KB)
|
DOI: 10.29244/jpi.17.2.%p
Kemenristikdikti memiliki program dan kebijakan terkait sumber daya, pembelajaran, riset dan pengembangan inovasi, yang diharapkan relevan dan siap menghadapi revolusi industry 4.0. Jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang mencapai 4.400, tentu membutuhkan sumberdaya yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pada zamannya. Perguruan tinggi diharapkan fokus pada kualitas dan relevansi. Salah satu program Kemenristek dikti yakni peningkatan kapasitas sumber daya dosen. Program ini dilakukan antara lain dengan melakukan kolaborasi riset dengan profesor kelas dunia. Pustakawan yang merupakan bagian dari sumberdaya perguruan tinggi, juga tidak luput dari perhatian. Kemenristekdikti memprogramkan bimbingan teknis bagi pengelola bidang perpustakaan. Tujuannya tidak lain agar pustakawan/pengelola perpustakaan perguruan tinggi, mampu menghadapi tuntutan era revolusi industry 4.0, yang dihadapi oleh dunia pendidikan tinggi. Hal ini memunculkan pertanyaan, sesungguhnya kompetensi apa saja yang diperlukan pustakawan di lingkungan pendidikan tinggi dalam menghadapi era revolusi industry 4.0. Tinjauan pustaka dilakukan penulis untuk mencoba menjawab permasalahan diatas. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka ada beberapa kompetensi yang perlu dimiliki pustakawan dan atau dikembangkan. Kompetensi ini sangat diperlukan pustakawan di lingkungan pendidikan tinggi, agar tetap relevan mendukung pendidikan tinggi menghadapi tantangan era revolusi 4.0. Kata Kunci: Kompetensi Pustakawan; Pendidikan Tinggi; Revolusi Industri
Peran Luas Pustakawan dalam Mendukung Visibilitas Publikasi Institusi Berkelanjutan
Purwani Istiana
Media Pustakawan Vol 24, No 3 (2017): September
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1976.673 KB)
|
DOI: 10.37014/medpus.v24i3.229
Perpustakaan dan peran pustakawan dalam lingkungan yang terus berkembang dan berubah, perlu melakukan penyesuaian atas peran yang harus dilakukan. Pustakawan harus terus mengembangkan kemampuan dan kepedulian terhadap perubahan kebutuhan lingkungan yang dilayani. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan salah satu jenis perpustakaan yang melayani masyarakat akademis. Peran lebih luas diperlukan agar perpustakaan semakin mampu menunjukkan keberadaannya di tengah masyarakat perguruan tinggi. Pustakawan tidak hanya mengelola koleksi dan memberikan layanan informasi, namun harus aktif memainkan peran yang lebih luas lagi untuk berkontribusi dalam berbagai tugas kerja yang membutuhkan keahliannya. Bidang tugas dalam siklus hidup komunikasi ilmiah dalam lingkungan masyarakat perguruan tinggi menunggu peran luas pustakawan. Siklus komunikasi ilmiah, yaitu penelitian, penulisan karya ilmiah, publikasi dan diseminasi publikasi ilmiah merupakan kegiatan masyarakat perguruan tinggi yang membutuhkan peran luas pustakawan. Pustakawan tidak hanya menunggu permintaan kebutuhan masyarakat dalam aneka kegiatan komunikasi ilmiah, namun harus mampu berperan serta aktif dalam proses komunikasi ilmiah, sehingga perannya dalam mendukung seluruh proses komunikasi ilmiah yang bermuara pada visibilitas publikasi institusi semakin terlihat nyata. Tiga peran luas pustakawan dalam mendukung visibilitas institusi tercakup dalam; peran luas dalam penelitian dan penulisan naskah publikasi, peran luas dalam publikasi ilmiah, serta peran luas pustakawan dalam upaya diseminasi informasi. Peran ini dilakukan secara terus-menerus untuk mewujudkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah masyarakat perguruan tinggi yang lebih baik.
Meningkatkan Profesionalisme Sebagai Langkah Awal Peningkatan Citra Positif Pustakawan
Purwani Istiana
Media Pustakawan Vol 18, No 2 (2011): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37014/medpus.v18i2.810
Kepuasan pemustaka merupakan cikal bakal dalam membentuk citra positif pustakawan dan perpustakaan. Membangun citra positif pustakawan mustahil tanpa adanya profesionalisme dalam diri pustakawan. Citra positif terbangun seiring dengan sikap profesional yang ditunjukkan ketika memberikan pelayanan kepada pemustaka. Pustakawan adalah sebuah profesi. Untuk meningkatkan profesionalisme pustakawan hal penting yang harus diperhatikan adalah pustakawan harus bekerja berdasarkan ilmu dan terus mengembangkan kemampuannya, memiliki kemampuan intrapersonal sehingga memiliki kepribadian yang kuat, mampu mensikapi berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat, memiliki kemampuan interpersonal yaitu kemampuan seseorang berinteraksi dengan orang lain, dan membangun hubungan baik dengan individu lain. Pandangan masyarakat tentang profesi pustakawan akan tergantung bagaimana pustakawan dapat menanggapi dan mampu memberikan perubahan yang lebih berkualitas.