cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2019): Juni" : 9 Documents clear
Analisis Pembangunan Bidang Perpustakaan terhadap Peningkatan Kualitas Manusia dan Penurunan Kemiskinan Adin Bondar
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.462 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.178

Abstract

Abstrak Indonesia berpotensi menjadi raksasa ekonomi baru dunia. Peluang ini didukung oleh ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia melalui bonus demografi 2035. Kunci utama adalah hadirnya masyarakat literat atau berpengetahuan yang dibangun melalui pembudayaan kegemaran membaca melalui perpustakaan. Paradigma baru pengelolaan perpustakaan adalah perpustakaan menjadi ruang interaksi terbuka melalui strategi transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Melalui transformasi ini, akan membangun pemikiran diskursif dan kosmopolitanisme. Yakni, lahirnya pengetahuan praksis sehingga seseorang menjadi terbuka, kritis, kreatif, dan inovatif. Masyarakat yang literat sangat berkorelasi positif terhadap peningkatan pendapatan dan pembangunan ekonomi masyarakat. Maka dari itu, kebijakan dan strategi pembangunan bidang perpustakaan fokus pada: pertama, peningkatan konektivitas infrastruktur perpustakaan; kedua, peningkatan konten atau sumber bacaan terapan/praksis; ketiga, peningkatan kapasitas tenaga perpustakaan sebagai pendamping literasi masyarakat, dengan menjadikan budaya literasi indikator pembangunan makro yang diselaraskan melalui rencana pembangunan nasional, provinsi, kabupaten/ kota, dan desa serta menjadikan literasi sebagai gerakan budaya nasional dan penguatan ekosistem literasi dengan konsep “multi-stakeholder partnerships”. Abstract Indonesia has the potency to become world new economy giant. This opportunity is supported by the availability of natural and human resources through demography bonus in 2035. The main key is the presence of literate and knowledgeable society built through reading avidity cultivation by means of library. Library management new paradigm is library as open interaction space through social inclusion-based library transformation strategy. This transformation will establish discursive thinking and cosmopolitanism, namely the birth of practical knowledge so that one can be open-minded, critical, creative, and innovative. Literate society correlates positively towards increase of income and society economy development. Therefore, policy and library development strategy focus on, firstly library infrastructure connectivity improvement; secondly, content or applied/practical reading resources improvement; thirdly, capacity improvement of library personnel as society literacy companion by making literacy culture as macro development indicator harmonised through national, provincial, regency/city and village development plan and making literacy as national culture movement and literacy ecosystem strengthening with multi-stakeholder partnership concept.
Peran Perpustakaan Pertanian dalam Kegiatan Repositori Kementerian Pertanian untuk Menghadapi Revolusi 4.0 Rushendi Rushendi
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.526 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.183

Abstract

Abstrak Perkembangan perpustakaan di Indonesia cepat berkembang, Perpustakaan Pertanian harus berkontribusi dalam penelitian pertanian berbasis digital untuk menciptakan repositori Kementerian Pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran perpustakaan pertanian dalam kegiatan repositori Kementerian Pertanian. Penelitian didesain secara deskriptif korelasional metode survei. Populasi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan berjumlah 116 melalui teknik pengambilan sampel rumus Slovin dengan sampel 34 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner online Google Form bit.ly/2OOTNoP. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan inferensial dengan pengolahan data menggunakan SPSS22 yang dilaksanakan pada Agustus–Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan pustakawan/ pengelola perpustakaan berperan ikut andil dalam proses repositori; koleksi digitalnya dapat mendorong pengembangan repositori; koleksi perpustakaan disimpan dalam bentuk digital dan perpustakaan dilibatkan dalam updating kegiatan repositori; perpustakaan terlibat dalam proses distribusi repositori; dan struktur transfer koleksi digital sebagai pengetahuan. Tampilan repositori sesuai dengan jenis website lembaga induknya; formatnya sesuai dengan standar website pada umumnya, tetapi dalam menyediakan informasi dapat dipercaya; dan kualitas interaksi repositori aman dalam menyampaikan dan melengkapi data koleksinya. Efektivitas informasi repositori yaitu mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan pemustaka; dapat meningkatkan kinerja layanan perpustakaan; teknologi informasi repositori mempermudah dalam pengolahan dan penyimpanan koleksi; dan sebagai sarana resource sharing koleksi, sebagai sumber pengetahuan berbasis eletronik; dan perlu mendapatkan bimbingan teknis yang berhubungan dengan repositori. Pustakawan; Perpustakaan eselon 2; Komoditas Perkebunan, Hortikultura, Peternakan, Tanaman Pangan; dan Database berperan dalam kegiatan pengembangan respositori Kementerian Pertanian. Pustakawan/pengelola perpustakaan terlibat kegiatan digitalisasi dan dapat mendorong pengembangan Repositori Kementerian Pertanian; tampilan repositori pertanian sesuai jenis website dan informasinya menambah pengetahuan; dan format informasi sesuai dengan lembaga induknya. Abstract The development of libraries in Indonesia is rapidly developing, the Agricultural Library must contribute to digital-based agricultural research to create a repository of the Ministry of Agriculture. The research objective was to determine the role of agricultural libraries in the repository activities of the Ministry of Agriculture. The study was designed in a descriptive correlational survey method. The population of Library Librarians / Managers amounted to 116 throughsampling techniques of Slovin formula with a sample of 34 respondents. Techniques for collecting data through the Google Form online questionnaire bit.ly/2OOTNoP. Data were analyzed quantitatively and inferentially by processing data using SPSS22 conducted in August-December 2018. The results showed that librarians / library managers had a role in contributing to the repository process; its digital collection can encourage the development of repositories; library collections are stored in digital form and libraries are involved in updating repository activities; libraries involved in the repository distribution process; and the structure of digital collection transfers as knowledge. Display repository according to the type of website of the parent institution; the format is in accordance with website standards in general, but in providing reliable information; and the quality of repository interactions is safe in delivering and completing data collection. The effectiveness of the repository information is that it is easy to get the information needed by the user; can improve the performance of library services; repository information technology makes it easy to process and store collections; and as a means of collection resource sharing, as an electronic source of knowledge; and need to get technical guidance related to the repository. Librarian; Echelon 2 Library; Plantation, Horticulture, Animal Husbandry, Food Crops Commodities; and Databases play a role in the development activities of the Ministry of Agriculture respository. Library librarians managers are involved in digitalization activities and can encourage the development of the Ministry of Agriculture Repository; display of agricultural repositories according to the type of website and information add to knowledge; and format of information in accordance with the parent institution
Analisis Kesiapan dan Tantangan Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia Menghadapi Era 4.0 Rhoni Rodin
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.855 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.179

Abstract

Abstrak Era 4.0 merupakan era revolusi industri teknologi yang secara fundamental akan mengubah paradigma berpikir dan cara kerja. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan dan tantangan perpustakaan perguruan tinggi Islam dalam menghadapi era 4.0. Jenis penelitian ini adalah studi literatur dengan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa kesiapan dan tantangan perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia tidak hanya mengedepankan peran tradisional dengan menyediakan sarana fisik semata, tetapi lebih ke perpustakaan yang juga memahami value perpustakaannya. Perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia selain menghadapi perkembangan teknologi yang amat pesat, juga perlu siap menghadapi perubahan dalam perilaku pengguna yang ikut berubah sesuai perkembangan zaman. Tantangan yang lainnya adalah aspek dari misi perguruan tinggi, yaitu mengembangkan dan memajukan penelitian. Gerakan open access juga merupakan salah satu tantangan yang harus segera dijawab oleh pihak perpustakaan perguruan tinggi Islam. Kemudian tantangan untuk mengakomodasi perubahan pesat dalam pengajaran yang juga amat dipengaruhi oleh perkembangan penggunaan teknologi informasi seperti sekarang ini. Abstract The era of 4.0 was the era of the technological industry revolution that would change the paradigm of thinking and how to work. This paper tries to analyze the readiness and challenges of Islamic college libraries in the challenges of the era of 4.0. This type of research is a literature study with data analysis using descriptive analysis methods. Islamic college libraries in Indonesia do not only prioritize traditional roles by providing physical facilities, but more on libraries that also increase the value of their libraries. Islamic college libraries in Indonesia in addition to developing technology that is very fast, also needs repairs available to users that also change according to the times. Another challenge is the aspect of the college's mission, which is to develop and advance research. The open access movement is also one of the challenges that must be answered immediately by the Islamic college libraries. Next is the challenge for development, change that is fast, popular, and useful.
Pengembangan Pembelajaran Literasi Membaca untuk Meningkatkan Daya Baca Siswa Uswatun Hasanah
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.027 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.184

Abstract

Abstrak PISA mengukur kemampuan siswa dalam bidang literasi yakni literasi matematika, literasi sains, dan literasi membaca. Kurun waktu 2012-2015, literasi membaca hanya naik 1 poin dari 396 poin menjadi 397 poin. Karakter soal PISA yang menggunakan HOTS menjadi kendalanya. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa siswa di Indonesia memiliki daya baca yang masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran literasi membaca yang mampu meningkatkan daya baca siswa, dengan memaksimalkan peran pustakawan. Teori yang digunakan adalah teori pembelajaran literasi membaca, peningkatan daya baca dan kemampuan membaca, bacakilat, membaca kritis, dan peran pustakawan. Metode penelitian menggunakan metode penelitian pengembangan. Sumber data dari kajian pustaka, pembuatan desain dan analisis data dengan mengkolaborasikan teori-teori, serta validasi desain dengan berdiskusi dengan Guru Bahasa Indonesia. Revisi dilakukan menurut hasil diskusi. Uji coba produk dengan melakukan pre-test, pembelajaran, post-test pada sampel 50 orang. Pengambilan sampel melalui purposive sampling. Pre-test dan post-test menggunakan soal Bahasa Indonesia untuk tryout PISA dari Puspendik. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan desain pembelajaran literasi membaca terdapat pada perluasan skemata dengan mengajarkan teknik membaca bacakilat dan membaca kritis. Dari uji coba produk didapatkan data 41 orang mengalami kenaikan skor, 9 orang mengalami penurunan skor. Kenaikan skor tertinggi 29.34, penurunan skor tertinggi 19.90, dan rata-rata kenaikan skor adalah 9.00. Berdasarkan hasil ujicoba produk, desain pengembangan berhasil meningkatkan skor yang dalam hal ini mewakili daya baca. Peran pustakawan dalam pembelajaran literasi membaca adalah sebagai administrator, manajer, supervisor, edukator, dan motivator. Abstract The program for International Student Assessment (PISA) measures students’ abilities in the field of literacy namely mathematical literacy, scientific literacy, and reading literacy. During 2012-2015, literacy reading only rose 1 point from 396 points to 397 points, the character of the PISA question that used HOTS was the problem. These results indicated that students in Indonesia have a relatively low reading habit. This study aims to develop reading literacy learning that is able to improve students’ reading habit, by maximizing the role of librarians. The theory used is literacy learning, reading habit, critical reading, and librarian roles. The research used research development methods. The data obtained from literature review. The data designed and analyzed by collaborating theories, while the design validated by discuss with Indonesian Teachers, revisions were made according to the results of the discussion. Product tested by pre-testlearning, post-test on a sample of 50 people through purposive sampling. Pre-test and post-test used in Indonesia language questions for PISA tryout obtained from Puspendik. The result shows that the development of reading literacy learning design was in the expansion of the schema by teaching techniques of reading literacy and critical reading. From the product trial data obtained 41 people experienced an increase in scores, 9 people experienced a decrease in scores. The highest score was 29.34, followed by 19.90, and the average score was 9.00. Based on the results of product testing, the development design succeeded in increasing the score which in this case represented the reading habit.
Aksesibilitas Layanan Perpustakaan bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Banjarnegara: Studi Evaluasi Kinerja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah Budi Handari
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.865 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.180

Abstract

Abstrak Aksesibilitas merupakan hak dari penyandang disabilitas. Hak tersebut meliputi pemanfaatan fasilitas publik dan mendapatkan akomodasi yang layak, termasuk mendapatkan aksesibilitas layanan perpustakaan sebagaimana yang didapatkan oleh pemustaka non-disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan mengevaluasi pelaksanaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian yang dilakukan di wilayah Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah ini mengamati layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas melalui variabel transformasi fungsi, fasilitas, dan sumber daya manusia perpustakaan. Pengumpulan data juga dilakukan melalui wawancara menggunakan panduan wawancara (interview guide). Untuk menganalisis data, digunakan metode Frekuensi Distribusi Relatif dan Analisis Tabulasi Silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala internal dan eksternal mengakibatkan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah belum sepenuhnya berhasil mewujudkan aksesibilitas layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas. Abstract Accessibility is the right of disabilities. It also includes the use of public facilities and obtaining adequate accommodation, including the access to library services as served to non-disabled users. This study aims to find out, describe, and evaluate the implementation and factors influence library services for persons with disabilities in Banjarnegara Regency, Central Java Province. By using the quantitative descriptive method, the research conducted at Banjarnegara Regency, Central Java Province, by observing library services for person with disabilities through the variables of function transformation, facilities, and library human resources. The data also collected through interview by using interview guides. To analyze the data, the Relative Distribution Frequency Method and Cross Tabulation Analysis were used. The results showed there were internal and external barriers Library of Library and Library Office of Banjarnegara Regency, Central Java Province, these were caused the succeeding in achieving accessibility of library services for person with disabilities was not fully yet in the.
Upaya Meningkatkan Kompetensi Pustakawan Fungsional: Studi Kasus Pada Perpustakaan Universitas X Kamilah Kinanti
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.314 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.185

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kompetensi pustakawan fungsional di Perpustakaan Universitas X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah upaya yang telah dilakukan oleh pustakawan fungsional dan pihak manajemen perpustakaan dalam meningkatkan kompetensi pustakawan. Meski demikian, ditemukan bahwa tidak ada kesadaran maupun hal yang diupayakan baik dari pihak pustakawan maupun manajemen perpustakaan terkait etika sebagai salah satu bagian dari kompetensi. Abstract This research aims to describe the efforts of increasing functional librarian competencies in University X Library. This research uses qualitative approach with case study method. The result shows there were sort of activities did by the functional librarian and the library managers to increased the librarian competencies. However, the research found both the functional librarian and the managers didn’t noticed that the attitude term is a part of competencies.
Analisis Bibliometrika untuk Co-Authorship, Co-Bibliographic, Co-Descriptor Pada Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer IPB Tahun 2006-2008 Rudianto Rudianto
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.152 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.186

Abstract

Abstrak Penelitian dan kajian dilakukan bertujuan untuk menghasilkan temuan-temuan baru atau memperbarui temuan yang telah ada sebelumnya, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas suatu bidang ilmu bagi kehidupan umat manusia. Penggunaan sitiran dalam karya tulis ilmiah merupakan suatu bentuk komunikasi antara pengarang yang menyitir dan pengarang karya ilmiah yang disitir. Sitiran digunakan karena relevansinya terhadap suatu subjek yang sedang dikaji. Sehingga akan dapat dilihat hubungan yang terjadi antara karya tulis satu dengan yang lainnya. Kajian ini bertujuan melihat hubungan antar karya ilmiah dan melihat kolaborasi pengarang yang ada di Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer IPB melalui co-authorship, co-bibliographic, dan co-descriptor. Diharapkan dengan adanya kajian ini dapat dilihat pemetaan subjek yang telah diteliti di Ilmu Komputer IPB dalam kurun waktu 2006 sampai dengan 2008. Abstracts A research is intended to produce new findings or renew the previously-existing findings. It is expected to increase the quality and productivity of a field of study for human life. The use of citation in a scientific paper is a form of communication between the writer who cites scientific papers of other writers, and the writers whose papers are being cited. Citations are used because they are relevant to the studied subjects, so that the relation between one paper and another can be seen. The research aims at observing the relation between scientific papers and the collaboration of writers in IPB computer science scientific journals through co-authorship, co-bibliographic, and co-descriptor. The research is expected to show the subject mapping that has been examined in the computer science study program of IPB, from 2006 to 2008.
Evaluasi Koleksi Literatur Ekonomi dan Perbankan Melalui Analisis Sitasi Skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto Tahun 2010-2017 Aris Nurohman
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.181

Abstract

Abstrak Koleksi adalah sumber daya perpustakaan yang harus terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Memahami nilai keterpakaian koleksi perpustakaan sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektifitas koleksi. evaluasi koleksi yang dilakukan pada skripsi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Islam ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterpakaian koleksi oleh mahasiswa melalui analisis sitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan tingkat ketersediaan koleksi dengan kebutuhan koleksi di perpustakaan IAIN Purwokerto menggunakan analisis sitasi bagi mahasiswa sarjana fakultas ekonomi dan bisnis Islam. Metode yang digunakan dalam melakukan kajian menggunakan metode analisis sitasi dengan objek penelitian pada skripsi tahun 2010 sampai tahun 2017. Penelitian menyimpulkan bahwa koleksi monograf nasional (berbahasa Indonesia) menjadi sumber informasi yang banyak dicari. Sebaliknya akses terhadap jurnal ilmiah sangat kurang karena kendala biaya pengadaan. dampak lain dari masalah minimnya jurnal ilmiah adalah rendahnya literasi informasi pada sumber-sumber informasi primer yang terbaru. Hubungannya dengan koleksi dan kecenderungan mahasiswa menggunakan koleksi monograf adalah semakin rendahnya akses ke jurnal ilmiah, maka akan semakin tinggi akses ke monograf sebagai sumber informasi penelitian mereka. Abstract Collections are library resources that must be continuously developed in accordance with the needs of users. Understanding the value of using library collections is very important in order to improve the quality and effectiveness of collections. Collection evaluation conducted on the thesis of students of the Faculty of Economics and Islamic Business aims to determine the level of use of collections by students through citation analysis. The purpose of this study was to ensure the level of availability of collections with collection needs in the IAIN Purwokerto library using citations analysis for undergraduate students of Islamic economics and business faculties. The method used in conducting the study used the citation analysis method with the object of research in the thesis of 2010 to 2017. The study concluded that the collection of national monographs (in Indonesian) was a sought -after source of information. On the contrary, access to scientific journals is very lacking due to constraints in procurement costs. another impact of the problem of the lack of scientific journals is the low level of information literacy in the latest primary information sources. its relationship with collections and the tendency of students to use monograph collections is the lower access to scientific journals, the higher access to monographs as a source of information for their research
Media Komunikasi Efektif pada Layanan Jasa Informasi: Studi Kasus di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Rahartri Rahartri
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.182

Abstract

Abstrak Kajian bertujuan menganalisis media komunikasi yang digunakan pemustaka di Kawasan Puspiptek, ketika memerlukan layanan jasa informasi. Tujuan khusus adalah: 1) Mengetahui jenis- jenis media komunikasi yang digunakan; 2) Mengetahui jenis media komunikasi yang paling banyak digunakan; 3) Mengetahui alasan pemustaka menggunakan jenis media komunikasi tersebut. Digunakan metode deskriptif kuantitatif, dilengkapi wawancara dengan pengguna jasa informasi terkait alasannya menyukai jenis media komunikasi tersebut, selanjutnya disajikan secara deskriptif untuk mendukung dan memperkuat analisis kuantitatif. Dari penelitian disimpulkan sebagai berikut: 1) Jenis media komunikasi yang digunakan oleh pemustaka di Kawasan Puspiptek Serpong adalah e-mail, telepon, WhatsApp, datang langsung ke Perpustakaan; 2) Periode tahun 2014-2018, media komunikasi paling banyak digunakan oleh pemustaka adalah e-mail, diikuti WhatsApp (WA). Dilihat tren per tahun, tahun 2014-2015, e-mail merupakan media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh pemustaka ketika membutuhkan layanan jasa informasi. Tahun 2016-2018, WhatsApp merupakan media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh pemustaka ketika membutuhkan layanan jasa informasi. Tahun 2018 merupakan tahun WhatsApp, dimana hampir 90% layanan jasa informasi menggunakan WhatsApp sebagai media komunikasi; 3) E-mail banyak digunakan sebagai media komunikasi, karena pesan cepat terkirim ke penerima; tidak memerlukan biaya; praktis; aman; dapat menyertakan lampiran. WhatsApp banyak digunakan sebagai media komunikasi, karena aplikasinya simple (tidak memerlukan password); Langsung terhubung dengan nomor yang tersimpan di kontak hp; WhatsApp merupakan pengganti sms yang praktis dan tepat waktu untuk mengirim pesan; WhatsApp lebih unggul dibanding aplikasi chat lainnya, karena simpel dan mudah digunakan; aplikasi WhatsApp cukup ringan, hemat baterai, dan dapat menghemat data internet. Abstract The study aims to analyze the communication media used by users in the Puspiptek area, when it requires information services. Specific objectives are: 1) Knowing the types of communication media used; 2) Knowing the types of communication media that are most widely used; 3) Knowing the reason the user uses these types of communication media. Quantitative descriptive method is used, with interviews with information service users related to the reasons for liking the type of communication media, then presented descriptively to support and strengthen quantitative analysis. The research concludes as follows: 1) The type of communication media used by users in the Puspiptek Serpong Area is e-mail,telephone, WhatsApp, coming directly to the Library; 2) The 2014-2018 period, the most used communication media by users is e-mail, followed by WhatsApp (WA). Judging by the trend per year, 2014-2015, e-mail is the communication media that is most used by users when it needs information services. In 2016-2018, WhatsApp is the communication media that is most used by users when it needs information services. 2018 is the year of WhatsApp, where almost 90% of information services use WhatsApp as a communication medium; 3) E-mail is widely used as a communication medium, because messages are quickly sent to recipients; no cost; practical; secure; can include attachments. WhatsApp is widely used as a communication medium, because the application is simple (does not require a password); Directly connected to the number stored in the cellphone contact; WhatsApp is a substitute for SMS that is practical and timely to send messages; WhatsApp is superior to other chat applications, because it’s simple and easy to use; the WhatsApp application is quite light, saves battery life, and can save internet data.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 29, No 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue