cover
Contact Name
Media Pustakawan
Contact Email
media.pustakawan@gmail.com
Phone
+6287876564261
Journal Mail Official
media.pustakawan@gmail.com
Editorial Address
Jalan Salemba Raya No.28 A, Pusat Pembinaan Pustakawan
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Media Pustakawan
Published by Perpustakaan Nasional
ISSN : 08529248     EISSN : 26853396     DOI : https://doi.org/10.37014/medpus
Core Subject : Science,
Jurnal Media Pustakawan merupakan terbitan Perpustakaan Nasional, Pusat Pembinaa Pustakawan(Pusat Pembinaan Pustakawan) yang berfokus pada bidang ilmu perpustakaan dan informasi khususnya yang berhubungan dengan pengembangan kepustakawanan . Artikel Jurnal yang diterbitkan merupakan hasil kajian atau penelitian yang dapat bersumber dari studi literatur, studi lapangan, eksperimen, dan implementasi dari konsep, teori & model di bidang kepustakawanan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 3 (2019): September" : 8 Documents clear
Tren Topik Penelitian dan Kajian Bibliometrik Prosiding Bidang Ilmu Perpustakaan di Indonesia Periode 2015-2017 Dwiyantoro Dwiyantoro; Sri Junandi
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.499 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.533

Abstract

Introduction, this study is discussing trends in research topics in the field of library science and information and looking at bibliometric studies. Research and Analysis Methods, The method in this study is bibliometrics with Co-Word analysis methods and citation analysis. First, word analysis is done to look at research trends by grouping keywords, then grouping them according to Hawkins' taxonomy. Second, the citation analysis is done by looking at the bibliography to see the types of literature, literature, and obsolescence literature.The results and discussion, the trend of research topics in the library scientific field that developed in the 2015-2017 period were library and library services and social problems, while the results of citations analysis showed the type of literature most widely used by book literature (53, 49%) and journals (9.65%). The most literary languages are Indonesian (61.08%) and English (38.00%), while the age of documents cited is still relevant, namely 0-10 years (63.82%) and 0-20 years (28 , 67%). Conclusions, Trends in further research topics on the topic of Libraries and Library Services and Social Issues, there is a diversity of types of literature cited, available diversity of languages and the level of obsolescence of documents cited.
Tantangan Kepustakawanan Di Era Disrupsi Dedi Junaedi
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.065 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.554

Abstract

Hubungan pemustaka dengan perpustakaan dan pustakawan mengalami transformasi menjadi suatu ruang publik yang bersifat kompleks. Kompleksitas ruang publik ini tidak hanya untuk menampung interaksi antara pemustaka dan pustakawan dalam hubungannya dengan akses informasi dan pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antar-generasi, antar-kepentingan, antar-komunitas, antar-profesi yang bersatu dan berinteraksi dengan pustakawan, teknologi, jejaring dan direkatkan oleh bahan perpustakaan dan dokumen koleksi perpustakaan. Pustakawan di era disrupsi harus mampu mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dengan melakukan berbagai terobosan. Perpustakaan harus berkreasi dan merespon perubahan yang muncul setelah disrupsi, antara lain dengan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Pustakawan harus mampu menunjukkan bahwa dirinya merupakan pilar pendidikan menuju masyarakat berperadaban tinggi melalui diseminasi informasi sehingga masyarakat mampu membedakan informasi mana yang hoax dan yang valid. Masalah penting kepustakawanan Indonesia adalah terjadinya ketidak-merataan jumlah dan kondisi perpustakaan. Saat ini Indonesia hanya mampu menyediakan 20% dari total kebutuhan masyarakat untuk mengakses perpustakaan. Saat ini 4 hal yang harus diperbaiki perpustakaan dalam menciptakan layanan prima di era disrupsi yaitu: Peningkatan akses informasi, perbaikan layanan perpustakaan, memetik manfaat pembelajaran dari pengalaman, perbaikan sumber daya manusia di perpustakaan.
Tren Kepengarangan Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Periode 2014-2018: Sebuah Analisis Bibliometrik Sri Junandi
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.924 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.538

Abstract

This article discusses Bibliometrics which was used to analyse 80 articles published in journal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi (BIP) from 2014 to 2018 published by the Library of Universitas Gadjah Mada. This study aims to determine the distribution of articles per year as well as per number, authorship patterns, type of references used, institutional contribution and author productivity. The data was downloaded from the https://jurnal.ugm.ac.id/bip, and was processed using Microsof Excel 2013, as well as the degree of collaboration calculated in the Subramanyam formula. The results showed that BIP has published a total of 80 articles involving 120 people authors, with a single author larger than the multiple author; collaboration degrees value at 0.67. The majority of the references used were textbooks (65.15%) and scientific journals (31.04%). Affiliate authors come from educational institutions is the biggest contributor article, and Gadjah Mada University is in the first order (36 times). Female authors are more productive than male authors: Pergola Irianti served as the first one (4 articles). Some suggestions include that a journal manager should increase the number of collaborative authors and to require that published articles should have 80% of the journals and the proceedings as the main reference.
Implementasi Konsep Inklusi Sosial di Perguruan Tinggi; sebuah wacana Dian Arya Susanti
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.223 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.543

Abstract

Implementasi konsep inklusi sosial di perpustakaan bukanlah sesuatu yang baru, akan tetapi penerapannya di Peprustakaan Perguruan Tinggi masih belum banyak dibahas oleh para peneliti. Artikel ini mencoba melihat konsep-konsep terkait hal tersebut dengan melakukan studi pustaka dari sumber-sumber yang ada, dan akhirnya penulis berkesimpulan bahwa inklusi sosial di perpustakaan bukanlah sesuatu yang baru, melainkan hal yang sudah lama dilakukan oleh perpustakaan. Perbedaannya hanya terletak pada faktor partisipasi pemustaka sehingga mereka bisa menjadi bagian dari masyarakat dunia.
Perilaku Knowledge Sharing Antarstaf Pustakawan: suatu Kajian melalui Pendekatan Learning Audit Model pada Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha Ni Putu Pramita Utami
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.018 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.544

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku knowledge sharing (KS) antarstaf pustakawan, mengetahui faktor-faktor pendorong perilaku KS dan mengetahui faktor-faktor penghambat perilaku KS. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada perpustakaan Undiksha, sehingga subjek dari penelitian ini adalah pustakawan, tenaga administrasi dan teknisi yang berjumlah 25 orang. Sedangkan, objek kajiannya adalah perilaku KS. Pendekatan learning audit model digunakan dalam menentukan nilai dari informasi dan sekaligus menentukan efektifitas dari proses KS yang dilakukan. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi perilaku KS antar staf pustakawan tergolong cukup positif dengan persentase 68,7%. Faktor pendorong perilaku KS antar staf pustakawan pada perpustakaan Undiksha adalah motivasi intrinsik sebesar 87,5% (sangat positif), penerimaan pengetahuan sebesar 78,8% (positif), sikap terhadap KS sebesar 78,2% (positif), loss of knowledge power sebesar 78,1% (positif), kowledge self-efficacy sebesar 77,6% (positif) dan pengiriman pengetahuan sebesar 72,4% (positif). Selain itu, ditemukan pula beberapa aspek lain yang dapat mendorong KS seperti: kepercayaan, kesetiakawanan, keterbukaan, kebersaman, kekeluargaan dan komunikasi. Sebaliknya, faktor-faktor penghambat perilaku KS antar staf pustakawan pada perpustakaan Undiksha adalah motivasi eksternal sebesar 49,6% (negatif), respon balik/feedback sebesar 69,3% (cukup positif), iklim organisasi sebesar 68,5% (cukup positif), norma subjektif sebesar 64,2% (cukup positif), norma timbal balik sebesar 62,1% (cukup positif), motivasi introjektif sebesar 60,5% (cukup positif), teknologi informasi dan komunikasi sebesar 59,1 % (cukup positif). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka untuk meningkatkan perilaku KS diperlukan adanya koordinasi bidang yang berfungsi untuk memfasilitasi, mengelola, dan mengaudit KS dengan model learning audit, sehingga diperoleh pengetahuan kolaboratif untuk keunggulan kompetitif institusi. Kata-kata kunci: knowledge sharing, learning audit, manajemen pengetahuan, perilaku individu dalam organisasi  AbstractThe aims of this study were to describe the behavior of knowledge sharing (KS) among librarian, to know the factors enhancing the behavior of KS and to determine the factors inhibiting KS behavior. This research was a case study in the library of Undiksha, so that the subjects of this study are librarians, administrative staff and technicians, totaling 25 persons. Meanwhile, the object of the study was the behavior of KS. Audit learning approach model was used in determining the value of the information and also to determine the effectiveness of the process undertaken KS. Data were collected through questionnaires, interviews and observation. The collected data were analyzed descriptively. The results showed that the description of the KS behavior among librarian was quite positive with a percentage of 68.7%. The driving factors of KS behavior among librarian at the library of Undiksha were the intrinsic motivation of 87.5% (very positive), the reception of knowledge by 78.8% (positive), attitude towards KS amounted to 78.2% (positive), loss of knowledge power amounted to 78.1% (positive), knowledge self-efficacy of 77.6% (positive) and delivery of knowledge 72.4% (positive). In addition, there were also some other aspects found that can encourage KS such as: trust, solidarity, openness, collaboration, family and communication. Conversely, factors inhibiting KS behavior among librarian at the library of Undiksha were external motivation of 49.6% (negative), feedback of 69.3% (quite positive), organizational climate 68.5% (quite positive), subjective norm by 64.2% (quite positive), the norm of reciprocity amounted to 62.1% (quite positive), introjective motivation by 60.5% (quite positive), and the information technology and communications at 59.1% (quite positive). Based on the results obtained, in improving the KS behavior it was necessary to construct a coordinate field that serves, facilitate, manage, and audit the KS with audit learning models, in order to obtain collaborative knowledge for competitive advantage of institution. Key words: knowledge sharing, knowledge management, learning audit, the behavior of individuals within the organization
Analisis “Similarity” pada Karya Tulis Pustakawan yang diajukan sebagai Angka Kredit Abdul Rahman Saleh
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.547

Abstract

ABSTRAK Salah satu butir kegiatan pustakawan yang termasuk kegiatan unsur utama, namun tidak termasuk tugas pokok dari pustakawan adalah pembuatan karya tulis/ karya ilmiah di bidang kepustakawanan. Kegiatan ini dikelompokkan ke dalam unsur pengembangan profesi. Angka kredit yang ditawarkan untuk kegiatan ini cukup besar, terutama bila dibandingkan dengan pelaksanaan kegiatan teknis perpustakaan lainnya. Oleh karena itu, banyak pustakawan yang mengejar kekurangan angka kredit dari kegiatan tersebut. Sayangnya, banyak pustakawan yang tidak hati-hati dalam menulis, atau mungkin juga memang sengaja melakukan hal yang tidak terpuji, sehingga karya tulis yang dihasilkan banyak mengandung dugaan plagiarisme. Kajian ini mencoba memotret karya tulis pustakawan yang diusulkan kepada Tim Penilai Tingkat Pusat di Perpustakaan Nasional. Kajian dilakukan terhadap 129 judul karya tulis yang diajukan oleh 16 pustakawan selama Bulan Januari - Mei 2019. Sampel diambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu ditarik secara incidental sampling. Seluruh karya tulis diperiksa menggunakan aplikasi Turnitin dan dicatat tingkat kemiripannya dengan artikel lain yang ada di dunia maya. Tingkat kemiripan (similarity) tertinggi diketahui sebesar 94% atau dapat dikatakan seluruh bagian dari artikel tersebut diduga meniru tulisan orang lain (plagiat) yang diperoleh dari internet. Sedangkan tulisan yang memiliki tingkat kemiripan terendah adalah sebesar 2%, atau hampir tidak ada dugaan praktek plagiarisme dari tulisan tersebut. Dugaan plagiarisme tersebut bisa memang sengaja dilakukan oleh penulis, atau bisa secara tidak sengaja dilakukan oleh penulis, misalnya karena ketidak tahuan cara menulis kutipan. Karenanya, disarankan agar para penulis mempelajari pedoman penulisan yang banyak beredar di dunia akademik sehingga hasil tulisannya sesuai dengan peraturan dan terhindar dari dugaan plagiarisme.  ABSTRACT One of the librarian's activities that consider as the activities of the main elements, but not as the main tasks of the librarian is the writing works or scientific work in the field of librarianship. This activity is grouped into the professional development. The Credit point that offered for this activity is quite large, especially when compared to the activities of the library technical activities or the library housekeeping activities. Therefore, many librarians are doing this activity in order to get the bigger credit point. Unfortunately, many librarians are not careful in writing, or may also intentionally do things that are not commendable, so that the result of the work contains a lot of alleged plagiarism. This study tried to give the picture of the writing work / academic work of the librarian that proposed to the National Assessment Team at the National Library. The study was carried out to 129 work that written by 16 librarians during January - May 2019. Samples were taken using non probability sampling techniques, namely drawn incidentally sampling. All papers are examined using the Turnitin application and were recorded the level of similarity with other works that are already posted in cyberspace. The highest similarity level is known to be 94% or it can be considered that all parts of the work suspected as copied from other works (plagiarism) that are found in the internet. While the work that has the lowest similarity level is 2%, or there is almost no suspicion of plagiarism from the writing. Allegations of plagiarism can indeed be deliberately done by the author, or can be accidentally done by the author, for example because of ignorance of how to write a quote. Therefore, it is recommended that the authors to study or to read the writing guidelines that are widely circulating in the academic world so that their work are not break the rules and avoid the alleged plagiarism.
Pemanfaatan Media Viral untuk Memasarkan Produk dan Layanan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada Menghadapi Era Industri 4.0 Aprilia Mardiastuti; Uminurida Suciati; Wiyarsih Wiyarsih
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.546

Abstract

Menghadapi era industri 4.0, Perpustakaan UGM memanfaatkan media viral untuk memasarkan produk dan layanannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemanfaatan media viral untuk memasarkan produk dan layanan Perpustakaan Universitas Gadjah Mada, serta memberikan usulan pengembangannya di masa depan. Penelitian yang dilakukan berjenis deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara kepada 8 orang informan dan diskusi kelompok. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi dengan menggunakan analisis SWOT. Media viral yang dimanfaatkan Perpustakaan UGM untuk memasarkan produk dan layanannya berupa media sosial dan website. Produk dan layanan perpustakaan yang dipasarkan meliputi koleksi, unit pelayanan, dan kegiatan. Perpustakaan UGM telah memanfaatkan media yang bersifat viral untuk untuk memasarkan produk dan layanan yang ada. Ke depan, Perpustakaan UGM perlu menambah media viral Youtube dan Line.  AbstractTo prepare the industrial era 4.0, the UGM Library uses viral media to market its products and services. The research objective is to determine the viral media usage to market Gadjah Mada University Library products and services, as well as to propose future developments. Qualitative descriptive research with data collection methods in the form of interviews with 8 informants and focus group discussions. Data analysis included data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification using a SWOT analysis. Viral media used by UGM Library to market its products and services in the form of social media and websites. Library products and services that are marketed include collections, service units, and activities. UGM Library has utilized viral media to market existing products and services. In the future, the UGM Library needs to add youtube and line viral media. 
Transformasi Perpustakaan Umum Sebagai Ruang Pelibatan Masyarakat (Studi Kasus: Dinas Perpustakaan Umum dan Kearsipan Kabupaten Enrekang) Irsan Irsan
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.563

Abstract

                                                               AbstrakPerpustakaan umum sebagai ruang belajar sepanjang hayat memiliki peran strategis dalam memberdayakan masyarakat. Menyadari hal itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Enrekang melakukan transformasi dengan menjadikan perpustakaan sebagai ruang pelibatan masyarakat. Perubahan itu tidaklah terjadi secara instan, tetapi melalui proses pendampingan yang dilakukan oleh program PerpuSeru selaku mitra pengembangan perpustakaan. Program pengembangan perpustakaan tersebut telah berkonstribusi pada perubahan paradigma perpustakaan dalam menyediakan layanan perpustakaan. Tentu tak lepas pula dari komitmen dan konsistensi dari pimpinan dan pustakawan dalam mendukung program tersebut. Salah satu strategi pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang telah diterapkan yaitu kegiatan pelibatan masyarakat, yang bertujuan mengajak masyarakat belajar dan berkegiatan untuk mendapatkan pengetahuan dan kesempatan meningkatkan potensinya di perpustakaan. Dalam mendorong pelibatan masyarakat ini, perpustakaan umum juga membangun kemitraan dengan pemustaka untuk berpartisipasi. AbstractPublic library as a life long learning space it has a strategic role in empowering the community. Choosing that, the Enrekang district public library did the transformation by making the library as a space for community engagement. The change has’nt occurred instantly, but through a mentoring process carried out by the PerpuSeru program as a library development partner. This library development program has enhanced the library's paradigm shift in providing library services. Of course, that are’nt apart from the commitment and consistency of the leaders and librarians in supporting the program. One of the library development strategies based on social inclusion that has been implemented is the community engagement activity, which invites the public to learn and have activities to gain knowledge and increase their potency in library. In encouraging community involvement, public libraries also build partnerships with users to participate.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 32 No. 2 (2025): Agustus Vol. 32 No. 1 (2025): April Vol. 31 No. 3 (2024): Desember Vol. 31 No. 2 (2024): Agustus Vol. 31 No. 1 (2024): April Vol. 30 No. 3 (2023): Desember Vol. 30 No. 2 (2023): Agustus Vol. 30 No. 1 (2023): April Vol. 29 No. 3 (2022): Desember Vol. 29 No. 2 (2022): Agustus Vol 29, No 2 (2022): Agustus Vol 29, No 1 (2022): April Vol. 29 No. 1 (2022): April Vol 28, No 3 (2021): Desember Vol 28, No 2 (2021): Agustus Vol 28, No 1 (2021): April Vol 27, No 3 (2020): Desember Vol 27, No 2 (2020): Agustus Vol 27, No 1 (2020): April Vol 26, No 4 (2019): Desember Vol 26, No 3 (2019): September Vol 26, No 2 (2019): Juni Vol 26, No 1 (2019): Maret Vol 25, No 5 (2018): Desember -- edisi khusus Vol 25, No 4 (2018): Desember Vol 25, No 3 (2018): September Vol 25, No 2 (2018): Juni Vol 25, No 1 (2018): Maret Vol 24, No 4 (2017): Desember Vol 24, No 3 (2017): September Vol 24, No 2 (2017): Juni Vol 24, No 1 (2017): Maret Vol 23, No 2 (2016): Juni Vol 23, No 1 (2016): Maret Vol 22, No 4 (2015): Desember Vol 22, No 3 (2015): September Vol 22, No 2 (2015): Juni Vol 22, No 1 (2015): Maret Vol 21, No 3 & 4 (2014): DESEMBER Vol 21, No 2 (2014): JUNI Vol 21, No 1 (2014): Maret Vol 20, No 3 (2013): September Vol 20, No 2 (2013): Juni Vol 20, No 1 (2013): Maret Vol 19, No 4 (2012): Desember Vol 19, No 3 (2012): September Vol 19, No 2 (2012): Maret Vol 18, No 4 (2011): Desember Vol 18, No 3 (2011): September Vol 18, No 2 (2011): Juni Vol 18, No 1 (2011): Maret Vol 17, No 3&4 (2010): SEPTEMBER & DESEMBER Vol 17, No 1&2 (2010): Maret dan Juni Vol 16, No 3&4 (2009): September Vol 16, No 1&2 (2009): Maret Vol 15, No 1&2 (2008): Juni Vol 15, No 3 (2008): September Vol 14, No 3&4 (2007): Desember Vol 14, No 2 (2007): Juni Vol 14, No 1 (2007): Maret More Issue