cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
-
Journal Mail Official
jchseditor@gmail.com
Editorial Address
UKInstitute Lucky Arya Residence 2 No. 18, Jalan HOS. Cokroaminoto Kab. Pringsewu Lampung - Indonesia, Postal code 35373
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Current Health Sciences
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 28093275     EISSN : 28092236     DOI : https://doi.org/10.47679/jchs
Core Subject : Health, Science,
Journal of Current Health Sciences is a journal developed to disseminate and discuss the scientific literature and other research on the development of health, especially in nursing and midwifery. This journal is intended as a medium for communication among stakeholders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of the Health Office, Department of Health, Public Health Service centre, as well as the general public who have an interest in the matter. This journal contains a script on Health Sciences that includes: Nursing Midwifery Environmental Health Mental health Community nursing Labor Health Public health critical care nursing Medical nursing Paediatric nursing
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2: 2026" : 2 Documents clear
How Family Assistance Teams Support Maternal-Child Nutrition Behavior Change for Stunting Prevention: A Qualitative Comparative Case Study in Kampar Regency, Indonesia Mitra, Mitra; Rany, Novita; As Syifa, Ervira Dwiaprini; Dewi, Oktavia
Journal of Current Health Sciences Vol. 6 No. 2: 2026
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.2026139

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem with long-term impacts on child development and future productivity. The Family Assistance Team (FAT) plays a crucial role in community-based interventions by providing education and mentoring to at-risk families. This study aims to explore the role of FAT in supporting behavioral changes to prevent stunting in maternal and child nutrition. A qualitative case study approach was used. The primary informants, including FAT members and supporting informants, were the Head of the Community Health Center, nutritionists, the Head of Population Control, field coordinators for the Family Planning Program, and mothers of children under five years old. Purposive sampling was employed to select informants. Data were gathered through in-depth interviews, Focus Group discussions, and document review. Data validity was ensured through source and method triangulation. Thematic analysis was used to identify key findings. Five major themes emerged: (1) FAT’s role in health education and growth monitoring; (2) collaboration across programs; (3) risk factors for stunting; (4) challenges in mentoring; and (5) behavioral changes in mothers and children. FAT reported changes in mothers' behavior, particularly in toddler feeding patterns, which were supported through regular monitoring using WhatsApp messaging. However, program implementation still faces various obstacles, requiring capacity building for cadres, policy support, and cross-sector collaboration to ensure the sustainability of the stunting reduction program. Abstrak. Stunting adalah masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak dan produktivitas di masa depan. Tim Pendampingan Keluarga (TPK) memainkan peran penting dalam intervensi berbasis masyarakat melalui pendidikan dan pendampingan keluarga berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran TPK dalam mendukung perubahan perilaku terkait gizi ibu dan anak untuk mencegah stunting. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Informan utama yaitu TPK dan informan pendukung terdiri dari Kepala Puskesmas, ahli gizi, Kepala Pengendalian Penduduk, koordinator lapangan Program Keluarga Berencana, dan ibu balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Fokus Grup Diskusi, dan tinjauan dokumen. Validitas data melalui triangulasi sumber dan metode. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi temuan kunci. Lima tema utama yaitu: (1) peran TPK dalam pendidikan kesehatan dan pemantauan pertumbuhan; (2) kolaborasi lintas program; (3) faktor risiko stunting; (4) tantangan dalam pendampingan; dan (5) perubahan perilaku ibu dan anak.   TPK melaporkan adanya perubahan perilaku ibu, khususnya dalam pola makan balita, yang didukung melalui pemantauan rutin menggunakan media perpesanan WhatsApp. Namun demikian, implementasi program masih menghadapi berbagai hambatan, sehingga diperlukan penguatan kapasitas kader, dukungan kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor guna menjamin keberlanjutan program penurunan stunting.
Who Decides and Who Acts? Gender Roles in School-Age Immunization Decisions in Sorong City, Southwest Papua Nadiyah Kamilia; Sri Riyanti Windesi
Journal of Current Health Sciences Vol. 6 No. 2: 2026
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jchs.2026154

Abstract

School-based immunization in Indonesia (Bulan Imunisasi Anak Sekolah; BIAS) has declined in Sorong City, Southwest Papua, and household pathways behind low uptake remain unclear. This dyadic study compared fathers and mothers of the same child to examine whether gendered roles are reflected in immunization knowledge and decision-making/action. We conducted a cross-sectional survey in two elementary schools and enrolled 151 father–mother pairs through school–primary care coordination. Parents completed a knowledge scale and a 10-item decision-making/action scale covering consent, scheduling, accompaniment, information seeking, and responses to adverse events following immunization. Within-couple differences were tested using paired-samples t tests. Knowledge did not differ between fathers and mothers (mean difference = −1.58, SD = 27.57; t(150) = −0.70, p = .483; Cohen’s dz ≈ −0.06). Decision-making/action differed markedly, with fathers scoring lower than mothers (mean difference = −38.46, SD = 18.07; t(150) = −26.16, p < .001; Cohen’s dz ≈ −2.13). Mothers scored higher on 9 of 10 items, while fathers more often endorsed refusal when side effects occur. Barriers therefore cluster in decision authority and task execution rather than information deficits. BIAS should strengthen couple-oriented consent and deliver father-targeted risk communication on expected reactions and care-seeking, and align school messages for both parents. Abstrak. Imunisasi berbasis sekolah di Indonesia (Bulan Imunisasi Anak Sekolah; BIAS) mengalami penurunan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dan jalur rumah tangga yang mendasari rendahnya cakupan masih belum jelas. Studi dyadik ini membandingkan ayah dan ibu dari anak yang sama untuk menilai apakah peran berbasis gender tercermin pada pengetahuan imunisasi serta pengambilan keputusan/tindakan. Survei potong lintang dilakukan di dua sekolah dasar dan melibatkan 151 pasangan ayah–ibu melalui koordinasi sekolah dengan layanan kesehatan primer. Orang tua mengisi skala pengetahuan dan skala pengambilan keputusan/tindakan berisi 10 butir yang mencakup persetujuan, penjadwalan, pendampingan, pencarian informasi, serta respons terhadap kejadian ikutan pascaimunisasi. Perbedaan dalam pasangan diuji menggunakan uji t berpasangan. Pengetahuan tidak berbeda antara ayah dan ibu (selisih rerata = −1,58, SD = 27,57; t(150) = −0,70, p = 0,483; Cohen’s dz ≈ −0,06). Sebaliknya, pengambilan keputusan/tindakan berbeda secara bermakna, dengan skor ayah lebih rendah dibanding ibu (selisih rerata = −38,46, SD = 18,07; t(150) = −26,16, p < 0,001; Cohen’s dz ≈ −2,13). Ibu memiliki skor lebih tinggi pada 9 dari 10 butir, sedangkan ayah lebih sering menyatakan kecenderungan menolak bila ada efek samping. Dengan demikian, hambatan lebih terkonsentrasi pada otoritas keputusan dan pelaksanaan tugas daripada defisit informasi. Program BIAS perlu memperkuat persetujuan yang mendorong diskusi pasangan, komunikasi risiko yang menarget ayah tentang reaksi yang diharapkan dan langkah mencari layanan, serta penyelarasan pesan sekolah kepada kedua orang tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 2