cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Media Veteriner
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (1995): Media Veteriner" : 4 Documents clear
Infeksi Dirofilaria pada Anjing Kajian Patologik E. Handharyani; R Wulansari
Media Veteriner Vol. 2 No. 1 (1995): Media Veteriner
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.264 KB)

Abstract

Tiga ekor anjing yang terinfeksi secara alami oleh Dirofilaria immitis (Di) menunjukkan perubahan patologik sebagai berikut : ditemukan cacing dewasa pada ventrikel dan dilatasi jantung kanan, pneumonia, limfadenesis, splenitis, periphenitis dan penebalan pembuluh darah pada hati, nefritis interstisialis dan degenerasi organ parenkim, serta mikrofilaria (Mf) di dalam paru-paru, limfoglandula dan hati
Penggunaan Indirectenzyme-Linked Immunosorbent Assay (Ind-Elisa) dalam Memantau Tingkat Infeksi Pseudomonas pseudomallei Subklinik pada Peternakan Babi G R Moekti; G R Hirst
Media Veteriner Vol. 2 No. 1 (1995): Media Veteriner
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.272 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil dua metode diagnosis yakni pemeriksaan kesehatan daging di rumah potong hewan (RPH) dan pembiakan kuman di laboratorium, babi0babi yang terdapat di tiga perusahaan peternakan di Ayrs, Queensland Utara, Australia dinyatakan terinfeksi secara subklinik oleh kuman Pseudomonas pseudomallei. Oleh karena penyakit tersebut dianggap dapat menular pada manusia, maka beberapa tindakan pengamanan telah dilakukan, diantaranya (1) pelararrgan mengkonsumsi daging atau bahan pangan asal babi dari peternakan tertular, (2) pengisolasian dan pembatasan kontak peternakan tertular dengan wilayah sekitar, serta (3) pemantauan tingkat infeksi secara serologik deagan menggunakan indirect enzyme-linked immunosorbent ussay (IND-ELISA) terhadap hewan-hewan rentan termasuk kambingyang terdapat di wilayah sekitar. Selama kurang lebih satu tahun, semua sampel serum yang akan diuji diambil setiap 16 minggu dan dilakukan secara simultan dengan pemeriksaan kesehatan secara patologi anatomik (pa) pada babi-babi yang dikirim oleh peternakan tertular ke RPH. Hasil pemeriksaan serologik menunjukkan hubungan yang nyata (p
Nilai Hematologi Rusa Sambar (Cervus unicolor) yang ditangkarkan G. Semiadi; R Wilson; P. D. Muir; T. N. Barry
Media Veteriner Vol. 2 No. 1 (1995): Media Veteriner
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.949 KB)

Abstract

Nine tame young (10-14 monts of age) housed sambar, consided of 5 stags and 4 hinds, were blood sampled in May 1992 (late autum) and september 1992 (early spring) using physical  restraint without sedation. In May 1992, four semidomestical adult sambar stags in hard antler; managed at pasture were sedated using a mixture of xylazine hydrochlorine (Rompun, Bayer, NZ) and fentanyl citrate-azaperone (Fentas, Ethnor Pty.Ltd.Nort Ryde, Australia), at a ratio of 3:1. administrated by traquillizer dart (Paxarms Ltd, Timaru, NZ) and were blood sampled. All samples were analyzed for standart haematological analysis (Hill et al.1992).
Sero-Epidemiological Studies of Trypanosoma in Cattle and Buffalo Using Card Agglutinationtest (CATT) in West Java, Indonesia MP. Tampubolon
Media Veteriner Vol. 2 No. 1 (1995): Media Veteriner
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.083 KB)

Abstract

Penelitian sero-epidemiologik pada surra telah dilakukan di Jawa Barat. Sample darah dikumpulkan dari 237 ekor sapi dan 48 ekor kerbau dari 5 Koperasi Unit Desa(KUD) sapi perah/sapi potong di Bogor, Sukabumi serta sample darah kerbau dari rumah pemotongan hewan (RPH) Bogor. Darah diperiksa terhadap parasit trypanasoma dangan metoda "microhacmatocrit" (MHTC) dan sampel serum diperiksa atas adanya antibody terhadap T.evals dengan :Card Agglution Test" (CATT). T.evals dideteksi positif dengan MHCT pada 1,3 % dari sapi yang diperiksa dan 2,1% pada kerbau, sedang antibody positif dideteksi 10% dari sapi dan 66,7% dari kerbau.Persentase hewan yang positif terhada T.evansi adalah rendah, tetapi pemeriksaan serologik adalah relatif tinggi. Diduga bahwa keadaan ini adalah kronis pada populasi hewan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4