cover
Contact Name
Bayu Koen Anggoro
Contact Email
bahasaseni.journal@um.ac.id
Phone
+628123319233
Journal Mail Official
bahasaseni.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya
ISSN : 08548277     EISSN : 25500635     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education,
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya is a double-blind peer-reviewed international journal published twice a year in February and August (ISSN 0854-8277) (E-ISSN 2550-0635). This journal publishes scientific articles on language, literature, art, as well as their relation to teaching. lt publishes empirical and theoretical studies in the form of original research, case studies, research or book reviews, and innovation in teaching and learning with various perspectives. Articles can be written in English, Indonesian, or other foreign languages.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (1994)" : 5 Documents clear
Penyatiran Tema dalam Kalimat Berstruktur Tema-rema Bahasa Indonesia Lisan Suparno Suparno
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 22, No 2 (1994)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyatiran tema dalat dikenali sebagai fenomena sintaksis dan semantis kaminat berstruktur tema-rama dalam bahasa Indonesia lisan. Ada tiga strategi penyantiran dalam bahasa Indonesia, yakni penyantiran dengan pronomina, baik pronomina persona dan pronomina demonstrativa, penyantiran dengan epitet, dan penyantiran dengan konstruksi yang. Santiran tema tidak hanya terdapat pada rema, tetapi juga terdapat pada tema lanjutan. Kehadiran santiran sebagai unsur sintaktis merupakan tuntutan pengungkapan informasi yang diperlukan dalam kalimat.
Masalah Leksis dalam Bahasantara Nur Mukminatien
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 22, No 2 (1994)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leksis adalah salah satu unsur bahasa yang diperoleh oleh pembelajar bahasa pada tahap-tahap awal baik oleh pembelajar bahasa ibu (B1) maupun bahasa kedua/asing (B2). Dalam proses pemerolehan B2, terbukti bahwa pembelajar tidak hanya menghadapi masalah kesalahan struktur bahasa saja melainkan juga masalah pemilihan leksis. Namun patut disayangkan bahwa sampai saat ini para linguis terapan belum banyak yang berminat untuk meneliti masalah leksis ini sehingga masalah-masalah yang timbul dalam pengajaran B2 belum banyak mendapat altematif pemecahan yang lebih baik. Oleh sebah itu tulisan ini berusaha menunjukkan bahwa masalah leksis penting untuk dikemukakan, sama pentingnya dengan masalah unsur bahasa lainnya. Selain itu, bahasan ini menyajikan juga perihal perilaku dan peran leksis yang diambil dari Ronald Carter (1989) yang akan dikaitkan dengan pembelajaran B2 dan masalah-masalah yang muncul dalam bahasantara. Kesalahan pemilihan leksis yang muncul dalam bahasantara berupa penggabungan kata-kata pada set leksikal yang salah dalam kolokasinya. Bahasan ringkas ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan kepada ada para guru B2 tentang leksis agar ia dapat mengatasi masalah yang timbul di kelas dengan lebih bijaksana.
Is The Unitary Competence Hypothesis Tenable? Gunadi H. Sulistyo
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 22, No 2 (1994)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Oiler's view (1979) the idea that language can be broken down into smaller, isolated segments falls short of validity. Instead, Oller hypothesises the existence of a single faculty which is responsible for all language processing. Although his proposal is derived from several studies, this is not sufficient assurance for the validity of the theory he tries to establish.
Tentang Whole Language dalam Pengajaran Bahasa Aminuddin Aminuddin
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 22, No 2 (1994)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Whole language mengandung konsepsi bahwa bahasa merupakan gejala plural yang mempunyai keutuhan. Sebab itu, sebagai bahan pembelajaran, bahasa tidak dapat disikapi sebagai gejala yang tersegmentasikan secara artifisial melainkan disikapi sebagaimana gejala penggunaannya dalam berbagai peristiwa komunikasi. Sebagai wawasan yang ada dalam konteks pengajaran bahasa, penerapan prinsip whole language berimplikasi pada penyikapan bahasa sebagai bahan pembelajaran, bentuk pembelajaran, assessment, dan penilaian. Dalam artian luas, penerapan prinsip tersebut berimplikasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian program.
Problematika Bahasa Indonesia dan Alternasi Pemecahannya I Gusti Ngurah Oka
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 22, No 2 (1994)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematik Bl adalah masalah kebahasaan yang ditemui dalam bahasa Indonesia, yang biasanya mengandung dan mengundang persoalan. Dalam tulisan ini penulis ingin menguraikan secara teknis problematika Bl, meliputi penjelasan tentang wujud konkret problematik BI, kehadiran problematik BI, latar belakang munculnya problematik BI, bentuk-bentuk problematik BI, serta alternasi pemecahannya. Kehadiran problematik Bl dapat diamati pada fakta pemakaian BI, pada pertumbuhan BI, dan pada upaya pembinaannya. Sedangkan faktor yang melatarbelakangi kehadiran problematik Bl adalah: kedudukan Bl sebagai bahasa kedua, kondisi objektif Bl sebagai bahasa yang masih muda usia, serta perlindungan terhadap pertumbuhan BI. Adapun alternasi pemecahan yang disarankan penulis meliputi langkah-langkah memanfaatkan problematik BI sebagai sarana perbaikan yang positif, melokalisasi hadirnya problematik BI itu sendiri, dan ketiga membina problematik BI dengan menghalangi pertumbuhan dan perkembangannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5