cover
Contact Name
Ganjar Safari
Contact Email
healthyjournalkeperawatan@gmail.com
Phone
+6287825585265
Journal Mail Official
healthyjournalkeperawatan@gmail.com
Editorial Address
Gedung Baru Universitas Bale Bandung Jl. R.A.A. Wiranatakusumah No. 7, Baleendah, Kab. Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Healthy Journal
Core Subject : Health, Social,
Healthy Journal adalah jurnal ilmiah yang menyampaikan hasil penelitian, pemikiran maupun kreasi ilmiah dalam bidang ilmu kesehatan. Ilmu kesehatan sebagai suatu bidang keilmuan dan seni yang berfokus kepada pemenuhan kebutuhan dasar manusia untuk mencapai status kesehatan yang optimal. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan UNIBBA yang terbit dua kali dalam setahun yaitu setiap Maret dan Oktober dalam rangka menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Tentang Menopause Dengan Kesiapan Menghadapi Menopause Pada Wanita Premenopause Kunkun Mhamad Yusfar Syaifuro; Siti Solihat Holida; Risa Suherti Octaviani
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1329

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan sikap tentang usia paruh baya dan bagaimana memersiapkannya menjadi salah satu penyebab kecemasan dan kekhawatiran pramenopause. Tingkat kesiapan wanita premenopause bisa dipengaruhi sebagian faktor, seperti: pengetahuan, sikap pendidikan, budaya sosial ekonomi, budaya lingkungan, riwayat kesehatan dan usia Faktor pengetahuan dapat mengurangi angka depresi dan kecemasan yang berlebihan sehingga meningkatkan kesiapan fisik, psikis dan spiritual. Desain dalam penelitian ini yaitu korelasional dengan menggunakan pendekatan cros sectional. Dalam penelitian ini, 50 wanita prmenopause bersia 40-59 tahun diperiksa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisioner yangdi sebarkan pada responden kemudian kelolahan data menggunakan UjiStatistic Chi-square untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan dengan kesiapan menghadapi menopause serta hubungan antara sikap dan kesiapan menghadapi menopause, dan uji statistik Rank Spearman untuk menentukan hubungan sikap berserta kesiapan menghadapi menopasue. Hasil penelitian menentukan representasi pengetahuan atas menopasue responden sebagian besar dalam kategori pengetahuan cukup (61%), gambaran sikap tentang menopasue didapatkan hampir setengahnya dalam kategori mendung (64.6%), gambaran kesiapan menghadapi menopasue terdapat hasil hampir setengahnya di kategori siap dalam menghadapi meopause (65.1%).UjiChi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahan dengan kesiapan menghadapi menopasue ?-value = 0,0001 < (0,05) dan Rank Spearman menunjukan ada hubungan siginifikan antara sikap dengan kesiapan menghadapi menopasue ?-value = 0,0001 <(0,05). Sehingga Ho ditolak. Sehingga simpulannya bahwa pengetahuan dan sikap dapat mempengaruhi kesiapan wanita menghadapi menopasue.
Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Erin Rika Herwina; ganjar safari; Sheila Adelia Mardiyah; Kunkun Mhamad Yusfar Syaifuro
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1330

Abstract

Secara umum, makanan anak yaitu gizi terus menjadi masalah di berbagai daerah khususnya di Indonesia, salah satu variabelnya itu ekonomi. Status sehat balita merupakan masalah penting yang harus diperhatikan oleh semua wali. Kekurangan gizi ini, yang ternyata bersifat irreversible (tidak dapat diubah), menjadi alasan mengapa tumbuh kembang anak perlu diperhatikan. Di Puskesmas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana status ekonomi dan gizi anak usia 1-3 tahun terkait dengan masa pandemi Covid-19. Teknik eksplorasi semacam ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan rencana penelitian laporan kooperatif dengan metodologi crosssectional. contoh 36 orang. Alatnya dengan memanfaatkan lembar jajak pendapat dan persepsi dengan menggunakan pangkat spearman. Konsekuensi dari pemeriksaan status keuangan umumnya adalah ekonomi sedang, yaitu sebanyak 34 responden (94,4%) dan sejumlah kecil memiliki status keuangan yang tinggi, khususnya 2 responden (5,6%). Status gizi sebagian besar adalah gizi baik dengan jumlah 26 responden (72,2%), gizi kurang dengan jumlah 6 responden (19,4%) dan sebagian kecil kelebihan berat badan dengan jumlah 3 responden (8,3%) . H0 ditolak karena uji rank Spearman mengungkapkan adanya hubungan antara nilai (0,001) dan alpha (0,05). Dari sini dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kondisi keuangan keluarga dengan status gizi anak usia 1 sampai 3 tahun tergolong sedang dan memiliki hubungan yang searah.
Hubungan Perilaku Penggunaan Gadget Dengan Gangguan Ketajaman Penglihatan Mata Pada Anak Usia 6-12 Tahun Nandar Wirawan; Fridayanti Nurviria; ganjar safari
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1331

Abstract

Ketajaman penglihatan merupakan salah satu masalah yang umum terjadi pada anak-anak. Saat menggunakan gadget ada empat faktor perilaku yang dapat mempengaruhi ketajaman visual anak-anak, termasuk durasi penggunaan gadget, visibilitas saat menggunakan gadget, posisi saat menggunakan gadget, intensitas pencahayaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku penggunaan dan penurunan ketajaman penglihatan mata pada anak usia 6 sampai 12 tahun. Sebuah studi korelasional cross sectional yang digunakan sebagai desain penelitian. Sampel sebanyak 36 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data menggunakan chi-square.Hasil penelitian menunjukan bahwa ketajaman penglihatan responden berada dalam rentang normal (55%) dari hasil penelitian uji chi-square dengan nilai p value 0,084 (p<0,005). Demikian hal ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku penggunaan gadget dan gangguan ketajaman penglihatan mata pada anak usia 6 sampai 12 tahun. Saran untuk responden untuk dapat membatasi dan mengurangi dalam menggunakan gadget agar kesehatan mata tidak terganggu.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia 40-55 Tahun Dengan Tingkat Kecemasan Menghadapi Premenopause Liana Pujiastuti; Dewi Septi Ambarwati; Waryantini
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1332

Abstract

Tahap sebelum mendekati menopause dikenal sebagai premenopause. Wanita premenopause sering mengalami kecemasan karena tidak menyadari tanda-tandanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara tingkat kecemasan premenopause wanita dan tingkat pengetahuan wanita antara usia 40 dan 55 tahun. Teknik cross-sectional dan desain kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 30 responden dipilih sebagai sampel, dan sampling kuota juga digunakan. Data penelitian dianalisis menggunakan chi-square untuk melihat bagaimana hubungan pengetahuan dan kecemasan. Responden premenopause dari 30 responden memiliki hampir semua informasi yang diperlukan, atau sebanyak 19 (63,3%), dan sebagian besar dari mereka mengalami kecemasan tentang premenopause, dengan 22 (73,3%) melaporkan kecemasan berat, dengan nilai p 0,000. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kecemasan dan pengetahuan pramenopause pada wanita antara usia 40 dan 55 terdapat hubungan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Kelas 10 dan 11 MA Mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Nandar Wirawan; Dedi Kurnia; Waryantini; Rifaldi Faturahman
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1422

Abstract

Potensi bahaya yang dihadapi santri akibat kecelakaan dan implikasinya yang serius, adalah area yang mempunyai risiko kecelakaan yang tinggi dengan macam- macam kecelakaan yang terjadi dipesantren adalah terkilir, luka, pingsan, perdarahan dan keracunan. Penting bagi sekolah untuk mengimplementasikan program P3K dan pendidikan keselamatan. Melalui program UKS dan pelatihan P3K, peningkatan pengetahuan dalam memberikan pertolongan pertama telah terbukti efektif. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai P3K di pesantren, dengan tujuan memperkuat program kesehatan dan keselamatan siswa secara komprehensif.Populasi dalam studi ini terdiri dari 46 santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil berjumlah 41 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling, dengan menggunakan metode proportionate stratified random. Sebelum intervensi pendidikan kesehatan mengenai P3K, 90,2% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, 78,0% mencapai pengetahuan yang cukup. Hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,00 < 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan setelah pendidikan kesehatan dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdampak positif pada pengetahuan santri kelas 10-11 MA mengenai P3K, mendorong praktik yang benar dan efektif, serta melatih keterampilan P3K bagi santri untuk merespons kecelakaan. Penelitian lanjutan dan inovasi dalam pendidikan kesehatan di pesantren, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam P3K.
Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Dalam Melakukan Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Erin Rika Herwina; Lisdianti; Mia Hardianti
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1468

Abstract

Beban kerja perawat dapat diartikan sebagai seluruh kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan. Kinerja perawat merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan pelayanan keperawatan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat di RSUD Soreang Kabupaten Bandung diantaranya keterampilan perawat, motivasi individu, fasilitas kurang di lingkungan kerja, dan perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Soreang Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini adalah analitik kolerasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dengan total sampling dengan berjumlah 29 perawat yaitu perawat ruang rawat inap. Instrument penelitian menggunakan observasi dan lembar kuesioner dengan pengolahan menggunakan uji statistic Rank Spearman untuk mencari hubungan beban kerja dengan kinerja perawat. Hasil penelitian beban kerja perawat termasuk kedalam kategori beban kerja sedang dengan skor 2113 dan untuk kinerja perawat termasuk kedalam kategori cukup dengan skor 782. Uji Rank Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan p = 0,884 > (0,05) sehingga Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Soreang Kabupaten Bandung.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Dalam Melakukan Tindakan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pasien Di Instalasi Gawat Darurat (Igd) Dan Intensive Care Unit (Icu) Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Nandar Wirawan; Susi Yulianingsih; Widianengsih
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan hal yang menjadi bagian dari kehidupan manusia, dimana tubuh memberikan respon terhadap lingkungan yang dapat memproteksi diri yang juga merupakan bagian dari sistem pertahanan yang membuat tetap hidup. Salah satu penyebab stress kerja adalah pekerjaan atau keadaan, stress yang terlalu banyak bisa saja membuat kinerja seseorang menurun dan cenderung tidak produktif. Perawat berperan terhadap pemenuhan kebutuhan oksigen pasien, salah satu gangguan yang berhubungan dengan oksigenasi yaitu perubahan pola napas yang bisa saja mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan oksigenasi pasien. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 orang perawat yang merupakan perawat IGD dan ICU RSUD Soreang. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu Total Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil uji spearman menunjukkan adanya hubungan yang negatif dan signifikan antara stress kerja dengan kinerja perawat, (rs = -0,735), p value =0,0001< ? (0,05%). Semakin rendah tingkat stres maka semakin tinggi kinerja perawat. Mempertahankan kinerja yang baik, konsultasi ataupun berlibur bersama keluarga, keterbukaan antara sesama rekan kerja dalam pemecahan masalah, perlu persamaan persepsi dengan cara mengikuti pelatihan atau seminar sehingga dapat mencegah terjadinya stres dan meningkatkan kinerja kearah yang lebih baik.
PENGARUH KOMPRES JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI SENDI (RHEUMATOID ARTRITIS)PADA LANSIA Dedi Kurnia; Lisdianti; Sri Agustina
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1470

Abstract

Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.
Status Gizi dan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Usia 1-4 Tahun Riska Fauziah; Linda Nurjanah; Devira Nurholis
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1471

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab kesakitan hingga kematian yang banyak dialami oleh balita. Beberapa faktor risiko penyakit ISPA pada balita diantaranya riwayat pemberian ASI ekslusif dan status imunisasi dasar. Tujuan: mengetahui hubungan riwayat ASI eksklusif dan imunisasi dasar terhadap frekuensi kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Kecamatan Makasar Jakarta Timur. Metode: penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 76 responden. Hasil: ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA kategori rendah (67,4%), ISPA kategori tinggi (32,6%). ASI tidak eksklusif dengan kejadian ISPA kategori rendah (20,0%), ISPA kategori tinggi (80,0%). Imunisasi dasar lengkap dengan kejadian ISPA kategori rendah (54,5%), ISPA kategori tinggi (45,5%). Imunisasi dasar tidak lengkap dengan kejadian ISPA kategori rendah (10,0%), ISPA kategori tinggi (90,0%). Kesimpulan: terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi kejadian ISPA (p-value= 0,001) dan terdapat hubungan antara riwayat pemberian status imunisasi dasar dengan frekuensi kejadian ISPA (p-value= 0,014). Saran: sebaiknya para ibu tetap berusaha meningkatkan pemberikan ASI secara eksklusif 0-6 bulan dan memberikan imunisasi dasar sesuai usia agar balitanya mendapatkan kekebalan tubuh yang optimal dan dapat terhindar dari penyakit salah satunya penyakit ISPA.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader Kesehatan Dengan Kinerja Kader Kesehatan Dalam Upaya Penanganan penyakit Tb Paru Di Puskesmas Dedi Kurnia; Wildan setiawan; Nur Damayanti
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1472

Abstract

Tuberculosis paru merupakan suatu penyakit infeksi yang di sebabkan oleh mycrcobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru serta termasuk penyakit menular. Angka kejadian kasus tuberculosis terus meningkat secara drastis di seuruh dunia setiap tahunnya. Indonesia dilaporkan pada tahun 2015 sebagai Negara ke-2 kasus TBC terbanyak. Salah satu upaya dalam memutuskan angka penularan TBC yaitu dengan melakukan pencegahan penularan, khususnya yang di lakukan pasien TBC kepada anggota keluarganya, dengan keluarga berperan aktif dalam memberi dukungan kepada pasien dalam mencegah penularan kepada anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan dan tercatat di UPT Yankes Kecamatan Pameungpeuk, dengan jumlah populasi 53 orang. Jumlah kuesioner keseluruhan dalam penelitian ini yaitu 61 item soal yang di bagi kedalam 2 varibel diantaranya, pada variabel dukungan keluarga memiliki jumlah soal sebanyak 33 item soal, pada variabel perilaku memiliki 28 item soal. Dengan tekhnik sampling total sampling dan uji rank spearman, di dapat hasil koefisien sebesar 0.538 dengan nilai p value = 0,001 dimana hasil tersebut menunjukan adanya hubungan yang positif, dengan kategori tingkat hubungan sedang. Semakin meningkatnya dukungan keluarga, maka semakin baik perilaku pasien dalam pencegahan penluran TBC paru.

Page 11 of 17 | Total Record : 166