Articles
166 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TBC PARU KEPADA KELUARGA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANDUNG
Nandar Wirawan;
Dedi Kurnia;
Yulia Putri Agustin
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/ysd3te28
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2022, Jawa Barat penyumbang pertama kasus tuberkulosis terbanyak, pada Januari- Agustus 2022, terdapat 75. 396 kasus yang terlaporkan atau 59% dari target sampai dengan Agustus 60% dan target per tahun 90%. Peningkatan kasus TBC paru meningkatkan risiko penularan langsung, sehingga jumlah penderita TBC semakin bertambah. Kedekatan dan intensitas pajanan merupakan faktor- faktor yang dapat menyebabkan penularan infeksi, dengan individu yang tinggal dekat dengan penderita aktif menjadi paling berisiko, termasuk anggota keluarga pasien (Sisilia Bili, Margaretha Telly, 2019). Pentingnya pencegahan penularan tuberkulosis untuk mengurangi peningkatan kasus tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui adakah pengaruh audio visual terhadap pencegahan penularan pada keluarga dengan pasien TBC Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pameungpeuk. Jenis dalampenelitian ini adalah kuantitatif dengan design penelitian ini adalah One –Group Pretest-Postets Design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 30 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data Uji Statistic Bivariate Wilcoxon Signed Rank Test. Hasilnya menunjukkan tingkat perilaku pencegahan penularan tuberkulosis sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan kategori positif (51,1%) tingkat perilaku setelah diberikan pendidikan kesehatan lebih optimal dalamkategori positif (92,4%). Hasil analisis Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Paemungpeuk. Hubungan yang positif dengan nilai 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan pula bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis kepada keluarga.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI ANAK PRASEKOLAH TK-ISLAM MIFTAHUL FATH KECAMATAN BOJONGSOANG KABUPATEN BANDUNG
Hanan Nisa;
Jahirin;
Waryantini
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/01znr995
Peran orang tua merupakan bentuk perilaku yang ditunjukkan oleh orang tua untuk mengembangkan perilaku anak. Pada anak prasekolah, dalam menjaga kesehatan gigi masih bergantung pada orang tua. Kebiasaan menggosok gigi pada usia prasekolah merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah kerusakan gigi pada anak. Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk perilaku kesehatan pada anak-anak, termasuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan perilaku menggosok gigi pada anak prasekolah di TK-Islam Miftahul Fath Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 yang dipilih dengan menggunakan teknik total sampling dan qouta sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner peran orang tua dan lembar perilaku mengosok gigi pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman dengan taraf signifikansi (?) = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat adanya hubungan antara peran orang tua dengan perilaku menggosok gigi anak prasekolah di TK-Islam Miftahul Fath, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Hasil uji menunjukkan p value: (0,471) < ( 0,05), sehingga Ho diterima dan H? ditolak.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN KADER POSYANDU DENGAN KETERAMPILAN KADER DALAM DETEKSI STUNTING DI DESA MANDALAMEKAR
Siti Solihat Holida;
KM Yusfar;
Siti Dina Karimah
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/5dxfw707
Stunting dapat disebabkan salah satunya oleh rendahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan orang tua dan kader posyandu yang mempunyai tugas untuk memberikan pelayanan terhadap anak. Tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader akan lebih baik jika dasar pendidikan tamat dasar atau tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kader posyandu dengan keterampilan kader dalam deteksi stunting Di Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung 2024. . Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analitik deskriptif cross-sectional. Populasi dalam penelitan ini adalah kader posyandu Di Desa Mandalamekar Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung dengan jumlah sampel 62 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner berbentuk lembar checklist. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chisquare. Hasil : kader dari 62 responden hampir seluruh berkategori kurang yaitu sebanyak 56 responden (90,3%), dan Sebagian kecil berkategori cukup yaitu sebanyak 6 responden (9,7%), dan hampir setengah responden memiliki keterampilan deteksi stunting dalam kategori cukup 46 responden (74,2%%), dan kategori baik sebanyak 16 responden (25.8%) . Hasil Uji Chi Square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan kader posyandu dengan keterampilan kader dalam deteksi stunting
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN DI DESA MANDALA MEKAR KECAMATAN CIMENYAN
Evi Faridah;
Ganjar Safari;
Riska Fauziah Nurmala
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/mz43a176
Tidur merupakan prioritas utama bagi bayi, di Indonesia cukup banyak bayi yang mengalami masalah tidur yaitu 44% bayi mengalami gangguan tidur seperti terbangun dimalam hari. Namun lebih dari 72% ibu menganggap gangguan tidur pada bayi adalah hal biasa. Sebagian besar masalah kualitas tidur pada bayi disebabkan kurangnya durasi tidur sesuai usia atau gangguan kualitas tidur yang buruk. Tidur yang tidak adekuat dan kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologis dan psikologi. Pijat bayi dapat menjadi salah satu cara yang dianjurkan untuk mempromosikan kualitas tidur bayi yang baik. Pijat bayi merupakan salah satu cara untuk menghilangkan ketegangan dan perasaan gelisah terutama pada bayi pijatan lembut akan membantu mengendurkan otot – otot sehingga bayi menjadi lebih tenang dan tidur nyenyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui “pengaruh pijat bayi Terhadap kualitas tidur pada bayi usia 3-12 bulan Di desa mandala mekar kecamatan cimenyan”. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Pre-Experimental Designs (Nondesigns) dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Designs. Sampel yang digunakan dalam peneltian ini berjumlah 37 orang. Instrument penelitan ini menggunakan lembar kuesioner dan intervensi piat bayi dengan pengolahan data mengguakan Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum dilakukan ijat bayi sebagian besar responden kualitas tidur buruk 30 orang bayi dengan presentase (81.1%). Setelah dilakukan pijat bayi seluruhnya responden kualitas tidur baik 37 orang bayi dengan presentase (100.0%). Uji Wilcoxon menunjukan terdapat perbedaan Asymp.Sign (2-tailed) adalah p value=0,000£0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata nilai kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi terhadap kualitas tidur pada bayi di desa mandala mekar kecamatan cimenyan.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PADA TAHANAN DI LAPAS NARKOTIKA KELAS II A BANDUNG
Kurnia Santi;
Tri Nugroho Wismadi
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/r3pgq456
Kondisi stress merupakan suatu keadaan yang dapat terjadi pada setiap individu dengan berbagai latar belakang, tanpa kecuali pada individu yang sedang menjalani masa tahanan di Lembaga Permasayarakatan. Kondisi ini semakin diperberat dengan lingkungan dan aturan yang ada. Setiap individi dituntut untuk mampu mengelola stress yang terjadi, salah satunya melalui terapi relaksasi otot progresif yang bertujuan untuk memunculkan respon relaksasi yang dapat merangsang aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis sehingga terjadi penurunan tingkat stres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres pada tahanan. Desain penelitiannya Quasi Experimental Design dengan pendekatan pre-post test control one-group design, dimana yang menjadi sampel adalah tahanan sebanyak 30 orang. Tingkat stress diukur dengan menggunakan DASS 21 dan uji statistik Uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden mengalami perubahan tingkat stress setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif dari tingkat stress sedang menjadi stress ringan (66,7%). Pada kelompok intervensi menunjukkan ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stress pada tahanan dan pada kelompok control tidak terdapat pengaruh. Dengan demikian perlu dipertimbangkan bahwa terapi relaksasi otot progresif sebagai salah satu alternatif tindakan keperawatan untuk menurunkan stress. Dimana dengan semakin sering melakukan terapi relaksasi otot progresif maka penurunan tingkat stress pada tahanan dapat lebih tercapai.
PERAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HALUSINASI DI KLINIK UTAMA KESEHATAN JIWA NUR ILAHI
Suraji;
Tuti Nurlaela
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/haq2rw05
Masalah kesehatan mental umumnya salah satu beban terbesar ekonomi dunia, dengan dua pertiga dana perekonomian global dihabiskan untuk menangani masalah ini. Di Indonesia, prevalensi gangguan jiwa terus meningkat, dengan data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi gangguan jiwa berat sebesar 7 per 1000 penduduk. Skizofrenia, salah satu gangguan jiwa yang sering disertai halusinasi, mengalami peningkatan prevalensi hingga 7.0% dari total penduduk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan peran keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk mengurangi gejala halusinasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kolerasional dengan pendekatan cross-sectional. Sample dalam penelitian ini sebanyak 100 responden,dengan pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling.Adapun variabel Independen pada penelitian ini peran keluarga serta dependennya kepatuhan minum obat dan Instrumen yang di gunakan adalah kueioner Peran keluarga dan Kepatuhan minum obat (MMAS) .Uji yang di gunakan adalah Uji Rank Spearman.Hasil penelitian menunjukan peran keluarga terhadap kepatuhan minum obat sebagian besar memiliki peran keluarga dalam kategori selalu berperan 52 responden hampir setengahnya sering berperan 48 Responden dan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 100 responden,diketahui kepatuhan minum obat pada penelitian ini, Sebagian besar memiliki kepatuhan minum obat kategori rendah yaitu sebanyak 31 orang ,yang memiliki kepatuhan minum obat kategori sedang sebanyak 68 orang. Berdasarkan hasil uji Rank- sperman menunjukkan hubungan antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat memiliki hubungan sedang. Namun, nilai korelasinnya Positif menandakan dua variable tersebut searah, artinya semakin berperan sebuah keluarga terhadap klien maka akan semakin patuh minum obat klien tersebut.Berdasrkan hasil penelitian di harapkan keluarga mampu berperan serta untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien yang mengalami halusinasi.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK II SARTIKA ASIH BANDUNG
Milan Febrian AL Hari;
Erin Rika Herwina;
Ganjar Safari
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/khd3yd16
WHO (2020) melaporkan sekitar 50-75% beban kerja perawat di dunia masih tinggi pada pelayanan rumah sakit. Terdapat 78% perawat menjalankan tugas kebersihan, 63,6% menjalankan tugas administrasi dan lebih dari 90% melakukan tugas non keperawatan. Beratnya pekerjaan dan tugas yang diemban oleh perawat baik secara fisik maupun psikologis dapat berpengaruh terhadap kualitas kinerja perawat tersebut. Kinerja perawat yang optimal akan berkontribusi positif dalam penyelenggaraan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap penyakit dalam Rumah Sakit Bhayangkara TK II Sartika Asih Bandung. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kuantitatif dengan desain studi korelasi, menggunakan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat ruang rawat inap penyakit dalam dengan sampel berjumlah 35 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian beban kerja dan kinerja perawat menggunakan kuesioner, dengan pengolahan data menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja di ruang rawat inap penyakit dalam termasuk dalam kategori sedang dengan total skor 1074 (59%), sedangkan kinerja perawat di ruang rawat inap penyakit dalam termasuk dalam kategori baik dengan total skor 1436 (85%). Hasil analisis Rank Spearman menunjukkan ? – value = 0,002 < (0,05) bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kinerja perawat. Arah hubungan yang positif dengan kategori kekuatan hubungan cukup dengan nilai coefficien corelation 0,497, sehingga H0 ditolak dan H? diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin efektif beban kerja maka akan semakin optimal kinerja perawat.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI JUS JAMBU BIJI MERAH PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI DESA MANGGAHANG
Erin Rika Herwina;
Sabila;
Nugroho Wismadi, Tri
Healthy Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/jbj34207
Kondisi anemia merupakan suatu keadaan yang masih banyak ditemukan pada ibu hamil yang ditandai dengan penurunan kadar Hemoglobinnya. Hal ini perlu diupayakan diatasi baik dengan obat-obatan maupun cara lain yang ilmiah. Pemberian herbal melalui jus jambu biji merah dipercaya dapat meningkatkan kadar Hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Metode penelitiannya Quasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent control group, dimana sampelnya adalah ibu hamil yang mengalami anemia di Desa Manggahang Kecamatan Baleendah sebanyak 30 untuk intervensi dan control. Kadar Hemoglobin diukur sebelum dan sesudah diberikan jus jambu biji merah dengan Heamometer dan uji statistic menggunakan independent t test dengan Tingkat kepercayaan 95%. Hasil didapatkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi jus jambu biji merah terhadap peningkatan kadae hemohlobin pada ibu hamil dengan anemia dan (Ha diterima) dan ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok control. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemberian jus jambu biji merah dapat dipertimbangkan sebagai salah satu terapi untuk meningkatkan kadar Hemoglobin terutama pada ibu hamil yang mengalami anemia.
Pengaruh Media Flashcard Terhadap Kemampuan Kognitif Berpikir Simbolik Pada Anak Usia 4-6 Tahun Di TK Cahaya Kirana
Rima Gustiana;
Riska Fauziah Nurmala;
Safari, Ganjar
Healthy Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/9r3vwc59
Indonesia merupakan negara ketiga dengan pertumbuhan dan perkembangan anak terendah di regional asia tenggara. Perkembangan anak yang belum sesuai akan berdampak buruk pada proses pembelajaran membaca anak untuk kedepannya Kemampuan anak masih terbatas tetapi seiring bertambahnya usia perkembangan fisik dan kognitif anak akan berkembang. Seperti yang ditemukan di TK Cahaya Kirana terdapat beberapa anak yang belum mampu mengenal 26 huruf secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media flashcard terhadap kemampuan kognitif bepikir simbolik pada anak usia 4-6 tahun Di TK Cahaya Kirana Desa Manggung Harja Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan Quasi Eksperimental Design adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Desain sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 16 orang sampel intervensi dan 16 sampel kontrol. Pengolahan data mengunakan Uji NonParametric Wilxocon dan Uji Mann-Whitney U. hasil analisis menunjukan nilai p=value 0,0001 < 0,05, mengidentifikasi bahwa terdapat perbedaan yang signifikan setelah diberikan media flashcard dan dapat disimpulkan bahwa media flashcard memiliki pengaruh meningkatkan kemampuan kognitif berpikir simbolik pada anak.
Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Tingkat Stres Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi
Defi Kurniawati;
Dewi Rosmawarsari;
Aji, Suraji
Healthy Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55222/nngc2h75
Lansia terjadi kemunduran fisik dan psikologis secara bertahap, dimana penurunan kondisi tersebut dapat menimbulkan stres pada sebagian lansia. Masalah tersebut bersumber dari beberapa aspek diantaranya aspek fisik,psikologis dan social, salah satu upaya untuk mengatasi stres adalah dengan metode terapi musik klasik. Hal itu karena dalam terapi musik terkandung unsur penenangan diri. Salah satunya melalui terapi musik klasik yang bertujuan untuk memunculkan respon terapi musik yang dapat merangsang aktivitas saraf simpatis dan parasimpatis sehingga terjadi penurunan tingkat stres. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap tingkat stres pada lansia. Desain penelitiannya Quasi Experimental Design dengan pendekatan pre-post test control one-group design, dimana yang menjadi sampel adalah lansia sebanyak 30 orang. Tingkat stres diukur dengan menggunakan DASS 21 dan uji statistik Uji Wilcoxon Signed Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden mengalami perubahan tingkat stres setelah dilakukan terapi musik dari tingkat stres sedang menjadi stres ringan (66,7%). Pada kelompok intervensi menunjukkan ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres pada lansia dan pada kelompok kontrol tidak terdapat pengaruh. Dengan demikian perlu dipertimbangkan bahwa terapi musik sebagai salah satu alternatif tindakan keperawatan untuk menurunkan stres. Dimana dengan semakin sering melakukan terapi musik maka penurunan tingkat stress pada lansia dapat lebih tercapai.