cover
Contact Name
Nasrul ZA
Contact Email
nasrulza@unimal.ac.id
Phone
+6282164699680
Journal Mail Official
cejs@unimal.ac.id
Editorial Address
Jalan Batam nomor 02 Laboratorium Teknik Kimia Universitas Malikussaleh Bukit Indah Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)
ISSN : -     EISSN : 28074068     DOI : https://doi.org/10.29103/cejs.v1i4.6176
Core Subject : Engineering,
Chemical Engineering Journal Storage adalah jurnal akses terbuka yang menerbitkan makalah tentang Teknik Kimia. Topik-topik berikut termasuk dalam ilmu-ilmu ini: 1. Proses Kimia 2. Teknik Reaksi Kimia 3. Perpindahan massa dan panas, 4. Pemodelan 5. Material 6. Lingkungan 7. Teknologi Bioproses 8. Review Artikel.
Articles 353 Documents
FORMULASI SEDIAAN LILIN AROMATERAPI SEBAGAI REPELAN NYAMUK ALAMI DARI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK MANIS (Citrus Sinensis) DAN MINYAK ATSIRI DAUN NILAM (Pogostemon Cablin Benth)
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.4891

Abstract

Lilin aromaterapi adalah alternatif aplikasi aromaterapi secara inhalasi yaitu penghirupan uap aroma yang dihasilkan dari beberapa ml minyak atsiri. Daun nilam dan kulit jeruk manis mengandung minyak atsiri yang berfungsi sebagai aromaterapi dan repelan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan lilin aromaterapi sebagai repelan nyamuk dari minyak atsiri nilam dan kulit jeruk manis. Penelitian dilakukan dengan cara pembuatan lilin dengan penambahan minyak atsiri kulit jeruk manis dan minyak atsiri nilam. Variabel dalam penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan uji evaluasi fisik lilin aromaterapi dengan uji organoleptik yaitu warna bentuk dan aroma, uji kualitas lilin yaitu titik leleh dan waktu bakar, uji efektifitas lilin terhadap nyamuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat memiliki warna dan bentuk yang sama sedangakan untuk aroma berbeda, karenakonsentrasi minyak atsiri yang bervariasi, titik leleh antara 50oC – 56oC sesuai syarat evaluasi fisik lilin menurut SNI 50oC -58oC, waktu bakar lilin dengan formula A5L2B1 dengan durasi waktu 1 jam 16 menit, efektivitas lilin cukup optimal dalam mengusir nyamuk.
PROSES PEMBUATAN MINYAK KEMIRI HITAM DENGAN METODE PENYANGRAIAN (ROASTING)
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i4.6101

Abstract

Pembuatan minyak kemiri hitam menggunakan metode penyangraian. Rancangan penelitian menggunakan beberapa variable yaitu variable tetap pada penelitian ini menggunakan biji kemiri sebanyak 5 kg. Variable bebas pada penelitian ini diantaranya ada waktu penyangraian suhu 300̊C, waktu penyangraian suhu 150̊C dan waktu pengendapan, dan variable terikat diantaranya ada uji pH, uji warna, uji GCMS dan % yield.Hasil yang paling bagus pada saat uji warna waktu penyangraian 25 menit menggunakan suhu 300̊C minyak berwarna hitam. Uji pH  yang paling bagus pada saat menggunakan suhu 300̊C waktu penyangraian 25 menit hasil yang didapat 5,3. % yield  yang paling banyak didapatkan dari hasil penelitian menggunakan suhu 300̊C waktu penyangraian 25 menit sebanyak 29,8%. Hasil analisa GCMS menunjukkan bahwa Kandungan yang terdapat pada sampel hasil analisa GCMS ada asam palmitat sebanyak 3,09%, asam linoleat sebanyak 31,12%, asam linolenat sebanyak 20,84%, asam oleat sebanyak 34,95% dan asam margarin sebanyak 5,51%. Maka penelitian ini menunjukkan mampu menumbuhkan rambut pada kulit kepala manusia dan mampu menumbuhkan bulu.
PEMANFAATAN TEPUNG GLUKOMANAN DARI PATI UMBI PORANG (AMORPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN EDIBLE FILM
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i3.5064

Abstract

Bahan makanan pada umumnya sangat sensitif dan mudah mengalami penurunan kualitas. Bahan pengemas dari plastic banyak digunakan dengan pertimbangan ekonomis dan memberikan perlindungan yang baik dalam pengawetan. Penggunaan material sintetis tersebut berdampak pada pencemaran lingkungan, sehingga dibutuhkan penelitian mengenai bahan pengemas yang dapat diuraikan. Alternative penggunaan kemasan yang dapat diuraikan adalah menggunakan edible film. Edible film didefinisikan sebagai lapisan yang dapat dimakan yang ditempatkan di atas atau di antara komponen makanan, dapat memberikan alternative bahan pengemas yang tidak berdampak pada pencemaran lingkungan karena menggunakan bahan yang dapat diperbaharui dan harganya murah. Kandungan glukomanan pada umbi porang memiliki kemampuan   membentuk lapisan film yang baik, biocompatibility yang baik, biodegradable  serta memiliki kemampuan membentuk gel. Oleh karena itu umbi porang dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan biopolimer atau biodegradable polimer.    Edible film Glukomanan dan plasticizer gliserol dengan penambahan kitosan dibuat dengan proses pemanasan pada suhu 50oC dan pengeringan pada suhu 60oC. hasil terbaik edible film biodegradable diperoleh pada konsentrasi gliserol 3 ml dan glukomanan 3 gram dan memiliki nilai ketebalan 0,59 mm, nilai ketahanan air 25,229% dan nilai kemampuan terdegradasi 100%. Hasil spektrum FTIR terhadap edible film menunjukkan tidak adanya perubahan bilangan gelombang dari spektrum glukomanan, kitosan dan gliserol dengan gugus fungsi O–H, N–H dan C=O. Hal ini menunjukkan bahwa edible film yang dihasilkan hanya berinteraksi secara fisik.
PEMANFAATAN MINYAK NABATI (JARAK PAGAR DAN JARAK KEPYAR) SEBAGAI BAHAN BAKU BIODIESEL
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i2.5023

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diperoleh dari minyak tumbuh-tumbuhan, lemak binatang dan minyak bekas melalui proses transesterifikasi dengan alkohol. Tanaman jarak hampir tidak memiliki hama karena sebagian besar bagian tubuhnya beracun sehingga tidak bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan minyak jarak sebagai bahan baku pembuatan biodiesel dengan reaksi esterifikasi menggunakan katalis H2SO4  1% dari berat minyak  dan transesterifikasi menggunakan KOH sebagai katalis variasi 1, 2 dan 3 gram dengan suhu reaksi 60oC dengan waktu reaksi 60 menit. Hasil terbaik pada penelitian ini yaitu pada pencampuran minyak jarak kepyar dan jarak pagar dengan perbandingan 25:25 gram dengan suhu 60oC, waktu reaksi 60 menit dan berat katalis 1 gram memperoleh yield maksimal 77%, densitas 0,835 gr/ml, viskositas 0,619 cSt, kadar air 0,590% vol. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini menunjukkan bahwa minyak dari tumbuhan jarak pagar dan jarak kepyar serta campuran kedua minyak tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.
Pengaruh Komposisi Ekstrak Mengkudu (Morinda citrifilia L.) Sebagai Antibakteri Pada Shampo Herbal Berbasis Methyl Ester Sulfonat (MES)
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.2717

Abstract

Shampoo is a preparation that contains surfactants in a suitable form and is useful for removing dirt and grease attached to the hair and scalp so as not to harm the hair and scalp. In this study the ingredients used were noni fruit extracts and surfactants using Methyl Ester Sulfonate (MES). The purpose of this study was to analyze the effect of time when making herbal shampoo, the effect of adding noni fruit extract to the quality of shampoo. To obtain the noni fruit extract maceration process is used by using distilled water. Noni ripe fruit is cut and then blended and then added 2 liters of aquadest, evaporated in a rotary evaporator. The processing of herbal shampoo is done by the influence of the volume of noni fruit extract and time by comparison: 5 ml: (1,2,3,4) minutes, 10 ml: (1,2,3,4) minutes, 15 ml: (1, 2,3,4) minutes, 20 ml (1,2,3,4) minutes. Tests carried out pH testing, foam stability test (%), foam height test (cm), viscosity (cps) and anti-bacterial test (colony, cm2). Based on the research results obtained high foam with 88 mm, foam stability 92.04%, Viscosity 2.31, antibacterial 31.7 colonies / cm2, and pH 4.2. The research results are expected to meet Indonesian National Standards.
PEMANFAATAN LIMBAH SISIK IKAN MUJAIR SEBAGAI GELATIN MENGGUNAKAN METODE EKSTRAKSI
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i4.5738

Abstract

Sisik ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan bagian terluar pada tubuh dari ikan mujair jenis ikan air tawar yang terlihat berhelai-helai semacam lapisan kulit keras berbentuk kepingan kecil yang kaku berfungsi sebagai pelindung tubuh,Gelatin merupakan bahan tambah pangan yang digunakan dalam pengental, penstabil makanan. Gelatin merupakan salah satu jenis protein yang berbentuk gel yang didapatkan dari hasil denaturasi kolagen kulit, tulang dan jaringan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu ekstraksi terhadap kualitas gelatin dari sisik ikan mujair, mengetahui jumlah rendemen tertinggi terhadap kualitas gelatin dari sisik ikan mujair dan mengetahui perbandingan karakteristik gelatin yang diperoleh dari sisik ikan mujair dengan standar gelatin komersial Proses ekstraksi gelatin dari bahan sisik ikan mujair menggunakan asam HCl dengan parameter rendemen, kadar air. Proses perendaman dilakukan variasi 8,10,12,14 dan 16 jam dengan konsentrasi  HCl 4%. Dari hasil penelitian didapatkan nilai produk tertinggi dihasilkan pada waktu Ekstraksi 5 jam dengan waktu perendaman 16 jam sebanyak 0,5356 sedangkan produk terendah pada waktu ekstraksi 7 dengan waktu perendaman 8 jam yaitu 0,2879 dan nilai rendemen tertinggi dihasilkan pada waktu Ekstraksi 5 jam dengan waktu perendaman 16 jam sebanyak 2,67% sedangkan rendemen terendah pada waktu ekstraksi 7 dengan waktu perendaman 8 jam yaitu 1,43%. nilai kadar air tertinggi dihasilkan pada waktu Ekstraksi 5 jam dengan waktu perendaman 16 jam sebanyak 14,95% sedangkan kadar air terendah pada waktu ekstraksi 7 dengan waktu perendaman 8 jam yaitu 8,79%.
EKSTRAKSI GALAKTOMANAN DARI AMPAS KELAPA
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i3.4726

Abstract

Indonesia merupakan negara produsen kelapa utama di dunia. Hampir semua daerah di Indonesia dapat dijumpai tanaman kelapa. Kelapa merupakan salah satu tanaman yang sangat luas penggunaannya, selain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, seperti santan,minyak goreng, gula dan air kelapa segar, kelapa juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri. Salah satu contohnya adalah minyak kelapa yang digunakan sebagai bahan industri sabun, obat-obatan, mentega dan lain sebagainya. Saat ini banyak sekali industri-industri pengolahan minyak kelapa seperti VCO (Virgin Coconut Oil). Kegiatan industri ini menghasilkan limbah padat, salah satunya adalah ampas kelapa. Ampas kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pelarut yang digunakan adalah aquadest. Tujuan penelitian ini adalah,Mengkaji kadar rendemen galaktomanan dari ampas kelapa dan mengkaji kondisi terbaik proses ekstraksi ampas kelapa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai tertinggi rendemen galaktomanan pada masing-masing kondisi rasio bahan baku (1:3) gr/ml dan suhu 55 oC dengan rendemen 8,489%. Pada rasio bahan baku (1:4) gr/ml dan suhu 55 oC dengan rendemen 8,736%. Pada rasio 1:5 gr/ml dan suhu 55 oC dengan rendemen 8,641%. Nilai kadar air yang didapat pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu yang digunakan maka nilai kadar airnya semakin menurun. Dapat disimpulkan bahwa temperature reaksi pada saat ekstraksi sangat mempengaruhi terhadap perolehan konsentrasi antioksidan yang didapat. Hasil uji kelarutan dalam air yang didapat adalah tidak larut dalam air (non polar), menunjukkan bahwa galaktomanan memang tidak larut dalam air.
PEMBUATAN KOMPOSIT HYBRID DARI SERBUK BENTONIT DAN PELEPAH PISANG DENGAN PENGUAT MATRIK POLYSTERENA
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i2.5386

Abstract

Komposit pada umumnya terdiri dari dua unsur, yaitu serat (fiber) sebagai bahan pengisi dan bahan pengikat serat-serat tersebut yang dikenal dengan matriks. Pembuatan komposit hybrid menggunakan pelepah pisang,serbuk bentonit, dan polystirena menggunakan metode Hand lay up. Pengujian yang dilakukan yaitu: Analisa FTIR untuk mengtahui gugus fungsi pada pelepah pisang dan serbuk bentonit dalam komposit. Untuk perbandingan komposisi pelepah pisang : serbuk bentonit = (0%:50%); (30%:20%); (20%:30%); ( 50%:0%). Volume Asam Akrilat: 2 ml, Serbuk bentoni, Pelepah pisang, Toluena 25 ml, Polistirena, Ukuran cetakan. Uji Tarik, Uji FTIR, Analisa Daya Serap Air. Komposit yang memiliki nilai uji tarik maksimum diperoleh pada variasi 30%:20% yaitu 8.43% Mpa. Dan hasil tersebut belum mencapai SNI. Komposit yang memiliki nilai analisa daya serap air maksimum diperoleh pada variasi 30%:20% yaitu 8.43%. Semakin bertambahnya komposisi filler antara serbuk bentonit dan pelepah pisang maka dapat meningkatkan nilai uji tarik dan analisa daya serap air. Komposisi filler yaitu antara serbuk bentonit dan pelepah pisang sama sama memiliki peranan penting saat pembuatan komposit maupun saat dilakukan pengujian komposit.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP PROSES PENYULINGAN MINYAK SEREH WANGI (Cimbopogon nardus l.)
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i1.1493

Abstract

ABSTRAK Ekstraksi adalah suatu proses pemisahan suatu zat berdasarkan perbedaan kelarutannya terhadap dua cairan tidak saling larut yang berbeda. Pengambilan ekstrak minyak atsiri dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu penyulingan atau destilasi, ekstraksi menggunakan pelarut, dan melalui pengepresan atau penekanan.Pada percobaan ini metode yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari daun sereh wangi dilakukan dengan cara penyulingan. Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu penyulingan pada proses pengambilan minyak atsiri. Adapun prosedur penelitian dimulai dengan ukuran daun sereh diperkecil terlebih dahulu. Kemudian ditimbang sereh sebanyak 500 gram. Dimasukkan air sebanyak 500 mL sebagai pelarut, setelah itu baru ditambahkan daun sereh wangi kedalam alat penyulingan. Proses penyulingan dilakukan pada suhu 120 ℃ dengan variasi waktu penyulingan (3, 3,5, 4, 4,5 dan 5) jam. Hasil penyulingan kemudian dilakukan pemisahan, untuk memisahkan air yang masih terkandung didalam minyak. Ulangi prosedur diatas dengan suhu yang berbeda. Hasil dari penelitian yang didapat yaitu % yield yang terendah didapat pada waktu 3 jam dengan suhu 120 ℃ yaitu 0,998% dan % yield tertinggi didapat pada waktu 5 jam dan pada suhu 120 ℃ yaitu 1,228%. Sedangkan nilai densitas yang terendah diperoleh pada waktu penyulingan 5 jam yaitu 0,882 gr/ml dan nilai densitas tertinggi diperoleh pada waktu 3 jam yaitu 0,886 gr/ml. Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Yield, Densitas, Daun Sereh Wangi ABSTRACT Extraction is a process of separating a substance based on the difference in solubility of two different insoluble liquids. Extracting essential oils can be done in three methods, namely distillation or distillation, extraction using solvents, and pressing or pressing. In this experiment the method used to extract oil from leaves of fragrant lemongrass is done by distillation. The purpose of this experiment is to determine the effect of distillation time and temperature on the process of extracting essential oils. The research procedure starts with the size of lemongrass leaves being reduced first. Then weighing 500 grams of lemongrass. Add 500 mL of water as a solvent, then add lemongrass leaves to the distiller. The distillation process was carried out at a temperature of 120 ℃ with variations in distillation time 3 hours, 3.5 hours, 4 hours, 4.5 hours and 5 hours. The distillation is then separated, to separate the water that is still contained in the oil. Repeat the procedure above with a different temperature. The results of the research obtained were the lowest% yield obtained at 3 hours with a temperature of 120 ℃ which was 0.998% and the highest% yield was obtained at 5 hours and at a temperature of 120 ℃ ie 1.282%. While the lowest density value obtained at the time of 5 hours distillation is 0.882 gr / ml and the highest density value obtained at 3 hours is 0.886 gr / ml. Keywords: Extraction, Distillation, Yield, Density, Fragrant Citronella Leaves
APLIKASI PEMANFAATAN TAWAS DARI LIMBAH KALENG COCACOLA MENGGUNAKAN PELARUT HCl DALAM PROSES PENJERNIHAN AIR LIMBAH
Chemical Engineering Journal Storage Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v1i4.5934

Abstract

Semua kaleng minuman rata-rata terbuat dari aluminium sehingga sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam pembuatan tawas. Tawas atau alum adalah suatu senyawa aluminium sulfat dengan rumus kimia [Al2(SO4)212H2O].  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan kandungan aluminium yang terkandung di dalam kaleng minuman bekas untuk pembuatan tawas kemudian tawas tersebut dimanfaatkan untuk penjernihan air. Pada penelitian ini digunakan konsentrasi HCl 20 % dan H2SO4 9M dan berat sampel 5 gram dimana nilai yield yang diperoleh yaitu 52,36%. Hasil penjernihan air kolam dengan turbidity awal 27,83 NTU dan pH 7,6 pada waktu 1 jam dan massa tawas 0,5 gr didapat turbidity 17,40 NTU dan pH 3,9 tetapi dari penelitian ini hasil penjernihan air yang terbaik yaitu pada dosis tawas 0,5 gr dengan waktu penjernihan 2,5 jam.

Page 2 of 36 | Total Record : 353


Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025 Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025 Vol. 5 No. 3 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-June 2025 Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025 Vol. 5 No. 1 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2025 Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024 Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024 Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024 Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024 Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024 Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024 Vol. 3 No. 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 6 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Desember 2023 Vol 3, No 5 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2023 Vol 3, No 4 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2023 Vol 3, No 3 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2023 Vol 3, No 2 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2023 Vol 3, No 1 (2023): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2023 Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022 Vol 2, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Oktober 2022 Vol. 2 No. 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 3 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2022 Vol 2, No 2 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2022 Vol 2, No 1 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - Mei 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - April 2022 Vol 1, No 4 (2022): Chemical Engineering Journal Storage - April 2022 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Desember 2021 Vol 1, No 3 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Oktober 2021 Vol 1, No 2 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Oktober 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol. 1 No. 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2021 Vol 1, No 1 (2021): Chemical Engineering Journal Storage Agustus 2021 More Issue