cover
Contact Name
Maria Elvina Tresia Butar-Butar
Contact Email
mariaelvinatresia@gmail.com
Phone
+6285350040007
Journal Mail Official
jfe@stikesdirgahayusamarinda.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasundan No.21, Jawa, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75122
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Etam
ISSN : 27976696     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.52841/jfe.v1i2
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi Etam diterbitkan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, yang terbit setahun dua kali pada bulan Juni dan Desember yang memuat hasil penelitian dengan ruang lingkup; Teknologi Farmasi, Preformulasi dan Formulasi, Biofarmasi, Farmakokinetika, Farmakodinamika, Farmakogenitika, Farmasi Analisis, Penemuan dan Pengembangan Obat / Eksipien, Kimia Bahan Alam, Obat Tradisional , Farmakognosi dan Fitokimia, Mikrobiologi dan Bioteknologi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Komunitas dan Klinis, Farmasi Sosial dan Administrasi, Pharmaceutical Care.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021): Desember" : 5 Documents clear
Profil Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi 2020 Muhammad Azis islama Muhammad Azis islama
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.482 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.200

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan tekanan darah seseorang yang berada diatas normal atau optimal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolik, dan penyakit ini dikategorikan sebagai the silentdisease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas kebun handil kota jambi 2020 yang dilakukan secara retrospektif berdasarkan karakteristik pasien dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi berdasarkan usia yaitu 45-54 tahun 37 pasien (74%), jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 34 pasien (68%), dan klasifikasi hipertensi yaitu hipertensi tingkat dua sebanyak 26 pasien (52%). Berdasarkan data kuantitatif dengan persentase tertinggi pada golongan obat dan nama obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah calsium channel blocker (CCB) dan amlodipine sebanyak 48 pasien (60,76%). Persentase hipertensi berdasarkan dosis,bentuk sediaan dan aturan pakai yang paling banyak digunakan adalah tablet amlodipin 10 mg sekali sehari 44 pasien (55,70%), sedangkan berdasarkan jumlah kombinasi obat yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi 2 antihipertensi sebanyak 25 pasien (50%).
Formulasi Sabun Padat dari Limbah Minyak Jelantah Yang Dimurnikan Dengan Arang Limbah Kulit Jeruk Manis amelia febriani
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.749 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.203

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti hal nya minyak jagung, minyak sayur dan sebagainya, oleh karena itu minyak jelantah kemungkinan bisa dijadikan sebagai bahan dasar penggunaan sabun padat. Tujuan penelitian ini memanfaatkan limbah minyak jelantah dan kulit jeruk dan memformulasikannya menjadi sabun padat yang kemudian dievaluasi mutunya sesuai dengan SNI 3532, 2016. Bahan uji yang digunakan adalah minyak jelantah yang di dapat dari sebuah usaha katering di Jakarta dan arang limbah kulit jeruk manis (Citrus sinensis.L Osbeck) yang digunakan untuk memurnikan limbah minyak jelantah agara didapatakn sabun yang bermutu baik. Hasil pengujiann menunjukkan sabun berbahan dasar minyak jelantah (F2) secara umum memiliki karakteristik yang baik sesuai SNI 3532, 2016, sehingga dapat dimanfaakan sebagai sabun padat. Sabun minyak jelantah (F2) memiliki pH 9,22; persentase stabilitas busa 88,58%; kadar air 0,6%; bahan tak larut dalam etanol 0,8%, kadar alkali bebas 0,12% , dan kadar klorida 2,2 %. Semua parameter yang diuji menunjukan kesesuaian terhadap parameter pembanding yaitu sabun berbahan dasar minyak sawit bersih (F1) dan SNI, kecuali kadar klorida yang melebihi kadar yang disyaratkan
EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI APOTEK X SAMARINDA susana linden
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.324 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.206

Abstract

Kesalahan peresepan merupakan salah satu faktor penyebab dalam kesalahan pengobatan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan pengobatan menjadi tidak efektif dan bahkan, tidak aman. Untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat, WHO melalui International Network for Rational Use of Drug telah mengembangkan indikator peresepan meliputi jumlah rata-rata obat yang diresepkan per pasien; persentase peresepan obat generik; persentase peresepan obat antibiotik; persentase peresepan sediaan injeksi dan persentase peresepan dari daftar obat esensial atau formularium. Pengkajian peresepan sangat diperlukan sebagai bahan acuan dalam membentuk standar terapi obat yang rasional dan bermutu tinggi. Penelitian ini disusun untuk mengkaji peresepan obat berdasarkan indikator peresepan yang telah ditetapkan oleh WHO (1993) dalam mengevaluasi penggunaan obat rasional dan prescribing error di Apotek X, Samarinda, periode Oktober 2019 - Oktober 2020. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, bersifat observasional yang dilakukan dengan menggunakan penyajian data yang dirancang secara deskriptif kuantitatif, dimana data dikumpulkan secara retrospektif dari dokumen resep yang diterima apotek X pada periode Oktober 2019 - Oktober 2020. Hasil kajian penilaian indikator peresepan berdasarkan WHO di apotek X Samarinda menunjukkan rerata jumlah obat per lembar resep 1,44; persentase peresepan obat generik 29.05%; persentase peresepan antibiotik 21,40%; persentase peresepan injeksi 0%; dan persentase peresepan obat DOEN (2019) 100%. Permasalahan administratif yang banyak ditemui dalam resep adalah kurang lengkapnya informasi mengenai detail pasien dan detail penulis resep, sedangkan permasalahan bersifat farmasetis adalah tidak dicantumkannya satuan dosis. Pembentukan pola pikir yang sistematis dalam melakukan peresepan obat yang baik diperlukan untuk mempermudah tenaga medis meminimalisir penggunaan obat irasional dan meningkatkan kepuasan konsumen.
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Sempur (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli) Terhadap Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus Vilya Syafriana; Nuke Paramitha Dewanti; Ana Yulyana
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.993 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.207

Abstract

Sempur (Dillenia suffruticosa (Griff.) Martelli) merupakan tanaman hutan tropis yang dapat dijumpai di hutan Sumatra dan Kalimantan Indonesia. Secara empiris, daun dari tanaman ini dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan seperti penyembuh luka, antidiabetes, dan antidiare. Pemanfaatan tanaman ini sebagai antidiare adalah dengan meminum air rebusannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas infusa daun sempur terhadap bakteri penyebab diare seperti Shigella dysentriae dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Infusa dibuat dengan cara pemanasan selama 15 menit pada suhu 90°C menggunakan aquadest sebagai pelarut. Infusa yang diperoleh dianalisis kandungan fitokimianya secara kualitatif meliputi uji alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan steroid. Infusa selanjutnya diuji aktivitas antibakterinya terhadap S. dysentriae dan S. aureus menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40%. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa infusa daun sempur mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa infusa daun sempur pada setiap konsentrasi tidak mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji. Hal ini menggambarkan bahwa hasil uji in vitro tidak sejalan dengan kondisi empiris, akan tetapi hasil ini belum bisa dijadikan patokan bahwa air rebusan daun sempur tidak mampu mengobati diare. Perlu dilakukan penelitian lanjutan menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi hingga 100% untuk memastikan kemampuan infusa daun sempur sebagai antidiare.
Formula Optimization and Evaluation of Furosemide Powder Liquisolid Technique using Simplex Lattice Design Dwi Retno Sari
Jurnal Farmasi Etam (JFE) Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.595 KB) | DOI: 10.52841/jfe.v1i2.211

Abstract

Liquisolid furosemide powder has been developed to overcome the problem of BCS (Biopharmaceutical Classification System) class IV which has low solubility and low permeability. The purpose of this research was to determine the optimum concentration of non-volatile solvent (PEG 400, glycerin, tween 80) and adsorbent (aerosil 200) in order to produce powder with the right proportions. The simplex lattice design analysis approach was used to determine the effect of concentration on the response of flow properties, angle of repose and compressibility of liquid furosemide powder. Determination of the optimum formula was carried out using Design Expert Version 11. The evaluation results showed that all formulas met the requirements, namely flow properties of 10 seconds, angle of repose ranging from 27-40° with good flow properties, but compressibility did not meet the requirements, the percentage yield was 23%. The analysis using the simplex lattice design approach produces a contour plot that provides positive and negative interactions for each response, so that the optimum formula for determining the optimum point for the equation of powder mixture properties using the simplex lattice design has a desirability value of 0.734 . The optimum formula is the formula that has the highest response. The calculation results obtained a formula containing a concentration of PEG 400 with a concentration of 1.95 grams, Glycerin 1.2 grams, Tween 80 2.7 grams and Aerosil 200 2.4 grams. So that the area can meet the response criteria (flow properties, angle of repose, and compressibility).

Page 1 of 1 | Total Record : 5