cover
Contact Name
Parlindungan Pandapotan Marpaung
Contact Email
parlindungan.reni@gmail.com
Phone
+6285259948993
Journal Mail Official
eksergi.polines@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jalan. Prof. H. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Eksergi: Jurnal Teknik Energi
Design of DC Accumulator Charging using Backup Accumulator Based on Inverter and Converter Device Parlindungan Pandapotan Marpaung
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017" : 6 Documents clear
Turbin Angin Vertikal Sudu Aerofoil NACA 0018 Series Berbasis Konstruksi Helical/Twist Terhadap Variasi Sudut Sudu Yusuf Dewantoro Herlambang; Dwiana Hendrawati; Sudjito Sudjito
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.835 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan turbin Gorlov dengan geometri sudu aerofoil NACA 0018 terhadap variasi sudut bukaan sudu untuk mendapatkan karakteristik unjukkerja turbin yang optimal. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk : (1) merancang model-model sudu helical/twist turbin Gorlov menggunakan sudu aerofoil NACA 0018; (2) membuat model-model turbin Gorlov terhadap variasi sudut bukaan sudu 50, 100, 150, dan 200; (3) menguji dan mengambil data turbin Gorlov terhadap variasi sudut sudu 50, 100, 150, dan 200; (4) mengkaji optimasi sudut bukaan sudu turbin Gorlov dan analisis optimasi model turbin Gorlov tersebut yang difungsikan sebagai penggerak mula untuk mendapatkan karakteristik yang optimum; (5) mengkaji analisis pemodelan numerik/analisis modeling (analisis struktur menggunakan software ANSYS dan analisis aerodinamis menggunakan software Fluent, Computational Fluid Dynamics/CFD). Metode penelitian ini meliputi beberapa tahap mulai perancangan/desain, pembuatan, assembling dan installing, pengujian alat, dan analisis. Secara ringkas sebagai berikut, Tahap awal adalah menyiapkan cetakan sudu aerofoil NACA 0018 series dan mulai dibuat sudu aerofoil dengan ketebalan sudu/thickness maksimum 18% dari lebar sudu/chord. Material sudu dibuat dari campuran serat kayu, ram, resin epoksi dengan perbandingan tertentu. Kemudian diameter turbin 550 mm dan tinggi/panjang turbin adalah 800 mm. Turbin Gorlov dibuat 4 model rotor masing-masing dengan sudut sudu tertentu. Rotor Gorlov dihubungkan dengan poros dan prony break. Pada tahap dihasilkan 4 model penggerak turbin angin Gorlov. Tahap selanjutnya adalah uji karakteristik model dengan variabel penelitian sudut bukaan sudu 50, 100, 150, 200. Kinerja turbin yang paling baik adalah yang menghasilkan koefisien daya paling tinggi. Hasil pengujian diperoleh nilai Coefficient of Power tertinggi 0,0727 dengan tsr 0,263 daya turbin 7,059 watt pada putaran 195,5 rpm pada sudut bukaan sudu 15°. Nilai Tip Speed Ratio (TSR) tertinggi sebesar 0,3321 yang terdapat pada sudut bukaan sudu 20°. Coefficient of Toque (Ct) turbin tertinggi pada sudut sudu 15° sebesar 0,0830 dengan nilai Tip Speed Ratio (TSR) 0,263 pada putaran 239,3 rpm dengan torsi 0,075 Nm. Kata kunci : NACA 0018, Sudut Bukaan Sudu, Sudu Heliks, Turbin Gorlov
Pengujian Tingkat Pencahayaan di Ruang Kuliah Sekolah C Lantai III- O5 supriyo supriyo; Ismin Taukhid Rahyono
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.587 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1024

Abstract

Kondisi belajar pada ruang kuliah dipengaruhi oleh tingkat pencahayaan yang digunakan.  Tingkat penerangan yang diijinkan pada ruang sekolah adalah 250 lux sampai 500 lux. Penelitian  ini mengkaji pemanfaatan energi listrik sebagai energi cahaya dalam mengetahui tingkat  pencahayaan pada ruang yang digunakan dengan panjang 10 meter, lebar 7,5 meter, bidang kerja  0,8 meter dan lampu yang terpasang TL 2x65 Watt sebanyak 8 armatur. Pengukuran dilakukan  setiap hari kerja yaitu hari senin sampai hari jumat dari mulai gelap waktu beban puncak (WBP)  jam 16.30 WIB sampai jam 18.00 WIB dan luar waktu beban puncak (LWBP) jam 18.00 WIB  sampai jam 21 WIB. Hasil pengukuran pencahayaan dari hari senin sampai hari jumat nilainya sama yaitu 333 lux . Kata Kunci : Illuminasi, energi listrik
Penurunan Tahanan Pembumian dengan Menggunakan Campuran Gypsum dan Arang Pada Elektroda Plat Wiwik Purwati Widyaningsih; Teguh Harijono Mulud; Kurnia Afiliani
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.143 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan nilai tahanan pembumian serendah mungkin dengan menggunakan soil treatment yaitu campuran antara gypsum dan arang pada electrode plat yang terbuat dari tembaga, penelitian ini dilakukan di sebelah utara bengkel mesin Politeknik Negeri Semarang. Jenis tanah yang digunakan untuk penelitian ini adalah tanah liat dengan kondisi kering (pada kondisi tidak hujan dan tidak disiram air). Penelitian ini menggunakan metode tiga titik (three point methode). Campuran gypsum dan arang diletakkan diatas elektrode plat, perbandingan antara gypsum dan arang yang diletakkan diatas elektroda plat seperti berikut : massa gypsum 1,5 kg : 0,5 kg massa arang , massa gypsum 0,5 kg : 1,5 kg arang dan massa gypsum 1 kg : 1 kg arang. Kedalaman penanaman elektrode plat 60 cm, nilai tahanan pembumiannya sebesar 78,1 Ω. Kata kunci: Tahanan Pembumian, Elektroda, Soil Treatment.
Sistem Pengoperasian dan Sistem Perawatan PT. PJB UP Brantas Plta Sutami Malang Yoga Ian Arianto; Wahyono Wahyono
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.576 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1025

Abstract

PLTA Sutami merupakan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Jawa Timur, dengan  kapasitas daya yang dihasilkan sebesar 3 x 36000 KW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengoperasian unit pembangkit pada PLTA Sutami serta pentingnya pelaksanaan pemeliharaan pada PLTA Sutami. Metode yang digunakan untuk pengambilan data  yaitu dengan cara melakukan peninjauan langsung ke lapangan dan melakukan konsultasi dengan berbagai pihak yang bekerja dilingkungan PLTA Sutami.Sistem operasi pada PLTA Sutami (turbin, generator dan sebagainya) menggunakan master controller one man control. Pengontrolan untuk menjalankan (starting), menghentikan (stoping) dan pengaturan beban dilaksanakan secara remote dari control room.Unit pembangkitnya dapat dikerjakan dan dikontrol secara otomatis pada setiap tahap operasi. Selain sistem pengoperasian yang tidak kalah pentingnya juga adalah pemeliharaan. Tujuan utama adanya pemeliharaan pada pembangkit adalahagar kemampuan produksi daya listrik denagan sesuai permintaan, menghindari kegiatan maintenance atau pemeliharaan yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja, dan dapat mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan kegiatan pemeliharaan secara efektif dan efisien. Kata kunci : PLTA Sutami, Sistem Operasi, Pemeliharaan.
Analisa Perbandingan Penambahan Kalor dan Laju Aliran Massa Pada Condensate Water System PLTU Unit 1 Dan 2 Suwarti Suwarti; Budhi Prasetiyo
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.342 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1026

Abstract

Condensate water system adalah siklus air pada PLTU dari hot well sampai dengan deaerator, dalam PLTU ini terjadi pemanasan sehingga terjadi penambahan kalor. Pada Unit 1 terjadi penambaha kalor bersih sebesar 24621,34 kkal/s dan unit 2 sebesar 25569,85 kkal/s. Heat Loss pada unit 1 sebesar 444,62 kkal/s dan unit 2 255,352 kkal/s. Sedangkan beban pada saat pengambilandata pada unit 1 lebih kecil daripada unit  sehingga laju aliran massa condensate water system pada unit 1 lebih kecil daripada unit 2. Kata kunci: condensate water system, kalor, heat loss, laju aliran massa
Analisis Aliran Pada Rotor Turbin Angin Sumbu Horisontal Menggunakan Pendekatan Komputasional Nazaruddin Sinaga
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.106 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1027

Abstract

Pemanfaatan energi angin di Indonesia terkendala oleh rendahnya kecepatan rata-rata angin di kebanyakan wilayah Indonesia. Oleh karena itu perlu diupayakan dan dikembangkan teknologi yang dapat digunakan untuk memanfaatkan energi angin yang berkecepatan rendah ini sehingga dapat diterapkan secara komersial. Salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan memantapkan kemampuan dalam melakukan analisis dan perancangan turbin angin untuk berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik turbin angin. Dalam tulisan ini dikemukakan hasil-hasil perhitungan numerik 2 dan 3 dimensi dari suatu turbin angin yang terdapat di Laboratorium Efisiensi dan Konservasi Energi, Universitas Diponegoro. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan model simulasi perhitungan yang nantinya dapat digunakan untuk menganalisis dan merancang turbin angin dengan berbagai variasi parameter, misalnya sudut pitch, sudut yaw, sudut tilt, sudut precone, diameter rotor, jenis airfoil, kecepatan angin, intensitas turbulensi, dan sebagainya. Simulasi dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ANSYS FLUENT dengan model turbulensi k- standard dan Spalart-Allmaras, pada sebuah turbin angin sumbu horizontal 3 sudu berdiameter 120 cm menggunakan airfoil NACA 4415 dengan panjang chord terlebar 153 mm. Kecepatan angin divariasikan dari 2,5 m/s - 3,4 m/s dengan kecepatan rotor 355 rpm, dengan sudut serang dari 0 - 16 derajat serta sudut pitch 23 - 26 derajat. Kesimpulan utama yang dihasilkan dari studi ini adalah bahwa analisis aliran pada turbin angin dapat dilakukan dengan metoda numerik dengan hasil yang cukup baik. Kesimpulan lainnya adalah bahwa model turbulensi k- standard memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan model turbulensi Spalart-Allmaras. Dari simulasi ini juga dihasilkan rancangan rotor turbin angin yang dapat bekerja pada kecepatan angin yang lebih rendah dibandingkan dengan turbin angin yang dimiliki saat ini. Kata kunci : turbin angin, wind turbine aerodynamics, blade design, computational fluid dynamic

Page 1 of 1 | Total Record : 6