Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISA GENERATOR 3 PHASA TIPE MAGNET PERMANEN DENGAN PENGGERAK MULA TURBIN ANGIN PROPELLER 3 BLADE UNTUK PLTB Kusuma A; - Supriyo
Eksergi Vol 11, No 1 (2015): JANUARI 2015
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3033.601 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v11i1.257

Abstract

Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.  Generator 3 phasa magnet permanen yang digunakan dalam penelitian memiliki teknologi cogging-less. Generator tipe ini dirancang untuk PLTB dimana angin didaerah tersebut memang dalam kategori sedang tapi kontinyu. Pengujian generator 3 phasa dengan variasi beban 3 kecepatan angin yaitu kecepatan 3 m/s sampai dengan 5 m/s. Hasil pengujian berupa grafik dan tabel data perhitungan. Efisiensi tertinggi 24,12 % pada daya 36,516 Watt dan efisiensi terendah 15,24 % pada daya 54,708 Watt. Kata kunci : Genertor 3 phasa, Efisiensi  
Pengujian Tingkat Pencahayaan di Ruang Kuliah Sekolah C Lantai III- O5 supriyo supriyo; Ismin Taukhid Rahyono
Eksergi Vol 13, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.587 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i3.1024

Abstract

Kondisi belajar pada ruang kuliah dipengaruhi oleh tingkat pencahayaan yang digunakan.  Tingkat penerangan yang diijinkan pada ruang sekolah adalah 250 lux sampai 500 lux. Penelitian  ini mengkaji pemanfaatan energi listrik sebagai energi cahaya dalam mengetahui tingkat  pencahayaan pada ruang yang digunakan dengan panjang 10 meter, lebar 7,5 meter, bidang kerja  0,8 meter dan lampu yang terpasang TL 2x65 Watt sebanyak 8 armatur. Pengukuran dilakukan  setiap hari kerja yaitu hari senin sampai hari jumat dari mulai gelap waktu beban puncak (WBP)  jam 16.30 WIB sampai jam 18.00 WIB dan luar waktu beban puncak (LWBP) jam 18.00 WIB  sampai jam 21 WIB. Hasil pengukuran pencahayaan dari hari senin sampai hari jumat nilainya sama yaitu 333 lux . Kata Kunci : Illuminasi, energi listrik
Pembuatan Turbin Vortex Dengan Sudu Pipa Belah Tiga Dengan Sudut Kemiringan Sudu 45° Gatot Suwoto; - Supriyo
Eksergi Vol 15, No 1 (2019): JANUARI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.052 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i1.1465

Abstract

Tujuan dari program ini adalah mengembangkan, merekayasa, dan membandingkan turbin air vortex dengan sudu yang berbentuk pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° dan sudut kemiringan sudu 45°. Metode yang digunakan yaitu tahapan perancangan turbin, proses pengerjaan, prosedur pengujian, langkah – langkah pengujian. Variabel penelitian adalah sudut kemiringan sudu dan parameter uji yang diukur adalah head aliran, debit aliran, putaran turbin, dan beda tekanan. Data yang didapat dari pengujian turbin dibuat grafik karakteristik kinerja turbin, kemudian dianalisa dan dibuat optimalisasinya. Tahap akhir dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil kinerja turbin dan selanjutnya dibuat artikel ilmiah yang berguna bagi masyarakat umum. Hasil pengujian didapatkan pada bentuk sudu pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° pada putaran turbin 65,7 rpm yang menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 9,094% , sedangkan pada sudut kemiringan sudu 45° pada putaran turbin 75,8 rpm yang menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 11,755%. Dari perbandingan bentuk sudu pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° dan sudut kemiringan sudu 45° disimpulkan bahwa sudut kemiringan sudu 45° memiliki efisiensi yang lebih baik.
MODEL TURBIN ANGIN PENGGERAK POMPA AIR - Supriyo; - Suwarti
Eksergi Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.734 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v9i2.190

Abstract

Pertanian adalah salah satu bidang yang memerlukan pengembangan teknologi pengolahan memanfaatkan sumber energi alternatif, antara lain adalah pompa irigasi tanpa bahan bakar. Selama ini petani menggunakan pompa sentrifugal untuk keperluan irigasi dengan penggerak motor bensin atau solar yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sebagai  sumber energi. Akibatnya biaya produksi mahal, dan mengurangi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model  turbim angin menggerakan pompa air.  Tahapan yang akan dilakukan adalah  perancangan dan pembuatan model turbin angin tipe nibe poros horisontal, perancangan dan pembuatan sistem transmisi, perancangan dan pembuatan model pompa air tipe torak kerja ganda, kajian Optimasi sudut serang angin terhadap sudu turbin, kajian optimasi reduksi kecepatan pada sistem transmisi, dan kajian optimasi panjang langkah torak. Luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebuah teknik desain pompa air tenaga angin, sebuah model pompa air tenaga angin, jurnal terakreditasi nasional, dan draft paten. Dampak langsung yang diharapkan dari penelitian adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap BBM dan meningkatkan pendapatan petani. Keywords:  Turbin angin, pompa torak, sistem transmisi, sudut serang, panjang langkah torak
ANALISA HEAT RATE PADA TURBIN UAP BERDASARKAN PERFORMANCE TEST PLTU TANJUNG JATI B UNIT 3 Bachrudin Azis Mustofa; - Sunarwo; - Supriyo
Eksergi Vol 10, No 3 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2062.793 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i3.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Heat rate  pada  turbin uap berdasarkan performance test. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi di PT PLN (PERSERO) Pembangkit Tanjung Jati B unit 3. Untuk mengetahui nilai Heat rate pada siklus turbin uap digunakan metode perhitungan berdasarkan kesetimbangan massa uap  “steam”  dan energi dalam “ entalpi” yang masuk dan keluar turbin dengan daya keluaran generator (output generator ).  Efisiensi turbin uap dapat dilihat dari energi panas yang dimasukkan untuk menghasilkan listrik sebesar 1 kwh dan turbine Heat rate.  Efisiensi turbin uap dapat juga dihitung dengan membandingkan energi bahan bakar yang dibutuhkan untuk setiap 1 kwh dengan turbine Heat rate. Hasil analisis yang didapatkan yaitu kurva turbine Heat rate berdasarkan performance test dengan  nilai terbaik adalah 7981,97 kJ/kWh, dan terendah 8043,122   kJ/kWh . Untuk kurva efisiensi turbin uap diperoleh nilai tertinggi adalah 45,1 %, dan nilai terendah adalah 44,75 %.   Kata kunci : turbin uap, performance test, turbine Heat rate, efisiensi turbin uap  
PEMBUATAN TURBIN VORTEX DENGAN SUDU PIPA BELAH TIGA DENGAN SUDUT KEMIRINGAN SUDU 45° Gatot Suwoto; - Supriyo
Eksergi Vol 14, No 3 (2018): SEPTEMBER 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.947 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i3.1372

Abstract

Tujuan dari program ini adalah mengembangkan, merekayasa, dan membandingkan turbin air vortex dengan sudu yang berbentuk pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° dan sudut kemiringan sudu 45°. Metode yang digunakan yaitu tahapan perancangan turbin, proses pengerjaan, prosedur pengujian, langkah – langkah pengujian. Variabel penelitian adalah sudut kemiringan sudu dan parameter uji yang diukur adalah head aliran, debit aliran, putaran turbin, dan beda tekanan. Data yang didapat dari pengujian turbin dibuat grafik karakteristik kinerja turbin, kemudian dianalisa dan dibuat optimalisasinya. Tahap akhir dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil kinerja turbin dan selanjutnya dibuat artikel ilmiah yang berguna bagi masyarakat umum. Hasil pengujian didapatkan pada bentuk sudu pipa belah tiga dengan sudut sudu 0° pada putaran turbin 65,7 rpm yang menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 9,094% , sedangkan pada sudut kemiringan sudu 45° pada putaran turbin 75,8 rpm yang menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 11,755%. Dari perbandingan bentuk sudu pipa belah tiga dengan sudut  sudu 0° dan sudut kemiringan sudu 45° disimpulkan bahwa sudut kemiringan sudu 45° memiliki efisiensi yang lebih baik. Kata Kunci : Turbin Air Vortex, Sudu Pipa Belah Tiga, Efisiensi
PERANCANGAN TURBIN STRAIGHT BLADE DARRIEUS DENGAN TIGA SUDU - Supriyo
Eksergi Vol 11, No 2 (2015): MEI 2015
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4088.077 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v11i2.262

Abstract

Karakteristik  turbin angin tipe Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) Straight Blade Darrieus  berpenampang aerofoil NACA 0020 dengan 3 sudu  , sudut sudu (5°, 10°, 15°, dan 20°) serta pengaruh rumah pengarah angin model  setengah silinder. Metode yang digunakan menguji turbin dengan rumah pengarah  dan tanpa rumah pengarah angin. Menggunakan kecepatan angin dari blower 6 m/s, diameter rotor turbin tanpa rumah pengarah 50 cm, diameter rumah pengarah angin 65 cm, panjang sudu turbin 70 cm dan tinggi rumah pengarah angin 86 cm. Pada  sudut sudu  15°  menghasilkan  Cp  0,137  dengan PTurbin  6,097 Watt,  pada putaran turbin 127 rpm, dengan Torsi 0,459 Nm, Ct 0,310 dan TSR 0,554. Menggunakan rumah pengarah angin tipe setengah silinder menghasilkan data terbaik pada sudut sudu 15° menghasilkan Cp 0,073 dengan PTurbin 3,260 Watt, pada putaran turbin 107 rpm, dengan Torsi 0,291 Nm, Ct 0,196 dan TSR 0,467. Penggunaan turbin yang terbaik adalah tanpa menggunakan rumah pengarah angin pada sudut sudu 15° menghasilkan efisiensi 13,7 %. Kata kunci: Aerofoil, Darrieus, NACA 0020, Sudut Sudu.
MODEL TURBIN ANGIN AIRFOIL NACA 4418 TERHADAP VARIASI BUKAAN SUDUT SUDU PADA KECEPATAN ANGIN BERBEDA Yusuf Dewantoro Herlambang; Budhi Prasetiyo; Supriyo Supriyo; Wahyono Wahyono; Teguh Harijono Mulud
JURNAL INTEGRASI Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Integrasi - Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.529 KB) | DOI: 10.30871/ji.v11i2.1659

Abstract

Penelitian ini mengkaji Turbin Angin Sumbu Vertikal (Vertical Axis Wind Turbine) Aerofoil NACA 4418 yang memiliki diameter rotor 560 mm, panjang sudu 800 mm, jumlah sudu 3 buah, serta bahan sudu terbuat dari fiberglass. Selanjutnya menganalis karakteristik turbin angin rotor vertikal 3-sudu tersebut pada kecepatan angin berbeda 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s, 8 m/s, dan 9 m/s dengan 5 buah model turbin angin dengan bukaan sudut sudu (blade pitch angle) bervariasi yaitu 00, 100, 200, 300, dan 400. Hasil pengujian turbin angin diperoleh rasio kecepatan sudu (Tip Speed Ratio) yang optimum sebesar 1,7 pada sudut sudu 100 dengan putaran turbin 321 rpm dan kecepatan angin 5,42 m/s. Daya mekanik optimum yang diperoleh adalah 19,4 W pada bukaan sudut sudu sebesar 200 dengan putaran turbin 381 serta kecepatan angin 6,4 m/s. Turbin menghasilkan koesifien daya (Coefficient of Power) optimum yang dihasilkan sebesar 0,202 dengan bukaan sudut sudu sebesar 100 dan putaran turbin 198 rpm, dan daya mekanik yang dihasilkan 8,5 Watt pada variabel pengujian kecepatan sebesar 5,42 m/s.
ANALISIS RETROFIT LAMPU KONVENSIONAL KE LAMPU LED PADA GEDUNG GRAMEDIA MATRAMAN DENGAN CARA ZERO INVESMENT Supriyo Supriyo; Muhammad Fajar Adha; Marsudi Marsudi; Karnawan Joko Setyono
Bangun Rekaprima Vol 8, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.522 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v8i1.3522

Abstract

Kompas Gramedia sebagai salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang media cetak maupun digital, memiliki outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dengan pengahasilan yang dimiliki oleh Gramedia Mataraman yang terlokasi di Jakarta Timur. Gramedia Matraman Sebagai outlet pertama yang dimilki Gramedia, memiliki pemeliharaan bangunan yang tergolong cukup tua contohnya sistem pencahayaannya. Pencahayaan di Gramedia Matraman perlu ditingkatkan sehingga mencapai kenyamanan bagi penggunanya. Solusi yang dilakukan pihak Gramedia Matraman dengan cara retrofit lampu konvensional dengan lampu LED. Selain itu, Gramedia berinvestasi dengan cara zero investment. Langkah-langkah yang dilakukan pertama kali adalah dengan cara meghitung jumlah lampu yang ingin diganti, selanjutnya menghitung nilai lux tiap lantai dan terakhir menganalisis biaya listrik penggunaan lampu, biaya operasional, dan biaya pengadaan. Hasil yang didapat adalah penghematan listirk pada penggunaan lampu setelah retrofitting adalah 920 kWh per hari, penghematan biaya operasional sebesar Rp.55.218.960,- per bulan, biaya investasi sebesar Rp. 392.540.000,-, dan payback period akan tercapai pada bulan ke 8 dengan masa hidup lampu selam 50 bulan.