Articles
141 Documents
Pengaruh Teknik Pernafasan Buteyko terhadap Frekuensi Kekambuhan Asma pada Penderita Asma Bronkhial Di UPT Puskesmas Wilayah Kerja Lima Kaum 1 Kabupaten Tanah Datar
Sisca Oktarini
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.915 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v1i2.24
Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermitten reversibel dimana trakea dan bronki berespon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Teknik Pernafasan Buteyko Terhadap Frekuensi Kekambuhan Asma pada Penderita Asma Bronkhial di UPT Puskesmas Wilayah Kerja Lima Kaum 1 Kabupaten Tanah Datar Tahun 2013.Desain penelitian ini adalahpra eksperimen dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juni.Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita asma yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lima Kaum 1 Kabupaten Tanah Datar.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga sampel penelitian ini adalah sebanyak 12 orang.Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian dengan tabel distribusi frekuensi didapatkan bahwa dari 12 responden yang mempunyaifrekuensi kekambuhan sedang (75%) sebelum diberikan teknik pernafasan buteyko,dan yang mempunyaifrekuensi kekambuhan ringan (83,3%) sesudah diberikan teknik pernafasan buteyko. Hasil uji wilcoxon didapatkannilai signifikansi P < 0,05dengan Ho ditolak dan Ha diterima. Terdapat perbedaan rata-rata frekuensi kekambuhan asma sebelum dan sesudah diberikan terapi wicara dengan p = 0,020, artinya ada perbedaan frekuensi kekambuhan asma bronkhial sebelum dan sesudah diberikan teknik pernafasan buteyko pada pasien asma bronkhial di UPT Puskesmas Wilayah Kerja Lima Kaum1 Kabupaten Tanah Datar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknik pernafasan buteyko berpengaruh terhadap frekuensi kekambuhan asma bronkhial.
Pengaruh Senam Kaki Terhadap Peningkatan Sensitivitas Kaki Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar
Rezi Prima
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.307 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v1i2.25
Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik.Diabetes melitus sudah menjadi masalah kesehatan atau penyakit global pada masyarakat.Penyakit ini tidak hanya menimbulkan kematian namun juga komplikasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap peningkatan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar Tahun 2019.Penelitian ini dilakukan mulai Maret sampai April 2019.Desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest desain. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah responden 12 orang penderita diabetes mellitus diberi intervensi senam kaki selama 15 menit sebanyak 6 kali dalam 2 minggu. Alat pengumpulan data dengan melakukan observasi setelah melakukan senam kaki.Teknik pengolahan dan analisa data menggunakan komputerisasi dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan dari 12 orang responden didapatkan data sebelum dilakukan senam kaki, sensitivitas kurang (33,3%) dan sensitivitas sedang (66,7%), sedangkan setelah dilakukan senam kaki, sensitivitas sedang (33,3%), sensitivitas baik (66,7%). Dari hasil uji wilcoxon statistic didapatkan nilai p=0,001, artinya ada pengaruh yang signifikan antara sensitivitas kaki sebelum dan sesudah dilakukan senam kaki. Disarankan agar senam kaki diterapkan sebagai alternatif untuk meningkatkan sensitivitas kaki pada penderita diabetes melitus dan menjadi salah satu intervensi keperawatan.
Pengaruh Diseminasi Ilmu Keselamatan Pasien Terhadap Tingkat Pengetahuan Perawat Pelaksana Dalam Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien di RSUD Pasaman Barat
Harmawati Harmawati;
Gusmiati Gusmiati
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.94 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v1i2.26
Keselamatan pasien di rumah sakit akhir-akhir ini menjadi isu penting. Salah satu cara mengurangi dampak insiden keselamatan pasien adalah dengan menerapkan sistem keselamatan pasien di rumah sakit dan sosialisasi terkait keselamatan pasien kepada seluruh petugas rumah sakit terutama perawat pelaksana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desiminasi limu keselamatan pasien terhadap tingkat pengetahuan perawat pelaksana dalam penerapan keselamatan pasien di RSUD Pasaman Barat. Jenis penelitian ini Pra Eksperiment dengan desain One Group Pre Test-Post Test. Pengumpulan data telah dilakukan pada bulan April 2018 sampai Agustus 2018 di RSUD Pasaman Barat.jumlah populasi 80 orang dan jumlah sampel 16 orang. Data diolah secara univariat menggunakan rata-rata (mean), standar deviasi dan bivariate secara uji Wilcoxon . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan responden tentang keselamatan pasien sebelum diberikan desiminasi ilmu keselamatan pasien adalah 6,13 dengan standar deviasi 2,187 nilai tertnggi 10 dan terendah 3. Sesudah diberikan desiminasi ilmu keselamatan pasien 11,75 dengan standar deviasi 0,930 nilai tertinggi 13 dan nilai terendah 10. Ada pengaruh desiminasi ilmu keselamatan pasien terhadap tingkat pengetahuan perawat pelaksana dalam penerapan keselamatan pasien di RSUD Pasaman Barat (pv=0,000/p<0,05). Kesimpulan terdapat pengaruh diseminasi ilmu keselamatan pasien terhadap tingkat pengetahyan perwat.Disarankan kepada pimpinan RSUD Pasaman Barat khususnya bagian Pelatihan dan Diklat untuk membuat program pelatihan atau desiminasi yang berkelanjutan tentang ilmu keselamatan pasien terhadap seluruh perawat pelaksana dan dilakukan evaluasi secaraberkala.
Hubungan Antara Tingkatan Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi Kelas XII SMA Bunda Padang Tahun 2019
Rizawati
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.1 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v1i2.27
menstruasi merupakan waktu sejak hari pertama menstruasi sampai datangnya menstruasi periode berikutnya sedangkan panjang siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang lalu dan mulainya menstruasi berikutnya. Siklus menstruasi pada wanita normal berkisar antara 21-35 hari. Sedangkan stres adalah ketidak mampuan mengatasi ancaman yang di hadapi oleh mental, fisik, emosional dan spriritual manusia yang pada suatu saat dapat mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkatan stres dengan siklus menstruasi pada siswa kelas XII SMA BUNDA Padang. Penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA BUNDA Padang pada Januari – Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 122 orang dengan sampel 55 orang yang diambil secara sistematik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan cara uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan, siklus menstruasi tidak teratur lebih tinggi pada yang mengalami stres sebanyak 31 orang (56,4%) dibandingkan siklus menstruasi yang teratur dan mengalami stres sebanyak 13 orang (23,6%) di Siswa Kelas XII SMA BUNDA Padang. Terdapat hubungan yang berarti bermakana antara stres dengan siklus menstruasi p value =0,002 (p <0,05).Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antaratidak terdapat hubungan yang bermakna anatar stres siklus siklus menstruasi seseorang.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi
Muliani zikra;
Aida Yulia;
Leni Tri Wahyuni
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.608 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v2i1.33
Hipertensi merupakan suatu masalah yang sangat serius saat ini karena seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan (7,3%) dan kematian (9,5%). Menurut WHO sekitar 972 juta orang atau 26,4% masyarakat dunia mengalami hipertensi.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Alahan Panjang Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 311 penderita hipertensi dan jumlah sampel sebanyak 76 orang, penarikan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan juli 2018 dan instrumen penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara genetik dengan kejadian hipertensi (p = 0,000 < 0,05), terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian hipertensi (p = 0,001 < 0,05) dan terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian hipertensi (p = 0,01 < 0,05). Kesimpulannya adalah genetik, pola makan, dan stres dapat mempengaruhi kejadian hipertensi. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk mengaktifkan kembali metode konseling serta kunjungan kerumah penderita hipertensi.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia Pra Sekolah
fransiskus Hardin
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.181 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v2i1.34
Pada anak usia prasekolah ini, sering kali menunjukkan reaksi sosial dan emosional yang berbeda-beda. Anak yang sulit melakukan pengendalian emosi dan sulit melakukan sosialisasi di masa awal usianya cenderung akan menetap hingga dewasa. Survey awal di TK. Adhyaksa XXVI dari keterangan guru mengatakan siswa yang memiliki sifat yang suka mengganggu temannya, siswa yang menangis bila tidak ada orang tua yang mendampinginya selama disekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kecerdasan emosional anak usia pra sekolah di TK. Adhyaksa XXVI Padang tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dan siswa TK Adhiyaksa sebanyak 72 orang. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan September 2018. Teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% α = 0,05. Hasil penelitian bahwa hampir setengah (47,2%) memiliki pola asuh orang tua kurang baik terhadap kecerdasan emosional anak. Hampir setengah (43,1%) memiliki kecerdasan emosional anak kurang baik terhadap kecerdasan emosional anak. Ada hubungan pola asuh orang tua dengan kecerdasan emosional pada anak pra sekolah di TK. Adhyaksa XXVI Padang tahun 2018 (p value = 0,000). Pola asuh orang tua mempengaruhi kecerdasan emosional anak pra sekolah. Diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan pihak puskesmas untuk dapat memberikan penyuluhan tentang kesehatan anak khususnya kecerdasan emosional pada anak pra sekolah di TK. Adhyaksa XXVI Padang.
Penurunan Nyeri Haid (Dismenore) Primer Melalui Pemberian Minuman Jahe Emprit
Ridha Hidayati
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.632 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v2i1.35
Dismenore adalah nyeri saat menstruasi pada perut bagian bawah dan pinggang yang disebabkan oleh pembentukan prostaglandin yang berlebihan, yang menyebabkan uterus untuk berkontraksi secara cepat. Dismenore mengakibatkan banyak siswi tidak masuk sekolah. Salah satu cara untuk mengatasi dismenore ini dengan mengkonsumsi minuman jahe emprit. Jahe emprit memiliki kandungan kimia gingerol, shogaol, zingerol, yang mampu memblok produksi prostaglandin sehingga dapat menurunkan nyeri saat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman jahe emprit terhadap intensitas nyeri haid primer. Jenis penelitian ini pra-eksprerimen dengan desain one goup pre-post test. Populasi pada penelitian ini siswi yang mengalami dismenore dan memenuhi kriteria. Sampelnya 15 siswi dengan cara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nyeri siswi sebelum diberikan minuman jahe emprit adalah 6.87 dengan standar deviasi 1.302, rata-rata nyeri siswi setelah diberikan minuman jahe emprit adalah 3.27 dengan standar deviasi 1.668, terdapat perbedaan sebelum dan setelah dilakukan minuman jahe emprit dengan Pvalue = 0,000 dimana p < 0,05. Dianjurkan dapat menggunakan jahe emprit dalam mengatasi nyeri haid.
Hubungan Personal Hygiene dan Penggunaan Vaginal Douching Dengan Kejadian Keputihan Pada Siswi
Rizawati
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.122 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v2i1.36
Di Indonesia jumlah wanita yang mengalami flour Albus sangat besar, lebih dari 75% wanita di Indonesia pernah mengalami flour Ablus. 70% diantaranya disebabkan oleh jamur dan parasit seperti cacing krimi dan protozoa. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara Personal Hygiene Dan Penggunaan Vaginal Douching Dengan Kejadian Keputihan Pada Siswi Sman 1 Lembah Gumanti. Penelitian yang dilakukan bersifat Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Lembah Gumanti pada Agustus – Desember 2019. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 206 orang dengan sampel 86 orang yang diambil secara Stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan cara uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan, kejadian keputihan lebih tinggi pada responden yang personal hygiene buruk sebanyak 36 orang (78,3%) dan kejadian keputihan lebih tinggi pada responden yang menggunakan Vaginal Douching sebanyak 40 orang (88,9%). Terdapat hubungan yang bermakana antara Personal Hygiene dan Penggunaan Vaginal Douching dengan Kejadian Keputihan p value =0,001 (p <0,05). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Personal Hygiene dan Penggunaan Vaginal Douching dengan Kejadian Keputihan.
Perbedaan Tingkat Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primipara Dengan Multipara
Novia Rita Aninora
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.606 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v2i1.37
Nyeri persalinan adalah kondisi fisiologis yang secara umum akan dialami oleh hampir semua ibu bersalin.Nyeri yang terjadi dapat mempengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan, rasa takut dan rasa khawatir dan kekurangan cairan yang akhirnya dapat mempengaruhi proses persalinan dan mempunyai efek yang kurang baik terhadap janin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primipara dengan ibu multipara di Klinik Siti Reswari Padang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional. Populasinya adalah ibu primipara dan ibu multipara kala I fase aktif di Klinik Siti Reswari Padang yang berjumlah 43 orang. Teknik sampel menggunakan acidental sampling. Pengukuran intensitas nyeri menggunakan skala analog visual dan dengan menggunakan kuesioner McGill., data dianalisa menggunakan uji-T dengan derajat kemaknaan 95%.Hasil penelitian didapat tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida sebagian besar mengalami nyeri berat sebanyak 16 orang (84,2%). Nyeri persalinan pada ibu multigravida lebih dari separoh mengalami nyeri sedang sebanyak 14 orang (58,3%). Hasil analsisis T-test terdapat perbedaan tingkat nyeri persalinan Kala I Fase Aktif Pada Primipara dengan multipara nilai nilai p-value 0,000. Penting memahami dan mengenal fisiologi nyeri dalam proses persalinan kala I dan II agar bidan dapat melakukan manajemen pengurangan nyeri persalinan yang sesuai dengan jalur fisiologi. Edukasi yang akurat tentang pengurangan rasa nyeri dalam persalinan harus di informasikan pada saat kehamilan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri wanita pada saat persalinan.
Pengaruh Back Massage Terhadap Insomnia Pada Lansia
Indri Ramadini;
Junia Putri
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (678.408 KB)
|
DOI: 10.55866/jak.v2i1.38
Proses menua pada lansia akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada fisik, mental serta psikososial yang berpengaruh pada kualitas tidur pada lansia. Tetapi, sekitar 50% lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin mengalami insomnia. Salah satu terapi non farmakologi adalah back massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh back massage terhadap insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah Quasi experimen dengan pendekatan pre-test and post-test group. Penelitian ini dilakukan di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin. Penelitian dan pengumpulan data dilakukan dari bulan Februari sampai Agustus 2018. Populasi sebanyak 110 lansia dan sampel yang diperoleh sebanyak 30 lansia dengan menggunakan puposive sampling. Instrumen penelitian untuk mengukur insomnia menggunakan Isomnia Rating Scale (IRS). Hasil penelitian univariat didapatkan sebelum dilakukan back massage tingkat insomnia lansia 76,7% mengalami insomnia berat dan 23,3% mengalami insomnia sedang. Sedangkan sesudah dilakukan back massage tingkat insomnia lansia 86,7% mengalami insomnia sedang dan 13,3% mengalami insomnia ringan. Hasil penelitian bivariat analisa data menggunakan uji t-test nilai α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan nilai p ≤ α dengan hasil perhitungan pre test dan post test nilai p = 0,000. Hasil penelitian menunjukan terdapat pebedaan yang bermakna antara insomnia sebelum dan sesudah dilakukan back massage. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh antara back massage terhadap insomnia pada lansia di PSTW Sabai Nan Aluih Sicincin tahun 2018. Disarankan kepada kepala PSTW agar terapi back massage dapat menjadi salah satu program dalam mengatasi insomnia pada lansia, dilakukan 1 kali sehari sebelum tidur.