cover
Contact Name
Dwi Nuriana
Contact Email
dwinuriana99@gmail.com
Phone
+6285736913999
Journal Mail Official
dwinuriana99@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sutan Syahrir No.11, Madurejo, Kec. Arut Sel., Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah 74112
Location
Kab. kotawaringin barat,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Borneo Cendekia
ISSN : -     EISSN : 25491822     DOI : https://doi.org/10.54411
Core Subject : Health,
Jurnal Borneo Cendekia adalah jurnal yang menerbitkan artikel dalam bidang kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, analis kesehatan dan farmasi
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2018)" : 15 Documents clear
Toksisitas Senyawa β-sitosterol dan Ekstrak Kulit Batang Aglaia odorata L Riky Riky
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.195 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.118

Abstract

ABSTRAKPacar cina (Aglaia odorata Lour) adalah tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional karena bahan alami yang dikandungnya. Penelitian ini bertujuan dari ekstrak Pacar cina dan uji toksisitas masing-masing ekstrak dan senyawa yang diisolasi dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Metode yang digunakan dalam maserasi. Dalam penelitian ini, n-heksana, etil asetat, ekstrak metanol dan senyawa β-sitosterol menunjukkan efek toksik (LC50 261,17; 110; 266,75 dan 100 μg / mL, masing-masing). Tingkat toksisitas di antara tiga ekstrak dan senyawa yang diisolasi adalah β-sitosterol> etil asetat> n-heksana> metanol.Kata kunci: BSLT, Aglaia odorata L., maserasi
SENAM NIFAS BERSAMA DALAM PROSES INVOLUSI UTERI PADA IBU POST PARTUM DI BPS IDA SISWIASTUTIK KOTA PANGKALAN BUN Eko Sari Ajiningtyas
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.229 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.195

Abstract

Masa nifas (peurperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Proses pemulihan kesehatan pada masa nifas merupakan hal yang sangat penting bagi ibu setelah melahirkan, dimana ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan persalinan, setelah janin lahir berangsur-angsur kembali seperti sedia kala. Tidak jarang ligamen menjadi kendor yang mengakibatkan uterus jatuh kebelakang, tidak jarang pula wanita mengeluh kandungannya turun setelah melahirkan oleh karena ligamen, fasia, jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali jaringan jaringan penunjang alat genitalia tersebut, juga otot-otot dinding perut dan dasar panggul dianjurkan untuk melakukan latihan-latihan fisioterapi  tertentu  yang dapat dilakukan pada dua hari post partum.Khalayak sasaran dari pengabdian masyarakat ini ialah ibu-ibu post partum yang melakukan kunjungan di BPS Ida Siswiastutik. Untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ini, maka dipilih beberapa metode pemecahan sebagai berikut: 1) Metode ceramah dan tanya jawab digunakan saat penyampaian materi senam nifas. 2) Metode demonstrasi dan latihan digunakan pada saat mempraktikkan senam nifas.Kegiatan dilaksanakan di BPS Ida Siswiastutik karena ibu post partum di BPS tersebut belum mengetahui tentang senam nifas dan tidak mengetahui cara melakukan senam nifas. Waktu pelaksanaan kegiatan selama 90 menit yang meliputi apersepsi tentang senam nifas, penyampaian pendidikan kesehatan tentang senam nifas, tanya jawab, demonstrasi senam nifas, redemonstrasi senam nifas dan evaluasi pendidikan kesehatan yang telah disampaikan kepada responden post partum. Kata kunci      : Tingkat Kecemasan, KIE, Menopause
EFEKTIVITAS TERAPI KOMPRES HANGAT REBUSAN JAHE DENGAN KOMPRES DINGIN TERHADAP TINGKAT NYERI LANSIA YANG MENGALAMI OSTEOARTHRITIS (Studi Di Kelurahan Kaliwungu Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang) Yepi Yepi; Inayatur Rosyidah; Rastia Ningsih
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.216 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.122

Abstract

Nyeri adalah keluhan utama yang sering dirasakan oleh penderita osteoartritis. Banyak alternatif yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit, salah satunya adalah metode non farmakologis yang kompres air hangat rebusan jahe dan kompres dingin. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perbedaan efektivitas terapi kompres hangat rebusan jahe dengan kompres dingin terhadap tingkat nyeri lansia yang mengalami osteoarthritis. Jenis penelitian pre eksperimen dengan desain pendekatan static group comparison. Populasi adalah semua lansia berusia > 60 tahun dengan osteoarthritis di Kelurahan Kaliwungu yang berjumlah 76 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan instrumen lembar observasi.  Data disajikan dalam tabel dan dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon Test dan Mann Whitney Test. Pada kompres hangat rebusan jahe diperoleh skala nyeri tertinggi sebelum terapi nyeri sedang (59,4%), setelah dilakukan terapi menjadi nyeri ringan (87,5%). Pada kelompok terapi kompres dingin diperoleh skala nyeri tertinggi sebelum terapi adalah nyeri sedang (59,4%), setelah dilakukan terapi menjadi nyeri ringan (59,4%). Hasil uji Wilcoxon pada kompres hangat rebusan jahe diperoleh ρ = 0,000 dan kompres dingin p = 0,000 maka H1 diterima. Sedangkan perbedaan antara uji beda dengan uji Mann Whitney diperoleh ρ = 0,389, ρ > 0,05.  Kesimpulan penelitin ini adalah terdapat perbedaan efektivitas terapi kompres hangat rebusan jahe dengan kompres dingin terhadap tingkat nyeri lansia yang mengalami osteoarthritis.Kata kunci: Dingin, Hangat, Kompres, Nyeri
PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI PADA ANAK PRASEKOLAH DI TK ALWARDAH PANGKALAN BUN Rukmini Syahleman
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.017 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.117

Abstract

Masa prasekolah merupakan masa penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, karena pada masa ini pertumbuhan dasar akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Permasalahan yang ditemukan di TK Al Wardah adalah masih belum pernah dilakukan soaialisasi kebutuhan gizi  secara seimbang pada anak prasekolah, sehingga masih banyak anak yang sering membeli makanan dan jajanan sembarangan tanpa pengawasan orang tua dan guru. Hasil pengkajian pada 43 anak prasekolah di TK/ PAUD Al Wardah Kelurahan Sidorejo Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat  ditemukan anak usia diatas 4-6 tahun yang mengalami kegemukan adalah gizi kurang berjumlah 3 anak (3%), gizi baik berjumlah 35 anak (81,4%), dan anak dengan gizi lebih berjumlah 5 anak (11,6%), serta 81,4% anak prasekolah yang gizi baik dan tidak ada yang mengalami pertumbuhan yang buruk, hanya saja ada 3 anak yang memiliki berat badan yang masih kurang. Diharapkan dengan menerapkan kebutuhan gizi yang seimbang pada anak tahap prasekolah diharapkan apabila terjadi penyimpangan tumbuh kembang bisa terdeteksi secara dini serta diharapkan tumbuh kembang bisa berjalan dengan normal sesuai dengan usia. Metode yang akan dilaksanakan pada kegiatan ini adalah identifikasi tumbuh kembang anak dan pemenuhan gizi seimbang pada anak prasekolah di TK Al Wardah Pangkalan Bun.Kata Kunci : Anak Prasekolah, Tumbuh Kembang, Kebutuhan Gizi Seimbang
PENYULUHAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA DAN PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI PERUMAHAN BERINGIN RINDANG KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT Poppy Dwi Citra Jaluri; Mustika Antik Wibawa; Rahman Nur Chabib
JURNAL BORNEO CENDEKIA Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.251 KB) | DOI: 10.54411/jbc.v2i2.126

Abstract

Kegiatan menanami pekarangan dengan tananam obat dikenal dengan nama toga. Program yang dahulu dinamai apoetik hidup ini tengah digunakan oleh pemerintah indonesia. Istilah toga lebih mengacu kepada penataan pekarangan. Jadi tidak berarti tanaman yang hanya tanaman hias yang berkhasiat obat. Tanaman obat yang tergolong rempah-rempah atau bumbu dapur, tananam pagar, tanaman buah, tanaman sayur, atau bahkan tananam liar pun dapat ditata di pekarangan sebagai toga. Selain sebagai bahan obat bagi anggota keluarga yang sakit, tanaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk aneka keperluan sesuai dengan kegunaan lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu diawali dengan pretest, kemudian penyuluhan materi dan terakhir postest. Dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan ini dapat dilihat bahwa sebagian besar peserta penyuluhan yaitu 28 orang dari 35 orang  (80%) belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai TOGA, semua peserta penyuluhan 35 orang  (100%) belum mengetahui sembilan tanaman obat yang sudah mengalami uji klinik, hanya sebagian kecil dari peserta yaitu 7 orang dari 35 orang  (20%) yang sudah menanam TOGA di rumah atau lingkungannya, dan hanya sebagian kecil dari peserta yaitu 7 orang dari 35 orang (20%) yang sudah pernah memanfaatkan TOGA. Kata kunci : toga, lingkungan, masyarakat

Page 2 of 2 | Total Record : 15