cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 13 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VI SDI NGEDUMEE MARIA SARVIOLA SALE
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1645

Abstract

The purpose of this study was to determine student learning outcomes in science learning about electrical circuits. Learning electric circuits is considered a difficult task. Students tend to be silent and do not have the courage to express their ideas and opinions clearly so that in practice, the acquisition of learning outcomes is still low and has not r1eached minimum completeness. The research was carried out on conventional learning before the implementation of the jigsaw type cooperative learning model.The purpose of this study was to determine the effectiveness of the jigsaw cooperative learning model in learning about electrical circuits after the Jigsaw cooperative learning model was applied in cycle I and cycle II.The research method used is Classroom Action Research which consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 20 grade VI students of SDI Ngedume’e. Data collection techniques used are observation, and tests. Overall the data obtained were analyzed through the following stages: data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the results of the research obtained, it can be concluded that the results of pre-action in electrical assembly skills are still lacking. After the action was carried out with the application of the jigsaw type cooperative learning model in improving the learning of electrical circuit skills and could show an increase in the moderate to good category. The final results of this study indicate that the jigsaw type of cooperative learning model is used in electric circuit learning and can improve students' competence in electrical assembly skills. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang rangkaian listrik.Pembelajaran rangkaian listrik dianggap sebagai suatu yang sulit. Siswa cenderung diam dan tidak punya keberanian untuk mengungkapkan ide serta pendapatnya yang jelas sehingga dalam pelaksanaannya,perolehan hasil belajar yang masih rendah dan belum mencapai ketuntasan minimal. Penelitian dilaksanakan pada pembelajaran secara konvensional sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran tentang rangkaian listrik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus I dan siklus II.Metode penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas VI SDI Ngedumee. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan tes. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis melalui tahap-tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil pra tindakan dalam keterampilan merangkai listrik tergolong masih kurang. Setelah tindakan dilakukan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan pembelajaran keterampilan rangkaian listrik serta dapat menunjukkan adanya peningkatan sedang hingga berkategori baik. Hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw digunakan dalam pembelajaran rangkaian listrik serta dapat meningkatkan kompotensi siswa dalam keterampilan merangkai listrik
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR (LKS) BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (KSP) UNTUK KELAS XI SMA/MA YOSI FITRI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1646

Abstract

One of learning materials that can be used to develop students' comprehension of solubility product constant (Ksp) is guided inquiry based worksheet. This worksheet was constructed by using guided inquiry cycle consisting of orientation, exploration, concept formation, application, and closure. This research aimed to produce a learning material in the form of worksheets that has been valid, practice and effective so it can be used as learning materials for students at the second grade of senior high school. Type of this research is Research and Development (R&D), a research that produces a specific product and tests its effectiveness. Development model used in this research is ADDIE (analysis, design, develop, implement and evaluation). This worksheet was validated by 3 validators and was given practicality questioner to 5 chemistry theacher and then was used by 32 student at the second grade of SMAN 8 Padang in academic year 2015/2016. Validity result analysis showed that momen kappa is 0,81 which can be categorized as very high. Practicality result analysis based on theacher and student response showed that practicality value is 0,73 and 0,93, which can be categorized as high and very high. From effectiveness test, the majority of students 97% completed scoring above the KKM so showed that there was a significance result before and after used this worksheet with mean score 60,94 and 83,13. By using this worksheet may give positive effect and decrease the negative activities. Based on the data, it can be concluded that guided inquiry based worksheet on solubility product constant (Ksp) that has been produced are valid, practical and effective. ABSTRAKSalah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang konstanta hasil kali kelarutan (Ksp) adalah LKS berbasis inkuiri terbimbing. Lembar kerja ini disusun dengan menggunakan siklus inkuiri terbimbing yang terdiri dari orientasi, eksplorasi, pembentukan konsep, aplikasi, dan penutupan. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar berupa LKS yang telah valid, praktis dan efektif sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar siswa kelas II SMA. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D), yaitu penelitian yang menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifannya. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). LKS ini divalidasi oleh 3 validator dan diberikan angket praktik kepada 5 guru kimia kemudian digunakan oleh 32 siswa kelas II SMAN 8 Padang tahun pelajaran 2015/2016. Hasil analisis validitas menunjukkan bahwa momen kappa adalah 0,81 yang dapat dikategorikan sangat tinggi. Analisis hasil kepraktisan berdasarkan respon guru dan siswa menunjukkan bahwa nilai kepraktisan adalah 0,73 dan 0,93 yang dapat dikategorikan tinggi dan sangat tinggi. Dari uji keefektifan, sebagian besar siswa 97% menyelesaikan skor di atas KKM sehingga menunjukkan bahwa ada hasil yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan LKS ini dengan skor rata-rata 60,94 dan 83,13. Dengan menggunakan lembar kerja ini dapat memberikan efek positif dan mengurangi kegiatan negatif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis inkuiri terbimbing pada konstanta hasil kali kelarutan (Ksp) yang telah dihasilkan adalah valid, praktis dan efektif.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH MENGGUNAKAN GENIUS LEARNING PADA SISWA XII MAN 1 KOTA BANDUNG IIS SUHARTI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1709

Abstract

The purpose of this research is to improve the skills of compiling historical story structures for students XII IPA-D MAN 1 Bandung City Semester 1 for the 2022/2023 school year by applying a genius learning strategy. This type of research is classroom action research. The results showed that the average score resulting from this initial activity only reached 64.53. This average shows that the skills of compiling historical story structures for students XII IPA-D Semester 1 MAN 1 Bandung City when pre-action is carried out are low. In the implementation of the cycle I actions, this was not entirely successful. In general, the results of students' historical story writing were quite good, but there is still something to be improved. In terms of process, student attention, and student activity in the learning process must be further improved. The implementation stage of the second cycle of historical stories experienced a significant increase from the first cycle. The percentage of learning situations increased from the action by 75%. 70% of students' attention to lessons and 69% of students' activeness in teaching and learning. These three aspects are classified as sufficient qualifications. Meanwhile, the atmosphere of the learning process in class is 85%, including the assessment of good qualifications. In cycle I to cycle II has increased. Based on the results and discussion in this study, it can then be concluded that the following actions in this research are considered successful if in the implementation of the actions students have attention to learning, enthusiasm for learning, and actively ask and answer. There is an increase in every aspect of the assessment from pre-action to cycle II. Students can benefit from using genius learning strategies in practicing compiling historical story structures. Teachers find it easier to impart knowledge and develop the potential for compiling historical story structures. ABSTRAKTujuan penelitian ini, adalah meningkatkan keterampilan menyusun struktur cerita sejarah siswa XII IPA-D MAN 1 Kota Bandung Semester 1 tahun pelajaran 2022/2023 dengan menerapkan strategi genius learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor yang dihasilkan dari kegiatan awal ini hanya mencapai 64,53. Rata-rata tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menyusun struktur cerita sejarah siswa XII IPA-D Semester 1 MAN 1 Kota Bandung saat dilakukan pratindakan termasuk rendah. Pada pelaksanaan tindakan siklus I ini belum sepenuhnya berhasil, hasil tulisan cerita sejarah siswa secara garis besar memang sudah cukup bagus, namun masih ada yang harus ditingkatkan. Dari segi proses, perhatian siswa, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran harus lebih ditingkatkan. Tahap pelaksanaan tindakan siklus II cerita sejarah mengalami peningkatan yang signifikan dari pada siklus pertama. Persentase situasi belajar naik dari pada tindakan sebesar 75 %. Perhatian siswa tehadap pelajaran sebesar 70 % dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar sebesar 69 %. Ketiga aspek tersebut tergolong dalam kualifikasi cukup. Sedangkan, suasana proses pembelajaran di kelas sebesar 85 %, termasuk penilaian kualifikasi baik. Pada siklus I sampai pada siklus II telah mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam Penelitian ini, maka kemudian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut tindakan dalam penelitian ini dianggap berhasil apabila dalam pelaksanaan tindakan siswa memiliki perhatian terhadap pembelajaran, semangat belajar, dan aktif bertanya jawab. Adanya peningkatan setiap aspek penilaian dari pratindakan sampai siklus II.Siswa dapat merasakan manfaat penggunaan strategi genius learning dalam melakukan praktik menyusun struktur cerita sejarah Guru merasa lebih mudah dalam memberikan ilmu serta mengembangkan potensi menyusun struktur cerita sejarah.

Page 2 of 2 | Total Record : 13