cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2021)" : 15 Documents clear
PENERAPAN MODEL STAD BERBANTU MEDIA SAC UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SRI PUJIASTUTI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.572 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.717

Abstract

This study aims to describe the application of the STAD model assisted by SAC media on the material of economic growth and development in an effort to increase students' motivation and learning outcomes. The subjects of this study were students of class XI.MIPA SMA Negeri 3 Pemalang, totaling 36 students including 13 males and 23 females. This type of research is classroom action research. The results showed that the learning motivation of students in the first cycle of 59.95% while the second cycle of learning motivation increased by 81.10%. The increase in students' motivation is influenced by the use of the STAD learning model which is assisted by SAC-based mobile learning media. While the average learning outcomes of students have increased from 69.72 or 75% have reached the KKM and 25% have not reached the KKM in the first cycle to 84.31 or 86.11% have reached the KKM and 13.89% have not reached the KKM in the first cycle. cycle II with the standard KKM value that has been determined is 70. Changes in student learning outcomes that have increased are influenced by the use of the STAD learning model assisted by SAC-based mobile learning media which affects the high learning motivation of students. Thus, it can be concluded that the application of the STAD model assisted by SAC can increase motivation and learning outcomes in the material on economic growth and development in class XI.MIPA1 at SMA Negeri 3 Pemalang. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model STAD berbantu media SAC pada materi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dalam upaya meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik . Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI.MIPA SMA Negeri 3 Pemalang, yang berjumlah 36 peserta didik diantaranya 13 laki-laki dan 23 perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik pada siklus I sebesar 59,95% sedangkan siklus II motivasi belajar meningkat sebesar 81,10%. Peningkatan motivasi peserta didik dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran STAD yang berbantu media pembelajaran mobile berbasis SAC. Sedangkan hasil belajar rata-rata peserta didik terjadi peningkatan dari 69,72 atau 75% sudah mencapai KKM dan 25% belum mencapai KKM pada siklus I menjadi 84,31 atau 86,11% sudah mencapai KKM dan 13,89% belum memcapai KKM pada siklus II dengan standar nilai KKM yang sudah ditentukan yaitu 70. Perubahan hasil belajar peserta didik yang mengalami peningkatan dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran STAD berbantu media pembelajaran mobile berbasis SAC yang mempengaruhi motivasi belajar yang tinggi dari peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model STAD berbantu SAC dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada materi pertumbuhan dan pembanggunan ekonomi pada kelas XI.MIPA1 di SMA Negeri 3 Pemalang.
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KISMATUN KISMATUN
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.152 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.718

Abstract

This paper aims to pay attention to the development of Islamic education based on Contextual Teaching and Learning (CTL) theory as a solution to the crisis experienced by Islamic education. In fact, Islamic education is sidelined in public schools because it uses conventional learning methods that are boring and do not provide a significant educational product. Previous research found that the accuracy of lecture-based conventional learning only gave 11% level of meaning for students. This fact is in contrast to the theory of CTL or contextual learning and teaching which emphasizes the contextualization of knowledge. In the end, this study found that CTL learning emphasizes the process of involving students in finding the material being studied and connecting it to real-life situations. This learning model encourages students to be able to apply it in everyday life. There are six characteristics of CTL learning, namely: meaningful learning, application of knowledge, higher order thinking, curriculum which is symbolized by standards, responsiveness to culture, and authentic assessment. In addition, CTL has seven principles that underlie the implementation of the learning process using the CTL learning model, namely: constructivism, inquiry, questioning, learning community, modeling, reflection, and real assessment. CTL learning is very necessary, especially in efforts to develop Islamic education, because it invites students to be more active in learning. ABSTRAKMakalah ini bertujuan memberi perhatian kepada pengembangan Pendidikan Agama Islam berbasis teori Contextual Teaching and Learning (CTL) sebagai solusi dari krisis yang dialami Pendidikan Agama Islam. Kenyataannya, Pendidikan Agama Islam dikesampingkan di sekolah umum karena menggunakan metode pembelajaran konvensional yang membosankan dan tidak memberi produk pendidikan yang signifikan. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa akurasi pembelajaran konvensional berbasis ceramah hanya memberi 11% tingkat kebermaknaan bagi siswa. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan teori CTL atau pembelajaran dan pengajaran kontekstual yang menekankan kontekstualisasi pengetahuan. Pada akhirnya, penelitian ini menemukan pembelajaran CTL menekankan kepada proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata. Model pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-sehari. Terdapat enam karakteristik pembelajaran CTL, yaitu: pembelajaran bermakna, penerapan pengetahuan, berpikir tingkat tinggi, kurikulum yang dilambangkan berdasarkan standar, reponsif terhadap kebudayaan, dan penilaian autentik. Selain itu, CTL memiliki tujuh asas yang melandasi pelaksanaan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran CTL, yaitu: konstruktivisisme, inquiry, bertanya, masyarakat belajar, modelling, refleksi, dan penilaian nyata. Pembelajaran CTL sangat diperlukan terutama dalam upaya pengembangan pendidikan agama Islam, karena bersifat mengajak peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA SISWA KELAS XI IPA 3 AI JAMILAH
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.547 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.719

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) aims to get a real description of the results of the science process skills of class XI students on the excretory system material using the STAD learning model, knowing the process of science process skills of class XI IPA 3 students in the excretory system material before and after using the STAD learning model. and find out how much the increase in the results of the science process skills of class XI IPA 3 students on the excretory system material using the STAD model. The research subjects were students of class XI IPA 3 of SMA Negeri 1 Cisaat in the 2018/2019 school year, totaling 40 students, 29 girls and 11 boys. The research was carried out in two cycles, using a descriptive analytical model to determine the STAD (Student Teams Achievement Division) learning process, increasing science process skills on student learning outcomes. The results of the study indicate that the learning process using the STAD (Student Teams Achievement Division) cooperative learning model can increase students' test scores, can increase the number of students who reach the KKM. The highest percentage of student activity in cycle 1 was 20% while in cycle 2 there was an increase of 30%, most of which still had to be increased again. The value of the test results from the first cycle to the second cycle there was an increase. In the first cycle, the highest test result was 72.75, while in the second cycle, the score was 87. The test scores increased from the first cycle to the second cycle, both the average score and the number of students who reached the KKM. In the first cycle, an average of 77.5% of students whose test scores have reached the KKM, means that 22.5% have not reached the KKM. In the second cycle, students whose test scores have reached the KKM are 87.5%, and 12.5% ??have not reached the KKM. Based on this research, it was concluded that the application of the STAD (Student Teams Achievement Division) learning model in Biology subjects could improve the activity science process skills and test results of students in class XI IPA 3 SMA Negeri 1 Cisaat even semester of 2019. ABSTRAKPenelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, bertujuan untuk mendapatkan deskripsi nyata hasil keterampilan proses sains siswa kelas XI pada materi sistem ekskresi dengan menggunakan model pembelajaran STAD, mengetahui proses keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA 3 dalam materi sistem ekskresi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran STAD dan mengetahui seberapa besar peningkatan hasil keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA 3 pada materi sistem ekskresi dengan menggunakan model STAD. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Cisaat tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 40 siswa, 29 perempuan dan 11 laki-laki. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, menggunakan metode deskriptif analitik model untuk mengetahui proses pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division), peningkatan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Division) dapat meningkatkan nilai tes peserta didik, dapat meningkatkan jumlah peserta didik yang mencapai KKM. Prosentase aktifitas siswa tertinggi pada siklus 1 sebesar 20% sedangkan pada siklus 2 ada peningkatan sebesar 30%, sebagian besar masih harus ditingkatkan lagi aktivitas nya. Nilai hasil tes dari siklus pertama ke siklus kedua terdapat peningkatan. Pada siklus pertama diperoleh hasil tes tertinggi 72,75 sedangkan pada siklus kedua diperoleh nilai 87. Nilai tes mengalami kenaikan dari siklus pertama ke siklus ke dua, baik rata-rata nilai maupun jumlah peserta didik yang mencapai KKM. Pada siklus pertama rata-rata 77,5% peserta didik yang nilai hasil tesnya sudah mencapai KKM, berarti 22,5% belum mencapai KKM. Pada siklus kedua peserta didik yang nilai hasil tes sudah mencapai KKM adalah 87,5%, dan 12,5% belum mencapai KKM. Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada mata pelajaran Biologi dapat meningkatkan keterampilan proses sains aktivitas dan hasil tes peserta didik kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Cisaat semester genap tahun 2019.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BOARD GAME MATEMATIKA KELAS VIII SEMESETER 1 KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 48 JAKARTA DANANG HADI NUGROHO
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.953 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.720

Abstract

The development of the world of technology at this time has an influence and impact. The objectives of this research are (1) To produce a board game media product for mathematics, the subject matter of semester 1 of the 2013 curriculum for class VIII students of SMP Negeri 48 Jakarta. (2) To determine the effectiveness of the board game media product, the subject matter of the first semester of the 2013 curriculum for class VIII students of SMP Negeri 48 Jakarta. The development model used is the Research and Development (R&D) model because R&D development has more systematic and detailed steps at each stage. The data analysis technique in this study used a questionnaire, structured interviews and tests to determine the feasibility of the media. To determine the level of effectiveness using the t test analysis technique while for the feasibility of the Guttman analysis technique. The product feasibility data is determined through the analysis of the results of the validation of the material expert 100% which is included in the very good category, the media expert is 93.33% which is also included in the very good category, the learning design expert is 87.5% which is included in the very good category. good, the expert of the accompanying material is 95% which is included in the very good category. The trials that were carried out were both individual trials assessed that 91.11% was included in the very good category, small group trials assessed 83.33%, while large group trials were 94.4% and all were included in the very good category. From all the assessments and categories that have been assessed, it can be concluded that the development of a mathematical board game for the first semester of the 2013 curriculum for class VIII students of SMP Negeri 48 Jakarta, is suitable for use by students. and media experts as well as individual product trials, small groups, and large groups get a very good category, so that the board game media is feasible to be applied in learning mathematics, the subject matter of semester 1 class VIII curriculum 2013 in everyday life. Meanwhile, the results of the t-test data analysis and the researcher can conclude that the average result of the posttest trial is 83.52, which is higher than the average result of the pre-test, which is 56.17. Through the t-test calculation, it is known that the t-count result is 15.337. In addition, based on testing using a significant level of 5% db = 34-1 = 33, it was obtained ttable = 2.034. So the researcher can conclude that tcount is greater than ttable, namely 15.337 > 2.034. So that there is a significant difference between the pre-test and post-test and it can be concluded that the board game media is effectively used in learning mathematics for the first semester of the 2013 curriculum for class VIII students of SMP Negeri 48 Jakarta. ABSTRAKPerkembangan dunia teknologi pada saat ini memberikan pengaruh serta dampak yang Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menghasilkan produk media board game matematika materi pokok semester 1 kurikulum 2013 untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 48 Jakarta. (2) Mengetahui keefektifan produk media board game matematika materi pokok semester 1 kurikulum 2013 untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 48 Jakarta. Model pengembangan yang digunakan adalah model Reseach and Development (R&D) karena pengembangan R&D memiliki langkah-langkah yang lebih sistematis dan terperinci disetiap tahapannya. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan angket, wawancara terstruktur dan tes untuk mengetahui kelayakan media. Untuk mengetahui tingkat efektifitas menggunakan teknik analisis uji t sedangkan untuk kelayakan teknik analisis guttman. Data kelayakan produk yang dihasilkan, ditentukan melalui analisis hasil validasi ahli materi 100% yang termasuk dalam kategori sangat baik, ahli media yaitu 93,33% dimana juga termasuk dalam kategori sangat baik, ahli desain pembelajaran yaitu 87,5% yang termasuk dalam kategori sangat baik, ahli bahan penyerta yaitu 95% yang termasuk dalam kategori sangat baik. Uji coba yang dilakukan baik uji coba perorangan menilai 91,11% termasuk dalam kategori sangat baik, uji coba kelompok kecil menilai 83,33%, sedangkan uji kelompok besar 94,4% dan semua termasuk dalam kategori sangat baik. Dari semua penilaian dan kategori yang sudah dinilai maka dapat disimpulkan bahwa Pengembangan board game matematika materi pokok semester 1 kurikulum 2013 untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 48 Jakarta, layak untuk digunakan oleh peserta didik. dan ahli media serta uji coba produk perorangan, kelompok kecil, hingga kelompok besar mendapatkan kategori yang sangat baik, sehingga media board game layak untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika materi pokok semester 1 kelas VIII kurikulum 2013 dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan hasil analisis data uji t dan peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil rata-rata uji coba posttest yaitu 83,52 lebih tinggi dibandingkan dengan hasil rata-rata pre-test yaitu 56,17. Melalui perhitungan uji t diketahui hasil thitung sebesar 15,337. Selain itu, berdasarkan pengujian menggunakan taraf signifikan 5% db = 34-1 = 33 diperoleh ttabel = 2,034. Jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel yaitu 15,337 > 2,034. Sehingga terjadi perbedaan yang signifikan antara pre-test dan post-test dan dapat disimpulkan bahwa media board game efektif digunakan pada pembelajaran matematika materi pokok semester 1 kurikulum 2013 untuk peserta didik kelas VIII SMP Negeri 48 Jakarta.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTS PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGIEMPAT UCI NURHAYATI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.115 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.721

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in students' mathematics learning outcomes who were taught using the STAD learning model and the TGT learning model on triangles and quadrilaterals (In Grade VII Even Semester 2014-2015 Academic Year at SMP Muhammadiyah 31 East Jakarta). The method used is the experimental method. The material tested is about triangles and quadrilaterals. Before being used to collect respondent data, a test test was carried out first and the validity was calculated using the Biserial Point Correlation (rpbis). Calculation of the validity of the instrument on triangle and quadrilateral material obtained 26 valid questions and 14 invalid questions, while the reliability was calculated with KR-20 which was 0.948. It means that the reliability is high. Based on the calculations obtained data that the average student learning outcomes through the STAD learning model has an average of 61.70 standard deviations, 11.06 medians, 64.6 and the mode is 61. Furthermore, the TGT learning model has an average of 71.84 standard deviations of 12, 01 median 78 and mode 64. Hypothesis testing using t-test is obtained t = 2.98 at a significant level of 0.05 and dk = 46 t = 1.67 because t t is 2.98 1.67 so it can be concluded that there are differences in the mathematics learning outcomes of students who are taught using the STAD learning model and the TGT learning model in solving problems on triangle and quadrilateral material. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang diajarkan menggunakan model pembelajaran STAD dan model pembelajaran TGT pada materi segitiga dan segiempat (Di kelas VII Semester Genap Tahun Pelajaran 2014-2015 Di SMP Muhammadiyah 31 Jakarta Timur). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Materi yang diujikan tentang materi segitiga dan segiempat. Sebelum dipergunakan untuk mengambil data responden dilakukan terlebih dahulu uji coba soal dan dihitung validitasnya dengan Korelasi Point Biserial (rpbis). Perhitungan validitas instrument pada materi segitiga dan segiempat diperoleh 26 soal yang valid dan 14 soal yang tidak valid sedangkan reliabilitasnya dihitung dengan KR-20 yaitu 0,948. Berarti reliabelitas tergolong tinggi. Berdasarkan perhitungan diperoleh data bahwa rata-rata hasil belajar siswa melalui model pembelajaran STAD memiliki rata-rata 61,70 simpangan baku 11,06 median 64,6 serta modusnya 61. Selanjutnya model pembelajaran TGT memiliki rata-rata 71,84 simpangan baku 12,01 median 78 serta modusnya 64. Uji hipotesis menggunakan uji-t di peroleh t = 2,98 pada taraf signifikan 0,05 dan dk = 46 t = 1,67 karena t ? t yaitu 2,98 ? 1,67 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika peserta didik yang diajarkan menggunakan model pembelajaran STAD dan model pembelajaran TGT dalam menyelesaikan soal-soal pada materi segitiga dan segiempat.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MELALUI MODEL QUICK ON THE DRAW MONICA KHOIRUNNISA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.317 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.735

Abstract

This research is a Classroom Action Research with two analytical techniques, namely qualitative analysis and descriptive statistical analysis to analyze students' interest in learning and mathematical problem solving abilities. Interest in learning is an individual's interest in a process that produces changes in behavior, meanwhile, mathematical problem solving ability is the ability to be able to solve questions or problems in everyday life. The quick on the draw model is a learning to master material concepts that can increase students' enthusiasm and enthusiasm in learning because of teamwork and speed through question cards and question sets. Based on the results of research and discussion, it is known that the quick on the draw model can increase learning interest and mathematical problem solving ability with two cycles. The results of the average percentage of teacher activity observation sheets increased by 16.18% which in the first cycle was 75.98% to 92.16% in the second cycle. Then, the results of the average percentage of student activity observation sheets increased by 19.12% from 72.55% in the first cycle to 91.67% in the second cycle. In addition, the problem solving ability also increased by 26.54% from 40.88% in the first cycle to 67.42% in the second cycle. ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan dua teknik analisis, yaitu analisis kualitatif dan analisis statistik deskriptif untuk menganalisis minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Minat belajar merupakan ketertarikan individu dalam suatu proses yang menghasilkan perubahan tingkah laku, sedangkan, kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan untuk dapat menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan atau masalah dalam kehidupan sehari-hari. Model quick on the draw merupakan suatu pembelajaran untuk menguasai konsep-konsep materi yang dapat meningkatkan antusiasme dan semangat siswa dalam belajar karena adanya suatu kerja tim dan kecepatan melalui adanya kartu soal dan set pertanyaan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui jika model quick on the draw dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis dengan dua siklus. Hasil rata – rata prosentase lembar observasi aktivitas guru meningkat sebesar yang pada siklus I sebesar menjadi di siklus II. Kemudian, hasil rata – rata prosentase lembar observasi aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar yang awalnya di siklus I menjadi di siklus II. Selain itu, kemampuan pemecahan masalahnya juga meningkat dari di siklus I menjadi di siklus II.
PENGGUNAAN MEDIA MADDING UNTUK MENGASAH KEMAMPUAN KOGNITIF PESERTA DIDIK PADA MATERI KONSEP PERDAGANGAN INTERNASIONAL DIAH ARUMSASI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.91 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.736

Abstract

The research objectives of this class are: (1) to describe the learning process using the Inquiry Learning Model to improve the Cognitive Ability of the International Trade Concept Students of Class XI Social Sciences 2. (2) to describe how much the students' increase in the cognitive ability of the international trade concept is indicated by the value of the results. student learning using the Inquiry Learning Model for Class XI Social Sciences 2. (3) Describing behavioral changes that accompany cognitive abilities or understanding the concept of International Trade is too broad and often updated with regard to International Trade information related to the condition of the country in society, by using Inquiry Learning Model for Class XI Social Sciences 2 Students using the Inquiry Learning Model for Class XI Social Sciences 2 Students. SMA N 2 Mranggen. Based on the results of the study, it is known that the average score for the Daily Test which is used as the Pre-Cycle is 38.43, only 1 student has completed the KKM, the average score for Cycle 1 which is used as the Pre-Cycle is 43.14 with 1 student who completes KKM, the average value for Cycle 2 which is used as Pre-Cycle is 59.71 with 21 students who complete the KKM. Thus, the average daily test for both Pre-Cycle, Cycle 1 and Cycle 2 continues to increase with the number of each student. above the KKM has increased. In addition, non-test results also showed a change in behavior for the better in terms of motivation and interest in reading. Students show better responses and activities starting from Pre-Cycle, Cycle I and Cycle II. It can be seen that there is an increase in each step / cycle, which shows things that show success in the application of learning models and media madding in learning economics of the basic competencies of International Trade. ABSTRAKTujuan Penelitian Kelas ini yaitu: (1) Mendeskripsikan Proses Pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Inquiry untuk meningkatkan Kemampuan Kognitif Konsep Perdagangan Internasional Peserta Didik Kelas XI IPS 2. (2) Mendeskripsikan Seberapa banyak Peningkatan Peserta didik Kemampuan Kognitif Konsep Perdagangan Internasional yang ditunjukkan oleh nilai hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Inquiry pada Peserta Didik Kelas XI IPS 2. (3) Mendeskripsikan perubahan perilaku yang menyertai peningkatan kemampuan kognitif atau pemahaman Konsep Perdagangan Internasional terlalu luas dan seringkali update berkaitan dengan informasi Perdagangan Internasional berkaitan dengan kondisi negara di masyarakat, dengan menggunakan Model Pembelajaran Inquiry pada Peserta Didik Kelas XI IPS 2. SMA N 2 Mranggen, (4) Mendeskripsikan perubahan perilaku yang menyertai peningkatan motivasi belajar dan membaca yang kurang untuk memahami materi Perdagangan Internasional ini dengan menggunakan Model Pembelajaran Inquiry pada Peserta Didik Kelas XI IPS 2. SMA N 2 Mranggen. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui Nilai Rata - rata untuk Ulangan Harian yang dijadikan sebagai Pra Siklus adalah 38,43, hanya 1 siswa yang tuntas KKM, Nilai Rata - rata untuk Siklus 1 yang dijadikan sebagai Pra Siklus adalah 43,14 dnegan 1 siswa yang tuntas KKM, Nilai Rata - rata untuk Siklus 2 yang dijadikan sebagai Pra Siklus adalah 59,71 dengan 21 siswa yang tuntas KKM dengan demikian untuk rata - rata ulangan harian baik Pra Siklus, Siklus 1 dan Siklus 2 tetap mengalami peningkatan dengan jumlah masing – masing siswa yang diatas KKM mengalami peningkatan. Selain itu hasil non tes juga menunjukkan adanya perubahan perilaku menjadi lebih baik dalam hal motivasi dan minat baca. Peserta didik menunjukkan respon dan aktivitas yang lebih baik dimulai dari Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II. Dapat dilihat bahwa ada peningkatan pada setiap step / siklusnya, dimana memperlihatkan hal yang menunjukkan keberhasilan dalam penerapam model pembelajaran dan media madding dalam pembelajaran ekonomi kompetensi dasar Perdagangan Internasional ini.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN KETERAMPILAN MEMBACA AL QUR’AN MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY KELAS IX – F DI SMP NEGERI 2 TARAKAN MARWAH MARWAH
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.884 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.737

Abstract

In general, each student has different abilities, characteristics, characteristics, and even behavior, this has become sunnatullah so that between them there are advantages and disadvantages, with differences and diversity of abilities there must be differences in academic and non-academic fields, including in terms of interests and skills. In learning Islamic Religious Education, there is one indicator and learning goal that must be achieved by students, which must be able to read verses or suras in the Qur'an properly and correctly. able or less able in terms of reading the Qur'an properly and correctly. To overcome this, there must be appropriate and fast steps that will be taken by the author so that students can be enthusiastic and motivated in participating in learning, especially learning to read the suras in the Qur'an, so that learning objectives can be achieved properly. The first step to be taken is to make improvements to the Learning Implementation Plan (RPP) through the implementation of lesson study activities. In Lesson Study activities. There are three stages that are carried out, namely the PLAN stage (planning), DO stage (implementing), and the SEE stage (reflection), these three stages are carried out simultaneously in 1 cycle, and are carried out continuously. Lesson Study is an effective way to improve the learning process, which can improve student learning outcomes. ABSTRAKPada umumnya setiap peserta didik memiliki kemampuan, karakteristik, ciri, bahkan tingkah laku yang berbeda,hal ini sudah menjadi sunnatullah sehingga diantara mereka terdapat kelebihan dan kekurangan, dengan adanya perbedaan dan keragaman kemampuan pasti ada perbedaan di bidang akademik dan non akademik, termasuk dalam hal minat dan keterampilan. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, ada salah satu indicator dan tujuan pembelajaran yang harus di capai oleh peserta didik untuk bisa membaca ayat-ayat al Qur’an dengan baik dan benar. Berdasarkan pengamatan, diantara peserta didik masih ada yang tidak bisa atau kurang mampu dalam hal membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Untuk mengatasi hal itu, harus ada langkah tepat dan cepat yang akan di lalukan oleh penulis agar peserta didik bisa semangat dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran, khususnya belajar membaca ayat –ayat Al Qur’an, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Langkah pertama yang akan di lakukan yaitu mengadakan perbaikan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran( RPP) melalui penerapan kegiatan lesson Study. Dalam kegiatan Lesson Study ada tiga tahap yang akan di lakukan, yaitu tahap PLAN (merencanakan), tahap DO (melaksanakan), dan tahap SEE (refleksi), ke tiga tahap ini di lakukan sekaligus dalam 1 siklus, dan di laksanakan secara berkelanjutan. Lesson Study merupakan salah satu cara yang efektif untuk memperbaiki proses pembelajaran yang bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik.
IMPLEMENTASI STRATEGI GUIDED TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN MATERI TALKING ABOUT SELF PADA SISWA KELAS X AKUNTANSI DAN KEUANGAN LEMBAGA GIARTI GIARTI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.033 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.749

Abstract

Every time they teach, teachers need to make teaching preparations in order to carry out part of the monthly plan and annual plan. The preparation contains the objectives of teaching, the subject to be taught, teaching methods, learning materials, teaching aids and evaluation techniques used. Therefore, every teacher must understand correctly about the purpose of teaching, specifically choosing and determining teaching methods according to the objectives to be achieved, how to choose, determine and use teaching aids, how to make tests and use them, and knowledge of evaluation tools. The research objectives to be obtained are: (a) To reveal the effect of the Guided Teaching Strategy Method on the ability to speak using English. (b) To reveal the Guided Teaching Strategy Method on the motivation to learn English. This research uses three rounds of action research. Each round consists of four stages, namely: design, activities and observations, reflection, and revision. The targets of this study were students of Class X. The data obtained were in the form of formative test results, observation sheets for teaching and learning activities. From the results of the analysis, it was found that student achievement increased from cycle I to cycle III, namely, cycle I (66%), cycle II (74%), cycle III (89%). The conclusion of this study is that the combination of the lecture method with the work group can have a positive effect on the achievement and learning motivation of Class X Accounting and Financial Institutions 1st Academic Year 2018/2019, and this learning model can be used as an alternative to learning English. ABSTRAKSetiap akan mengajar, guru perlu membuat persiapan mengajar dalam rangka melaksanakan sebagian dari rencana bulanan dan rencana tahunan. Dalam perisiapan itu sudah terkandung tentang, tujuan mengajar, pokok yang akan diajarkan, metode mengajar, bahan pelajaran, alat peraga dan teknik evaluasi yang digunakan. Karena itu setiap guru harus memahami benar tentang tujuan mengajar, secara khusus memilih dan menentukan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, cara memilih, menentukan dan menggunakan alat peraga, cara membuat tes dan menggunakannya, dan pengetahuan tentang alat-alat evaluasi. Tujuan penelitian yang hendak diperoleh adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Metode Strategi Guided Teaching terhadap kemampuan berbicara menggunakan Bahasa Inggris. (b) Untuk mengungkap Metode Strategi Guided Teaching terhadap motivasi belajar Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas X Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66%), siklus II (74%), siklus III (89%). Simpulan dari penelitian ini adalah gabungan metode ceramah dengan kelompok kerja dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa kelas x Akuntansi dan Keuangan Lembaga 1 Tahun Pelajaran 2018/2019, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Bahasa Inggris.
PENGARUH YOUTUBE TERHADAP MINAT BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP BIOLOGI PADA PESERTA DIDIK KELAS X IPA DI SMAN 1 CIAMPEL SITI NUR MULYANINGSIH
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.622 KB) | DOI: 10.51878/teacher.v1i2.764

Abstract

The aim of the study is to determine an influence of the youtube on students' learning interest and the understanding of biology concept of the students in Class X IPA at SMAN 1 Ciampel. This research activity was carried out online. The research subjects were students of SMAN 1 Ciampel and the sample used were 30 students of 2020 academic year. The instrument used was a questionnaire of the youtube as a media of learning and documentations. The experiments result that youtube is one of the media on students' learning interest and understanding of the concepts. Youtube as a media of learning has a very strong effects to get knowledges and many informations ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh youtube sebagai media belajar terhadap minat belajar dan pemahaman konsep biologi pada peserta didik kelas X IPA di SMAN 1 Ciampel. Kegiatan penelitian ini dilakukan secara online. Subjek penelitiannya adalah peserta didik SMAN 1 Ciampel dan sampel yang digunakan berjumlah 30 orang peserta didik tahun ajaran 2020. Instrumen yang digunakan adalah angket minat belajar menggunakan youtube sebagai media dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa youtube merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar dan pemahaman konsep biologi. YouTube sebagai media pembelajaran sangat kuat berpengaruh untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan banyak informasi lainnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 15