Education and Counseling Journal
Jurnal consilium adalah jurnal bidang pendidikan dan konseling untuk semua jenjang pendidikan yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi (PT). jurnal consilium merupakan cerminan aspirasi guru-guru di SD – SMA yang membutuhkan jurnal pendidikan dan juga konseling, jurnal ini mewadahi segala bentuk penelitian yang diharapkan mampu memberikan publikasi kepada masyarakat luas.
Articles
25 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET"
:
25 Documents
clear
EFEKTIFITAS PENILAIAN RANAH AFEKTIF OLEH GURU BIMBINGAN KONSELING PADA SISWA SMP NEGERI 1 SUBOH TAHUN PELAJARAN 2017/2018 MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU
bambang suyono
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.816 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1548
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Efektifitas Penilaian Ranah Afektif Oleh Guru Bimbingan Konseling Pada Siswa SMP Negeri 1 Suboh Tahun Pelajaran 2017/2018 Menggunakan Media Buku Saku”. simpulan bahwa penggunaan buku saku di SMP Negeri 1 Suboh Situbondo memiliki segudang manfaat, terlebih pada guru layanan bimbingan konseling. Bentuk manfaat atau efektivitas dan efisiensi yang diperloreh antara lain : menghemat waktu dalam melakukan penilaian ranah afektif pada siswa, memiliki bukti otentik sebagai dasar pemberian nilai afektif pada siswa, serta dapat mengajak wali siswa berpartisipasi aktif untuk mengontrol aktivitas siswa selama di sekolah melalui catatan yang tertuang dalam buku saku. Lebih jauh manfaat yang dirasakan adalah dapat meminimalisir atau menlakukan pencegahan awal terjadinya kenakalan remaja. Dari penjelasan singkat tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan buku saku di SMP Negeri 1 Suboh Situbondo sangat efektif untuk memberikan penilaian khususnya ranah afektif oleh guru bimbingan dan konseling.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TALKING CHIPS SISWA KELAS VII-A SEMESTER I MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 2 KENDIT PADA TAHUN PELAJARAN 2018/2019
vita dewi andriastuti
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.495 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1627
Talking Chips termasuk salah satu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran ini dilakukan dengan siswa dilibatkan dalam kelompok dengan memberikan komentar tentang masalah yang diajukan oleh guru. Kelebihan dari Model Pembelajaran Talking Chips yaitu menguji kesiapan siswa, melatih membaca dan memahami dengan cepat dan agar lebih giat belajar (belajar dahulu). siswa mampu mengorganisasikan kelas dan dapat menjelaskan point-point penting dalam materi dan mengajukan serta menjawab pertanyaan yang berbeda sehingga dapat ditarik kesimpulan berdasarkan pertanyaan yang telah dibahas bersama dengan guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat diuraiakan bahwa Bagaimakah meningkatkan hasil belajar melalui Model Pembelajaran Talking Chips Siswa Kelas VII-A Semester I Mata Pelajaran IPA Perubahan Fisika dan kimia di SMP Negeri 2 Kendit Pada Tahun Pelajaran 2018/2019?. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK dengan berkolaborasi dengan guru yang dilakukan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil pembahasan dari bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: Peningkatan hasil belajar siswa mencapai persentase sebesar 69% pada siklus 1 meningkat 25% menjadi 94% pada siklus 2 melalui Model Pembelajaran Talking Chips Siswa Kelas VII-A Semester I Mata Pelajaran IPA Perubahan Fisika dan kimia di SMP Negeri 2 Kendit Pada Tahun Pelajaran 2018/2019.
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH INDONESIA MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS XII AK3 POKOK BAHASAN UPAYA BANGSA INDONESIA MENGHADAPI ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSASMK NEGERI 1 PANJI SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2017/2
dian agustina
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.134 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1558
Berdasarkan hasil observasi di SMK Negeri 1 Panji Situbondo khususnya siswa Kelas XII AK-3 hasil pembelajaran masih dibawah rata-rata. Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang menunjukkan bahwa pembelajaran di SMK Negeri 1 Panji Situbondo khususnya siswa Kelas XII AK3 masih di bawah rata-rata hasil belajarnya. Hal ini disebabkan karena (1) Guru jarang membentuk kelompok bahkan tidak pernah menggunakan model-model pembelajaran yang bervariasi sehingga membuat siswa terkesan bosan, (2) kurang adanya diskusi antara siswa dengan guru sehingga dalam kelas terasa hening dan kaku, (3) materi yang diajarkan kurang mengacu pada pengalaman siswa, guru masih menggunakan teks book dalam mengajar, (4) guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan penerapannya sendiri, (5) dalam membentuk kelompok kurang heterogen dalam memilih anggota kelompok. Berdasarkan uraian latar belakang, masalah penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: Bagaimanakah upaya meningkatkan motivasi belajar sejarah Indonesia melalui metode group investigation pada siswa Kelas XII AK3 pokok bahasan upaya bangsa indonesia menghadapi ancaman disintegrasi bangsa SMK Negeri 1 Panji semester genap tahun ajaran 2017/2018? dan Bagaimanakah upaya meningkatkan prestasi belajar sejarah Indonesia melalui metode group investigation pada siswa Kelas XII AK3 pokok bahasan upaya bangsa indonesia menghadapi ancaman disintegrasi bangsa SMK Negeri 1 Panji semester genap tahun ajaran 2017/2018? Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK dengan berkolaborasi dengan guru yang ditetapkan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: Upaya meningkatkan motivasi belajar sejarah Indonesia mencapai 24% melalui metode group investigation pada siswa Kelas XII AK3 pokok bahasan upaya bangsa indonesia menghadapi ancaman disintegrasi bangsa SMK Negeri 1 Panji semester genap tahun ajaran 2017/2018. Upaya meningkatkan prestasi belajar sejarah Indonesia mencapai 22% melalui metode group investigation pada siswa Kelas XII AK3 pokok bahasan upaya bangsa indonesia menghadapi ancaman disintegrasi bangsa SMK Negeri 1 Panji semester genap tahun ajaran 2017/2018.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SURAH AL-FIIL MELALUI METODE JIBRIL MATA PELAJARAN AGAMA KELAS V SEMESTER 1 SD NEGERI 2 TRIBUNGAN MLANDINGAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020
asmawi asmawi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.692 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1543
Seperti kasus pada SD Negeri 2 Tribungan Mlandingan . Peneliti memperoleh hasil observasi peneliti bahwa kemampuan menghafal siswa masih rendah untuk surat juz amma di SD Negeri 2 Tribungan Mlandingan disebabkan siswa menghafal satu surat namun jika ditanyakan atau diulang kembali siswa lupa maka perlu adanya metode yang mampu memberikan solusi masalah tersebut. Dari 10 siswa terdapat 50% atau 5 siswa yang kurang mampu membaca surah Al-fiil. Hasil belajar hanya diukur dari tes.. Racangan penelitian PTK. Desain penelitian dengan 4 tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data observasi, tes, dokumentasi dan wawancara. Analisis data deskriptif kualititatif. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: penerapan Metode Jibril dalam meningkatkan kemampuan membaca surah Al-fiil mata pelajaran Agama kelas V Semester 1 SD Negeri 2 Tribungan Mlandingan tahun pelajaran 2019/2020 dan penerapan Metode Jibril dapat meningkatkan kemampuan membaca surah Al-fiil sebesar 22% mata pelajaran Agama kelas V Semester 1 SD Negeri 2 Tribungan Mlandingan tahun pelajaran 2019/2020.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TRUE OR FALSE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS PADA PESERTA DIDIK KELAS IX SEMESTER 1 DI SMP NEGERI 5 PANJI TAHUN PELAJARAN 2021/2022
dassucik dassucik
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.278 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1722
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Pembelajaran true or false dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Subjek penelitan peserta didik kelas IX sebanyak 30 peserta didik. Seorang guru IPS dan seorang pengamat. Data yang dikumpulkan meliputi hasil belajar peserta didik, hasil observasi guru, hasil observasi peserta didik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi 4 (empat) tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% peserta didik memperoleh nilai ≥ 70. Hasil penelitian persentase aktivitas yang dicapai 76 %, sedangkan siklus 1 (Pertemuan Ke-2) skor persentase yang dicapai 77 %. Aktivitas peserta didik pada siklus 1 meningkat 1%. Pada siklus 2 (Pertemuan Ke-1) persentase aktivitas yang dicapai 88 %, sedangkan siklus 2 (Pertemuan Ke-2) persentase aktivitas yang dicapai 90%. Hal ini membuktikan bahwa dengan penerapan metode pembelajaran true or false dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dari beberapa indikator yang diamati. Hasil belajar peserta didik pada siklus I belum menunjukkan hasil secara klasikal karena peserta didik yang tuntas 24 peserta didik atau 80 % dari 30 pada siklus 1. Ini menunjukkan bahwa peserta didik kelas IX kurang antusias sekali dalam pembelajaran masih kurang dari 85% sehingga perlu diadakan siklus II. Berdasarkan siklus II ada peningkatan 7% sehingga persentase pada siklus II mencapai 87% ada peningkatan hasil belajar peserta didik dibandingkan siklus I sebesar 7 %.
UPAYA MEMPERTAHANKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL BLENDED LEARNING SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 1 PANARUKAN TAHUN PELAJARAN 2020/2021
awal ismo wahed
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.156 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1617
Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel melalui Model Blended Learning kelas VII-A SMP Negeri 1 Panarukan Tahun Pelajaran 2020/2021? Dan Apakah Model Blended Learning dapat meningkatkan prestasi belajar pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Panarukan Tahun Pelajaran 2020/2021?Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK dengan berkolaborasi dengan guru yang ditetapkan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil penelitian Penerapan model blended learning pada materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel pada siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Panarukan dapat meningkatkan pemahaman siswa, adapun penerapan model blended learning adalah sebagai berikut: 1) Siswa mengamati dan mengidentifikasi masalah terkait materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel, 2) Siswa membuat pertanyaan terkait materi persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel, 3) Siswa mengumpulkan data, 4) Siswa mengasosiasi dengan menganalisis data, dan 5) Siswa membuat kesimpulan. Pembelajaran menggunakan model blended learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VII-A SMP Negeri 1 Panarukan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang dapat diketahui dari indikator keberhasilan yang berupa nilai hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa sebelum diterapkannya tindakan adalah 64,29 yang berada pada kriteria kurang, sedangkan pada tes akhir siklus I adalah 69,64 yang berada pada kriteria cukup. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 5,35. Dan pada tes akhir siklus II nilai rata-rata hasil belajar adalah 76,07 dan berada pada kriteria baik. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,43.
UPAYA MEMPERKENALKAN KONSEP MODEL PEMBELAJARAN PADA GURU SD NEGERI 1 SELOMUKTI MLANDINGAN SITUBONDO GUNA PENINGKATAN MUTU DI SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2019/2020
titiek utami
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.755 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1549
SD Negeri 1 Selomukti Mlandingan Situbondo, faktor penyebabnya adalah kebanyakan guru-guru kurang menguasai pembelajaran dan ketrampilan penggunaan media serta sumber belajar yang ada sehingga pembelajaran yang mereka laksanakan masih didominasi dengan cara mentrasfer dari pada menciptakan pembelajaran yang memberi kesempatan siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya. Berdasarkan uraian latar belakang, masalah penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: Bagaimanakah memperkenalkan konsep model pembelajaran pada guru SD Negeri 1 Selomukti Mlandingan Situbondo guna peningkatan mutu di sekolah tahun pelajaran 2019/2020? dan Bagaimanakah setelah mengetahui konsep model pembelajaran pada guru SD Negeri 1 Selomukti Mlandingan Situbondo guna peningkatan mutu di sekolah tahun pelajaran 2019/2020? Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: Pelatihan Model Pembelajaran dapat memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan dan kinerja guru dalam menyususun, mendesain dan menggunakan model pembelajaran pada wilayah sekolah SD Negeri 1 Selomukti Mlandingan Situbondo. Peningkatan kemampuan dan kinerja guru dalam menyususun, mendesain dan menggunakan model pembelajaran berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika siswa pada wilayah SD Negeri 1 Selomukti Mlandingan Situbondo dan Guru memberikan respon sangat positif terhadap kegiatan penyusuan model pembelajaran melalui workshop pelatihan model Pembelajaran. Dengan demikian kegiatan workshop memberikan dampak positif terhadap kinerja guru dalam menyusun model pembelajaran.
HUBUNGAN METODE PEMBELAJARAN DENGAN MINAT BELAJAR SISWA DI MTS SARJI AR RASYID TAHUN PELAJARAN 2021/2022
irma noervadila
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1167.624 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1631
Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan metode pembelajaran dengan minat belajar siswa Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian siswa di MTs Sarji Ar rasyid. Hasil angket berupa data kuantitatif yang kemudian dianalisis. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan metode pembelajaran dengan minat belajar siswa. Dari hasil analisis angket didapat dua subjek penelitian yaitu subjek dengan minat belajar tinggi (ST) dan subjek dengan minat belajar rendah (SR). Pada ST diketahui bahwa ia memiliki minat belajar tinggi dibuktikan dengan ST datang ke sekolah sesuai dengan peraturan sekolah. ST menyukai pelajaran IPS sehingga ST suka mengerjakan tugas dan tidak pernah membolos pada saat jam pembelajaran IPS. Hasil penelitian menujukkan bahwa hubungan antara metode pembelajaran dengan minat belajar siswa adalah positif, artinya semakin baik metode pembelajaran maka minat belajar siswa semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena dengan metode pembelajaran yang jelas dan tearah akan menentukan keberhasilan proses belajar mengajar dan minat belajar siswa akan tinggi sehingga siswa dapat berperan aktif ketika mengikuti mata pelajaran IPS.
MENINGKATKAN PRESTASI DAN MINAT BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN MASTERY LEARNING SISWA KELAS VI SEMESTER I DI SD NEGERI 2 KALIREJO SUMBERMALANG PADA TAHUN PELAJARAN 2018/2019
rumiati rumiati
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.657 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1609
Berdasarkan observasi di SD Negeri 2 Kalirejo Sumbermalang selama ini, sebagian besar siswa kelas VI mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal Perpangkatan. Hal ini dapat dibuktikan dengan rendahnya hasil belajar siswa, baik dilihat dari nilai hasil ulangan maupun tes sumatif. Nilai sumatif kelas VI di SD Negeri 2 Kalirejo Sumbermalang Tahun Pelajaran 2018/2019, rata-rata yang diperoleh lebih rendah jika dibanding rata-rata mata pelajaran lain. Diharapkan dengan pengalaman guru melalui Pendekatan mastery learning hasil belajar siswa dapat ditingkatkan sehingga mencapai KKM sebesar 70. Berdasarkan uraian latar belakang, masalah penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: Bagaimanakah peningkatan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika melalui penerapan Pendekatan mastery learning siswa Kelas VI Semester I di SD Negeri 2 Kalirejo Sumbermalang Pada Tahun Pelajaran 2018/2019? dan Bagaimanakah peningkatkan Minat Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika melalui penerapan Pendekatan mastery learning siswa Kelas VI Semester I di SD Negeri 2 Kalirejo Sumbermalang Pada Tahun Pelajaran 2018/2019? Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: Ada peningkatan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika melalui penerapan Pendekatan mastery learning siswa Kelas VI Semester I di SD Negeri 2 Kalirejo Sumbermalang Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 mencapai 57% pada prasiklus meningkat 11% sehingga mencapai 68% siklus I meningkat 21% sehingga mencapai 89% siklus II dan Ada peningkatan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Matematika melalui penerapan Pendekatan mastery learning siswa Kelas VI Semester I di SD Negeri 2 Kalirejo Sumbermalang Pada Tahun Pelajaran 2018/2019 mencapai 57% prasiklus meningkat 7% pda siklus I mencapai 64% dan meningkat 20% menjadi 80% siklus II.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRUCTION (PBI) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU SEMESTER I KELAS VI DI SD NEGERI 1 TRIBUNGAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020
asmiyatun asmiyatun
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 2 No 1 (2022): EDISI MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.69 KB)
|
DOI: 10.36841/consilium.v2i1.1544
Peneliti pada saat observasi kelas VI yang masih kurang mampu memahami materi dengan cepat disebabkan siswa kurang mampu untuk membaca cepat sehingga menghalangi untuk pemahaman materi. Selain itu, fenomena lain ditemukan guru kurang mampu menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif di dalam kelas. Kondisi kelas erat kaitannya dengan penggunaan metode mengajar dalam menyajikan materi. Jika dalam penyajian materi tidak menarik perhatian maka siswa mencuri sendiri hal-hal yang menyenangkan baginya, misalnya mereka bicara sendiri, melihat keluar kelas atau kelas menjadi gaduh ketika guru menyampaikan materi, sehingga ketuntasan belajar mencapai 47% atau 15 siswa yang tuntas. Ketuntasan belajar tersebut masih dibawah nilai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 75% maka perlu adanya penggunaan metode yang inovatif. Oleh karena itu guru harus pandai-pandai menggunakan metode pembelajaran saat mengajar. Berdasarkan uraian latar belakang, masalah penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: Bagaimanakah penerapan media pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS kelas VI semester 1 Di SD Negeri 1 Tribungan tahun pelajaran 2019/2020. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah PTK dengan berkolaborasi dengan guru yang ditetapkan 2 siklus. Dalam PTK ada 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data primer dengan menggunakan tes ulangan dan observasi dengan di checklist, dan data sekunder dengan wawancara. Peneliti menggunakan keharusan nilai sasaran atau KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menentukan kriteria sukses untuk menganalisis data Berdasarkan hasil penelitian pada bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: Penerapan strategi pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) dapat meningkatkan ketuntasan belajar 75% pada siklus 1 dan meningkat 19% pada siklus 2 menjadi 94% mata pelajaran IPS kelas VI semester 1 SD Negeri 1 Tribungan Tahun Pelajaran 2019/2020.