cover
Contact Name
-
Contact Email
filantropi.mazawa20@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
filantropi.mazawa20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pandawa No. 1, Pucangan, Kartasura, Central Java, Indonesia, 57168
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf
ISSN : 27235416     EISSN : 27235424     DOI : 10.22515/finalmazawa
Core Subject : Science,
Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf publishes qualified articles both conceptual and research results in islamic philanthropic studies (Zakat, Waqf, Infaq and Shodaqah).
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi" : 6 Documents clear
PENGELOLAAN FILANTROPI ISLAM DI TENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI PADA KOMUNITAS KURIR SEDEKAH) Efendi, Mansur
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.017 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.2734

Abstract

 Covid-19 pandemic which happened to most of countries have been heavily affected many sectors, especially economy. Social distancing policy in Indonesia implicated on businesses activities degression. Many companies have to do a layoff policy. Another issues also appeared when positive patients must be quarantined. Economic issues that appear during pandemics triggered many philanthropy movement in Indonesia to be founded, one of them is Komunitas Kurir Sedekah (Charity Courier Community). The appearance of Komunitas Kurir Sedekah added diversity of Islamic philanthropy movement in Indonesia. Their crowd fundind and recipients targeting program is practical, efficient and directly involving all members. With this approach, all members of community had strong sense of belonging. Meanwhile, funds distribution directed to overcome to short term and temporary humanity issues. At least, the appearance of Komunitas Kurir Sedekah capable to overcome government's temporary program's problematics. Furthermore, this community can raise community awareness to do charity during pandemics.  Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir di semua negara, telah memberikan dampak yang cukup berat pada sendi kehidupan, khususnya sektor ekonomi. Demikian halnya dengan Indonesia, kebijakan pembatasan aktivitas bagi masyarakat (social distancing) berimplikasi pada penurunan kegiatan bisnis. Beberapa perusahaan terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Persoalan lain juga nampak pada masyarakat yang dinyatakan positif dan harus dirawat serta dikarantina. Persoalan ekonomi yang muncul sebagai akibat Pandemi Covid-19, merangsang lahirnya gerakan filantropi di Indonesia, salah satunya adalah Komunitas Kurir Sedekah. Keberadaan Komunitas Kurir Sedekah menambah keragaman gerakan filantropi Islam di Indonesia. Sasaran penerima program dan penghimpunan dana dilakukan secara praktis, cepat dan melibatkan langsung anggota. Dengan pendekatan seperti ini, maka rasa kepemilikan (sense of belonging) anggota terhadap komunitas akan semakin kuat. Sedangkan penyaluran dana diarahkan pada persoalan kemanusiaan yang bersifat jangka pendek. Hadirnya Komunitas Kurir Sedekah setidaknya mampu menjawab problematika program pemerintah yang sifatnya temporer. Lebih jauh, keberadaannya juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap berbagi di tengah pandemi.
ANALISIS STRATEGI FUNDRAISING ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT DI ERA DIGITALISASI Yuliar, Ade
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.183 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3222

Abstract

Zakat potential in Indonesia is very large, but the potential has not been explored optimally. One of the challenges is how zakat institutions create innovative strategies of collecting zakat in accordance with the current millennial era. This study aims to analyze zakat fundrasing models that have been done by zakat institutions and also attempt to propose solutions to optimize zakat funding in the digital era. The results of the research formulate that digital era funding strategy must be in line with the revolutionary spirit of industry 4.0 characterized by digital-based. So far the fundraising strategy is not yet new, that is still conservative for example: not yet make the website become based on android, so website more accessible. Zakat institutions also should innovates zakat payment cooperation as online zakat (online payment or e-payment), for example cooperation through fintech and e-commerce. Suggestions and conclusions that all zakat institutions have similarities, no new strategy and zakat institutions should innovate in strategy. Potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Salah satu tantangannya adalah bagaimana lembaga zakat menciptakan strategi inovatif dalam menghimpun zakat sesuai dengan era milenial saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model-model fundrasing zakat yang telah dilakukan oleh lembaga zakat dan juga berupaya memberikan solusi untuk mengoptimalkan pendanaan zakat di era digital. Hasil penelitian merumuskan bahwa strategi pendanaan era digital harus sejalan dengan semangat revolusioner industri 4.0 yang bercirikan berbasis digital. Sejauh ini strategi fundraising masih belum baru, yaitu masih konservatif misalnya: belum menjadikan website berbasis android, sehingga website lebih mudah diakses. Lembaga zakat juga harus melakukan inovasi kerjasama pembayaran zakat sebagai zakat online (pembayaran online atau e-payment), misalnya kerjasama melalui fintech dan e-commerce. Saran dan kesimpulan bahwa lembaga zakat memiliki kesamaan,yaitu tidak ada strategi baru dan lembaga zakat harus berinovasi dalam strategi fundraising.
OPTIMALISASI FUNDRAISING ZAKAT PADA KERJASAMA INSTITUSIONAL INDONESIA MELALUI E-COMMERCE PASCA PANDEMI COVID-19 Kinanti, Risma Ayu; Imani, Safarinda; Hasanah, Mauizhotul; Asyaria, Khalwat
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.441 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3290

Abstract

Fundraising or collecting zakat is the main pillar in an institution for managing zakat, infak and alms or ZIS. The existence of ZIS will have an impact on the welfare of the community in order to alleviate poverty. So there is a need for cooperation in the Zakat Collection Unit (UPZ). One of them is the cooperation with educational institutions which will strengthen the role of higher education institutions or educational institutions for the benefit of the community through zakat funding by participating in UPZ. Fundraising zakat is very important in solving poverty, one of which is the ease of transactions, namely the development of e-commerce that is rife in society, seen from the online platform, it makes it easier for people to transact to buy or sell online during the pandemic, because they are encouraged to stay at home by imposing social distancing or lockdown. The increasing number of online e-commerce users in Indonesia has an impact on national economic growth, and the growth of e-commerce companies that have features to pay zakat online. The need for institutional synergy in zakat fundraising with e-commerce is very effective after the Covid-19 pandemic. This research uses literature studies, by collecting various references from books and several studies collected to optimize zakat funding at institutions in collaboration with e-commerce after the Covid-19 pandemic. Thus it is necessary to determine the source (communicator), message, media, target (communication), and the expected effect. Then apply Direct Fundraising and Indirect Fundraising. Fundraising atau penghimpunan zakat merupakan pilar utama dalam suatu lembaga pengelolaan zakat infak dan sedekah atau ZIS. Adanya ZIS akan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat guna mengentaskan kemiskinan. Maka perlunya kerjasama pada Unit Pengumpulan Zakat (UPZ). Salah satunya adanya kerjasama dengan instantsi pendidikan akan mejadi penguatan peran perguruan tinggi atau instansi pendidikan terhadap kemaslahatan masyarakat melalui fundrising zakat dengan ikut berpartisipasi dalam UPZ. Fundraising zakat sangat penting dalam penyelesaian kemiskinan, salah satunya kemudahan dalam bertransaksi yaitu sudah berkembang e-commerce yang marak di masyarakat, dilihat dari platform online memudahkan masyarakat dalam bertransaksi membeli atau menjual online pada masa pandemi, karena dihimbau untuk stay at home dengan memberlakukan social distancing atau lockdown. Semakin banyak penigkatan jumlah pemakai e-commerce online di Indonesia berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional, bertumbuhnya pula perusahaan e-commerce yang mempunyai fitur untuk membayar zakat online. Perlunya sinergi institusional dalam fundraising zakat dengan e-commerce sangat efektif pasca pandemi covid-19. Penelitian menggunakan studi literatur, dengan mengumpulkan berbagai refrensi dari buku dan beberapa penelitian yang dikumpulkan untuk mengoptimalkan fundrising zakat pada institusional dengan bekerjasama dengan ecommerce pasca pandemi covid-19. Dengan demikan perlu adanya penentuan sumber (komunikator), pesan, media, sasaran (komunikasi), dan efek yang diharapkan. Kemudian menerapkan Direct Fundraising dan Indirect Fundraising.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DANA WAKAF UANG DI BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) MANDIRI SEJAHTERA Rohman, Ahmad Habibur; Wardana, Guntur Kusuma
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.626 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3300

Abstract

The purpose of this research is knowing of the management cash wakaf at BMT Mandiri Sejahtera. The method used is a qualitative method with a descriptive approach. This research was conducted at BMT Mandiri Sejahtera, Karangcangkring Dukun Gresik . BMT Mandiri Sejahtera is a non-bank Islamic financial institution in the form a cooperative that combines two financial, namely Baitul Maal and the Baitul Tamwil. The results of the study indicate that the management of cash waqf is managed based on benefit and is in accordance with the value of benefits by waqf assets. The management of cash waqf that is implemented at BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik is one of which is manifested of BMT customer who have the awareness of waqf. Other then that at BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik by providing capital loans to customers of BMT Mandiri Sejahtera which results are divided 60% to be distributed the name of cash waqf, where the remaining 40% is put back in the waqf funds for inflation adjustment. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan wakaf tunai di BMT Mandiri Sejahtera. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di BMT Mandiri Sejahtera, Karangcangkring Dukun Gresik. BMT Mandiri Sejahtera adalah lembaga keuangan syariah non bank berbentuk koperasi yang menggabungkan dua keuangan, yaitu Baitul Maal dan Baitul Tamwil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf tunai dikelola berdasarkan manfaat dan sesuai dengan nilai manfaat aset wakaf. Pengelolaan wakaf tunai yang dilaksanakan di BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik salah satunya adalah wujud nasabah BMT yang memiliki kesadaran wakaf. Selain itu di BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik dengan memberikan pinjaman modal kepada nasabah BMT Mandiri Sejahtera yang hasilnya dibagi 60% untuk dibagikan atas nama wakaf tunai, dimana 40% sisanya dimasukkan kembali ke dana wakaf untuk penyesuaian inflasi.  
MODEL PENGELOLAAN WAKAF UANG DI LEMBAGA SINERGI FOUNDATION DALAM MENCAPAI SDGs (SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS) Tamimah
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.704 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3312

Abstract

This study aims to determine the management model of cash waqf in waqf institutions in achieving the SDGs (Sustainable development Goals) by using library data because this research is a library research in the form of data from books, notes and research reports from previous studies. The results show that Sinergi Foundation has implemented the distribution of cash waqf funds to contribute the sustainable development. The implication of this research is that it can be used as a guideline for waqf institutions in Indonesia to develop productive waqf fund management to reduce economic inequality and this institution can be used as a reference for the management of cash waqf funds in achieving sustainable development in Indonesia.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengelolaan wakaf uang di lembaga wakaf dalam mencapai SDGs (Sustainable Development Goals) dengan menggunakan data kepustakaan karena penelitian ini bersifat library research yaitu berupa data yang berasal dari buku, catatan mauppun laporan hasil penelitian dari penelitian terdahulu. Hasil menunjukkan bahwa Lembaga Sinergi Foundation telah mengimplementasikan penyaluran dana wakaf uang untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi lembaga wakaf yang ada di Indonesia untuk mengembangkan pengelolaan dana wakaf produktif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi dan lembaga ini dapat dijadikan acuan pengelolaan dana wakaf uang dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
SURVEI TENTANG FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPATUHAN MEMBAYAR ZAKAT DI MASA PANDEMI Aligarh, Frank
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 2 No. 1 (2021): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.273 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v2i1.3350

Abstract

The Covid 19 pandemic has slowed economic growth. The addition of the new poor and the increasing number of unemployed people made the government's burden in providing assistance even heavier. Zakat as an alternative to financial instruments is expected to be an alternative to this problem. However, the potential for zakat must be improved. The main objective of this study is to examine the determinants of zakat paying compliance. This study uses religiosity, trust, income, and gender as predictor variables. This study uses a survey method in data collection. A total of 230 questionnaires were distributed to respondents in Muslim-majority areas (namely Surakarta City), of which 198 were usable. This study uses Structural Equation Modeling to analyze data. The results show that all hypotheses are supported.   Pandemi Covid 19 telah membuat pertumbuhan ekonomi menjadi melambat. Bertambahnya orang miskin baru dan semakin banyaknya pengangguran membuat beban pemerintah dalam memberikan bantuan semakin berat. Zakat sebagai alternatif instrumen keuangan diharapkan menjadi alternatif persoalan tersebut. Walaupun demikian potensi zakat masih harus ditingkatkan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor penentu kepatuhan membayar zakat. Penelitian ini menggunakan religiusitas, kepercayaan, pendapatan, dan gender sebagai variabel prediktor. Penelitian ini menggunakan metode survei dalam pengumpulan data. Sebanyak 230 kuesioner dibagikan kepada responden di wilayah mayoritas Muslim (yaitu Kota Surakarta), dari jumlah tersebut, 198 kuesioner yang dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling untuk menganalisis data. Hasil menunjukan bahwa seluruh hipotesis terdukung.

Page 1 of 1 | Total Record : 6