cover
Contact Name
Lisnawaty
Contact Email
lisnawaty@uho.ac.id
Phone
+6285298996853
Journal Mail Official
gizidankesehatan@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu JL. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27975894     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jgki
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Progrm Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari2020. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara online e-ISSN : 2797-5894 berdasarkan SK Kepala Pusat nasional ISSN Nomor 0005.27975894/K.4/SK.ISSN/2021.06 Tanggal 11 Juni 2021 dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu gizi dan gizi kesehatan masyarakat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Kesehatan Indnesia berasal dari penelitian dalam bidang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2024):" : 9 Documents clear
GAMBARAN POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI PADA SISWI DI SEKOLAH MTSN 1 KENDARI Bahar, Hartati
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47112

Abstract

Abstrak Menurut Riskesdas Nasional (2018), prevalensi status gizi (BMI/U Z-score) pada remaja usia 16 hingga 18 tahun di Indonesia adalah: 1,4 sangat kurus, 6,7% kurus, 78,3% normal, 9,5% obesitas, dan tingkat obesitas 4,0. Pada kelompok usia 13-15 tahun di Indonesia, 1,9% mengalami gizi buruk, 6,8% kekurangan berat badan, 75,3% normal, 11,2% kelebihan berat badan, dan 4,8% mengalami obesitas. Sedangkan prevalensi status gizi pada kelompok umur 5 sampai 12 tahun sebesar 6,8% pada kelompok kurus dan 10,8% pada kelompok kelebihan berat badan. Berdasarkan data tersebut, kelompok usia 13-15 tahun memiliki prevalensi gizi buruk yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia remaja lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola konsumsi Kendari dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswa MTSN 1 Kendari. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan Populasi sebanyak 34 orang siswa yang bersedia jadi sampel dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini menggambarkan pola konsumsi siswi MTSN 1 Kendari dalam seminggu lebih sering mengonsumsi untuk lauk hewani lebih banyak dikonsumsi adalah daging ayam dan paling sedikit hati ayam. Untuk lauk nabati yang paling sering di konsumsi adalah tempe dan paling sedikit di konsumsi dalam seminggu adalah kacang-kacangan. Untuk sayur-sayuran yang paling banyak di konsumsi adalah kentang dan paling sedikit di konsumsi adalah waluh. Untuk buah-buahan yang paling banyak di konsumsi adalah manga dan yang paling sedikit adalah jambu biji dan untuk minuman yang paling banyak di konsumsi adalah teh dan paling sedikit adalah kopi. Kata kunci: Gizi, Remaja, Pola Konsumsi, Zat Besi, Pencegahan Abstract According to the National Riskesdas (2018), the prevalence of nutritional status (BMI/U Z-score) in adolescents aged 16 to 18 years in Indonesia is: 1.4 very thin, 6.7% thin, 78.3% normal, 9.5% are obese, and the obesity rate is 4.0. In the 13-15 year age group in Indonesia, 1.9% are malnourished, 6.8% are underweight, 75.3% are normal, 11.2% are overweight, and 4.8% are obese. Meanwhile, the prevalence of nutritional status in the 5 to 12 year age group was 6.8% in the underweight group and 10.8% in the overweight group. Based on this data, the 13-15 year age group has a higher prevalence of malnutrition than other adolescent age groups. Objective: To find out an overview of Kendari consumption patterns with Body Mass Index (BMI) on the MTSN 1 Kendari system. Method: This type of research is descriptive with a population of 34 students who are willing to be samples and sampling is carried out by total sampling. Results: description of the consumption patterns of MTSN 1 Kendari female students in a week who consume more often animal side dishes, chicken meat and the least chicken liver. The most frequently consumed vegetable side dish is tempeh and the least consumed in a week is nuts. The most consumed vegetables are potatoes and the least consumed are pumpkins. The fruit that is most consumed is manga and the least is guava and the drink that is most consumed is tea and the least is coffee. Keywords: Nutrition, Adolescents, Consumption Patterns, Zat Besi, Prevention
GAMBARAN STATUS GIZI IBU HAMIL PADA KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD DR.H.L.M. BAHARUDDDIN, M.KES Citra, Nikra Astriyanti; Muchtar, Febriana; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47108

Abstract

Abstrak Menurut WHO, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) —yang didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram—memiliki tingkat kematian 20 kali lebih besar daripada bayi yang lahir dengan berat lebih dari 2.500 gram. Angka kematian bayi (AKB) di seluruh dunia masih relatif tinggi, yaitu 54 per 1000 kelahiran hidup, menurut WHO. BBLR (38,94%), hipoksia neonatorum (27,97%), infeksi seperti sepsis pada bayi baru lahir (5,68%), pneumonia (5,68%), dan kelainan bawaan (4,04%) adalah penyebab utama kematian. Ditemukan 30 kasus bayi baru lahir dengan BBLR, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari surveilans awal kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Muna. Informasi tersebut dikumpulkan antara bulan Januari dan Desember 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi gizi ibu hamil di RSUD Kabupaten Muna pada tahun 2023 yang memiliki kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi penelitian deskriptif kuantitatif. Semua ibu yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dari bulan Februari hingga Desember 2022, sebanyak 30 orang, merupakan sampel penelitian. Kelompok ini dipilih dengan menggunakan metodologi total sampling. Dari 30 responden, hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 orang (63,3%) pernah mengalami anemia selama kehamilan, sedangkan hanya 11 orang (36,7%) yang tidak memiliki riwayat anemia. Kemudian, ada 17 orang (57,7%) dengan riwayat kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil, dan ada 13 orang (43,3%) ibu yang tidak memiliki riwayat tersebut. Kata kunci: Anemia; Kekurangan Energi Kronis; BBLR Abstract According to the WHO, infants with low birth weights (LBW)—defined as those who are born weighing less than 2,500 grams—have a death rate that is 20 times greater than that of infants who are born weighing more than 2,500 grams. The infant mortality rate (IMR) worldwide is still relatively high, at 54 per 1000 live births, according to the WHO. LBW (38.94%), hypoxia neonatorum (27.97%), infections such as newborn sepsis (5.68%), pneumonia (5.68%), and congenital abnormalities (4.04%) were the main causes of mortality. 30 instances of LBW newborns were discovered, according to information gathered from early surveillance of LBW incidents at the Muna District Hospital. The information was gathered between January and December of 2022. The purpose of this research is to describe the nutritional condition of expectant mothers at the Muna District Hospital in 2023 who have an LBW incidence. This study uses a cross-sectional design and a quantitative descriptive research methodology. All moms who had infants with low birth weight (LBW) from February to December 2022, up to 30 persons, comprised the study's sample. This group was selected using the total sampling methodology. Out of 30 respondents, the findings revealed that 19 (63.3%) had experienced anemia during pregnancy, whereas only 11 (36.7%) had no such history. Then, there were 17 persons (57.7%) with a history of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women, and there were 13 people (43.3%) with moms who had no such history. Keywords: Anemia; Chronic Energy Deficiency; Low Birth Weight
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, JUMLAH UANG SAKU DAN KEBIASAAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2023 Hasanah S, Nur; Suhadi, Suhadi; Harleli, Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47116

Abstract

Abstrak Gaya hidup diperkotaan yang serba praktis memungkinkan seseorang lebih memilih mengonsumsi fast food dengan alasan menghemat waktu. Pengetahuan gizi seseorang sangat berpengaruh pada sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan. Konsumsi makanan juga dipengaruhi oleh uang saku yang diterima dari orang tua. Pada mahasiswa yang memiliki uang saku yang cukup besar cenderung memilih mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food. Sehingga, mempengaruhi terhadap kebiasaan konsumsi makan seseorang yang lebih memilih fast food tanpa memperhatikan kandungan gizi yang diperoleh dari makanan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, jumlah uang saku dan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 90 orang yang dipilih secara stratified Random Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (P Value = 0,003), ada hubungan antara jumlah uang saku dengan status gizi (P Value = 0,042) dan ada hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi (P Value = 0,053). Diharapkan agar mahasiswa menambah wawasan terkait status gizi mahasiswa agar mahasiswa lebih peduli dengan kesehatannya sendiri. Karena hal tersebut yang bisa membuat status gizi mahasiswa jadi lebih baik. Dan diharapkan untuk menjaga pola hidup sehat dan baik dengan cara mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang untuk menjaga agar status gizi tetap normal. Kata kunci: Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Jumlah Uang Saku, Fast Food Abstract The practical urban lifestyle allows people to prefer eating fast food for the reason of saving time. A person's nutritional knowledge is very influential on attitudes and behavior in food selection. Food consumption is also influenced by the pocket money received from parents. For college students who have a large enough allowance, they tend to choose to eat fast food or fast food. So, it affects the eating habits of someone who prefers fast food without paying attention to the nutritional content obtained from these foods. The purpose of the study was to determine the relationship between nutritional knowledge, pocket money and fast food consumption habits with nutritional status in students of the Faculty of Economics and Business, Halu Oleo University in 2023. This type of research is analytic observational with a cross sectional approach. The total sample size is 90 people selected by stratified random sampling technique. The statistical test used was the Chi Square statistical test with the results of the study showed that there is relationship between nutritional knowledge and nutritional status (P Value = 0.003), there is relationship between the amount of pocket money with nutritional status (P Value = 0.042) and there is a relationship between fast food consumption habits with nutritional status (P Value = 0.053). It is hoped that the university students will add insights related to the nutritional status of university students so that they are more concerned with their own health. Because this can make the nutritional status of college students better. And it is expected to maintain a healthy and good lifestyle by eating a nutritionally balanced diet to keep the nutritional status is normal. Keywords: Nutritional Status, Nutrition Knowledge, Pocket Money, Fast Food
IDENTIFIKASI POLA HIDUP SEHAT PADA KELOMPOK LANJUT USIA (LANSIA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI aziza, yftinan; Effendy, Devi Savitri; Muchtar, Febriana
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47109

Abstract

Abstrak Pola hidup sehat adalah cara menjalani kehidupan yang dapat meminimalisir resiko terkena penyakit serius atau kematian dini. Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dari perkembangan hidup manusia. Pola hidup sehat ditandai dengan melakukan beberapa kebiasan baik diantaranya melakukan aktivitas fisik yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan tubuh, menjaga pola makan dan jenis makana bergizi dan seimbang yang disesuai dengan kebutuhan tubuh, menghindariv kebiasan buruk seperti kebiasaan merokok dan kebiasaan buruk lainnya yang dapat menurunkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola hidup sehat di wilayah kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari tahun 2023. Metode penelitian bersifat penelitian deskriptif dengan menggunakan desain observasional melalui pendekatan cross sectional teknik random slamping. Hasil pola hidup sehat berdasarkan pola makan menyatakan 65,0% yang memilki pola makan baik sedangkan 35,0 memilki pola makan buruk. Hasil pola hidup sehat berdasarkan aktivitas fisik menyatakan 71,0%memiliki aktivitas ringan dan 28,8% memiliki aktivitas berat. Hasil pola hidup sehat berdasarkan kebiasaan merokok menyatakan 95,0% tidak memiliki kebiasan merokok dan 5,0% memiliki kebiasaan merokok. Dapat disimpulkan bahwa gamabara pola hidupmemiliki tingkat kesehatan yang baik berrdasarkan hasil dari status gizi, pola makan, aktivitas fisik dan kebiasan merokok di wilayah kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari tahun 2023 Kata kunci: pola makan; aktivitas fisik dan kebiasaan merokok; pola hidup sehat Abstract A healthy lifestyle is a way of living that minimises the risk of serious illness or premature death. Elderly is the final stage of human development. A healthy lifestyle is characterised by doing some good habits including doing enough physical activity and according to the needs of the body, maintaining a nutritious and balanced diet and type of food that is adjusted to the needs of the body, avoiding bad habits such as smoking and other bad habits that can reduce health. This study aims to determine the description of a healthy lifestyle in the working area of the Mokoau Health Centre, Kendari City in 2023. The research method is descriptive research using observational design through cross sectional approach random slamping technique. The results of a healthy lifestyle based on diet stated 65.0% who had a good diet while 35.0 had a bad diet. The results of a healthy lifestyle based on physical activity stated 71.1% had light activity and 28.8% had heavy activity. The results of a healthy lifestyle based on smoking habits stated 95.0% did not have a smoking habit and 5.0% had a smoking habit. It can be concluded that the lifestyle has a good level of health based on the results of nutritional status, diet, physical activity and smoking habits in the working area of Puskesmas Mokoau Kendari City in 2023. Keywords: diet; physical activity and smoking habits; healthy lifestyle
GAMBARAN TATA LAKSANA GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Ningsih, Rosnah; Muchtar, Febriana; Meliahsari, Renni
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47118

Abstract

Abstrak Gizi buruk adalah kondisi kekurangan zat gizi karena rendahnya asupan energi dan protein, yang ditandai dengan pertumbuhan badan yang tidak sesuai umur. Di Indonesia, prevalensi stunting atau gizi buruk mencapai 24,4 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14 persen. Oleh karena itu, melakukan upaya untuk menangani setiap kejadian gizi buruk yang terdeteksi merupakan salah satu strategi untuk memerangi masalah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana penanggulangan gizi buruk pada tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif digunakan. Purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk memilih informan, dan informan dipilih secara sadar berdasarkan seperangkat kriteria dan faktor. Ada lima informan penting: direktur puskesmas, dokter, perawat, petugas gizi, dan programmer yang menangani gizi. Dua orang yang dapat memberikan informasi dengan jelas, terutama ibu dari bayi kurang gizi yang anaknya telah menerima perawatan rawat jalan atau rumah sakit, memenuhi persyaratan sebagai informan yang sering ditemui. Menurut temuan penelitian, SOP Puskesmas Poasia untuk menangani malnutrisi diikuti dengan baik saat memberikan perawatan rawat jalan. Sambil menunggu stabilisasi, perawatan anak dengan gizi buruk di layanan rawat inap berjalan efektif dan sesuai dengan SOP penanganan gizi buruk. SOP tersebut juga telah dimodifikasi untuk memperhitungkan pedoman dan kebutuhan diet. rehabilitasi dan transisi. Menurut temuan studi, tatalaksana malnutrisi di Puskesmas Poasia untuk layanan rawat jalan dan rawat inap sudah sesuai dengan pedoman kerangka kerja manajemen malnutrisi tahun 2020. Kata kunci: Balita; Layanan Rawat Jalan; Layanan Rawat Inap; Tata Laksana Gizi Buruk Abstract Malnutrition is a condition characterized by a lack of essential nutrients due to inadequate intake of energy and protein, resulting in improper growth relative to age. In Indonesia, the prevalence of stunting or malnutrition reaches 24.4%, exceeding the target set in the National Medium-Term Development Plan of 14%. Therefore, addressing every case of malnutrition is a crucial strategy to combat this issue. The aim of this research is to further understand how malnutrition is managed in 2023 at the Poasia Health Center's working area, both on outpatient and inpatient care. A qualitative descriptive research methodology was employed, and purposive sampling was used to select informants. Five key informants were identified: the health center director, doctors, nurses, nutrition officers, and program officers responsible for nutrition. Two individuals who could provide clear information, especially mothers of malnourished children who had received outpatient or hospital care, met the criteria as frequently encountered informants. According to the research findings, the Poasia Health Center's standard operating procedure (SOP) for malnutrition management is effectively followed during outpatient care. Inpatient care for malnourished children is also efficiently conducted, following the SOP for malnutrition management while waiting for stabilization. The SOP has been modified to incorporate guidelines and dietary rehabilitation and transition needs. According to the study findings, malnutrition management at the Poasia Health Center for both outpatient and inpatient services aligns with the 2020 malnutrition management framework guidelines.. Keywords: Toddlers; Outpatient Services; Inpatient Services; Management of Malnutrition
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Fadilah, Zahra; Lisnawaty, Lisnawaty; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47110

Abstract

Abstrak Indonesia saat ini menghadapi masalah triple burden malnutrition, dimana selain harus menangani masalah overnutrition, undernutrition dan juga defisiensi mikronutrien. Fokus utama saat ini adalah mengatasi masalah undernutrition yang mana salah satunya adalah stunting. Sesuai dengan PERPRES Nomor 72 Tahun 2021 dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi Stunting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 21 ditetapkan target antara yang harus dicapai sebesar l4% (empat belas persen) pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Stunting di BLUD UPTD Puskesmas Benu- Benua Kota Kendari tahun 2023, ditinjau dari pola pemberian makan, riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian case-control. Populasi pada penelitian ini adalah balita 4-60 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-benua Kota Kendari yang berjumlah 1.585, untuk jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 balita dengan rincian 32 balita kasus dan 32 balita kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian makan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang signifikan (OR=6,120; CI95%:1,880-19,919; p=0,03), riwayat pemberian ASI merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,164; CI95%:0,790-5,923; p=0,133) dan sanitasi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,778; CI95%:0,497-15,517; p=0,244) nilai p>0,05 . Kata kunci: stunting, balita, pola pemberian makan. riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan Abstract Indonesia is currently facing the triple burden of malnutrition, which besides having to deal with overnutrition, undernutrition and also micronutrient deficiencies. The main focus at the moment is overcoming the problem of undernutrition, one of which is stunting. In accordance with PERPRES Number 72 of 2021 in the context of achieving the national target for the prevalence of stunting as referred to in Article 4 paragraph 21, the intermediate target is set at 14% (fourteen percent) in 2024. The purpose of this study is to determine the risk factors for stunting in BLUD UPTD Benu-Benua Health Center, Kendari City in 2023, in terms of feeding patterns, history of breastfeeding, and environmental sanitation. This type of research uses an analytic observational method with a case-control research design. The population in this study were toddlers aged 4-60 months in the working area of the BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua, Kendari City, totaling 1,585. The number of samples in this study were 64 toddlers with details of 32 toddlers cases and 32 toddlers controls. The results showed that feeding pattern was a risk factor for stunting with a significant effect (OR=6.120; CI95%: 1.880-19.919; p=0.03), history of breastfeeding was a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR =2.164; CI95%: 0.790-5.923; p=0.133) and environmental sanitation is a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR=2.778; CI95%: 0.497-15.517; p=0.244) value p>0.05 . Keywords: Stunting, Toddlers, Feeding Patterns, History of Breastfeeding, Environmental Sanitation
HUBUNGAN ASUPAN ASAM FOLAT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 8 KONAWE SELATAN KECAMATAN RANOMEETO TAHUN 2023 Sarfa, Sarfa; Salma, Wa Ode; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47122

Abstract

Abstrak Anemia Gizi adalah gangguan gizi yang paling umum di dunia. Ini masalah kesehatan masyarakat global yang mempengaruhi baik Negara maju maupun Negara berkembang. Berdasarkan World Health Organization tahun 2023, secara global diperkirakan sebanyak 40% dari semua anak usia 6-59 bulan, 37% wanita hamil dan 30 % wanita usia 15-49 tahun terkena anemia , dan Indonesia berada pada urutan ke lima dengan kejadian anemia sebanyak 22%. Anemia pada remaja putri berdampak negatif pada imunitas, konsentrasi, prestasi akademik, kesehatan remaja, juga dapat menyebapkan penurunan produktivitas, selain itu anemia menyebabkan berkurangnya kapasitas fisik dan mental, namun demikian sering tidak terdeteksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan asam folat dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 8 konawe selatan. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner semi quantitative food frequency, kuesioner terstruktur, dan hemoglobinmeter digital. Jumlah sampel sebanyak 80 orang yang dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Uji hubungan yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruah antara asupan asam folat dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 8 Konawe Selatan dengan nilai p-value 0,001 (
GAMBARAN PERILAKU IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA KECAMATAN KENDARI BARAT KOTA KENDARI TAHUN 2023 Alnur, Putriana; Yasnani, Yasnani; Pratiwi, Arum Dian
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47111

Abstract

Abstrak Stunting atau balita dengan postur pendek ialah suatu kondisi kurang gizi kronik pada balita yang terjadi pada masa pertumbuhan dan perkembangan pada fase kehidupan awal. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kendari dengan melihat data dari 15 Puskesmas di Kota Kendari untuk angka kejadian stunting pada Balita di Puskesmas Benu Benua dalam 2 tahun terakhir, dimana pada tahun 2021 jumlah kasus stunting pada Balita sebanyak 53 kasus, dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 75 kasus. Prevalensi stunting pada Balita di Kota Kendari mengalami penurunan yang cukup signifikan namun kondisi tersebut tidak di ikuti oleh Puskesmas Benu-Benua yang masih cukup tinggi kasus stunting dimana Puskesmas Benu-Benua terdapat pada nomor urut ke dua balita stunting terbanyak di Kota Kendari dan merupakan Puskesmas dengan jumlah kasus stunting yang cukup tinggi pada Balita. Tujuan penelitian ini yaitu gambaran perilaku ibu terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua kecamatan kendari barat kota kendari tahun 2023. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran pengetahuan ibu yakni pengetahuan kurang baik yakni 53 orang atau 70,7%, pengetahuan baik 22 orang atau 29,3%. Untuk gambaran sikap ibu yakni kurang baik 23 orang atau 30,7% dan sikap baik 52 orang atau 69.3. gambaran tindakan ibu yakni kurang baik 65 orang atau 86,7% dan tindakan baik 10 orang atau 13.3% Kata kunci: Stunting, Balita, Prilaku Ibu Abstract Stunting or toddlers with short posture is a condition of chronic malnutrition in toddlers that occurs during growth and development in the early life phase. Based on data from the Kendari City Health Office by looking at data from 15 Puskesmas in Kendari City for the incidence of stunting in toddlers at the Benu Continent Health Center in the last 2 years, where in 2021 the number of stunting cases in toddlers was 53 cases, and in 2022 there was an increase of 75 cases. The prevalence of stunting in toddlers in Kendari City has decreased significantly, but this condition is not followed by the Benu-Continent Health Center which is still quite high in stunting cases where the Benu-Continent Health Center is located in the second most stunting toddlers in Kendari City and is a Puskesmas with a fairly high number of stunting cases in toddlers Objective: Description of maternal behavior towards the incidence of stunting in toddlers in the work area of BLUD UPTD Puskesmas Benu-Continent, West Kendari District, Kendari City in 2023 Method: This study uses quantitative research with a descriptive research design, which is a research method carried out with the main aim of making an objective picture of a situation. Results: Showing the picture of maternal knowledge, namely poor knowledge of 53 people or 70.7%, good knowledge of 22 people or 29.3%. For the description of the mother's attitude, it is less good 23 people or 30.7% and good attitude 52 people or 69.3. The picture of mother's actions is less good 65 people or 86.7% and good actions 10 people or 13.3%. Keywords: Stunting, Toddlers, Maternal Behavior
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BAHTERAMAS PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ija, Wa Ija; Lisnawaty, Lisnawaty; Harleli, Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47099

Abstract

Abstrak Penyakit diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan yang berhubungan dengan hormone insulin yang kurang karena ketidak mampuan organ pankreas memproduksinya atau sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang telah dihasilkan organ pankreas secara baik. Akibat dari kelainan ini, maka kadar gula didalam darah akan meningkat tidak terkendali. Kadar glukosa yang tinggi secara terus-menerus akan meracuni tubuh termasuk organ-organnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Survei Analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional, yaitu variabel sebab akibat atau kasus yang terjadi pada objek penelitian diukur dan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus di Wilayah Kerja RSUD Bahteramas Sulawesi Tenggara.Hasil: hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square di dapatkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian diabetes mellitus. hasill statistik dengan menggunakan uji chi square di dapatkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus. hasil statistik dengan menggunkan uji chi square di dapatkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus. Kesimpulan: Ada hubungan antara pola makan dan aktifitas fisik dengan kejadian diabetes mellitus di wilayah RSUD Bahtermas Kendari Tahun 2023. Tidak ada hubungan antara umur dengan kejadian diabetes mellitus di wilayah RSUD Bahtermas Kendari Tahun 2023. Kata kunci: pola makan; aktivitas fisik; umur; diabetes melitus Abstract Diabetes mellitus is a disease caused by disorders related to insulin hormone deficiency due to the inability of the pancreas to produce it or the body's cells cannot use insulin that has been produced by the pancreas properly. As a result of this disorder, the sugar level in the blood will increase uncontrollably. Continuously high glucose levels will poison the body including its organs. The type of research used is Analytical Survey research using a Cross Sectional approach, namely causal variables or cases that occur in the object of research are measured and collected at the same time. This study aims to determine the factors associated with the incidence of diabetes mellitus in the working area of Bahteramas Hospital, Southeast Sulawesi.Results: the results of statistical tests using the chi square test found that there was a relationship between diet and the incidence of diabetes mellitus. statistical results using the chi square test found that there was a relationship between physical activity and the incidence of diabetes mellitus. statistical results using the chi square test found that there was no relationship between age and the incidence of diabetes mellitus. Conclusion: There is a relationship between diet and physical activity with the incidence of diabetes mellitus in the Bahtermas Kendari Hospital area in 2023. There is no relationship between age and the incidence of diabetes mellitus in the area of Bahtermas Kendari Hospital in 2023. Keywords: diet, physical activity, age, diabetes mellitus

Page 1 of 1 | Total Record : 9