cover
Contact Name
Sukino
Contact Email
arfannurpascasarjana@gmail.com
Phone
+6285526302396
Journal Mail Official
arfannurpascasarjana@gmail.com
Editorial Address
Gedung Saifuddin Zuhri IAIN Pontianak Jl. Letjend. Suprapto No. 19 Pontianak 78122
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Arfannur: Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27752429     DOI : https://doi.org/10.24260/arfannur.vXiX.XXXX
Core Subject : Education, Social,
ARFANNUR: Journal of Islamic Education Thought focuses on scientific articles resulting from a multidisciplinary approach in discussing issues of Islamic education in the archipelago and abroad. Scope: Islamic Education Thought of figures, Learning Curriculum, Education Management, Learning Strategy, Education Policy, Educational Technology, Manuscript of Islamic religious education, Tradition and Islamic education values
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 3 (2021)" : 5 Documents clear
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih Materi Jual Beli di Kelas VI MIN 2 Melawi melalui Metode Cooperative Make a Macth Umiyati Umiyati
Arfannur Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.987 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.447

Abstract

In Learning Through the Make A Match Cooperative Method at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Melawi, there are still many below the KKM (KKM 7.5) especially in solving questions. Therefore, an effort is needed to improve the learning achievement of class VI students, namely through the Cooperative Make A Match method. The research subjects were students of class VI MIN 2 Melawi in the 2018/2019 school year, totaling 20 students, a Fiqh teacher, the results of teacher observations, and student observations. This study aims to improve student learning achievement to solve problems on buying and selling materials. This research is a Classroom Action Research (CAR) which is carried out in three (3) cycles. Each cycle includes four (4) stages, namely planning, implementing actions, observing and reflecting. In this study, it can be said to be successful if at least 85% of students gets a score > 75. The results show: 1) Students› learning completeness in the first cycle with an average value of 75 and the second cycle with an average value of 78 and the third cycle amounted to an average value of 81.75. 2) Student activity in the first cycle is 75% and the second cycle is 90% and the third cycle is 100%. From the data above, it is clear that in the first cycle the student learning outcomes have not met expectations, which mean the indicators have not been achieved in the second cycle nor have they have reached expectations, while in the third cycle they have met expectations, meaning that the indicators of success have been achieved. ABSTRAKPembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Melawi masih perlu dilakukan perbaikan dalam penggunaan meode dan kreativitas belajarnya, hal ini ditandai dengan hasil belajar siswa di bawah KKM (KKM 7,5) terutama dalam menyelesaikan soal-soal ulangan. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI yaitu melalui metode Cooperative Make A Macth. Subyek Penelitian adalah siswa kelas VI MIN 2 Melawi tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 20 siswa, seorang guru Fikih, hasil observasi guru, hasil observasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Prestasi Belajar Siswa untuk menyelesaikan soal-soal pada materi Jual-beli. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Prestasi Belajar Siswa untuk menyelesaikan soal-soal pada materi Jual-beli Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang di laksanakan dalam tiga (3) siklus. Tiap siklus meliputi empat (4) tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Pada penelitian ini bisa dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% siswa memperoleh nilai > 75. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ketuntasan belajar siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 75 dan siklus ke II dengan rata-rata nilai 78 dan siklus ke III sebesar dengan rata-rata nilai 81,75. 2) Aktivitas siswa pada siklus I sebesar 75% dan siklus II 90% dan siklus ke III sebesar 100%. Dari data tersebut di atas jelas menunjukkan bahwa pada siklus I hasil belajar siswa belum sesuai harapan yang berarti indicator belum tercapai pada siklus II juga belum mencapai harapan sedangkan pada siklus ke III sudah sesuai harapan berarti indicator keberhasilan sudah tercapai Kata Kunci: meningkatkan prestasi, belajar siswa
Strategi Active Learning Berbasis Kearifan Lokal “Beleter” pada Pembelajaran PAI Bukhari Bukhari
Arfannur Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.634 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.452

Abstract

The influence of globalization that has occurred in the world in the last decade has resulted in the cultural heritage and traditional values ​​of indigenous peoples facing challenges to their existence. Preservation efforts need to be made to take the substantive meaning of local wisdom, where the community must open awareness, honesty and a number of noble cultural values ​​to be socialized and developed into a dignified life principle. One of the verbal-based local wisdom that still exists in the Malay community of Pontianak is Beleter. The local wisdom turned out to be full of meaning which was then not impossible to adopt in the framework of learning strategies. The beleter learning strategy is a strategy that emphasizes the active, thoroughly elaborative and religious learning process to seek and find their own answers to a problem faced both in the learning process in the classroom, as well as in the environment where they (students) are, so that it is expected to be able to foster creativity and self-confidence. ABSTRAKPengaruh globalisasi yang terjadi pada dunia pada decade terakhir ini mengakibatkan warisan budaya dan nilai-nilai tradisional masyarakat adat menghadapi tantangan terhadap eksistensinya. Upaya pelestarian perlu dilakukan untuk mengambil makna substantif kearifan lokal, di mana masyarakat harus membuka kesadaran, kejujuran dan sejumlah nilai budaya luhur untuk sosialisasikan dan dikembangkan menjadi prinsip hidup yang bermartabat. Salah satu kearifan lokal berbasis verbal yang masih eksis di lingkungan masyarakat Melayu – Pontianak adalah Beleter. Kearifan lokal tersebut ternyata sarat akan makna yang kemudian tidak mustahil untuk di adopsi dalam kerangka strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran beleter adalah sebuah strategi yang menekankan pada proses belajar secara aktif, tuntas elaborative dan religius untuk mencari serta menemukan jawaban sendiri dari suatu permasalahan yang dihadapi baik di dalam proses pembelajaran di kelas, maupun di lingkungan dimana mereka (siswa) berada, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sifat kreatifitas dan percaya diri. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Kearifan Lokal, Beleter, Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran Kebersihan dengan Menerapkan Sistem Zero Waste di SLBIT Ibnu Mas’ud Singkawang Tokimin Tokimin
Arfannur Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.993 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.486

Abstract

Cleanliness is the most important part of the learning ecosystem in special education units. Instilling good values ​​and practices regarding cleanliness is a real application of practicing the concept of taharah. The current paradigm in managing waste with a zero waste system is the 3R method (Reuse, Reduce and Recycle). The main purpose of habituation to maintain a clean environment is to create a habit that is instilled in students from an early age with a system (Reuse, Reduce and Recycle). Learning and applying hygiene with the 3R system for SLBIT Ibnu Mas’ud Singkawang students, West Kalimantan. Looking at the culture and analyzing the problem with 4 criteria (environment, capability, system, and source), the main problem in implementing it is that it is important for students to be reminded every day to manage personal waste and other people’s waste in the school environment as a result of the start of the practical process of handling waste with a system. zero waste, does not support facilities in waste management with zero waste, how to manage waste for parents with a zero waste system, and the skill of students in managing waste independently. The method applied is by direct instruction and clean action. The result is the creation of a clean, healthy environment and reduced waste and use of it into recycled goods. ABSTRAKKebersihan adalah bagian terpenting dari ekosistem pembelajaran pada satuan pendidikan khusus. Penanaman nilai dan praktik baik mengenai kebersihan merupakan aplikasi nyata mengamalkan konsep taharah. Paradigma kekinian dalam mengelola sampah dengan sistem zero waste adalah dengan metode 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) Pada praktiknya sistem ini mampun dalam mengelola sampah, bahkan pada titik nol (zero) tiada lagi sampah yang dihasilkan dilingkungan. Tujuan utama pembiasaan menjaga lingkungan bersih ialah menjadikan habit yang tertanam sejak didini pada murid dengan sistem (Reuse, Reduce dan Recycle). Pembelajaran dan penerapan kebersihan dengan sistem 3R pada murid SLBIT Ibnu Mas’ud Singkawang, Kalimantan Barat. Melihat budaya dan analisa permasalahan dengan 4 kriteria (lingkungan, kemampuan, sistem, dan sumber), masalah utama dalam menerapkan, yaitu murid penting setiap hari diingatkan mengelola sampah pribadi dan orang lain di lingkungan sekolah sebagai akibat dari bermulanya proses praktik dalam menangani sampah dengan sistem zero waste, belum mendukung fasilitas dalam pengelolaan sampah dengan zero waste, cara pengelolaan sampah bagi orang tua murid dengan sistem zero waste, serta terampilnya murid dalam mengelola sampah secara mandiri. Cara yang diterapkan ialah dengan instruksi langsung dan aksi bersih. Hasilnya adalah terciptanya lingkungan bersih, sehat dan berkurangnya sampah dan memanfaatkannya menjadi barang daur ulang. Kata kunci: Kebersihan, Zero Waste, SLBIT Ibnu Mas’ud
Urgensi Kepemimpinan Demokratis dalam Membangun Integritas di Lingkungan Madrasah Eka Mardiani
Arfannur Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.446 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i3.640

Abstract

This study aims to provide information regarding the importance of democratic leadership in building integrity in Madrasah Tsanawiyah which is an Islamic education Institution. The type of research used is library research, with the following results (1) The leader is the main mover of the organization, and the authority of the organization is in the hands of the leader. Leaders are also the key to the success of an organization. Likewise, Organizational failure also depends on how the leaders carry out the leadership process. (2) the provision of excellent service to the Islamic education environment can be carried out optimally if the leadership system is managed democratically under the control of the leader as needed, (3) With democratic leadership, it is hoped that the values of integrity will be more easily realized, to create conditions in which educational institutions Islam continues to exist to provide quality work so that it is useful for all aspects of the life of the nation and state. Based on the three findings above, it can be concluded that democratic leadership is an undeniable important part of building integrity in Islamic educational institutions, especially at madrasah tsanawiyah. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait pentingnya kepemimpinan demokratis dalam membangun integritas di madrasah Tsanawiyah yang merupakan lembaga pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan ialah library research, dengan hasil sebagai berikut: (1) Pemimpin merupakan penggerak utama organisasi, otoritas organisasi berada di tangan pemimpin. Pemimpin juga menjadi kunci keberhasilan dari suatu organisasi. Begitu juga kegagalan organisasi juga tergantung bagaimana pemimpin melakukan proses kepemimpinanya. (2) Pemberian layanan prima kepada lingkungan pendidikan Islam dapat dilakukan secara optimal jika sistem kepemimpinan dikelola secara demokratis atas kendali pemimpin sesuai kebutuhan, (3) Dengan adanya kepemimpinan demokratis, diharapkan nilai-nilai integritas akan lebih mudah terwujud, guna menciptakan kondisi dimana lembaga pedidikan islam terus eksistensi memberikan sebuah karya yang berkualtias sehingga berguna bagi seleruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan tiga temuan di atas maka dapat disimpulkan, kepemimpinan demokratis menjadi bagian penting tak terbantahkan dalam rangka membangun integritas di lembaga pendidikan Islam terutama pada Madrasah Tsanawiyah. Kata kunci: Kepemimpinan Demokratis, Membangun Integritas
Jilbab Perspektif Quraish Shihab (Studi Komparatif Tafsir Tulis dan Lisan) Ani Amalia; Hilma Azmi Utami; Munawir Munawir; Ahmad Fahrur Rozi
Arfannur Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.743 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.663

Abstract

This study will discuss the comparison between Written and Oral interpretations Of the Quraish shihab’s hijab (jilbab) perspective. The Quraish Shihab’s interpretation of the verses about the hijab caused a lot of controversy among commentators and scholars. He said that the veil was a must And He Also Said That It Was Not permissible because it cannot be said to be shari’ah without a clear text. In this research, the writer uses the method of over-the-top and long-winded orality and literacy. This feature keeps the listener focused and on the path of the story. It also aims to reveal the differences in the written intbn/ rpretation (Tafsir Al-Misbah) and the oral Quraish shihab. Through this method, the writer assumes that within a boundary there is a difference in meaning between written and oral interpretation. First, in Q.S Al-Ahzab verse 59 his written commentary Quraish Shihab only mentions the word genitalia once, but in his oral interpretation Quraish Shihab mentions the word genitalia repeatedly and ramblingly “aurat must still be covered, genitalia.” Second, in Q.S An-Nur Verse 31 of his commentary Quraish shihab he only mentions the word “show” once. While in his oral interpretation, he mentions the word repeatedly or exaggerating. Third, in Q.S Al-A’raf verse 26 the word clothing has a meaning that is repeated, so that the quote contains exaggeration, length and rambling. ABSTRAKPenelitian akan membahas persandingan antara tafsir tulis dan lisan tentang jilbab perspektif Quraish Shihab. Penelitian ini berangkat dari pro kontra Penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat tentang jilbab. Ia mengatakan bahwa berjilbab itu bukanlah sebuah kewajiban dan juga ia mengatakan bahwa jilbab bukanlah anjuran agama, karena tidak bisa mengatakan Syari’at jika tanpa ada nash yang jelas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kelisanan dan keaksaraan ciri berlebih-lebihan dan Panjang lebar. Yang mana ciri ini guna menjaga pendengar agar tetap memfokuskan perhatian dan tetap berada pada jalur cerita. Juga bertujuan untuk mengungkap perbedaan penafsiran dalam tafsir tulis (Tafsir Al-Misbah) dan lisannya Quraish Shihab. Melalui metode tersebut penulis berasumsi, bahwa dalam sebuah penafsiran terdapat perbedaan makna antara tafsir tulis dan lisan.Pertama, dalam Q.S Al-Ahzab ayat 59 tafsir tulisannya Quraish Shihab hanya menyebutkan kata aurat satu kali, akan tetapi dalam tafsir lisannya Quraish shihab menyebutkan kata aurat berulang kali dan bertele-tele “aurat tetep harus ditutup, aurat.”Kedua, Dalam Q.S An-Nur Ayat 31 tafsir tulisannya Qubn/ aish shihab ia hanya menyebutkan kata menampakan satu kali. Sedangakan dalam tafsir lisannya, ia menyebutkan kata nampak berulang kali atau berlebih-lebihan. Ketiga, dalam Q.S al-A’raf: 26 kata pakaian memiliki makna yang diulang-ulang, sehingga perkataan tersebut mengandung unsur berlebih-lebihan dan panjang lebar. Kata Kunci: Jilbab, Quraish Shihab, Tafsir Tulis, Tafsir Lisan

Page 1 of 1 | Total Record : 5