cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2025)" : 5 Documents clear
Penerapan Teknologi Kalibrasi Alat Medis Berbasis Standar untuk Menjamin Keandalan Diagnostik di Puskesmas Banjarbaru Selatan Rezky Rahmadany Rachman
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.17046

Abstract

AbstractThe main problem faced by Banjarbaru Selatan Community Health Center (Puskesmas) is the potential inaccuracy of primary medical devices following relocation, exacerbated by the fact that the device calibration period will expire in June 2025. This risks compromising diagnostic reliability. The objective of this service is to ensure the accuracy of medical devices according to standards, and to enhance health personnel's awareness and student competency through socialization, training, and the implementation of standard-based medical device calibration. The activity was conducted on July 31, 2025, at Puskesmas Banjarbaru Selatan. The subjects were 20 health personnel, 5 students (as training participants and assisting executors), and five types of calibrated medical devices (10 Tensiometers, 2 Baby Scales, 2 Adult Scales, and 1 USG). Calibration involved the proposing team and the Medical Device and Health Facility Testing Agency (LPAFK). The results showed that all devices were successfully calibrated, obtained official calibration certificates, and were labelled, supported by increased health personnel understanding and students' practical experience, thus ensuring measurement reliability and guaranteeing the quality of health services at the Puskesmas.Keywords: Accuracy; Calibration; Medical Devices; Precision; Quality Assurance AbstrakPermasalahan utama Puskesmas Banjarbaru Selatan adalah potensi ketidakakuratan alat medis utama pasca relokasi gedung baru, diperburuk dengan fakta bahwa masa berlaku kalibrasi alat tersebut akan habis pada Juni 2025. Hal ini berisiko mengganggu keandalan diagnostik. Tujuan pengabdian ini adalah menjamin akurasi alat medis sesuai standar, serta meningkatkan kesadaran tenaga kesehatan dan kompetensi mahasiswa melalui sosialisasi, pelatihan, dan pelaksanaan kalibrasi alat medis berbasis standar. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2025 di Puskesmas Banjarbaru Selatan. Subjek pengabdian meliputi 20 tenaga kesehatan, 5 mahasiswa (sebagai peserta pelatihan dan pelaksana asistensi), serta lima jenis alat medis yang dikalibrasi (10 Tensimeter, 2 Timbangan Bayi, 2 Timbangan Dewasa, dan 1 USG). Pelaksanaan kalibrasi melibatkan tim pengusul dan Lembaga Pengujian Alat dan Fasilitas Kesehatan (LPAFK). Hasilnya, seluruh alat berhasil terkalibrasi, memperoleh sertifikat kalibrasi resmi, dan dipasang label, didukung peningkatan pemahaman tenaga kesehatan serta pengalaman praktis mahasiswa, sehingga memastikan keandalan pengukuran dan menjamin mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas.Kata Kunci: Akurasi; Alat Medis; Kalibrasi; Penjaminan Mutu; Presisi
Penguatan Kapasitas Kelembagaan Program Kampung Siaga Bencana (KSB) Trisakti di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru Safa Muzdalifah; Rosalina Kumalawati; Dewi Purboningsih; Muhammad Kelpin; Siti Fatimah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.17284

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat Kampung Siaga Bencana(KSB) Tri Sakti di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Mitra yaitu KSB Tri Sakti memiliki persoalan utama yang menuntut segera untuk diselesaikan, yaitu mitra memiliki pemahaman yang rendah pada penanggulangan bencana, mitra memiliki  kesadaran dan kewaspadaan yang rendah akan bencana, dan mitra memiliki pemahaman yang rendah pada aspek administrasi kebencanaan. Solusi untuk permasalahan ini yaitu dengan mengadakan pelatihan/penyuluhan terkait mitigasi bencana, penyuluhan urgensi kesiapsiagaan dan kewaspadaan bencana, pelatihan administrasi bencana pada bidang gardu sosial dan lumbung sosial, serta perumusan panduan strategi optimalisasi KSB Tri Sakti. Kegiatan tersebut dilakukan terhadap  35 anggota KSB Tri Sakti dan bertempat di Aula Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Hasil kegiatan yaitu terjadi peningkatan pemahaman dan perubahan sikap pada arah yang lebih baik terkait kemampuan penanggulangan bencana dari 71% menjadi 97%, terkait kesiapsiagaan dan kesadaran bencana mengalami peningkatan dari 62,8% menjadi 100%, terkait bidang administrasi dari 62% menjadi 97% terjadi perubahan sikap pada pengelolaan administrasi kebencanaan, terkait kemanfaatan teknologi yang diberikan diketahui bahwa 100% menyatakan sangat bermanfaat. Kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu kegiatan ini  merupakan kegiatan yang bermanfaat, berhasil meningkatkan pemahaman dan memberikan perubahan sikap menjadi lebih baik pada bidang mitigasi bencana, administrasi kebencanaan, dan penggunakan teknologi sebagai inovasi optimalisasi KSB. Saran yang diberikan yaitu perlu peningkatan skil lanjutan, kolaborasi bersama stake holder, meningkatkan inovasi dengan pemanfaat tekhnologi untuk mitigasi bencana.  
Fasilitasi Kolaborasi Stakeholder Untuk Penanganan Darurat Sampah Di Kota Banjarmasin sugi Sugiannor
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.17185

Abstract

AbstractThe city of Banjarmasin is currently facing a waste management emergency due to the closure of the Basirih Final Disposal Site (TPAS) in February 2025. This situation was exacerbated by the limited capacity of the Banjarbakula Regional Landfill to accommodate waste from the city, resulting in overflowing garbage at various sites. This community service program aimed to facilitate stakeholder collaboration through a pentahelix model (government, academia, community, private sector, and media) to identify problems, build shared understanding, and design a collaborative institutional model for emergency waste management. The main activity was a Focus Group Discussion (FGD) involving the Environmental Agency, the Green Community Forum, academics, small entrepreneurs, and media. The results revealed an initial commitment among parties to draft a Policy Brief proposing a permanent Pentahelix Collaboration Forum for waste management. The program also produced media coverage, educational videos, and strategic recommendations for local government. This collaborative model demonstrates effectiveness in fostering cross-sector synergy toward resilient and sustainable waste governance.Keywords: stakeholder collaboration, pentahelix, waste management, facilitation, Banjarmasin
Pentingnya Logo dan Branding di Media Sosial untuk Eksistensi Kain Sasirangan di Era Digital Rahma Yuliani
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.16740

Abstract

Kain Sasirangan merupakan kain khas Banjar dengan keunikan motif dan makna simbolis yang menjadi representasi keindahan budaya di Kalimantan Selatan. Meski demikian, sebagian besar pelaku UMKM yang memproduksi kain ini masih mengandalkan cara pemasaran konvensional. Contohnya Amanah Sasirangan. Masih mengandalkan metode pemasaran tradisional, produk dijual tanpa merek dan logo, dan belum adanya pemanfaatan media digital sebagai media promosi, membuat Amanah Sasirangan harus menjual produknya dengan harga yang lebih murah untuk dijual ke toko-toko besar yang ada di kota. Kurangnya pemanfaatan media digital ini, membuat Amanah Sasirangan kesulitan menjangkau pasar yang luas dan konsumen yang modern. Sehingga diperlukan pengabdian untuk membantu Amanah Sasirangan siap terjun ke dunia media sosial. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menarik perhatian konsumen modern dengan logo menarik dan branding media sosial yang kuat sebagai upaya mempertahankan eksistensi kain Sasirangan yang merupakan warisan budaya khas Banjar Kalimantan Selatan.
Pemanfaatan Limbah Ikan Gabus Sebagai Pakan Fungsional untuk Mendukung Usaha Berkelanjutan Burung Puyuh Edi Mikrianto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i2.16756

Abstract

Kegiatan PKM ini di mulai dengan riset awal tentang pengaruh penambahan pakan alternative burung puyuh dari limbah ikan gabus terhadap produktifitas telur burung puyuh. Burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) dikenal sebagai salah satu jenis unggas potensial yang dapat dimanfaatkan baik sebagai penghasil telur maupun daging. Dalam usaha budidaya, pakan merupakan faktor dominan karena sekitar 80% biaya produksi dialokasikan untuk kebutuhan tersebut. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan limbah ikan gabus sebagai bahan substitusi tepung ikan pada pakan buatan. Pemanfaatan limbah ini diharapkan mampu menekan penggunaan tepung ikan konvensional. Hasil analisis kimia proksimat menunjukkan kadar protein kasar pada tepung limbah ikan gabus sebesar 48,43%. Pengabdian PKM ini bertujuan mengevaluasi kandungan nutrisi tepung limbah ikan gabus serta pengaruhnya terhadap performa pertumbuhan puyuh. Kegiatan pengabdian PKM dengan menerapkan hasil pengabdian PKM yaitu menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan rata-rata, dan konversi pakan. Hasil pengabdian PKM memperlihatkan bahwa tepung limbah ikan gabus berperan positif terhadap efisiensi pakan, pertumbuhan, serta konversi ransum. Dengan demikian, limbah ikan gabus berpotensi sebagai pengganti tepung ikan dalam formulasi pakan puyuh petelur dengan produksi telur yang sama dengan pakan komersil.

Page 1 of 1 | Total Record : 5