cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1" : 6 Documents clear
Kearifan Lokal Dalam Inovasi Pembelajaran Biologi: Strategi Membangun Anak Indonesia Yang Literate dan Berkarakter Untuk Konservasi Alam Siti Alimah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.021 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.574

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah mengkaji dan menganalisis kearifan lokal sebagai sumber belajar biologi. Sumber Belajar biologi merupakan segala sesuatu yang bersumber dari alam dan lingkungan sekitar siswa yang dapat memudahkan mereka belajar. Sumber belajar biologi dapat didesain oleh guru sebagai bentuk inovasi pembelajaran sesuai dengan pemikiran kritis, kreatif, dan inovatif untuk efektifitas pembelajaran biologi. Efektifitas pembelajaran biologi dapat tercapai jika guru mampu memberi kemudahan belajar untuk siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Ide/gagasan kearifan lokal merupakan salah satu bentuk lingkungan belajar yang dapat diinovasi guru sebagai sumber belajar. Inovasi sumber belajar tersebut dapat dimanifestasikan dalam bentuk POBATEL, yakni Pesan, Orang, Bahan, Alat, Teknik, dan Lingkungan. Parijoto, Gusjigang, Lembur, Nyadran, dan Mantenan merupakan contoh beberapa kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Metodologi digunakan untuk mewujudkan sumber belajar dalam bentuk POBATEL adalah model penelitian reseach and development. Bentuk produk yang dihasilkan berupa bahan ajar, media pembelajaran, metode, dan model pembelajaran biologi. Ragam sumber belajar tersebut jika dimanfaatkan sesuai dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran dan cara pembelajaran yang benar mampu menggali potensi kemampuan berpikir analitik siswa untuk dapat secara kritis dan kreatif melakukan pemecahan masalah. Jika hal tesebut dibiasakan di setiap pembelajaran biologi mereka, maka anak yang literate dan berkarakter mampu dihasilkan dalam pembelajaran tersebut.
Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Produk Siswa Pada Konsep Pemanasan Global Dengan Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning) Kelas VII SMP Negeri 4 Kandangan Siti Napisah; Rezky Nefianthi Dian
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.309 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.614

Abstract

Berdasarkan observasi, pada konsep pemanasan global hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata dibawah 60, ini berarti masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75. Penyebabnya karena siswa kurang berminat saat belajar. Kurangnya pengetahuan guru akan metode maupun model pembelajaran membuat guru lebih banyak mengajarkan materi dengan cara konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kognitif produk siswa terhadap pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) pada konsep Pemanasan Global. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 4 Kandangan tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 23 orang siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes tertulis, pengamatan dan angket. Teknik analisis data dengan cara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) mengalami peningkatan. Hasil belajar kognitif produk pada siklus I pertemuan 1 dengan nilai 42,95 kriteria D, perttemuan 2 71,95 kriteria B dengan ketuntasan klasikal 39,13%. Pada siklus II pertemuan 1 dengan nilai 73,47 kriteria B, pertemuan 2 77,60 dengan ketuntasan klasikal 86,95%.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa MTs di Kecamatan Paringin Selatan Pada Konsep Ekosistem Siti Noor Janah; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.24 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.617

Abstract

Kurang bervariasinya model pembelajaran yang digunakan guru menyebabkan rasa jenuh dan bosan pada siswa yang berpengaruh terhadap pemahaman materi yang tidak maksimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada konsep ekosistem terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs di Kecamatan Paringin Selatan. Rancangan penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan “non random pretest posttest control group”. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas VII MTs sekecamatan Paringin Selatan. Sampel yang menjadi kelas kontrol adalah kelas VII dari MTs Al-Hidayah dan kelas eksperimen adalah kelas VII dari MTs Al-Mu’awwanah. Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik analisis varian (anava) dengan program SPSS versi 23 for windows. Berdasarkan hasil uji hipotesis One Way Anova menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa.
Identifikasi Tumbuhan Pada Tradisi Nimbuk Suku Dayak di Halong Kalimantan Selatan Merti Kristina; Yulianti Hidayah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.013 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.618

Abstract

Tradisi Nimbuk yaitu upacara menancapkan nisan kuburan dan meletakkan timbuk (membangun rumah kecil di pemakaman) yang dilakukan oleh keluarga tertentu atau berkelompok untuk sanak keluarga yang telah meninggal. Upacara ini dilaksanakan ketika padi sudah mengurai yaitu pada bulan Februari-April. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi Tumbuhan yang ada pada Tradisi Nimbuk suku Dayak di Halong, Mencari kegunaan tumbuhan tersebut bagi masyarakat sehingga memakai tumbuhan tersebut untuk sesajian bagi Suku Dayak di Halong, dan cara penggunaan dari tumbuhan-tumbuhan yang dipakai Suku Dayak di Halong. Subjek penelitian Masyarakat Dayak di Halong yang sedang menjalankan dan mengikuti proses tradisi Nimbuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sesajian antara lain : Daun Sirih, Buah kelapa, Bambu, Buah Jeruk, Kunyit, Serai, Kayu ulin, Rotan, Umbut kelapa, Daun Pisang, Beras, Daun Andong. Tumbuhan-tumbuhan ini digunakan masyarakat untuk sesajian yang dipersembahkan pada mendiang. Persembahan ini bisa berupa makanan dan sebagian tanaman ditanam kembali didekat kuburan, jenis makanan yang berarti kita memberikan makanan bagi mendiang, sedangkan jenis tanaman diberikan untuk ditanam dianggap sebagai kebun mendiang.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Farida Kusumawati; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.334 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.620

Abstract

IPA sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di MTs Negeri Muara Uya, materi pembelajarannya sudah menyesuaikan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidkan. Materi pembelajaran yang akan diajarkan pada kelas VII MTs Negeri Muara Uya semester genap salah satunya yaitu pencemaran lingkungan. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran biologi saat menyampaikan materi pencemaran lingkungan masih bersifat teoritis. Seharusnya dalam pembelajaran biologi menggunakan fakta-fakta atau permasalahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengaruh moel pembelajaran PBL terhahap keterampilan berpikir kritis siswa yang mencakup 5 indikator yakni: mendeduksi, menginduksi, mengevaluasi, menganalisis serta memutuskan dan melaksanakan. Metode penelitian ini mengunakan metode eksperimen semu (quasi eksperiment) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, observasi, dan pretest-postest. Teknik analisis data dari penelitian ini adalah menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji anava satu jalur.Hasil penelitian uji Hipotesis dengan mengunakan Uji Anava 1 jalur yang memperoleh nilai signifikan p≤0,05 menunjukan bahwa model pembelajaran Problem Based Leraning berpengaruh dalam mengembangkan serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa MTsN Muara Uya ternyata lebih efektif dibandingkan dengan model (konvensional) pada konsep Pencemaran Lingkungan. Model pembelajaran Problem Based Learning merupakan model yang diawali dengan penyajian masalah yang bersifat kompleks, berhubungan dengan realita dunia manusia, namun dalam konsep pembelajaran yang ditargetkan untuk dikuasai siswa.
Keanekaragaman Jenis Arthropoda Permukaan Tanah di Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas Juan Setiawan; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 1
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.239 KB) | DOI: 10.33654/jph.v5i1.647

Abstract

Arthropoda merupakan filum terbesar yang mendominasi kerajaan hewan, hal ini disebabkan karena kemampuannya untuk dapat hidup diberbagai tempat dan mampu beradaptasi dengan baik. Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas memiliki tanah yang cukup subur dan juga masih memiliki kawasan hutan yang cukup alami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keanekaragaman Arthropoda permukaan tanah Di Desa Banua Lawas Kecamatan Banua Rantau. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 6 bulan. Sampel penelitian ini adalah Arthropoda permukaan tanah yang terperangkap. Jenis dalam penilitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara observasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dangan cara menggunakan Pitfall trap (perangkap jebakan) untuk menjebak Arthropoda permukaan tanah. Dari hasil penelitian di Desa Banua Rantau Kecamatan Banua Lawas didapat 11 jenis spesies Indeks keanekaragaman Arthropoda sedang dengan nilai H’=1,98. Kemelimpahan tertinggi ditempati oleh Componatos pisceus dengan nilai penting 34,32 sedangkan kemelipahan terendah ditempati Phyllophaga sp dengan Nilai Penting 2,79.

Page 1 of 1 | Total Record : 6