cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 3" : 6 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Reading, Questioning And Answering (RQA) Terhadap Hasil Belajar Siswa Tentang Sistem Koordinasi Pada Manusia Kelas XI SMA PGRI di Kota Banjarmasin Ana Maulida; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.051 KB)

Abstract

Dunia pendidikan merupakan aspek kehidupan di masyarakat yang dihadapkan pada berbagai perubahan. Melalui perubahan ini, dunia pendidikan dituntut mampu untuk memberikan pendidikan nyata, yaitu berupa peningkatan kualitas hasil belajar. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran agar diperoleh peningkatan hasil belajar siswa khususnya pelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Reading Questioning and Answering (RQA) terhadap hasil belajar siswa Kelas XI IPA SMA PGRI di Kota Banjarmasin. Penelitian ini adalah Penelitian Quasi Eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan “nonequivalent pretest-posttest control group design”, penentuan sampel menggunakan rendem sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay. Data penelitian ini dianalisis dengan analisis statistik SPSS Anava versi 17 for windows. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa ada Pengaruh Model Pembelajaran Reading Questioning and Answering (RQA) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA PGRI di kota Banjarmasin.
Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Desa Banua Rantau Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Helda Sari; Bayu Hari Mukti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.615 KB)

Abstract

Desa Banua Rantau memiliki kawasan hutan yang masih alami dengan kondisi tanah yang masih subur. Kondisi hutan pada Desa Banua Rantau ini masih relatif utuh dan lebat yang ditumbuhi oleh berbagai macam tumbuhan, diantaranya tumbuhan paku yang beranekaragam jenisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman dan kemelimpahan tumbuhan paku di kawasan hutan Desa Banua Rantau Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara observasi langsung ke daerah penelitian. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 20 plot dengan luas masing-masing plot 5 m x 5 m. Analisis jenis tumbuhan paku menggunakan buku dari Lembaga Biologi Nasional (1979). Analisis data keanekaragaman dengan mengunakan Indeks Keanekaragaman (H’) dan kemelimpahan menggunakan Indeks Nilai Penting (NP). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kawasan hutan Desa Banua Rantau Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah terdapat berbagai macam jenis tumbuhan paku, yaitu: Microsorum fortunei, Lygodium circinatum, Drynaria sparsisora, Stenochlaena palustris, Pyrrosia numularifolia, Nephrolepis bisserata, Davallia denticulata, Cyathea contaminans, Drymoglossum piloselloides, Lindsaya scandens, Dicksonia blumei, Adiantum polyphyllum, dan Gleichenia linearis. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada kawasan penelitian adalah 2,24 dan termasuk dalam kategori sedang. Nilai Indeks Kemelimpahan tertinggi dimiliki oleh Nephrolepis bisserata dengan jumlah individu 296 dan kerapatan sebesar 5920 individu/Ha, serta frekuensi 0,60. Kemelimpahan terendah dimiliki oleh Microsorum fortunei dengan jumlah individu 15 dan kerapatan sebesar 300 individu/Ha, serta frekuensi 0,25.
Pengembangan Lembar Kegiatan Biologi Siswa (LKBS) Berbasis Model KNoS-KGS Konsep Sistem Reproduksi Manusia Kelas XI IPA MAN Kabupaten Tabalong Fitri Rusmala; Rabiatul adawiyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.658 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya penggunaan perangkat pembelajaran dalam kegiatan belajar di sekolah, adapun LKS yang digunakan guru kurang memotivasi siswanya dalam belajar. Untuk mewujudkan pembelajaran Biologi yang efektif diperlukan pembelajaran yang tepat sehingga ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dapat dikembangkan dalam diri siswa. Salah satu model pembelajaran yang bisa memunculkan ketiga ranah tersebut, salah satu diantaranya adalah model pembelajaran biologi KNos-KGS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan lembar kegiatan biologi siswa (LKBS) berbasis model KNoS-KGS yang dikembangkan pada konsep Sistem Reproduksi Manusia di kelas XI IPA MAN Kabuaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan rancangan development and research yang dilaksanakan dalam 2 kali uji coba. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telah dihasilkan perangkat pembelajaran berupa Lembar Kegiatan Biologi Siswa (LKBS) berbasis model pembelajaran KNoS-KGS yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah dinilai layak oleh validator sehingga dinyatakan bahwa perangkat pembelajaran tersebut valid, hasil belajar siswa memperoleh hasil tinggi. Sehingga dapat dinyatakan bahwa dengan menggunakan LKBS berbasis model KNoS-KGS sudah praktis dan efektif ditinjau dari hasil belajar.
Pengembangan LKBS Model Pembelajaran KNoS-KGS Pada Materi Sistem Koordinasi SMA Negeri 13 Banjarmasin Fita Dwi Mahisti; Nana Citrawati Lestari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.392 KB)

Abstract

Proses pembelajaran peserta didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan pada kemampuan peserta didik untuk menghafal informasi, otak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Metode ceramah dan hafalan merupakan metode yang sampai saat ini masih sering digunakan oleh guru. Hal ini disebabkan oleh kurangnya variasi metode dan media yang digunakan oleh guru. Padahal di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) guru dapat menggunakan berbagai media yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas LKBS berbasis KNoS-KGS, kepraktisan hasil pengembangan LKBS berbasis KNoS-KGS, dan keefektifan hasil pengembangan LKBS berbasis KNoS-KGS. Berdasarkan pernyataan penelitian, dan tujuan penelitian yang diajukan, maka penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (Development and research). Penelitian ini mengembangkan LKBS yang terintegrasi dengan model pembelajaran KNoS-KGS, yang valid, praktis, dan efektif.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII MTs. NU Al-Falah Pada Konsep Ekosistem Salmiah; Siti Ramdiah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.984 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk kemajuan suatu bangsa dan negara. Rendahnya kualitas pendidikan saat ini, di sebabkan karena proses pembelajaran masih didominasi oleh guru yang sering menggunakan metode pembelajaran ceramah, sehingga siswa menjadi pasif saat proses pembelajaran. Guru memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran di kelas, memiliki tugas dan tanggung jawab menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, mengevaluasi menganalisis hasil evaluasi dan melakukan tindak lanjut hasil pembelajaran, serta mengembangkan segala potensi yang ada pada siswa. Oleh sebab itu guru akan menjadi aktor penentu keberhasilan siswa dalam menerima dan mengembangkan nilai-nilai kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir pada konsep ekosistem. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan model rancangan yang dikenal dengan “pretes-postes control group design”. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir Pagatan yang berjumlah 31 orang. Selanjutnya diuji kesetaraan berdasarkan data UAS kelas VII semester 1 mata pelajaran IPA. Penentuan sampel menggunakan random sampling. Kelas eksperimen berjumlah 16 orang difasilitasi dengan model pembelajaran Discovery Learning dan kelas kontrol berjumlah 15 orang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data melalui tes essay berupa pretes dan postes, Analisis data hasil keterampilan berpikir kritis menggunakan one way anava satu jalur yang dibantu dengan program SPSS versi 17 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VII MTs. Nu Al-Falah Kusan Hilir pada konsep ekosistem. Hal ini dapat terlihat pada hasil uji anava satu jalur yang memperoleh nilai F hitung 21,42 dengan nilai (p = 0,00) atau kurang dari 0,05 yang berarti berpengaruh signifikan dengan rata-rata hasil keterampilan berpikir kritis siswa pada pengukuran pretes dan postes kedua model pembelajaran yang digunakan. Rata-rata hasil keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas yang difalisitasi dengan model pembelajaran Discovery Learning sebesar 69,38 dan pada kelas kontrol yang difasilitasi dengan pembelajaran konvensional hasil keterampilan berpikir kritis siswa menunjukkan sebesar 55,33.
Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Tanjung Pada Konsep Tata Surya Dengan Pendekatan Sainstifik Mairatun Nisa
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 5 No 3
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.452 KB)

Abstract

Prestasi belajar siswa secara umum masih di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Keterampilan proses siswa kelas VII SMPN 1 Tanjung dalam pembelajarn IPA (Biologi) masih sangat rendah. Hal ini karena siswa belum terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Ditambah lagi dengan model pembelajaran secara konstektual dengan kehidupan sehari-hari belum sering diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa,meningkatkan aktifitas guru, meningkatkan keterampilan proses sains, meningkatkan aktifitas siswa dan mengetahui respon siswa terhadap materi Sistem Tata Surya melalui model pembelajaran pendekatan saintifik. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 1 Tanjung, yang berjumlah 27 orang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan angket. Model Pembelajaran saintifik dapat meningkatkan keterampilan proses sains pada siswa. Pada siklus 1 pertemuan ke 1 sebesar 55,9 dengan kategori Sangat Kurang dan pertemuan ke 2 menjadi 62,96 dengan kategori Kurang. Meningkat pada siklus II pertemuan ke 1 sebesar 72,2 dengan kategori Cukup dan pertemuan ke 2 menjadi 77.62 dengan kategori Cukup. Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada siklus 1 pertemuan 1 ketuntasan klasikalnya sebesar 20.24% dan pertemuan 2 ketuntasan klasikalnya sebesar 72,22%. Pada siklus II pertemuan 1 ketuntasan klasikalnya sebesar 44.45% dan pertemuan 2 ketuntasan klasikalnya sebesar 76.11%. Keterlaksanaan proses pembelajaran yang dikelola oleh guru meningkat dari siklus I ke siklus II 41,98% dengan kategori kurang menjadi 80,05% dengan dengan kategori Sedang. Dari hasil pemberian angket maka dapat diketahui bahwa siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6