cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2" : 6 Documents clear
Kepadatan Populasi Capung Sambar Hijau (Orthetrum Sabina) Pada Persawahan di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala Antung Safrudin; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.819 KB) | DOI: 10.33654/jph.v6i2.1047

Abstract

Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala terdapat Area persawahan yang digunakan masyarakat untuk perkebunan dan pertanian, yang memungkinkan keberadaan jenis capung yaitu capung Sambar hijau (Orthetrum Sabina). Dikawasan tersebut juga terdapat pekarangan rumah yang digunakan sebagai tempat menanam jeruk dan sebagai tempat penyemaian anak padi serta terdapat pohon galam. Dengan keadaan pekarangan tersebut, diperkirakan akan berpengaruh langsung kepada populasi jenis capung yang tergantung pada habitat akuatik dan keberadaan vegetasi di sekitarnya, salah satunya seperti jenis capung Sambar hijau (Orthetrum Sabina). Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode deskriptif (Tehnik jelajah dengan menggunakan jaring insekta), dan Produk yang diharapkan yaitu menghasilkan buku saku. Lokasi penelitian adalah dikawasan persawahan Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala.Teknik pengambilan sampel di lokasi pengamatan dengan luas 100 Meter dan lebar 100 Meter, dengan jarak antara titik pengamatan masing-masing 3 Meter. Hasil penelitian Populasi jenis capung sambar hijau (Orthetrum Sabina) yang ditemukan pada pagi hari pukul 08:00-10:00 dalam 10 titik pengambilan sampel pada persawahan dengan jumlah 23 ekor capung dengan kisaran Kelembapan Udara 73-79,4(%) Suhu Udara 30-31( Intensitas Cahaya 17,58-19,90(Lux), Kecepatan Anginnya 0,2 Dan pada sore hari pukul 15:00-17:00 dalam 10 titik pengambilan sampel pada persawahan dengan jumlah 40 ekor capung dengan kisaran Kelembapan Udara 67,7-70(%) Suhu Udara 28,3-30,7( Intensitas Cahaya 17,45-33,0(Lux) dan Kecepatan Anginnya 0,1 .
Identifikasi Tumbuhan Pada Tradisi Nimbuk Suku Dayak di Halong Kalimantan Selatan Merti Kristina; Bayu Hari Mukti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.102 KB) | DOI: 10.33654/jph.v6i2.1049

Abstract

Tradisi Nimbuk yaitu upacara menancapkan nisan kuburan dan meletakkan timbuk (membangun rumah kecil di pemakaman) yang dilakukan oleh keluarga tertentu atau berkelompok untuk sanak keluarga yang telah meninggal. Upacara ini dilaksanakan ketika padi sudah mengurai yaitu pada bulan Februari-April. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi Tumbuhan yang ada pada Tradisi Nimbuk suku Dayak di Halong, Mencari kegunaan tumbuhan tersebut bagi masyarakat sehingga memakai tumbuhan tersebut untuk sesajian bagi Suku Dayak di Halong, dan cara penggunaan dari tumbuhan-tumbuhan yang dipakai Suku Dayak di Halong. Subjek penelitian Masyarakat Dayak di Halong yang sedang menjalankan dan mengikuti proses tradisi Nimbuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis-jenis tumbuhan yang digunakan sebagai sesajian antara lain : Daun Sirih, Buah kelapa, Bambu, Buah Jeruk, Kunyit, Serai, Kayu ulin, Rotan, Umbut kelapa, Daun Pisang, Beras, Daun Andong. Tumbuhan-tumbuhan ini digunakan masyarakat untuk sesajian yang dipersembahkan pada mendiang. Persembahan ini bisa berupa makanan dan sebagian tanaman ditanam kembali didekat kuburan, jenis makanan yang berarti kita memberikan makanan bagi mendiang, sedangkan jenis tanaman diberikan untuk ditanam dianggap sebagai kebun mendiang.
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Pembelajaran Kooperatif Model TGT Pada Siswa Kelas VII MTs. Negeri 3 Hulu Sungai Utara Sri Herniwati
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.041 KB) | DOI: 10.33654/jph.v6i2.1072

Abstract

Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Yang diperkanalkan dalam metode pembelajaran cooperativelearning bukan sekedar kerja kelompok, melainkan pada penstrukturannya. Jadi, sistem pengajaran cooperative learning bisa didefinisikan sebagai kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini adalah lima unsur pokok (Johnson & Johnson, 1993), yaitu saling ketergantunganpositif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model TGT berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materipelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model TGT terhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model TGT Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII di MTsN 3 HSU. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60%), siklus II (76 %), siklus III (88 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VIII MTs.N 3 HSU, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif Bahasa Inggris.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII A Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Pendekatan Cooperative Learning Jigsaw Tahun Ajaran 2019/2020 Rina Purnami
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.533 KB) | DOI: 10.33654/jph.v6i2.1073

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar, tingkat motivasi belajar siswa tidak sama Kurangnya motivasi belajar tersebut dapat terlihat dari beberapa fenomena yang terjadi di dalam kelas. Seperti kesiapan memulai pelajaran yang agak terganggu, mengerjakan tugas-tugas yang kurang maksimal, sehingga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Masih ada beberapa siswa yang motivasi belajarnya kurang atau rendah, hal tersebut dapat dilihat dari hasil nilai raport yang diterima pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 (dari legger), dari hasil analisa angket awal dan data AUM. Ada beberapa mata pelajaran yang dicapai kurang atau di bawah nilai standar KKM. Dari jumlah siswa 22, ternyata ada 8 siswa yang nilainya di bawah standar KKM. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan harapan semakin besarnya motivasi belajar yang tumbuh dari dalam diri siswa maka akan dapat mendongkrak semangat belajar, dan pada akhirnya mampu meningkatkan hasil belajar yang diharapkan. Penelitian dilakukan di kelas VIII A MTsN 1 Hulu Sungai Utara, pada bulan Januari sampai dengan Maret 2020. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model pembelajaran Cooperative Learning tipe jigsaw, yang terdiri dari dua siklus, masing-masing dua kali pertemuan instrument yang digunakan adalah pandauan wawancara siswa dan guru, lembar observasi siswa dan guru, angket motivasi belajar. Hasi penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan tindakan skor motivasi belajar siswa rata-rata : 63,63%, pada siklus ke I skor rata-rata : 80,15% dan pada siklus ke II skor rata-rata : 88,24%. Pada siklus ke I siswa masih merasa asing dengan model pembelajaran ini, tetapi guru terus tetap berusaha mengarahkan dan membimbing siswa dalam berdikusi. Sehingga pada siklus ke II siswa semakin menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Dari hasil observasi dan wawancara aktivitas siswa meningkat. Dari hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus ke I dan ke II, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Cooperative Learning tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII A MTsN 1 Hulu Sungai Utara.
Peningkatan Keterampilan Membaca Untuk Menemukan Ide Pokok Pada Teks Eksplanasi Dengan Metode CIRC Dan Teknik Permainan Media Tempel Pada Siswa Kelas VIII D MTsN 1 Hulu Sungai Utara Fatmawati
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.07 KB) | DOI: 10.33654/jph.v6i2.1075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajara, dan mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca untuk menemukan ide pokok pada teks eksplanasi pada siswa kelas VIII D MTsN 1 HSU setelah dilakukan pembelajaran keterampilan membaca untuk menemukan ide pokok dengan metode CIRC dan teknik permainan media tempel. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan pada siswa kelas VIII D MTsN 1 HSU dengan dua siklus. Tahapan tiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pada siklus I dan siklus II, proses pembelajaran membaca untuk menemukan ide pokok pada teks eksplanasi menggunakan metode CIRC dan teknik permainan media tempel mengalami peningkatan ke arah positif. Kesimpulan yang dapat diambil dari siklus I, siswa belum terlalu siap menerima pembelajaran. Pada siklus II, menujukan peningkatan dibanding siklus I karena proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik. Penelitian keterampilan membaca untuk menemukan ide pokok pada teks eksplanasi siswa kelas VIII D MTsN 1 HSU, siklus I dan siklus II mengalami peningkatan berdasarkan hasil analisis data. Nilai rata-rata siswa pada pembelajaran siklus I adalah 56,2 dan dalam kategori kurang. Pada siklus II, nilai rata-rata siswa setelah diberi tindakan adalah 75,7 dan berkategori baik. Setelah diberi tindakan siklus I dan siklus II, peningkatan nilai rata-rata siswa sebesar 14,7 %. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan keterampilan membaca untuk menemukan ide pokok pada teks eksplanasi mampu meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas VIII D MTsN 1 Hulu Sungai Utara Tahun Pelajatan 2019/2020.
Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi (HOTS) Siswa Kelas VIII MTsN 1 Hulu Sungai Utara Tentang Haji Dan Umrah Menggunakan Model Pembelajaran Discovery Learning Mujiburrahman
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.08 KB) | DOI: 10.33654/jph.v6i2.1128

Abstract

Faktor Utama dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran adalah bagaimana cara guru dalam menyampaikan materi. Itulah sebabnya peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari pendidikan selalu bermuara pada faktor guru. Berdasarkan dengan hasil evaluasi dan pengamatan yang telah dilaksanakan pada mata pelajaran fiqih, siswa yang berhasil mencapai tingkat penguasaan materi sebesar 38,1% atau hanya 8 orang siswa, sedangkan 13 orang siswa lainya (61,9%masih dibawah KKM mata pelajaran yang ditentukan. Usaha untuk meningkatkan hasil belajar fiqih di madrasah merupakan kegiatan yang berkelanjutan dan melibatkan semua unsur yang ada di madrasah baik guru, siswa maupun sumber melalui penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model pembelajaran Discovery learning. Desain, prosedur perbaikan pembelajaran ini adalah penelitian tindakan kelas yang direncanakan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Dengan meningkatkan kemampuan mengajar, guru mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dari hasil perbaikan yang dilakukan terlihat pada siklus kedua hasil belajar siswa lebih meningkat. Terdapat peningkatan aktifitas siswa dan keterampilan guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning, hal ini tergambar pada hasil belajar siswa pada siklus I hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 74,76 dengan persentasi ketuntasan secara klasikal yaitu 71,43% . Tentu saja dengan kondisi seperti ini menuntut guru untuk melakukan perbaikan pada siklus II. Setelah melakukan perbaikan pada siklus II maka diperoleh nilai hasil belajar mencapai rata-rata kelas 89,04 dengan persentasi ketuntasan secara klasikal 100%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6