cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 4" : 5 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 1 Angsana Pada Konsep Sistem Koordinasi Rukayah; Ria Mayasari
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.484 KB)

Abstract

Pendidikan memegang peranan yang penting dalam hidup seseorang untuk mencapai suatu keberhasilan. Melalui pendidikan, seseorang akan mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas dirinya. Pendidikan sendiri tidak dapat terlepas dari pendidik yaitu guru. Guru sebagai pendidik sebaiknya mampu memilih dan menerapkan model pembelajaran yang sesuai sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa secara efektif dan efisien. Pola pembelajaran yang diterapkan selama ini masih didominasi teacher-centered sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif. Pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Angsana pada konsep sistem koordinasi. Penelitian ini adalah penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan yang dikenal dengan “pretest-posttest control group design” yang menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Penentuan sampel menggunakan random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model Project Based Learning, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar kognitif. Data hasil belajar kognitif dikumpulkan melalui tes essay, selanjutnya menggunakan rubrik untuk pengukuran hasil belajar kognitif siswa. Data dianalisis menggunakan anava satu jalur dengan bantuan SPSS versi 18 for windows dengan taraf sig 0,05 (p ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh model Project Based Learning terhadap hasil belajar kognitif siswa pada konsep sistem koordinasi, hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai posttest sebesar 77,09 dan Fhitung = 53,638 (p =0,000) atau < 0,05. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning memiliki pengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa.
Keanekaragaman Kepiting Di Hutan Mangrove Desa Muara Ujung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu Sebagai Media Pembelajaran Fitriadi Akbar; Bayu Hari Mukti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.674 KB)

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem yang khas dan memiliki fungsi penting secara ekologi, sosial-ekonomi, dan pendidikan. Luas kawasan mangrove di Kabupaten Tanah Bumbu semakin berkurang akibat adanya penebangan, permukiman, tambak. Berkurangnya tegakan mangrove akan mempengaruhi keberadaan berbagai fauna yang berasosiasi dengannya seperti jenis kepiting. Berdasarkan pada penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman kepiting yang ada pada kawasan hutan mangrove Desa Muara Ujung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Jenis dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dari pengambilan sampel melalui obsevasi yaitu dengan turun langsung kelapangan untuk mengamati langsung dimana setiap transek terdiri dari tiga titik sampel guna mengetahui keanekaragaman Kepiting yang ada di hutan mangrove desa Muara Ujung Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Analisis data menggunakan rumus diversitas spesies. Berdasarkan hasil penelitin spesies yang ditemukan adalah empat familia yaitu Ocypodidae, xanthidae, sesarmidae dan Varunidae. Dengan tujuh spesies yaitu Uca vomeris dengan jumlah 159, Uca lacteal parplexa dengan jumlah 39, Episesarma sp dengan jumlah 249, Metaplax elegns dengan jumlah 96, Episesarma versicolor dengan jumlah 260, Leptodius sanguineus dengan jumlah 7 dan Uca minax dengan jumlah 15. Berdasarkan jumlah keseluruhan individu yang ditemukan adalah 852 individu dengan nilai indeks keanekaragaman spesies yaitu 1,55 yang termasuk kategori sedang, Dengan kekayaan jenis adalah 0,89 termasuk dalam kategori Tinggi. Sedangkan nilai kemerataan jenisnya adalah 0,80 termasuk kategori tinggi. Dan skor media 3d spesimen kepiting mendapatkan dari dosen pertama yaitu dengan skor 15 dan mendapatkan skor 15 dari dosen kedua. Presentase media tersebut 75% yang dikatan baik karena mencakup lima kriteria dalam media.
Keanekaragaman Jenis Ikan Di Perairan Hutan Mangrove Desa Muara Ujung Kabupaten Tanah Bumbu Ajeng Kartini Jumiati; Syahbudin
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.144 KB)

Abstract

Keragaman jenis ikan memberikan peranan penting dalam ekosistem, banyak nya biota lautmempengaruhi organisme yang ada di dalam nya. Di kota Pagatan desa Muara Ujung merupakan daerahyang sudah diketahui terdapat air payau dengan keanekaragaman jenis ikan dan hutan mangrove yangmelimpah. Kawasan mangrove di kelola oleh kelompok pelestari mangrove yang anggotanya merupakanmasyarakat sekitar. Di muara ujung masyarakat nelayan memanfaatkan sumberdaya laut menangkap ikandengan cara melunta, menjaring dan memancing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikeanekaragaman jenis ikan apa saja yang ada di Perairan Hutan Mangrove Desa Muara Ujung KabupatenTanah Bumbu. Jenis dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan sampelmelalui observasi. Analisis data yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis Ikan Air Payau adalahmenggunakan buku petunjuk “Taksonomi Dan Kunci Identifikasi Ikan” Jilid I (Saanin, 1968) dan Jilid II(Saanin, 1984). Untuk menghitung indeks keanekaragaman digunakan rumus dari Shannon-wiener (II).Keanekaragaman (H’) jenis ikan di Perairan Payau Desa Muara Ujung Kabupaten Tanah Bumbu termasukkategori sedang (H’ = 1,31). Jenis ikan pada air payau yang diperoleh adalah ikan bandeng (Chanoschanos), ikan kuwe lilin (Caranx hippos), ikan buntal (Tetradon lineatus), ikan baji-baji (Platycephalusindicus), ikan tengadak (Barbonymus schwanenfelldi), ikan bawal (Pampus chinensis), ikan sembilang(paraplotosus albilabris) dan ikan titang (Stacophagus argus), termasuk dalam 8 family (Chanidae,Carangidae, tetradontidae, Platycephalidae, Cyprinidae, stromatidae, Plotosidae, scatophagidae) dan 6ordo (Genorynchiformes, perciformes, Tetraodontiformes, Scorpaeniformes, Cypriniformes, Siluliformes).
Bioprospek Sungai Biuku Desa Selanjung Sebagai Desa Wisata Edukasi Alam Nana Citrawati Lestari; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.397 KB)

Abstract

Sungai Biuku adalah salah satu sungai yang masih tersisa di kota Banjarmasin yang mana pemanfaatannya hanya sebatas menjadi jalur lalu lintas perairan padahal sungai ini masih menyimpang potensi sumber daya hayati yang sangat besar dan Bioprospeksi dapat digunakan sebagai alternatif strategis pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan melalui program desa wisata Pendidikan alam. Potensi bioprospeksi dapat diketahui dua cara yaitu melalui cara tradisional dan ilmiah. Banyak sumberdaya hayati di Indonesia telah diketahui potensinya melalui kedua cara tersebut. Potensi spesies-spesies tersebut perlu dilakukan penilaian ekonomi sehingga konsep bioprospeksi dapat diterapkan secara formal dalam pengelolaan hutan. Indonesia memiliki berbagai spesies endemik dan non-endemik berpotensi bioprospeksi yang perlu dikelolah secara baik yaitu bernilai ekonomi tinggi dan berwawasan lingkungan sehingga dapat menggantikan bidang perkayuan. Pengelolaan dengan sistem bioprospeksi dapat dilakukan di Indonesia sehubungan dengan potensi sumberdaya hayatinya yang banyak. Penerapan konsep ini diperlukan landasan hukum oleh pemerintah pusat atau daerah. Dalam kaitannya dengan undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah pengelolaan sumberdaya alam dapat dilakukan oleh pemerintah daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara survei di beberapa titik di Sungai Biuku. Observasi lapangan dengan pengambilan sampel flora dan fauna dengan menggunakan berbagai alat pengukuran faktor lingkungan dan perangkap hewan. Ditemukan 69 jenis flora dan fauna yang didapatkan sebagai potensi Bioprospek yang terdiri dari 63 spesies flora dan 6 spesies fauna. Bioprospek yang didapatkan berpotensi dimanfaatkan dibidang farmakologi, toksikologi dan pangan.
Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Masyarakat Daerah Desa Bumi Asih Kabupaten Kotabaru Rini Helvi Novita Sari; Budi Prayitno
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 6 No 4
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.137 KB)

Abstract

Tumbuhan obat adalah tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat, baik yang sengaja ditanam maupun tidak (tumbuh secara liar). Tumbuhan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diramu dan disajikan sebagai obat guna penyembuhan penyakit. Etnobotani adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan. Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat telah lama dikenal olah masyarakat Desa Bumi Asih. Proses ini sudah diwariskan secara turun temurun dari generasi kegenerasi. Namun saat ini penggunaan tumbuhan berkhasiat obat mulai diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat apa saja yang diguakan di dalam Desa Bumi Asih, penyakit apa saja yang dapat di obati dengan tumbuhan yang berkhasiat obat di daerah Desa Bumi Asih, serta bagaimana cara pengolahan dan cara pakai. Metode yang digunakan adalah survey eksploratif wawancara langsung dengan teknik purposive sampling. Menggunakan lembar wawancara yang ditanyakan kepada responden dengan pertimbangan tokoh kunci yaitu pengobat tradisional, tetua desa, tokoh adat dan atau masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan obat secara tradisional. Pengumpulan informasi melalui prosedur kerja meliputi tahap persiapan dan pelaksanaan sampai pada menganalisis data sehingga dapat dijadikan tulisan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 35 jenis dari 29 famili tumbuhan yang berkhasiat obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Bumi Asih. Terdapat 61 jenis penyakit yang dapat di obati denga tumbuhan berkhasiat obat. Contoh penyakit yang dapat di obati dengan tumbuhan obat yaitu gigi bergoyang, mata rabun, dan diabetes. Kemudian bagian tumbuhan obat yang di gunakan diantaranya akar, umbu, daun, batang, bunga, buah, lender, kulit batang dan getah. Dan cara pengolahan meliputi direbus, digiling, sikukus, diremas, diblender, diparut, ditumbuk, dipotong-potong dan dipatah rantingnya, kemudian di aplikasikan kepada bagian yang sakit, kemudian cara pakai obat tradisional ini dengan cara diminum, dioleskan, dan diteteskan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5