cover
Contact Name
Fujianor Maulana
Contact Email
fujianormaulana@stkipbjm.ac.id
Phone
+628195198730
Journal Mail Official
jph@stkipbjm.ac.id
Editorial Address
Jln.Sultan Adam Komplek H.Iyus
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Hayati
ISSN : 28282914     EISSN : 24433608     DOI : https://doi.org/10.33654/jph.v7i4
Berisi artikel-artikel ilmiah baik yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun asing, yang memuat tentang kependidikan dan kajian ilmu - ilmu pengetahuan alam dan sosial dan memfasilitasi publikasi hasil-hasil penelitian maupun pemikiran konseptual serta turut mengembangkan pendidik dan dunia pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2" : 7 Documents clear
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL OLEH SUKU DAYAK MA’AYAN DESA KALAMUS KECAMATAN PAKU KABUPATEN BARITO TIMUR Natalia Jepriani; Fujianor Maulana
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani (dari “etnologi”- kajian mengenai budaya,dan “botani”-kajian mengenai tumbuhan) adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari hubungan Antara menusia dan tumbuhan. Studi mengenai pengetahuan masyarakat lokal tentang botani disebut etnobotani. Ilmu etnobotani berkisar pada pemanfaatan tumbuh-tumbuhan oleh orang-orang di sekitarnya, pada aplikasinya mampu meningkatkan daya hidup manusia. Indonesia memiliki budaya pengobatan tradisional termasuk penggunaan tumbuhan obat sejak dulu dan dilestarikan secara turun-temurun. Jenis penelitian deskriptif ini menggunakan metode Nonprobability Sampling. Nonprobality sampling adalah tehnik yang tidak memberi peluang/kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Tujuan penelitian ini yang pertama untuk mengetahui jenis-jenis tanaman obat yang ada di Desa Kalamus Kecamatan Paku, untuk mengetahui bagian dari tanaman obat yang sering digunakan oleh suku Dayak Ma’ayan dan yang terakhir untuk mendeskripsikan cara pemanfaatan tanaman obat yang dilakukan oleh suku Dayak Ma’ayan. Hasil dari penelitian dilapangan menunjukan; 1) Terdapat 27 jenis dari 26 famili tumbuhan yang diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kalamus Kabupaten Paku sebagai obat tradisional, yaitu Ciplukan, tembelekan, ketepeng cina, gadung, mengkudu, daun sendok, putri malu, andong, meniran, lengkuas, tunjuk langit/jajalakan, bawang Dayak, cocor bebek, ilalang, jeruk nipis, daun prasman, knyit, nanas kerang, sirih, pegagang, gandaria, serai merah, kecombrang, akar kelapa, akar pinang, baroco dan bunga rosela. 2) Bagian-bagian tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan tradisional yaitu akar, daun, buah, bunga, tangkai, kulit batang dan rimpang. Terdapat 47 penyakit yang dapat disembuhkan menggunakan bagian dari tumbuhan berkhasiat obat yaitu, diabetes, paru-paru, hipertensi, epilepsi, kolestrol, bisul, disentri, amandel, batuk, rematik, sariawan, kecing darah, muntah darah, anyang-anyangan, bau badan, haid tidak teratur, maag, anemia, borok, melena, mimisan, keputihan, asma, demam, berdarah, panu, batu saluran kencing, rabies, malaria, rabun senja,sulit tidur, campak, iritasi mata, diare,muntaber, hepatitis, luka baru, sakit pinggang, ketombe, masuk angin, infeksi saluran kencing, sembelit, asam urat dan sakit kepala. 3) pengolahan tumbuahan obat tradisional dilakukan dengan berbagai cara diantaranya : direbus, dikeringkan, digosok, digiling, atau dihaluskan, dibakar, diremas, dimakan dan di aplikasikan langsung pada bagian yang sakit.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MELALUI SUPERVISI AKADEMIK di MIN 10 HULU SUNGAI UTARA Jamali
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keempat komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menentukan model-model pembelajaran apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan supervisi akademik serta bagaimana upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif melalui supervisi akdemik di MIN 10 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan Sekolah, dengan empat langkah pokok yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi, dengan melibatkan 14 orang guru MIN 10 Hulu Sungai Utara. Penelitian dilakukan tahapan secara berkelanjutan selama 1 bulan. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah meningkatkan kemampuan guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif melalui kegiatan supervisi klinis. Berdasarkan temuan dan hasil-hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengamatan terkait tentang efektifitas guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran menunjukkan pada siklus I dengan skor 27 (baik) dan pada pertemuan ke 2 dengan skor 29 yang masih dengan kriteria baik. Pada siklus 1 pertemuan pertama, dijelaskan bahwa kemampuan guru dalam Menganalisis kekurangan dalam pembelajaran, Merancang pembelajaran yang inovatif, serta Mengembangkan kegiatan Pembelajaran dengan model kooperatif masih kurang, sehingga masih diperlukan bimbimngan untuk peningkatan pada aspek tersebut. Sedangkan pada pertemuan ke dua, untuk aspek Mengembangkan kegiatan Pembelajaran dengan model kooperatif sudah meningkat menjadi lebih baik. Akan tetapi skor yang didapat tidak menunjukkan peningkatan yang begitu signifikan, pada pertamuan pertama, sehingga diperlukan lagi perbaikan pada siklus ke dua. Selanjutnya hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II dengan skor 31 dan pada pertemuan ke 2 dengan skor 33 dengan kriteria sangat baik. Pada siklus 2 pertemuan pertama, dijelaskan bahwa semua aspek yang diamati dalam observasi sudah berkriteria baik, bahkan pada aspek Kesesuaian rancangan pembelajaran dengan pelaksanaan proses belajar mengajar sudah mencapai indicator sangat baik. Sedangkan pada pertemuan ke dua, terdapat peningkatan yang lebih signifikan lagi, yaitu pada aspek Mengembangkan kegiatan Pembelajaran dengan model kooperatif, Kesesuaian rancangan pembelajaran dengan pelaksanaan proses belajar mengajar dan Menggunakan media dalam proses belajar mengajar sudah mencapai kriteria sangat baik.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT SISWA KELAS VII MTs DARUL ULUM PURAI Asnawi
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang didalamnya mengkondisikan para siswa bekerja bersama-sama di dalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lain dalam belajar. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang mengutamakan kerjasama antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menggunakanpembelajaran kooperatif merubah peran guru dari peran yang berpusat pada gurunya ke pengelolaan siswa dalam kelompok-kelorpok kecil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pembelajaran Aktif Tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di MTs Darul Ulum Purai Kabupaten Tabalong Propinsi Kalimantan Selatan dengan Objek Penelitian ini adalah Siswa Kelas VII MTs Darul Ulum Purai. Penggunaan Pembelajaran Aktif Tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Siswa Kelas VII MTs Darul Ulum Perai, berdasarkan data hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa, hal ini disebabkan pada siklus I dan siklus II Sudah menerapkan model pembelajaran kooperatif menggunakan Pembelajaran Aktif Tipe TGT. Aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung yang menerapkan Pembelajaran Aktif Tipe TGT pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup menurut penilaian pengamat termasuk kategori baik semua aspek aktivitas siswa. Adapun aktivitas siswa yang dinilai oleh pengamat adalah aspek aktivitas siswa: mendengar dan memperhatikan penjelasan guru, kerja sama dalam kelommpok, bekerja dengan menggunakan alat peraga, keaktifan siswa dalam diskusi, memperesentasikan hasil diskusi, menyimpulkan materi, dan kemampuan siswa menjawab pertanyaan dari guru. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan aktivitas siswa yang paling dominan dilakukan yaitu bekerja sama mengerjakan LKS dan berdiskusi. Hal ini menunjukan bahwa siswa saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mendapatkan hasil yang baik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS VIII-B MTsN 2 TABALONG Khairunnisa
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi yang diperoleh masih banyak siswa MTsN 2 Tabalong belum benar tuntas dalam pembelajaran yakni dibawah 70, dan motivasi belajar siswa terlihat sangat kurang karena berbagai faktor diantaranya cara penyampaian pembelajaran yang masih tradisional, kebiasaan siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru tanpa adanya suatu praktek secara maksimal. Hal ini disebabkan metode pembelajaran yang diterapkan guru hanya terfokus pada metode ceramah yang mendominasi, sehingga interaksi hanya berlangsung satu arah, siswa hanya menerima informasi tanpa ada balikan. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak 2 siklus, dan 1 siklus dilakukan dua kali pertemuan. Adapun penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar Bahasa Indonesia tentang materi Mengekspesikan diri melalui drama pada siswa kelas VIII-B MTsN 2 Tabalong Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong tahun pelajaran 2022/2023 melalui penerapan metode pembelajaran Cooperative Leraning model NHT. Setting penelitian adalah siswa kelas VIII-B MTsN 2 Tabalong, dengan jumlah siswa 29 orang, terdiri dari 17 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Data hasil pengamatan observer tentang hasil belajar Bahasa Indonesia dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan tekhnik persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Cooperative Leraning model NHT dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi Mengeksperisikan diri melalui drama pada siswa kelas VIII-B MTsN 2 Tabalong Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong. Hal ini terlihat dari evaluasi akhir siklus I dengan ketuntasan klasikal mencapai 44,8% pada pertemuan 2 diperoleh 65,5% pada pertemuan 2 siklus 1 diperoleh 75,86% dan pada siklus II petemuan 2 diperoleh 82,76. Sedangkan kegiatan guru dalam melaksanakan model pembelajaran ini tergolong sangat baik dan aktivitas siswa meningkat menjadi kategori aktif. Kepada guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesi dengan materi Mengekspresikan diri melalui drama, hendaknya dapat menggunakan metode pembelajaran NHT, karena metode ini dapat mengakses keseluruhan aspek pengetahuan yang ada di luar dirinya, mengekspresikan kemampuan siswa dalam presentasi hasil diskusi dan mudah dipraktekkan serta diikuti oleh peserta didik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX A MTsN 7 HULU SUNGAI UTARA Normiati
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pada pembelajaran Matematika di Sekolah, khususnya MTsN 7 Hulu Sungai Utara adalah hasil belajar siswa yang rendah, demikian juga efektifitas guru dalam pembelajaran belum optimal. Rendahnya hasil belajar siswa tersebut disebabkan karena kegiatan belajar mengajar matematika di kelas tidak melibatkan siswa, siswa hanya duduk, mendengarkan dan mencatat. Metode dan model pembelajaran yang digunakan selama ini masih kurang bervariasi dan belum melibatkan siswa untuk aktif dalam proses belajar mengajar. Model Pembelajaran STAD diharapkan dapat menjadi solusi dari permasalahan di atas. Dalam Pembelajaran STAD siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 4 sampai 5 orang yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku atau ras yang berbeda. Diharapkan dalam pembelajaran STAD dapat mendorong siswa secara aktif bekerja bersama-sama dalam mempelajari dan memahami konsep yang diajarkan serta mempunyai tanggung jawab individu dan kelompok terhadap kualitas tugas-tugas. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 7 Hulu Sungai Utara dengan subyek penelitian kelas IX A yang berjumlah 28 orang terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan dengan menggunakan metode tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I dengan dua kali pertemuan dan siklus II dengan dua kali pertemuan. Insturmen penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan guru serta tes tertulis. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan teknik observasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan mengajar guru lebih aktif dan kreatif, dan keaktifan belajar siswa semakin meningkat. Telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan model STAD. Hasil ini diketahui dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari 73,45 pada siklus I menjadi 81,72 pada siklus II , serta ketuntasan belajar siswa meningkat dari 57,14 % pada siklus I menjadi 82,14% pada siklus II.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEFEKTIFKAN PEMBELAJARAN MELALUI PROGRAM PEMBINAAN GURU DAN SUPERVISI AKADEMIK di MTsN 1 HULU SUNGAI UTARA Ahmad Sapawiyansyah
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi Akademi adalah kegiatan pengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi dalam upaya meningkatkan kualitas produk didik melalui usaha memotivasi, membina dan mengarahkan orang-orang yang terkait dengan kegiatan akademik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa kegiatan supervise akademik sangat penting dan harus dilaksanakan secara kontinu oleh kepala madrasah kepada para pendidik. Sebab dengan supervisi akademik dapat memperbaiki kinerja pendidik yang muaranya dapat meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri. Pada Program pembinaan guru dan supervisi akademik tahap I siklus I total skor observasi mencapai 181 dan skor rata-rata adalah 8,8. Pada tahap ini hampir 61% guru sudah cukup baik dalam mengefektifkan pembelajaran. Pada Program pembinaan guru dan supervisi akademik tahap II siklus I total skor observasi mencapai 203 dan skor rata-rata adalah 9,7. Selanjutnya Program pembinaan guru dan supervisi akademik tahap III siklus I total skor observasi mencapai 212 dan skor rata-rata adalah 10. Hasil refleksi siklus I baik itu tahap I, II dan III adalah guru sudah mulai faham dan mampu dalam mengefektifkan pembelajaran walaupun belum maksimal karena skor yang di dapat dari hasil observasi adalah 8,6 lalu 9,7 lalu 10, dengan kriteria Skor maksimal tiap guru: 3X4 = 12, yang berarti kemampuan guru dalam mengefektifkan pembelajaran cukup baik. Pada siklus II ini, Kepala sekolah melaksanakan Program pembinaan guru dan supervisi akademik dengan 3 X pertemua yakni tahap I, II dan III. Pada tahap I siklus II guru sudah mulai faham dan mampu dalam mengefektifkan pembelajaran dan sudah maksimal karena skor yang di dapat dari hasil observasi adalah 11,4 dengan kriteria Skor maksimal tiap guru: 3X4 = 12, yang berarti Kemampuan guru dalam mengefektifkan pembelajaran sudah sangat baik.
UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DALAM MENAATI TATA TERTIB MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK MODELLING PADA SISWA KELAS VII A MTsN 2 HSU Yusmilawanti
Jurnal Pendidikan Hayati Vol 8 No 2
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kurangnya kedisiplinan siswa pada kelas VII A. Disiplin merupakan salah satu kecakapan hidup yang sangat penting dan perlu dimiliki oleh setiap orang guna mencapai kesuksesan dalam hidupnya, tidak hanya kesuksesan dalam belajar tetapi juga kesuksesan dalam hidup bermasyarakat. Sikap disiplin menaati tata tertib meliputi tiga aspek yaitu: pemahaman tentang peraturan yang berlaku, sikap mental yang baik dan kesungguhan dalam menaati tata tertib. Fenomena di lapangan menunjukkan kondisi kedisiplinan siswa kelas VII A MTsN 2 HSU dalam ketiga aspek tersebut masih rendah. Melalui Penelitian Tindakan Kelas masalah ini dicoba untuk diatasi yang dilakukan oleh Guru BK melalui layanan penguasaan konten dengan teknik modelling. PTK ini dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tindakan dan pertemuan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menaati tata tertib dan dapat mengetahui keadaan masalah siswa. Setting penelitian adalah siswa kelas VII A MTsN 2 HSU tahun pelajaran 2019/2020, dengan jumlah siswa 34 orang yang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen keaktifan siswa, minat siswa dan skala kedisiplinan sebanyak 63 item. Metode analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian yang diperoleh, tingkat kedisiplinan siswa pada siklus I tergolong dalam kategori sedang dengan persentase 66,6% Pada siklus II meningkat menjadi 77,6% dalam kategori tinggi. Dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 11%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dengan teknik modelling dapat meningkatkan kedisiplinan siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 7