cover
Contact Name
Adrian Topapo
Contact Email
adriantopan@iainbengkulu.ac.id
Phone
+6282281688976
Journal Mail Official
multikultural@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
Jl. Raden Fatah kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA"
ISSN : 27152987     EISSN : 28084748     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/jem.v1i2
Core Subject : Social,
Journal Pendidikan “EDUKASIA MULTIKULTURA” is a peer-reviewed journal that concerns with the field of Education under various topic etc. Philosophy, Curriculum, Methode, Sociology The article may be written with two types; research and conceptual idea. The research comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding Education studies. This may include articles that report the results of quantitative or qualitative research studies. The conceptual idea publishes articles conceptually relevant to the Education studies in accordance with the present theories, models, or philosophical position in such Education studies.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019): Agustus" : 5 Documents clear
IMPROVING ORGANIZATIONAL BEHAVIOR FOR TEACHERS AND EDUCATION RESOURCES Asiyah Asiyah
Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA" Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pascasarjana s-3 IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.376 KB) | DOI: 10.29300/jem.v1i2.2491

Abstract

Dalam menjalankan tugasnya, para guru dan tenaga pendidikan harus memiliki perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB). Dengan perilaku guru dan tenaga kependidikan OCB, mereka akan menampilkan perilaku yang melebihi tugas-tugas dasar yang ditugaskan kepada mereka. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka. Analisis data menggunakan teknik deskriptif. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perilaku OCB dari guru dan staf pendidikan akan membuat sekolah mewujudkan visinya dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku guru OCB adalah penghargaan, kepuasan kerja, motivasi, komitmen dan loyalitas. Karena itu kepala sekolah dan dinas pendidikan harus memperhatikan faktor-faktor ini agar perilaku OCB guru selalu dapat ditingkatkan.
PERAN REMAJA ISLAM MASJID BAGI REMAJA DI ERA MILLENIAL Heri Budianto
Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA" Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pascasarjana s-3 IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.111 KB) | DOI: 10.29300/jem.v1i2.2493

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui program Remaja Islam Masjid yang berada di kecamatan Marga Sakti Sebelat. 2) Untuk Mengetahui peran Remaja Islam Masjid dalam pembinaan perilaku keagamaan remaja di era Milenial. 3) Untuk Mengetahui faktor pendukung dan penghambat Remaja Islam Masjid dalam pembinaan perilaku keagamaan remaja di era Milenial. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, cheklist, interview, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil Penelitian: 1) Program Remaja Islam Masjid dalam pembinaan perilaku keagamaan remaja di era millenial meliputi pelatihan jurnalistik, wisata religi, safari silaturahmi, kajian Islam, gema Ramadhan, dzikir akbar, sosial keagamaan, peringatan hari besar Islam, santunan anak yatim, pengajian dasar Taman pendidikan Al-qur’an, dan kegiatan olahraga. 2) Peran Remaja Islam Masjid ditunjukkan dari persentasi daftar cheklist pada aktivitas Remaja Islam Masjid yaitu sebesar 87% termasuk kriteria sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa  peran Remaja Islam Masjid dalam pembinaan perilaku keagamaan remaja di era millenial sangat berperan aktip. 3) Faktor pendukung Remaja Islam Masjid dalam pembinaan perilaku keagamaan remaja di era millenial yaitu sumber dana, fasilitas Masjid, latar belakang dan semangat para anggota. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kesibukan sebagian pengurus, semangat yang menurun, pengurus kurang, dan jarak Masjid.
OPTIMALISASI MASJID SEBAGAI SARANA PEMBINAAN KEAGAMAAN BAGI SISWA DI SMK NEGERI 1 REJANG LEBONG Muhammad Iman Putra
Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA" Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pascasarjana s-3 IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.621 KB) | DOI: 10.29300/jem.v1i2.2500

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana  bentuk-bentuk optimalisasi masjid sebagai sarana pembinaan keagamaan dan faktor pendukung dang penghambat optimalisasi masjid sekolah sebagai sarana pembinaan keagamaan dan hasilnya bagi siswa SMK Negeri 1 Rejang Lebong. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field reseach) dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Optimalisasi merupakan suatu tindakan, proses, atau metodologi untuk membuatsesuatu (sebagai sebuah desain, sistem, atau keputusan) menjadi lebih/sepenuhnyasempurna, fungsional, atau lebih efektif dan Optimalisasi Pembinaan Keagamaan di masjid sekolah menunjukkan peningkatan serta perubahan yang di dapat oleh siswa – siswi mulai dari perubahan akhlak maupun perubahan prestasi keagamaan perubahan akhlak yang di tunjukkan siswa diantaranya berprilaku sopan, terhadap guru, siswa – siswi lainnya serta orang tuanya di rumah degan bertegur sapa, menyalami setiap bertemu guru, dan saat pergi ke sekolah dan pulang ke sekolah dan prestasi keagamaannya semangat beribadah nya semakin meningkat, kemampuan membaca al-Qur’annya semakin baik, pengetahuan keagamaan nya bertambah dan semakin bagus nya gerakan demi gerakan sholatnya  pembiasaan yang dilakukan selama kegiatan pembinaan keagamaan baik yang didalam pembelajaran PAI maupun diluar jam pembelajaran PAI selain itu lingkungan yang kondusif dan positif juga menjadikan kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi menjadi terarah dan menjadikan pendidikan yang seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani, intelektual dan spiritual.
INSTRUMEN MULTIKULTURALISME DESA PERCONTOHAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA Kajian Pendahuluan Observatif Desa Rama Agung Sebagai Desa Percontohan Kerukunan Umat Beragama Di Bengkulu Rohimin Rohimin
Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA" Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pascasarjana s-3 IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.705 KB) | DOI: 10.29300/jem.v1i2.2504

Abstract

Penelitian ini berupaya mengobservasi instrumen multikulturalisme desa kerukunan beragama dalam membangun dan membina kerukunan dengan lokus observasi desa Rama Agung Kecamatan  Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai desa rintisan Percontohan kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama (filot project). Desa ini didestinasi menjadi satu-satunya desa di Provinsi Bengkulu yang dinobatkan menjadi  Desa Terpadu Persatuan Umat Beragama tingkat nasional oleh Kementerian Agama RI yang kemudian sejak tahun anggaran 2017 Kementerian Agama dipilih dan ditunjuk sebagai desa Percontohan Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang pada saatnya nanti bisa dijadikan sebagai desa atau perkampungan percontohan di Provinsi Bengkulu oleh kelompok masyarakat lain sebagai desa Kerukunan Umat Beragama. Berdasarkna observasi penulis, Warga Desa Rama Agung  memeluk agama yang berbeda-beda, ada yang Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan Budha. Namun mereka dalam kehidupan bersama bersepakat memelihara kerukunan, dan hidup damai berdampingan dalam keragaman. Desa Rama Agung merupakan desa yang dihuni oleh anggota masyarakat dengan latar belakang agama, etnis dan budaya yang beragam. Sembilan Instrumen multikulturalisme yang diobservasi, yaitu prinsip persamaan, prinsip kebebasan, prinsip persatuan dan persaudaraan, prinsip perdamaian, prinsip musyawarah, prinsip keadilan, prinsip kepemimpinan, prinsip tolong menolong dan membela, dan prinsip pertahanan dijadikan sebagai prinsip kehidupan bersama. Instrumen multikulturalisme ini ditransformasikan sebagai rekayasa kearifan lokal dalam berbagai elemen kehidupan bersama.
HUMANISME ISLAM DALAM PEMIKIRAN AHMAD SYAFI’I MA’ARIF Nuraini Nuraini
Jurnal Pendidikan "EDUKASIA MULTIKULTURA" Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Pascasarjana s-3 IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.883 KB) | DOI: 10.29300/jem.v1i2.2700

Abstract

Penelitian ini telaah terhadap pemikiran humanisme Islam Ahmad Syafi’i Ma’arif melalui metode deskriptis analisis dengan pendekatan filosofis, yaitu: memaparkan, menggambarkan, dan menganalisa sejarah humanisme dan pandangan humanisme Islam dalam pandangan Ahmad Syafi’i Ma’arif, dengan formula sebagai berikut: pertama, menjelaskan makna dan sejarah dari humanisme, kedua, mendiskripsikan pandangan humanisme Islam menurut Ahmad Syafi’i Ma’arif, dengan memaparkan implikasi humanisme Islam terhadap masalah kemanusiaan dalam kehidupan sosial masyarakat. Gagasan humanisme Islam Ahmad Syafi’i Ma’arif berangkat dari keprihatinannya terhadap berbagai gerakan yang menginginkan Islam ditampilkan dalam bentuk legal formal serta berbagai kesenjangan ekonomi, tindak kekerasan, konflik horizontal atas nama agama yang masih saja terjadi di negara ini. Kaitan humanisme Islam Ahmad Syafi’i Ma’arif dengan konteks keIndonesiaan adalah upaya Ahmad Syafi’i Ma’arif untuk senantiasa meperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan universal, demokrasi, Pancasila, pluralitas agama, keadilan, kesetaraan gender, hak-hak kaum minoritas, serta perdamaian untuk semua. Humanisme Islam Ahmad Syafi’i Ma’arif melandaskan basic media untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep humanisme Islam Ahmad Syafi’i Ma’arif sebagai wacana yang digunakan untuk memberikan apresiasi yang luas terhadap segala hal yang baik dalam manusia serta perhatian pada kesejahteraan setiap individu. Konsep humanisme Islam Ahmad Syafi’i Ma’arif menunjukkan kepeduliannya terhadap HAM, keadilan, Pancasila, demokrasi, kesetaraan gender, dan pluralitas agama serta untuk menciptakan Islam yang rahmatan lil’alamin.

Page 1 of 1 | Total Record : 5