cover
Contact Name
Andi Wahed
Contact Email
andi.wahed@unm.ac.id
Phone
+6285255153328
Journal Mail Official
jamsp@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamalate 1 Tidung Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL ADMINISTRASI, KEBIJAKAN, DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN (JAK2P)
ISSN : 27211886     EISSN : 27211886     DOI : -
Core Subject : Education,
Administrasi Pendidikan Manajemen Pendidikan Kepemimpinan Pendidikan Supervisi Pendidikan Kebijakan Pendidikan Mutu Pendidikan Inovasi Pendidikan Ilmu Pendidikan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020" : 10 Documents clear
PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN FULL DAY SCHOOL DI SMA Nur Azisah Astuti; Andi Wahed
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.9710

Abstract

Peneliti ini mengkaji tentang Implementasi Program Pendidikan full day school di SMAN. Fokus penelitian mengkaji : (1) Bagaimanakah aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan intrakurikuler (2) Bagaimanakah aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler (3) Bagaimanakah aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan kokurikuler. Tujuan Penelitian ialah : (1) Mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan intrakurikuler (2) Mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler (3) Mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam kegiatan kokurikuler. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologis. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa. Prosesdur pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentas. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa: aktivitas guru dalam kegiatan intrakurikuler terdiri dari merencanakan pembelajaran, membuat rencana pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran sedangkan pada aktivitas siswa terdiri dari proses belajar mengajar dan penyelesaian tugas sekolah yang berlangsung pada pukul 07.00-14.30. Pada aktivitas guru dalam kegiatan ekstrakurikuler membina siswa mulai dari pelaksanaan program ekstrakurikuler dan evaluasi program ekstrakuriuler sedangkan pada aktivitas siswa terdiri dari kegiatan terorganisir yakni kegiatan Pramuka, Paskibraka, Palang Merah Remaja, Osis, Kir, E-club dan pada kegiatan non organisasi yakni kegiatan Futsal, Catur, dan Smansa Choir yang berlangsung pada pukul 14.30-15.30 dan terkadang siswa tinggal sampai pukul 17.00. Pada kegiatan kokurikuler, berlangsung secara tidak terjadwal secara sistematis sebagaimana pada jadwal kegiatan intrakurikuler dan disesuaikan dengan kondisi.
Manajemen Kelas Pada Sekolah Dasar Negeri 29 Ciniayo Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto St Fatimah Hadriah; Maksud Hakim
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.715 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.9819

Abstract

Studi ini mengkaji tentang manajemen kelas pada Sekolah Dasar Negeri 29 Ciniayo, fokus penelitian adalah Bagaimanakah gambaran manajemen kelas pada Kelas V di  SD Negeri 29 Ciniayo Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kelas pada kelas V di SD Negeri 29 Ciniayo Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu berusaha menggambarkan fenomena yang diteliti dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas di SD Negeri 29 Ciniayo Kabupaten Jeneponto sudah berjalan sesuai dengan ketentuan sebagaimana yang kita harapkan, akan tetapi belum maksimal. Hal ini disebabkan karena penciptaan atmosfir belajar, pengaturan meja-kursi, penataan ruang kelas sebagai sentra belajar, pengelolaan aktifitas belajar siswa dan pengaturan waktu belum dikelola secara professional. Oleh karena itu kompetensi professional guru khususnya yang berkaitan dengan kemampuan dalam mengelola kelas perlu ditingkatkan melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan.
PERAN CONTROLLING AGENCY KOMITE SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI DI SMP NEGERI Hesti Nurlita; M Bachtiar
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.806 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.9967

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Peran Controlling Agency Komite Sekolah di SMP Negeri 33 Makassar yang berfokus pada “Bagaimana peran controlling agency komite sekolah dalam mewujudkan Akuntabilitas dan Transparansi di SMP Negeri 33 Makassar ?”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian  ini adalah Pengurus Komite yang diantaranya Ketua Komite, Wakil/Ketua Komite, Sekretaris, Anggota Komite dan Kepalas Sekolah. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode (1) reduksi data (data reduction);(2) paparan data (data display); dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verifying). Berdasarkan hasil analisis data dan hasil penelitian tentang Peran controlling agency komite sekolah dalam mewujudkan akuntabilitas dan transparansi di SMP Negeri 33 Makassar dapat di simpulkan bahwa: 1).Akuntabiltas, komite sekolah melakukan pendampingan pada setiap kegiatan sekolah agar dapat memudahkan sekolah, membantunya dalam menganalisis permasalahan yang dihadapi, serta dalam kegiatan pelaporan komite sekolah ikut bertanggung jawab terhadap segala sesuatunya baik terkait kinerja sekolah, mutu sekolah, sumberdaya sekolah dan output sekolah. 2) Transparansi, komite sekolah mengontrol pelaksanaan program dan kegiatan sekolah, ikut serta dalam setiap rapat sekolah yang membahas tentang penyusunan rencana pengembangan sekolah (RPS), dan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS), membantu sekolah dalam menggalang partisipasi masyarakat baik berupa ide/gagasan hingga sampai pada bantuan yang berbentuk financial.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH MELALUI STRATEGI ENTREPRENEURSHIP Priti Elitawati; Mohammad Syahidul Haq
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.115 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.19039

Abstract

The aim of this study is to describe and to analyze the implementation of School-Based Management through entrepreneurship strategy. Besides to describe the implementation of entrepreneurship activities, this study is also to analyze the supporting factors and inhibiting factors of the implementation of entrepreneurship programs in SMP Muhammadiyah Surabaya. This study used qualitative approach with descriptive method. The data collection techniques used interview, observation, and documentation study. The data were analyzed by using data condensation, data presentation, and data verification. Checking the validity of the data were done by credibility, transferability, dependability, and confirmability. The results of this study are: (1) The implementation of SBM in SMP Muhammadiyah Surabaya was done through the urban farming entrepreneurship strategy by using classroom learning methods and outside classroom learning. The learning process was done by multilevel concept starting from seventh grader students to ninth grader students. Besides urban farming entrepreneurship, there is also IPM entrepreneurship. (2) The supporting factors of SBM implementation through entrepreneurship strategy are cooperation conducted by the school and outside school and the activeness between IPM members and other students in carrying out entrepreneurship activities in the school. (3) The inhibiting factors of SBM implementation through entrepreneurship strategy Surabaya are that there has not been a meeting with students’ parents to discuss the implementation of entrepreneurship programs and there is no substitute teacher to teach entrepreneurship subject in order to make the learning is more effective.
IMPLEMENTASI FULL DAY SCHOOL DALAM PERSPEKTIF BUDAYA SEKOLAH Sri Rahayu; Faridah Faridah
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.701 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.10072

Abstract

This study examines the Implementation of Full Day School in School Culture Perspectives in Pangkep 11 Public High Schools. Focusing on structural and cultural interventions. This research uses a qualitative approach. Sources of data in this study are the principal, vice principal of curriculum, vice principal of student, teacher, extracurricular adviser, and students. Data collection procedures through interviews, observation, and documentation. Data analysis through data collection, data reduction, data presentation, and verification and conclusions. The results showed that: Implementation of full day school in the perspective of school culture in SMA 11 Pangkep can be seen from the point of structural and cultural interventions. Structural interventions include extracurricular activities, routine activities, spontaneous activities, and examples that reflect the value of Strengthening Character Education (PPK) while from the point of cultural intervention is realized through the inculcation of religious, nationalist, independent, integrity, and mutual cooperation values that are actualized in activities extracurricular activities, routine activities, spontaneous activities, and examples.
Peran Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Kepada Guru Di SMA Negeri 4 Pangkep Huznul Hatimah; Andi Nurochmah
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.803 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.10168

Abstract

Penelitian ini menelaah peran kepala sekolah sebagai inovator dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) kepada guru di SMA negeri 4 Pangkep. Masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah peran kepala sekolah sebagai inovator dalam PKB kepada guru?, 2. Apakah peran kepala sekolah sebagai inovator dalam PKB dapat meningkatkan profesionalisme guru?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai inovator dalam PKB, dan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah sebagai inovator dalam PKB dapat meningkatkan profesionalisme guru. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMAN 4 Pangkep. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan kesimpulan menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sebagai inovator dalam PKB kepada guru di SMAN 4 Pangkep telah cukup maksimal dan dapat meningkatkan profesionalisme guru, dilihat dari guru-guru di SMAN 4 Pangkep, yang pada umumnya guru sudah memahami tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, mereka melaksanakan unsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam hal pengembangan diri, yaitu mengikuti pelatihan pendidikan, workshop, KKG dalam pembuatan soal semester.Sedangkan dalam hal unsur publikasi ilmiah, guru-guru yang sudah mempunyai golongan IV a, baru sekitar 2 orang yang sementara membuat penelitian Tindak Kelas untuk keperluan kenaikan pangkat. Dalam hal karya inovatif guru belum melaksanakan karya seni sederhana, dan temuan alat peraga.Kata Kunci:     Kepala Sekolah Sebagai Inovator, PKB Guru 
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DI SMP NEGERI Irmawati Timbang; Sitti Habibah
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.249 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.10193

Abstract

Abstrak :         Penelitian ini mengkaji tentang manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja. Fokus penelitian ini yaitu (1) Bagaimanakah manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja ? (2) Apa faktor pendukung manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja ? (3) Apa faktor penghambat manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) Manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja (2) Faktor pendukung manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja dan (3) Faktor penghambat manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana, bendahara, 2 orang guru dan 2 orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja meliputi : perencanaan, pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penggunaan, penyimpanan, dan penghapusan 2) Faktor pendukung manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja yaitu dana/ biaya dan adanya tim khusus sarana dan prasarana (3) Faktor penghambat manajemen sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Makale Kabupaten Tana Toraja yaitu dana yang ada masih terbatas, masih kekurangan beberapa ruang seperti ruang kelas dan aula. Kata kunci :      Manajemen, Sarana dan PrasaranaAbstract:         This reaearch examines about the facilities and infrastructure of management at SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja Regency. The focus of this research are (1) How is the management of facilities and infrastructure at  SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja Regency? (2) What are the supporting factors for the management of facilities and infrastructure at SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja Regency? (3) What are the factors inhibiting the management of facilities and infrastructure at SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja Regency? The purpose of this study is to determine (1) The Management of facilities and infrastructure at SMP Negeri 2 Makale Tana Toraja Regency (2) The Supporting factors for infrastructure management at SMP Negeri 2 Makale Tana Toraja Regency and (3)The inhibiting factors management of facilities and infrastructure at SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja Regency. The approach used in this research is descriptive qualitative approach. Sources of the data in this study are the principal, vice principal in the field of facilities and infrastructure, treasurer, 2 teachers and 2 students. The Data collection techniques through interviews, observation and documentation. the Data analysis techniques through data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that: (1) The Management of facilities and infrastructure at SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja Regency includes: planning, procurement, distribution, inventory, maintenance, use, storage and deletion. 2) The Supporting factors for facilities and infrastructure management at SMP Negeri 2 Makale of Tana Toraja Regency, namely funds / costs and the existence of a special team of facilities and infrastructure (3) The Factors that inhibit the management of facilities and infrastructure at SMP Negeri 2 Makale, Tana Toraja Regency, namely the available funds are still limited, still lacking some space such as classrooms and halls.Keywords:            Management,  Facilities and Infrastructure.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 PAREPARE Karmila Karmila; Andi Mappincara
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.12551

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Manajemen Pembelajaran di SMAN 1 Parepare. Fokus penelitian ini adalah Bagaimanakah Manajemen Pembelajaran di SMAN 1 Parepare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Manajemen pembelajaran di SMAN 1 Parepare. Pendekatan dan Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, wakasek kurikulum, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, paparan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian tentang Manajemen pembelajaran di SMAN 1 Parepare menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan Pembelajaran yaitu guru menyusun materi pelajaran yang terdapat dalam RPP dan silabus, metode serta media yang akan digunakan sesuai dengan komptensi inti, kompetensi dasar, sumber belajar, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran dan langkah-langkah pembelajaran. (2) Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat oleh guru, yang didalamnya terdapat langkah-langkah pembelajaran yang meliputi strategi, kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. (3) Penilaian Pembelajaran dengan menggunakan instrument penilain meliputi tes lisan, tes tertulis, penugasan dan ada penilaian dalam bentuk keterampilan seperti, praktek dan portofolio. (4) Pengawasan pembelajaran sudah diterapkan pemantauan dimulai dari tahap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, penilaian dengan mengadakan penelitan tindakan kelas serta mengevaluasi program yang akan dilaksanakan dan sampai pada tahap pelaporan.
PELAYANAN PADA BIDANG PEMBINAAN KETENAGAAN PENDIDIKAN DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LUWU TIMUR Dian Febrianty; Sumarlin Mus
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.733 KB) | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.9921

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pelayanan pada Bidang  Pembinaan Ketenagaan Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur. Fokus penelitian ini adalah bagaimana Pelayanan pada Bidang Pembinaan Ketenagaan Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur yang meliputi tangible, realiable, responsiveness, assurance, empathy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pelayanan pada Bidang  Pembinaan Ketenagaan Pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala dinas, kepala bidang pembinaan ketenagaan, pegawai dan penerima layanan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tangible (Bukti Fisik) yang mempunyai indikator yaitu kondisi fasilitas, kebersihan, keterampilan dan penampilan belum sepenuhnya berjalan dengan baik. (2) Reliability (Kehandalan) yang mempunyai indikator yaitu ketetapan jam kerja dan istirahat, prosedur  pelayanan, kemampuan dalam pelayanan dan ramah dinilai sudah sesuai.(3) Responsiveness (Ketanggapan) yang mempunyai indikator yaitu kehadiran pegawai sesuai jadwal, kesiapan pegawai dan kemampuan berkomunikasi dinilai sudah sesuai. (4) Assurance (Jaminan) yang mempunyai indikator yaitu kondisi lingkungan, bersikap sopan dan terampil dalam memberikan pelayanandinilai sudah sesuai. (5) Empathy (empati) yang mempunyai indikator memberikan perhatian, mendengarkan dan memahami kebutuhan penerima layanan, dan melayani tanpa membeda-bedakan dinilai sudah sesuai dengan yang diharapkan.
PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DI SD INPRES Nurwahidah Nurwahidah; Ansar Ansar
Jurnal Administrasi, Kebijakan, dan Kepemimpinan Pendidikan (JAK2P) Vol 1, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNM (Universitas Negeri Makasar)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jak2p.v1i2.9778

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah di SD Inpres Antang 1 Kota Makassar. Fokus penelitian yaitu: (1) Bagaimanah Perencanaan supervisi akademik kepala sekolah di SD Inpres Antang 1 Kota Makassar? (2) Bagaimanah Pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah di SD Inpres Antang 1 Kota Makassar? (3) Bagaimanah Tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah di SD Inprs Antang 1 Kota Makassar?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui Perencanaan supervisi akademik kepala sekolah di SD Inprs Antang 1 Kota Makassar. (2) Untuk mengetahui Pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah di SD Inprs Antang 1 Kota Makassar. (3) Untuk mengetahui Tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah di SD Inprs Antang 1 Kota Makassa. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah di SD Inpres Antang 1 Kota Makassar terdiri dari perencanaan supervisi akademik, pelaksanaan supervisi akademik, dan tindak lanjut supervisi akademik. (1) Perencanaan supervisi akademik kepala sekolah yaitu dengan merumuskan tujuan supervisi akademik, menyusun jadwal, serta penentuan pendekatan yang akan digunakan dalam pelaksanaan supervisi akademik. (2) Pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah yaitu melaksanakan supervisi terhadap perencanaan mengajar guru, pelaksanaan mengajar guru, serta melaksanakan supervisi akademik terhadap evaluasi mengajar guru. Dalam pelaksanaan supervisi akademik kepala sekolah menggunakan teknik individual dan teknik supervisi kelompok sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kolaboratif. (3) Tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah dilakukan dengan cara menganalisis hasil evaluasi serta melakukan pembinaan terhadap keterampilan dan sikap guru. Bentuk tindak lanjut supervisi akademik kepala sekolah kepada guru yaitu mengadakan rapat hasil supervisi akademik dengan menggunakan pendekatan kolaboratif, serta pengikutsertaan pada pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh bidang studi, seperti mengikuti seminar pengembangan perangkat pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 10