cover
Contact Name
Aggi Panigoro S.
Contact Email
lppm@unibi.ac.id
Phone
+628986687080
Journal Mail Official
jurnal.artcomm@unibi.ac.id
Editorial Address
Jl Soekarno Hatta No. 643, Kota Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain
ISSN : 25980408     EISSN : 25975188     DOI : https://doi.org/10.37278
Jurnal ArtComm : Jurnal Komunikasi dan Desain sebagai media untuk mempublikasikan tulisan ilmiah: hasil penelitian, hasil pemikiran (gagasan konseptual), hasil perancangan Desain, Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa, Ilmu Komunikasi, Studi Media, Komunikasi Massa dan Jurnalisme, Strategi Komunikasi, New Media, dan Budaya
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2024): ArtComm" : 11 Documents clear
Makna Kesetaraan Gender Dalam Revitalisasi Seni Penca Sobrah Sebagai Bentuk Perlawanan Terhadap Mitos Ketidakberdayaan Tubuh Perempuan Sunda Nugraha Sugiarta; Anggita Lestari
ArtComm Vol 7 No 1 (2024): ArtComm
Publisher : Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37278/artcomm.v7i1.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang makna kesetaraan gender dalam revitalisasi seni penca Sobrah sebagai bentuk perlawanan terhadap mitos ketidakberdayaan tubuh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pesilat perempuan mengalami diskriminasi gender. Setelah mendalami seni penca sobrah, pesilat perempuan mampu menghadapi kebimbangan dan memiliki kekuatan dalam mengatasi berbagai berbagai permasalahan, mampu menjaga diri, dan menyadari bahwa perempuan dengan segala atribut kecantikan dan keanggunan yang dimilikinya justru memiliki keberdayaan dan kekuatan. Pada in order to motives, pesilat perempuan ingin melestarikan budaya Sunda melalui revitalisasi seni penca Sobrah yang bertujuan untuk membangun kebanggaan dan penghargaan terhadap identitas perempuan Sunda. Pada because motives pesilat perempuan ingin melakukan perlawanan terhadap ketidaksetaraan gender yang muncul melalui ilusi zona nyaman perempuan sehingga mereka merasa perlu melakukan pembuktian diri terhadap kemampuan yang dimiliki perempuan. Pesilat perempuan memaknai kesetaraan gender dalam revitalisasi seni penca Sobrah sebagai usaha untuk menghadirkan identitas kekuatannya dalam wilayah domestik. Tindakan membuka gelung rambut memperlihatkan sikap yang bersumber pada kemandirian dan ketegasan perempuan Sunda dalam melindungi dirinya maupun keluarganya. Melalui seni penca Sobrah, perempuan Sunda membongkar identitas kekuatannya dalam wilayah domestik. Perempuan Sunda dalam khazanah mitologi Sunda pada akhirnya memiliki kuasa atas dirinya sendiri

Page 2 of 2 | Total Record : 11