cover
Contact Name
Sumantri
Contact Email
jurnalwanatani11@gmail.com
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
jurnalwanatani11@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Perumahan Griya Lumandi
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Wanatani
ISSN : -     EISSN : 28087704     DOI : https://doi.org/9.jip/005
Core Subject : Agriculture,
Focus & Scope 1. Ilmu-ilmu pertanian 2. Ilmu dan Teknologi Tanaman 3. Pascapanen 4. Sosial ekonomi Pertanian 5. Ketatawilayahan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023)" : 5 Documents clear
Pengaruh Berbagai Dosis Mikoriza terhadap Perakaran dan Produksi Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Andi Safitir Sacita; Idul Jibrul
Wanatani Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v3i2.187

Abstract

Mikoriza merupakan jamur yang memiliki peran simbiotik dengan tanaman khususnya pada bagian perakaran. Mikoriza dapat membantu meningkatkan penyerapan air dan nutrisi pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis aplikasi mikoriza terhadap kondisi perakaran dan produksi pada tanaman terong ungu. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian UNCP pada bulan Oktober – Desember 2022. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Taraf perlakuan yang diberikan yaitu, P0= kontrol (tanpa pemberian mikoriza) dan beberapa dosis aplikasi mikoriza yaitu P1= 9 gram/ tanaman, P2=12 gram/tanaman, P3= 15 gram/ tanaman, P4= 18/ tanaman, dan P5= 21 gram/ tanaman. Parameter yang diamati yaitu bobot akar, jumlah buah, dan bobot buah per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian mikoriza memberikan pengaruh nyata terhadap bobot akar tanaman terong dan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah dan bobot buah. Perlakuan terbaik ditunjukkan pada perlakuan P5 yaitu aplikasi mikoriza 21 gram/ tanaman untuk keseluruhan parameter pengamatan. Meskipun aplikasi mikoriza tidak memberikan pengaruh nyata secara analisis statistik pada komponen produksi, namun tanaman terong yang diberi mikoriza menunjukkan produksi yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak diberikan mikoriza
Peran Ibu Rumah Tangga Terhadap Peningkatan Usaha Budidaya Rumput Laut Desa Raja Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Jumiati; Suaedi
Wanatani Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v3i2.195

Abstract

Keterlibatan ibu rumah tangga dalam usahatni budidaya rumput laut pada kegiatan praproduksi menunjukkan : (a) pada proses pembuatan tali bibit banyaknya ibu rumah tangga yang ikut berperan sebesar (100%), (b) proses dari penyediaan bibit ibu rumah tangga responden yang ikut berperan sebesar (73%), proses mengikat tali dari ibu rumah tangga responden sebesar (100%). Sedangkan pada proses pemanenan menunjukkan : (a) prose panen oleh ibu rumah tangga tidak terlibat atau sebesar (100%), (b) proses pengeringan peran ibu rumah tangga responden sebesar( 73%), (c) proses packing atau pengemasan peran ibu rumah tangga responden sebesar (73%). dampak dari kegiatan ini menunjukka dampak peran ibu rumah tangga yang tinggi dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan usahatni budidaya rumput laut.
Pengaruh Pemberian Mulsa Hitam Perak dan Pupuk Kotoran Ayam Potong terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Semangka (Citrullus lanatus) Fadhilah Rizky Antika; I Nyoman Arnama
Wanatani Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v3i2.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian mulsa hitam perak dan pupuk kotoran ayam potong terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman semangka (Citrullus lanatus). Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Kampus II Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo, Jln. Lamaranginang, Kelurahan Batupasi Kecamatan Wara Utara Kota Palopo mulai dari bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan yang mendapat pengulangan sebanyak 4 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa hitam perak dan pupuk kotoran ayam potong diperoleh hasil yang berbeda nyata pada parameter panjang sulur, jumlah buah, diameter buah, dan berat buah, sedangkan pada hasil pengamatan parameter umur berbunga memiliki pengaruh yang tidak beda nyata. Pada parameter panjang sulur tanaman P4 (mulsa hitam perak 40 gram + pupuk kotoran ayam potong 175 gram) dengan rata-rata 140,10 cm, parameter umur berbunga pada perlakuan P2 (mulsa hitam perak 40 gram + pupuk kotoran ayam potong 125 gram) dan P4 dengan rata-rata 19,50 hari, pada parameter jumlah buah, diameter buah dan berat buah memiliki hasil tertinggi pada P5 (mulsa hitam perak 40 gram + pupuk kotoran ayam potong 200 gram) yaitu jumlah buah dengan rata-rata 1,75 buah, diameter buah dengan rata-rata 31,18cm dan berat buah 787,50 gram. Hal ini diduga bahwa pemberian pupuk kotoran ayam potong ke pada semangka dapat terdekomposisi dengan baik sehingga mampu memenuhi unsur hara untuk proses pertumbuhan tanaman semangka.
Efektivitas Kompos Kotoran Ayam Ras Dan Aplikasi Pgpr Rumput Gajah Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Feri Anggara; Gita Srihidayati; Mutmainnah, Mutmainnah
Wanatani Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v3i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Kompor Kotoran Ayam Ras dan Aplikasi PGPR Akar Rumput Gajah terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicium L.). Penelitian ini dilakukan di Lahan Percobaan II Fakultas Pertanian Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo, Jalan Lamaranginang, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo pada Bulan Mei sampai Juli 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 2 faktor, Setiap Faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan, dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan. Tiap perlakuan terdapat 3 ulangan dengan 2 unit percobaan, sehingga terdapat 54 unit perlakuan. Faktor yang diteliti meliputi perlakuan dosis kompos kotoran ayam ras dan PGPR rumput gajah pengamatan, yaitu: Faktor pertama yaitu kompos kotoran ayam ras (A) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: A0 = kontrol (tanpa perlakuan ), A1 = 150 gr kompos kotoran ayam ras, A2= 200 gr kompos kotoran ayam ras, Faktor kedua yaitu, PGPR rumput gajah (B) terdiri dari 3 taraf, yaitu: B0 = kontrol (tanpa perlakuan), B1 = 20 ml PGPR rumput gajah, B2 = 30 ml PGPR rumput gajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran ayam ras dan PGPR rumput gajah tidak berpengaruh nyata terhadap parameter yang diamati yakni tinggi tanaman, jumlah daun, tetapi berpengaruh nyata pada jumlah umbi, berat basah dan berat kering. Rata-rata perlakuan terbaik tinggi tanaman pada A1B1 dengan nilai 41,97 cm, perlakuan terbaik jumlah daun pada A1B0 dengan nilai 28,00 helai, perlakuan terbaik jumlah umbi pada A2B2 dengan nilai 9,67 umbi, perlakuan terbaik berat basah pada A2B0 dengan nilai 47,33 gr dan perlakuan terbaik berat kering pada A2B0 dengan nilai 36,67 gr.
Motivasi Petani dalam Mengembangkan Usaha Budidaya Rumput Laut di Desa Lakawali Pantai Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur Herlina; Suaedi
Wanatani Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v3i2.198

Abstract

penelitian dilakukan di Desa Lakawali Pantai Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur maka dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi petani dalam mengembangkan usahatani budidaya rumput laut di Desa Lakawali Pantai Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri atas pengalaman berusaha tani, tanggungan keluarga, luas lahan garapan dan akses informas dengan rata-rata skor 83,5 dengan kategori tinggi dan faktor luas lahan memiliki hubungan paling erat. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari sarana dan prasarana, modal, intensitas penyuluhan, peluang pasar, dan inovasi dengan rata-rata skor berada pada kategori tinggi dan faktor peluang pasar memiliki hubungan yang paling erat.

Page 1 of 1 | Total Record : 5