cover
Contact Name
Asep Dadan Suganda
Contact Email
asep.dadan@uinbanten.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
islamiconomic@uinbanten.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ekonomi Syariah, Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Islamiconomic: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20853696     EISSN : 25414127     DOI : 10.32678/ijei
Islamiconomic: Jurnal Ekonomi Islam (IJEI) is a periodical scientific publication intended for economists who want to publish their articles in the form of literature studies, research, and scientific development in the field of Islamic economics. IJEI was first published in 2009 which is annually published twice (June and December). IJEI works closely with the Islamic Economist Association (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) and Islamic Economic Society (Masyarakat Ekonomi Syariah) which provides editorial members, peer reviewers, and authors, both are professional associations related to IJEI aims and scopes. IJEI invites manuscripts in the areas: Islamic Economics, Islamic Banking, Islamic Business, Islamic Management, and Islamic Finance.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN INSENTIF TERHADAP KINERJA KARYAWAN MUKHLISHOTUL JANNAH
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.798 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.9

Abstract

Tujuan utama dari suatu bisnis adalah mendapatkan keuntungan. Sedangkan  yang memberikan keuntungan bukan hanya pelanggan, tetapi ada sumber daya manusia yang merupakan faktor produksi yang bisa membuat keinginan pelanggan bisa terpenuhi. Di sinilah peran sumber daya manusia, sejak bahan baku yang masih berada di suplier, dalam proses produksi, hingga barang ke tangan pelanggan. Di sisi lain perusahaan harus menyadari bahwa karyawan sebagai mahluk sosial pada dasarnya memiliki berbagai macam kebutuhan yang semakin lama semakin bertambah. Untuk itu perusahaan harus memperhatikan kesejahteraan baik berupa materi maupun non materi kepada karyawan beserta keluarganya. Hal ini dapat membuat para pegawai bersemangat dalam bekerja, terciptanya ketenangan, loyal terhadap perusahaan dan mau memberikan segala kemampuannya dalam bekerja, sehingga kinerja karyawan menjadi lebih optimal.Dalam meningkatkan kinerja karyawan diperlukan analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan memperhatikan kebutuhan dari para pegawai, diantaranya adalah upah atau gaji dan insentif. Insentif dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk memotivasi karyawan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja mereka dan merangsang para karyawan untuk berperan aktif dalam pencapaian tujuan perusahaan
PENGKARAKTERAN WIRAUSAHA MUSLIM WAZIN WAZIN
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.408 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.10

Abstract

Setiap perilaku individu yang nampak ketika berinteraksi dengan orang lain selalu dipengaruhi oleh sikapnya. Sikap merupakan kumpulan dari berfikir, keyakinan dan pengetahuan yang dihayati oleh seseorang sehingga membentuk kecenderungan berperilaku.Istilah akhlak hanya dikenal dalam khasanah keilmuan agama Islam. Akhlak adalah tabiat  yang dimiliki individu, yang tanpa mempertimbangkan lebih dahulu dalam melakukan perbuatan baik dan menjadi kebiasaan yang berulang-ulang. Pengertian ini  menunjukkan bahwa akhlak merupakan sikap yang bersifat menetap dan tidak hanya sekedar kumpulan aktivitas atau tingkah laku manusia. Akhlak adalah sikap hidup muslim yang berisi seperangkat nilai dan pemahaman tentang hal-hal yang baik dan buruk yang berfungsi mengatur hubungan antar manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan lingkungannya. Tulisan ini membahas tentang kaitan antara sikap wirausaha muslim dengan akhlak Islam.Wirausaha diartikan sebagai orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.Sedangkan kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Dari pengertian wirausaha dan kewirausahaan ini dapat dinyatakan bahwa wirausaha menunjuk pada penggambaran sebuah karakter yang harus dimiliki oleh seseorang yang sedang menjalankan usahanya demi memperoleh keuntungan. Istilah karakter dalam psikologi digunakan kepada integrasi kebiasaan, sentimen dan ideal yang membuat tindakan seseorang relatif stabil dan dapat diramalkan.  Menurut antropologi dan sosiologi, karakter biasanya dikaitkan dengan sifat suatu kelompok masyarakat. Akhlak Islam merupakan konsep ideal penggambaran karakter muslim sebagai individu maupun kelompok. Terdapat pembahasan khusus tentang akhlak Islam yang mendasari karakter wirausaha muslim yang disebut dengan etika bisnis Islam. Akhlak yang mendasari bisnis Islam dipengaruhi oleh pemahaman-pemahaman yang bersumber dari Al  Qur’an dan Sunnah (hadist) yang mencakup beberapa poin, diantaranya adalah bahwa harta adalah milik Allah dan manusia hanya diberi kewenangan untuk mengelolalanya, perintah untuk berlaku jujur dan berperilaku baik serta ramah dalam melakukan transaksi bisnis.  Pada akhir tulisan ini dikutip beberapa penelitian yang membuktikan bahwa akhlak Islam berpengaruh signifikan terhadap perkembangan bisnis yang dilakukan oleh pedagang muslim
APLIKASI SISTEM DISKON PSIKOLOGIKAL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi di Carrefour Serang) SITI AISYAH YOUTEFANI
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.264 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.11

Abstract

Persaingan bisnis merupakan aktivitas ekonomi yang penting sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas produksi. Banyak metode kontemporer yang digunakan para pelaku usaha untuk menghadapi persaingan. Teori mutakhir yang kini tengah diusung adalah neuromarketing yang faktanya bisa mempengaruhi psikologi konsumen sehingga dengan mudah tertarik untuk mengkonsumsi produk yang ditawarkan. Dengan cara mempengaruhi psikologi, ada pebisnis yang melakukan penipuan supaya dapat meraup keuntungan sebesar-besarnya. Contohnya dengan praktek diskon psikologikal yang dinaikkan harganya terlebih dahulu lalu kemudian didiskon. Umumnya praktek tersebut biasa terjadi di perusahan-perusahaan ritel besar. Oleh karena itu, penulis mencoba studi kasus di perusahaan Carrefour.Ada tiga tujuan yang ingin dicapai mellaui penelitian ini. Pertama, untuk mengetahui kebijakan penetapan harga pada perusahaan Carrefour ditinjau dari sudut pandang Islam. Kedua, untuk mengetahui konsep neuromarketing dalam perspektif Islam, dan tujuan ketiga untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap diskon psikologikal.Hasil studi lapangan dan studi pustaka diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut: Pertama, beberapa strategi yang diterapkan Carrefour dalam menjalankan bisnisnya ternyata ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai syari’at Islam. Terdapat aplikasi ghabn faahisy atau penipuan dalam prakteknya. Ghabn faahisy haram dalam Islam. Kedua, konsep neuromarketing tidak dilarang dalam Islam selama dilakukan dengan transparan dan jujur, karena asal dari mu’amalah adalah boleh. Ketiga, diskon psikologikal bisa juga diqiyaskan dengan odd pricing, yang dalam aplikasinya terdapat ghabn faahisy atau tadlis atau najasy atau tipuan yang hukum keharamannya sudah jelas
STRATEGI MENDORONG PERTUMBUHAN BANK SYARIAH DI INDONESIA ZAINI IBRAHIM
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.214 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.12

Abstract

Sebagai bagian dari dual banking system, eksistensi perbankan syariah saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Walaupun market share baru sebesar lima persen, namun pertumbuhan setiap tahun yang mencapai 40 persen merupakan sinyal yang membanggakan untuk tetap dipertahankan. Identifikasi faktor pendorong kemajuan bank syariah bersumber dari internal dan eksternal. Faktor internal berupa kelangkapan regulasi. Ada dua regulasi yang signifikan mendorong akselerasi pertumbuhan perbankan syariah di tanah air, yaitu UU No. 21/2008 tentang Perbankan Syariah dan UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Sedangkan faktor eksternal berupa perkembangan ekonomi global dan nasional. Ada lima strategi yang dirumuskan oleh Bank Indonesia agar bank syraiah dapat memberi dorongan positif bagi perekonomian nasional. Pertama, mendorong pembiayaan syariah ke sektor produktif; kedua, mendorong inovasi produk agar tidak kalah dengan produk yang dipasarkan bank konvensional; ketiga, melakukan koordinasi dengan lembaga pengawas baru, yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Strategi keempat, mendorong efisiensi bank syariah dengan cara bersinergi dengan bank induk; kelima, semakin meningkatkan sosialiasi dan edukasi agar positioning bank syariah di mata nasabah semakin kuat
PENYELESAIAN SENGKETA DALAM EKONOMI SYARI’AH ASEP DADAN SUGANDA
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.681 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.74

Abstract

Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memutuskan suatu hukum atau menghukumi manusia dengan apa-apa yang diturunkan-Nya. Seperti halnya Rasulullah SAW, beliau secara langsung mengadili dan menghukumi perkara yang muncul di tengah-tengah masyarakat dengan hukum dan aturan yang diturunkan Allah SWT. Termasuk dalam hal yang berkaitan dengan harta benda. Ketika terjadi persengketaan ekonomi syari’ah, maka diperlukan suatu instrumen penting sebagai solusi yang adil bagi para pihak-pihak yang bersengketa. Dengan menggunakan model shulh (perdamaian), tahkim (arbitrase) dan wilayat al-Qadha (Kekuasaan Kehakiman) diharapkan dapat menjadi solusi dalam persengketaan ekonomi syari’ah ini.
PENYEBAB KEMISKINAN DAN CARA MENANGGULANGINYA ITANG ITANG
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.242 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.8

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah klasik yang mesti dicari penyebab dan penanggulangannya. Diantara penyebabnya ada beberapa faktor yaitu faktor individual, faktor keluarga, faktor sub-budaya (subcultural), faktor agensi, dan faktor struktural dan berdampak pada pengangguran, kriminalitas, kesehatan, putus sekolah dan buruknya generasi penerus. Sedangkan cara menanggulanginya yang dilakukan pemerintah dengan berbagai cara, yaitu dengan program PNPM Mandiri dengan pemenuhan atas sandang dan pangan, penyediaan perumahan layak huni, jaminan kesehatan dan pendidikan

Page 1 of 1 | Total Record : 6