cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1, Januari 2020" : 15 Documents clear
Hubungan Self Efficacy Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dian Nugroho; Agus Sarwo Prayogi; Ana Ratnawati; Tri Arini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.034 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.396

Abstract

Kecemasan menyebabkan kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar, yang berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya. Kecemasan pada pasien pre operasi harus diatasi, karena dapat menimbulkan perubahan-perubahan fisiologis yang akan menghambat dilakukannya tindakan operasi. Salah satu faktor untuk menurunkan tingkat kecemasan seseorang ketika menghadapi situasi dan kondisi tertentu yaitu dengan self efficacy. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 71 pasien pre operasi. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner general self efficacy dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang telah baku. Analisa data menggunakan uji korelasi kendall-tau dengan taraf signifikan 5%. Self efficacy pasien dengan kategori tinggi (57,7%), sedang (36,7%) dan kurang (5,6%). Kecemasan pasien pre operasi pembedahan dengan kategori tidak cemas (25,4%), cemas ringan (54,9%), cemas sedang (19,7%) dan cemas berat serta panik (0%). Hasil uji statistik menunjukkan besarnya koefisien korelasi Kendall-Tau yaitu 0,317 dengan signifikasi 0,002. Hal ini menunjukkan bahwa nilai p < 0,05 berarti bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi pembedahan. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi pembedahan dengan nilai p < 0,05 Anxiety causes unclear and diffuse concerns, which are associated with feelings of uncertainty and helplessness. Anxiety in preoperative patients must be overcome because it can cause physiological changes that will hinder the operation. One of the factors to reduce one's anxiety level when facing certain situations and conditions is self-efficacy. The objective of this study is to find out the relationship between self-efficacy and the patient's anxiety level preoperatively. Type of quantitative descriptive research with the cross-sectional approach. The sampling technique used purposive sampling as many as 71 patients pre-surgery. The data collection instruments used the standard general self-efficacy and Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data analysis used the Kendall Tau-correlation test with a significant level of 5%. Self-efficacy of patients with high categories (57.7%), moderate (36.7%) and less (5.6%). The anxiety of preoperative patients with the category of not anxious (25.4%), mild anxiety (54.9%), moderate anxiety (19.7%) and severe anxiety and panic (0%). The statistical test results show the magnitude of the Kendall-Tau correlation coefficient, which is 0.317 with a significance of 0.002. This shows that the value of p <0.05 means that there is a positive and significant relationship between self-efficacy and the level of anxiety of patients preoperative surgery. There is a positive and significant relationship between self-efficacy and the patient's anxiety level in preoperative surgery with a value of p <0.05
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) METODE PERKOLASI TERHADAP Pseudomonas aeroginusa Yusianti Silviani; Ardi Prian Nirwana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.991 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.398

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui daya hambat ekstrak etil asetat daun sukun metode perkolasi dan konsentrasi optimal ekstrak daun sukun yang dapat menghambat Pseudomonas aeroginusa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah analitik eksperimental dengan pendekatan post tes with control. Penelitian ini dilakukan pada Juli 2018 sampai dengan Mei 2019 di Laboratorium Bakteriologi STIKES Nasional. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dengan uji lanjut Man Whitney. Hasil penelitian menunjukkan diameter zona hambat ektrak etil asetat daun sukun terhadap P aeroginusa metode perkolasi berturut turut pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% adalah .9; 12 mm; 13.17 mm; 14.17 mm; 15.67 mm, hasil uji Kruskal Wallis didapati nilap p 0.000, sehingga dapat disimpulkan bahwa ektrak etil asetat daun sukun mampu menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeroginusa dengan konsentrasi optimal 100%. The research about Antibacteria of Percolation Etyl Acetate of Breadfruit Leaf Extract to inhibit Pseudomonas aeroginusa had finished.. This study is an analytic experimental design and post test with control. The research was done during Juli 2018 to May 2019 at Bacteriological Laboratory of STIKES Nasional. Hypothesis test is done with Kruskal Wallis, post hoc test followed by Man Whitney. The result of this study has been found radical zone diameter in 20%, 40%, 60%, 80% and 100% concentration are 9 mm; 12 mm; 13.17 mm; 14.17 mm; 15.67 mm. The result Kruskal Wallis test is found to be signicant, which means Artocarpus altilis leaf ethyl acetate extract are able to inhibit the growth of P. aeroginusa with optimum concentration is 100%.
ANALISIS LOYALITAS PASIEN DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD MUNYANG KUTE REDELONG KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH TAHUN 2019 N NIRMAYATI; Arifah Devi Fitriani; Asyiah Simanjorang
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.498 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.405

Abstract

Pemberian pelayanan yang berkualitas kepada pasien merupakan cara untuk meningkatkan loyalitas pasien ke rumah sakit. Loyalitas pasien rawat inap di RSUD Munyang Kute Redelong Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Data kunjungan pasien lama dengan baru rawat inap periode Januari-Juni 2018 menunjukkan perbedaan proporsi signifikan. Jumlah pasien lama adalah 498 orang dengan rata-rata perbulan 83 orang dan pasien baru adalah 4.625 orang dan rata-rata per bulan 770 orang. Kondisi diduga disebabkan kunjungan ulang rendah, kurang suka, komitmen rendah, penolakan kuat, dan tidak rekomendasi kepada orang lain. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis loyalitas pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Munyang Kute Redelong.Jenis penelitian adalah mix methode dengan pendekatan kuantitatif cross sectional dan penelitian kualitatif. Populasi sebanyak 5.123orang pasien. Sampel pendekatan kuantitatif sebanyak 113orang dengan teknik proporsional to size. Informan pendekatan kualitatif yaitu 3 orang pasien dan 4 orang (Kabid Pelayanan, Kabid Keperawatan, Kabid Penunjang Medik, dan Direktur). Data kuantitatif dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat, sedangkan data kualitatif melalui reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan.Faktor kunjungan ulang pasien (0,012), kesukaan (0,019), komitmen (0,003), penolakan (0,037) dan rekomendasi (0,001) berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Hasil wawancara ditemukan faktor memengaruhi loyalitas pasien adalah akses, fasilitas, kebersihan, dan kebisingan. Untuk meningkatkan loyalitas pasien dengan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien melalui kotak saran secara berkala, meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatandalam berkomunikasi melalui pelatihan/kursus, menyediakan fasilitas pendukung yang memadai, membuat kebijakan tentang evaluasi kinerja petugas kebersihan ruang rawat inap secara berjenjang dengan instrument lembar ceklis dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tentang jadwal dan batasan keluarga berkunjung. Providing quality services to patients is a way to increase patient loyalty to the hospital. Inpatient loyalty at Munyang Kute Redelong Hospital in Bener Meriah District, Aceh Province. Data on visits of old patients with new hospitalizations for the period January-June 2018 show a significant difference in proportion. The number of old patients is 498 people with an average of 83 people per month and new patients are 4,625 people and 770 people per month on average. The condition is suspected to be caused by low repeat visits, dislike, low commitment, strong rejection, and not recommendations to others. The aim of the study was to analyze the loyalty of patients in the Inpatient Installation of Munyang Kute Hospital in Redelong. This type of research is a mix method with a quantitative cross sectional approach and qualitative research. The population was 5,123 patients. The quantitative approach sample is 113 people with a proportional to size technique. Qualitative approach informants were 3 patients and 4 people (Head of Services, Head of Nursing, Head of Medical Support, and Director). Quantitative data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate, while qualitative data through data reduction, presentation and conclusion.Factors of patient re-visit (0.012), preference (0.019), commitment (0.003), rejection (0.037) and recommendations (0.001) had an effect on patient loyalty. The results of the interviews found that factors affecting patient loyalty were access, facilities, cleanliness and noise.To increase patient loyalty by evaluating the level of patient satisfaction through a suggestion box regularly, increasing the ability and skills of health workers in communicating through training / courses, providing adequate supporting facilities, making policies on evaluating the performance of janitors in tiered rooms with instruments checklist and evaluate the implementation of policies regarding the schedule and limits of family visits.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKANAN DARAH DAN SATURASI OKSIGEN PERIFER (SPO2) Siti Fadlilah; Nazwar Hamdani Rahil; Fransiska Lanni
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.106 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.408

Abstract

Tekanan darah merupakan faktor yang sangat penting pada sistem sirkulasi. Tidak semua tekanan darah berada dalam batas normal sehingga menyebabkan munculnya gangguan pada tekanan darah yakni hipertensi dan hipotensi. Prevalensi hipertensi di Daerah Istimewa Yogyakarta masuk di urutan ke-14 yaitu sebesar 25,7%. Selain itu ada cara untuk mendeteksi adanya gangguan tekanan darah atau masalah sirkulasi pada tubuh dengan cara memeriksa tekanan darah dan mengetahui nilai saturasi oksigen. Gangguan tekanan darah yang bisa mempengaruhi nilai pada saturasi oksigen di tubuh. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan umur dan jenis kelamin dengan tekanan darah dan saturasi oksigen (SpO2) pada mahasiswa keperawatan salah satu universitas di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasi dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa salah satu kampus keperawatan salah satu universitas di Yogyakarta berjumlah 137 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan 120 responden yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah sphygmomanometer digital, pulse oximetry, dan lembar observasi. Analisis data penelitian menggunakan uji Kruskal wallis. Mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 108 responden (90%). Mayoritas kategori remaja akhir yaitu 117 responden (97,5%). Mayoritas tekanan darah pada mahasiswa kategori normal sebanyak 81 responden (67,5%). Nilai median saturasi oksigen (SpO2) yaitu 98 mmHg. Hasil analisis bivariat antara umur dan jenis kelamin dengan tekanan darah didapatkan p-value 0,641 dan 0,176. Hasil analisis bivariat antara usia dan jenis kelamin dengan saturasi oksigen (SpO2) didapatkan p-value 0,385 dan 0,964. Hasil analisis bivariat antara tekanan darah dan saturasi oksigen (SpO2) didapatkani p value adalah 0,010. Tidak ada hubungan signifikan antara umur dan jenis kelamin dengan tekanan darah. Tidak ada hubungan signifikan antara umur dan jenis kelamin dengan saturasi oksigen (SpO2). Ada hubungan antara tekanan darah dengan saturasi oksigen (SpO2) pada Mahasiswa Keperawatan Blood pressure is a very important factor in the circulatory system. Not all blood pressure is within normal limits, causing interference with blood pressure, namely hypertension and hypotension. The prevalence of hypertension in the Special Region of Yogyakarta is ranked 14th at 25.7%. In addition there are ways to detect blood pressure disorders or circulation problems in the body by checking blood pressure and knowing the value of oxygen saturation. Blood pressure disorders that can affect the value of oxygen saturation in the body. The study aims to analyze the relationship between age and sex with blood pressure and oxygen saturation (SpO2) in nursing students at a university in Yogyakarta. This research is a type of correlation study with a cross sectional study design. The population is all students of one nursing campus of a university in Yogyakarta totaling 137 people. The sampling technique used is total sampling with 120 respondents who fit the inclusion and exclusion criteria. The research instruments used were digital sphygmomanometer, pulse oximetry, and observation sheets. Analysis of research data using the Kruskal Wallis test. The majority of women are 108 respondents (90%). The majority of late adolescent categories are 117 respondents (97.5%). The majority of blood pressure in normal category students was 81 respondents (67.5%). The median value of oxygen saturation (SpO2) is 98 mmHg. The results of bivariate analysis between age and sex with blood pressure obtained p-values ​​of 0.641 and 0.176. The results of bivariate analysis between age and sex with oxygen saturation (SpO2) obtained p-values ​​of 0.385 and 0.964. The results of the bivariate analysis between blood pressure and oxygen saturation (SpO2) found that the p value was 0.010. There is no significant relationship between age and sex with blood pressure. There is no significant relationship between age and sex with oxygen saturation (SpO2). There is a relationship between blood pressure and oxygen saturation (SpO2) in nursing students.
HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN PERILAKU SEKSUAL BEBAS PADA REMAJA DI SMK X GUNUNG PUTRI BOGOR Rostiana Dewi; M Murtiningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.228 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.411

Abstract

Smartphone merupakan telepon seluler dengan kemampuan lebih, mulai dari resolusi, fitur, hingga komputasi, termasuk adanya sistem operasi mobile di dalamnya. Smartphone mempunyai dampak negatif yaitu sexting dapat didefinikan sebagai pengiriman, penerimaan atau meneruskan pesan seksual eksplisit, foto atau gambar melalui smartphone, komputer, atau perangkat digital lainnya. Survey terbaru mengungkapkan bahwa 20% remaja telah mengirimkan atau ditandai pada foto atau video porno oleh orang yang tidak dikenal atau iklan terselubung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan penggunaan smartphone dengan perilaku seksual pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan Correlation Study dengan tehnik Purposiv Sampling. Penelitian ini dilaksanakan di SMK X Gunung Putri Bogor. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 74 responden dengan uji statistik menggunakan uji T-test Independen. Hasil analisis data penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan smartphone dengan perilaku seksual pada remaja di SMK X Gunung Putri Bogor. Didapatkan nilai p-value (0,000) < α (0.05). berdasarkan hasil penelitian ini disarankan bagi sekolah agar memfasilitasi siswa mengenai informasi kesehatan reproduksi dan berkolaborasi dengan petugas kesehatan dalam melakukan penyuluhan kesehatan seksual remaja, bahaya pornografi, bijak menggunakan smartphone. A smartphone is a cell phone with more capabilities, ranging from resolution, features, to computing, including the existence of a mobile operating system in it. Smartphones have a negative impact, which is sexting can be defined as sending, receiving or forwarding sexually explicit messages, photos or images through smartphones, computers, or other digital devices. A recent survey revealed that 20% of teens have sent or tagged pornographic photos or videos by strangers or covert advertisements. The purpose of this study is to analyze the relationship between smartphone use, and sexual behavior in adolescents. This research method uses Correlation Study with Purposive Sampling technique. This research was conducted at the Gunung Putri Bogor Independent Vocational School. The number of samples obtained was 74 respondents with a statistical test using the Independent T-test. The results of the analysis of this research data indicate there is a relationship between smartphone use with sexual behavior in adolescents in SMK X Gunung Putri Bogor. Obtained p-value (0,000) <α (0.05). Based on the results of this study it is recommended for schools to facilitate students regarding reproductive health information and collaborate with health workers in conducting adolescent sexual health counseling, the dangers of pornography, wisely using a smartphone
HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK PRATAMA RAWAT JALAN PROKLAMASI, DEPOK, JAWA BARAT K Komariah; Sri Rahayu
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.94 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.412

Abstract

Diabetes melitus biasa disebut “the silent killer” karena penyakit ini dapat menimbulkan dampak pada semua organ tubuh dan berbagai macam keluhan. Data World Health Organization (WHO) memprediksi kenaikan jumlah pasien diabetes melitus di Indonesia dari 8,43 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi 21,257 juta jiwa pada tahun 2030. Peningkatan kejadian kasus diabetes melitus dipengaruhi berbagai faktor seperti perubahan pola gaya hidup, perubahan usia, dan kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin dan indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di Klinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, Jawa Barat dengan jumlah sampel sebanyak 134 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berhubungan dengan kadar gula darah puasa adalah usia (p-value=0,004). Pada variabel yang tidak memiliki hubungan dengan kadar gula darah puasa adalah jenis kelamin (p-value=0,331), dan dan indeks massa tubuh (p-value=0,502). Jadi, dapat disimpulkan bahwa usia perlu diperhatikan dalam melakukan perawatan diabetes melitus tipe 2. Diabetes mellitus is commonly called “the silent killer” because this disease can have an impact on all organs of the body and various complaints. The World Health Organization (WHO) predicts an increase in the number of diabetes mellitus patients in Indonesia from 8.43 million in 2000 to 21.257 million in 2030. Increased incidence of diabetes mellitus cases is influenced by various factors such as changes in lifestyle patterns, age changes, and culture. This study aimed to determine the relationship of age, sex and body mass index with fasting blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus. The method of this study used a cross-sectional study design. This research was conducted at the Klinik Pratama Rawat Jalan Proklamasi, Depok, West Java with a total sample of 134 respondents. Sampling in this study used a purposive sampling method. Data analysis using the Chi-Square test. The results showed that age-related blood fasting blood sugar levels (p-value=0,004). The variables that have no relationship with fasting blood sugar levels are gender (p-value=0,331) and body mass index (p-value=0,502). It can be concluded that age has to be considered in treating type 2 diabetes mellitus.
PENERAPAN PERILAKU HIDUP SEHAT BAGI PENGRAJIN TAHU MELALUI PEMANFAATAN MINYAK KELAPA FERMENTASI (MKF) YANG DIPERKAYA EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa) UNTUK MENCEGAH DERMATITIS KONTAK IRITAN (DKI) Cicik Sudaryantiningsih; Yonathan Suryo Pambudi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.552 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.414

Abstract

Meningkatnya jumlah produksi tahu mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan kulit tangan pengrajin tahu di Krajan, Mojosongo, Surakarta, yaitu Dermatitis Kontak Iritan (DKI). Kejadian DKI menyebabkan pengrajin harus beristirahat sehingga produktivitas menurun, dan penghasilan berkurang. Ada cara mencegah terjadinya DKI yaitu dengan mengoleskan minyak kelapa fermentasi yang diperkaya dengan ekstrak bawang merah (MKF). Tujuan dari penelitian yaitu mendeskripsikan kesadaran para pengrajin tahu akan perilaku hidup sehat dengan menjalankan personal hygiene (kebersihan diri) dengan baik; mendeskripsikan pengaruh perilaku hidup sehat dengan menjalankan personal hygiene (kebersihan diri) terhadap terjadinya DKI pada tangan pengrajin tahu dan mengetahui potensi minyak kelapa fermentasi (MKF) yang diperkaya bawang merah (Allium cepa) untuk mencegah DKI pada kulit tangan pengrajin tahu. Metode penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan One Group Pre-Test and Post-Test, dengan satu kelompok yang diamati. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin tahu di Krajan, Mojosongo Surakarta memiliki tingkat personal hygiene yang rendah, yaitu 64%; kejadian DKI terjadi pada pengrajin yang memiliki tingkat personal hygiene yang rendah, dengan kriteria DKI rendah 37,50%, sedang 43,75% dan parah 18,75%. The increasing amount of tofu production resulted in the occurrence of skin health problems in the hands of tofu craftsmen in Krajan, Mojosongo, Surakarta, namely Irritant Contact Dermatitis (DKI). The Jakarta incident caused the craftsmen to have to rest so that productivity decreased and income was reduced. There is a way to prevent the occurrence of DKI, by applying fermented coconut oil enriched with onion extract (MKF). The purpose of the research is to describe the awareness of the craftsmen know the behavior of healthy living by running personal hygiene well; describe the effect of healthy living behavior by running personal hygiene on the occurrence of DKI in the hands of tofu craftsmen and knowing the potential of fermented coconut oil (MKF) enriched with shallots (Allium cepa) to prevent DKI on the skin of the hands of tofu craftsmen. This research method is quasi-experimental, with a One Group Pre-Test and Post-Test design, with one group being observed. The sampling technique is done by purposive sampling. The results showed that the tofu craftsmen in Krajan, Mojosongo Surakarta had a low level of personal hygiene, which was 64%; DKI incident occurred in craftsmen who had low levels of personal hygiene, with low DKI criteria 37.50%, moderate 43.75% and severe 18.75%.
ANALISIS TINGKAT DIMENSI KONSEP DIRI TERHADAP KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN HIV/AIDS Susana Nurtanti; Sri Handayani; B Basuki
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.563 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.415

Abstract

Masalah HIV dan AIDS yang menjadi tantangan kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Peran serta ODHA secara fisik dan psikologis sangat diperlukan agar kondisi kesehatannya tidak semakin memburuk. Penelitian ini bertujuan menganalisa tingkat konsep diri terhadap kualitas hidup ODHA yang menjalani perawatan di klinik voluntary consulting and testing (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah Soediran Mangoen Soemarso Wonogiri. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian diambil 30 orang, setara dengan 35 % dari penderita yang terdaftar dalam layanan selama periode pengumpulan data. Desain penelitian adalah deskriptif analisis kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang konsep diri dan WHOQOL-HIV BREF. Data yang diperoleh diolah dalam spreadsheet Excel dan diekspor ke SPSS versi 17.0 program. Hasil penelitian responden dengan konsep diri rendah yang mempunyai kualitas hidup tinggi adalah 5 orang (16,7%), rendah 12 orang (40,0%), responden dengan konsep diri tinggi mempunyai kualitas hidup tinggi adalah 9 orang (30,0 %), rendah 4 orang (13,3 %). Hasil chi square test menunjukkan p = 0,030 > 0,05 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kualitas hidup. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara diri fisik, diri keluarga, diri sosial dan kritik diri dengan kualitas hidup akan tetapi ada hubungan yang signifikan antara diri moral etik dan diri pribadi dengan kualitas hidup meskipun derajad hubungan masih rendah. Ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan kualitas hidup. Penelitian ini mempunyai kontribusi dalam peningkatan dimensi konsep diri yang mempengaruhi kualitas hidup melalui kegiatan pada Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dalam bentuk penyuluhan kesehatan, peningkatan ketrampilan dan diskusi dalam FGD. HIV and AIDS being a health challenge in almost all over the world, including in Indonesia. The role of PLWHA in physical and psychological is very necessary. This study aims to analyze the level of self-concept of the quality of life of people with HIV / AIDS who undergo treatment at the voluntary consulting and testing (VCT) clinic of the Soediran Mangoen Soemarso Hospital Wonogiri. Sampling uses a purposive sampling technique The study sample was taken 30 people. The design of this research is descriptive quantitative analysis with cross-sectional approach. Data collection instruments used a questionnaire about self-concept and WHOQOL-HIV BREF. The data obtained was processed in an Excel spreadsheet and exported to SPSS version 17.0 of the program. The results of the research respondents with low self-concept who have a high quality of life are 5 people (16.7%), low 12 people (40.0%), respondents with high self-concept who have a high quality of life are 9 people (30.0% ), low 4 people (13.3%). Chi square test results showed p = 0.030> 0.05 which means there is a significant relationship between self-concept and quality of life. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between physical self, family self, social self and self criticism with quality of life, there is a significant relationship between moral ethical self and personal self with quality of life although the degree of relationship is still low. There is a significant relationship between self concept with quality of life. The contribution of this research is to increase the dimensions of self-concept that affect the quality of life through activities in the Peer Support Group (KDS) in the form of health education, skills improvement and discussion in the FGD.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS WANARAJA Miftah Hudatul Umam; tetti solehati; Dadang Purnama
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.07 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.419

Abstract

Diabetes melittus merupakan salah satu penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. Penderita diabetes melittus akan mengalami berbagai permasalahan dalam proses kehidupannya yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien dengan diabetes mellitus di Puskesmas Wanaraja Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampeldidapatkandenganteknik total sampling berjumlah 91 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini WHOQOL-BREF yang terdiri dari 26 pertanyaan yang sudah valid dan reliabel. Analisa data yang dilakukan menggunakan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kualitas hidup pasien diabetes mellitus sebagian besar63,7% berada pada kategorisedang. Kualitashidupberdasarkan domain fisik sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 61,5%, domain psikologis sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 60,4%, domain hubungansosial sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 58,2%, dan domain lingkungan sebagian besar memiliki kualitas hidup pada kategori sedang sebanyak 53,8%.Berdasarkan data tersebutdapatdisimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup yang sedang baik dari segi domain fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan. Oleh sebab itu pentingnya peran petugas kesehatan untuk melakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes mellitus menjadilebihbaik. Diabetes mellitus is a chronic disease that cannot be cured. Patients with diabetes mellitus will experience various problems in their life processes that can affect their quality of life. The purpose of this study was to determine the description of the quality of life of patients with diabetes mellitus in Community Health Center Wanaraja, Garut Regency. The research method used was quantitative descriptive. Samples were obtained by a total sampling technique as many as 91 people. The instrument used in this study was WHOQOL-BREF which consisted of 26 valid questions. Data analysis was performed using descriptive analysis. The results showed that the quality of life of patients with diabetes mellitus was mostly in the moderate category as many as 63.7%. Quality of life based on the physical domain mostly has a quality of life in the moderate category of 61.5%, the psychological domain mostly has a quality of life in the moderate category of 60.4%, the domain of social relations mostly has a quality of life in the medium category of 58.2 %, and most of the environmental domains have a quality of life in the medium category of 53.8%. Based on these data it can be concluded that the majority of respondents have a moderate quality of life in terms of physical, psychological, social and environmental relations. Therefore the important role of health workers to conduct health promotion to improve the quality of life of patients with diabetes mellitus be better.
TERAPI KECEMASAN DENGAN ANIMAL ASSISTED TEHRAPY W Widiyaningsih; Y Yunani; M Jamaluddin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 11 No. 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.512 KB) | DOI: 10.34035/jk.v11i1.420

Abstract

Data litbang Save Our Soccer (SOS) selama 2017 terdapat korban meninggal sebanyak 65 orang dari kericuhan sepak bola Indonesia serta kerusakan dari infrastruktur yang ada di stadion. Pengontrolan kecemasan pada atlet sepakbola anak dapat diterapi dengan menggunakan pendekatan non farmakologi yang minimal efek samping. Pengelolaan kecemasan yang baik dapat menstabilkan fungsi fisik dan psikis sebelum permainan di lapangan. Manfaat sosial lain adalah terkontrol sportivitas selama di lapangan dan mengurangi angka kejadian kekerasan misal tawuran dalam suatu pertandingan sepakbola. Ikan cupang merupakan salah satu hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai animal assisted therapy untuk mengatasi kecemasan. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh animal assisted therapy ikan cupang terhadap kecemasan pada atlet sepak bola anak. Metode penelitian menggunakan quasy experiment with one group pre and post test design. Penelitian ini menggunakan 30 responden atlet sepak bola anak yang terdaftar di sekolah sepak bola anak di Semarang menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian untuk mengukur kecemasan menggunakan Kuesioner Depression Anxiety Stres Scale (DASS) 42. Pengambilan data dilakukan 30 menit sebelum pertandingan sepakbola dimulai. Pertama peneliti mengambil data pretest untuk mengukur kecemasan. Setelah itu peneliti memberikan intervensi animal assisted therapy dengan ikan cupang selama 15 menit dengan cara memberikan kesempatan pada responden untuk melihat dan memberikan makan pada ikan cupang yang ditaruh dalam akuarium ikan. Posttest pengukuran kecemasan dilakukan setelah pemberian intervensi AAT ikan cupang. Intervensi diulang selama tiga kali pertandingan. Analisa data dengan dengan menggunakan uji wilcoxon didapatkan p value 0.000 sehingga disimpulkan terdapat pengaruh animal assisted therapy terhadap kecemasan pada atlet sepakbola anak. Save Our Soccer (SOS) R & D data during 2017 there were 65 people died from the chaos of Indonesian football and damage to the infrastructure in the stadium. Controlling anxiety in children's soccer athletes can be treated using a non-pharmacological approach that minimizes side effects. Good anxiety management can stabilize physical and psychological functions before playing in the field. Other social benefits are controlled sportsmanship while on the field and reduce the number of violent events such as brawls in a soccer match. Betta fish is one animal that can be used as animal assisted therapy to overcome anxiety. The purpose of this study was to analyze the effect of animal assisted therapy in betta fish on anxiety in children's soccer athletes. Research method was quasy experiment with one group pre and post test design This study used 30 respondents of children's soccer athletes enrolled in children's soccer schools in Semarang using purposive sampling. The research instrument for measuring anxiety used the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) Questionnaire 42. Data was collected 30 minutes before the soccer match begins. First the researchers took the pretest data to measure anxiety. After that the researchers gave animal assisted therapy intervention with betta fish for 15 minutes by giving respondents the opportunity to see and feed the betta fish placed in a fish aquarium. Posttest measurement of anxiety was done after the administration of betta AAT intervention. The intervention was repeated for three matches. Data analysis used Wilcoxon test obtained p value 0,000 so that it was concluded there was an influence of animal assisted therapy on anxiety in children's soccer athletes.

Page 1 of 2 | Total Record : 15