cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2013)" : 15 Documents clear
SELF-REGULATED LEARNING (SRL) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Siti Fatimah, Siti Suminarti Fasikhah dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.137 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan self-regulated learning terhadap peningkatan akademik (IP) pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan dua kelompok secara random. Subjek penelitian berjumlah 54 mahasiswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah self-report dan dokumentasi. Analisa data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelompok yang diberi pelatihan SRL memiliki prestasi akademik lebih tinggi dibandingkan kelompok yang tidak diberi pelatihan SRL dengan nilai p< 0,003. Dimana kelompok yang diberi pelatihan memiliki nilai rata-rata indeks prestasi (IP) lebih tinggi dengan mean = 2,78 dibandingkan kelompok yang tidak diberi pelatihan dengannilai mean = 2,47.Kata kunci: Self-Regulated Learning, Prestasi AkademikThis study aimed to know the effect of SRL training on developing students' academic achievement. The subject were 54 students. The methods of collecting data were self report and documentation. The data analysed by Independent sample t-test. The findings showed that the group who trained SRL have higher academic achievement than those who were not given SRL training with p<0.003. The group who were given training of SRL have higher grade point average by mean=2,78 if it's compared to the group who were not given training of SRL by mean=2,47.Keywords: Self-Regulated Learning, Academic Achievement
ADVERSITY QUOTIENT DENGAN MINAT ENTREPRENEURSHIP Shohib, Muhammad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.57 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity quotient dengan minat enterpreneurship. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimen dengan mengambil responden 100 siswa-siswa SMA melalui metode accidental sampling. Instrument pengambilan data menggunakan kuesioner dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara adversity quotient dengan minat entrepreneurship dengan nilai koefisien korelasi(R) sebesar 0,225 dan nilai signifikansi (p) 0,024. Hal ini berarti semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula minat entrepreneurship, begitu pula sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 5%.Kata kunci: Adversity Quotient, Minat EntrepreneurshipThis research aimed to know correlation between adversity quotient and enterpreneurship interest. This study is non-experimental quantitative research with 100 students from high school participated as respondents.The study used accidental sampling method. The data collection instrument were 2 Likert scale. Result showed positive correlation between adversity quotient and interest in entrepreneurship with a correlation coefficient (r) of 0.225 and p= 0.024. It means that the higher adversity quotient,the higher interest to enterpreneurship, and vice versa, with the effective contribution by 5%.Keyword: Adversity Quotient, Entrepreneurship Interest
KONSEP DIRI INDEPENDEN DENGAN INTENSI MEMBELI SEPEDA FIXIE Zakarija Achmat, Veva Ardhyaning Kencana Sari dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.948 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1360

Abstract

Saat ini sepeda fixie menjadi sebuah produk yang sedang tren terutama dikalangan para anak muda. Bagaimana seseorang memandang sebuah produk dan muncul intensi membeli berkaitan dengan konsep diri independen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri independen dengan intensi membeli sepeda fixie. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang diambil dengan teknik sampel insidental. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala konsep diri independen dan intensi membeli. Metode analisa data menggunakan teknik Product Moment dari Karl Pearson. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri independen dengan intensi membeli sepeda fixie (r = -0,536; p = 0,000) hal ini berarti bahwa apabila konsep diri independen yang dimiliki positif, maka intensi membelisepeda fixie rendah, sebaliknya konsep diri independen yang dimiliki negatif, maka intensi membeli sepeda fixie tinggi.Kata kunci: Konsep Diri Independen, Intensi Membeli, Sepeda FixieIn this time fixie bike become a product which still trend especially among young people. How someone look into a product and rise intention to buy is related to independent self concept. This research aimed to know correlation of independent self concept and intention to buy fixie bike. This research represents non-experiment research with quantitative approach of correlation. Sample in this reseach were 100 students at University of Muhammadiyah Malang.Sampling used incidental technique. Instruments to collect the data were scale of independent self concept and scale of intention to buy fixie bike . Method of data analyses using techniques of product moment from Karl Pearson. The result indicated there is negative correlation, which is significant between independent self concept with intention to buy fixie bike (r=-0,536; p=0,000). It means that independent self concept which owned is positive, hence intention to buy bicycle of fixie is low and vice versa.Keywords: Independent Self Concept, Intention to Buy, Fixie Bike
STUDI EKSPLORATIF PERILAKU KOPING PADA INDIVIDU DENGAN CEREBRAL PALSY Maimunah, Siti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.427 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji lebih dalam bagaimana strategi koping, bentuk perilaku koping dan sumber koping yang dilakukan oleh individu dengan cerebral palsy. Informan penelitian diperoleh dengan teknik purposif, dengan karakteristik informan: Individu dengan cerebral palsy, tidak disertai retardasi mental, dan tidak disertai kecacatan lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan dari 6 informan terdapat 5 informan yang menggunakan strategi problem focused coping dan 1 informan menggunakan emotional focused coping. Perilaku koping yang dilakukan adalah berusaha santai atau tidak terbebani dengan kondisi fisiknya serta merasa dirinya normal seperti orang lain. Sumber koping yang paling banyak digunakan adalah keyakinan positif dan dukungan sosial. Temuan menarik dalam penelitian ini adalah semua informan selalu memiliki "rasa syukur" atas kehidupannya meskipun mereka mengalami keterbatasan fisik.Kata kunci: Perilaku Koping, Individu dengan Cerebral PalsyThis research aimed to investigated and examined deeply how the coping strategies, coping behavior and the source of coping conducted by individuals with cerebral palsy. Informants were obtained by purposive technique, with the characteristics of the informants: individuals suffer cerebral palsy without mental retardation, and other disabilities. Data collection techniques used in-depth interviews, observation and documentation.The results of this study indicated that 5 of 6 informants use problem focused coping strategies and one informant uses emotional focused coping. Coping behavior that used by informants are trying to relax or not being burdened by his physical condition and felt they are normal like everyone else. Source of the most widely coping uses by the sufferer is positive beliefs and social support. Interesting findings of the research revealed almost all the research informants always have a "sense of gratitude" for his life even though they have physical limitations due to cerebral palsy that they experienced.Keywords: Coping Behavior, Individual with Cerebral Palsy
SELF EFFICACY DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Hudaniah, Yudi Ganing Dwi Utami dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.438 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kesiapan kerja pada siswa SMK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan subyek penelitian 142 siswa SMKN 5 Malang, dengan teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala self efficacy dan kesiapan kerja, dengan metode analisa data product moment. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara self efficacy dengan kesiapan kerja dengan nilai koefisien korelasi r = 0,676 dan p=0,000 ; p<0,05. Hal ini berarti semakin tinggi self efficacy semakin tinggi pula kesiapan kerjanya, begitu juga sebaliknya, dengan sumbangan efektif sebesar 45,6%.Kata kunci: Self Efficacy, Kesiapan Kerja, Siswa SMKThis research aimed to know correlation between self efficacy and readiness to work on SMK students.This research is quantitative research, with total sampling 142 students of SMK as respondents. Instruments used in this research were self efficacy and work readiness scale. The data analyzed using product moment correlation showed that there is a positive and significant correlation between self efficacy and work readiness with coefficients r = 0,676 and p = 0.000; p<0,05. It means the higher self efficacy have the higher work readiness, and vive versa, with effective contribution of self efficacy to work readiness is 45,6%.Keywords: Self Efficacy, Work Readiness, Vocational High School Students
MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU YANG SUDAH DISERTIFIKASI Surya Wardana, Dendik
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.733 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1361

Abstract

Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan keinginan semua pihak terutama masyarakat untuk membina anak didik. Untuk meningkatkan kinerja dan kualitas guru, pemerintah memberlakukan UU No. 14 Tahun 2005 tentang sertifikasi Guru dan Dosen, namun kinerja guru yang sudah sertifikasi masih belum memuaskan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah motivasi berprestasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan kinerja guru yang sudah disertifikasi. Subjek penelitian 110 guru yang sudah disertifikasi di kecamatan Sumberbaru Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu skala motivasi berprestasi dan skala kinerja. Teknik analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara motivasi berprestasi dengan kinerja dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,636. Koefisien determinasi (R2) = 0,877 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,000. Adapun sumbangan efektif motivasi berprestasi terhadap kinerja sebesar 87,7% sisanya sebesar 12,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Motivasi Berprestasi, Kinerja, Sertifikasi GuruTeacher is demanded has performance that can give and realize hope of all party especially society to guide pupil. To increase performance and teacher quality, government apply law 14 in 2005 about teacher and lecturer certification, but teacher performance that pass certification has not satisfy yet. One factor that influence performance is achievement motivation. This research used quantitative research type to know correlation between achievement motivations and performance of the certified teacher. The sample is 110 certified teachers at district Sumberbaru-Jember. Techniques sampling used purposive sampling. Instrument for collecting the data used achievement motivation scale and performance scale. Techniques of data analysis used correlation of product moment. The result revealed positive correlation and very significant between achievement motivation and performance, with correlation coefficient value (r)=0,636. Determination coefficient (R2)=0,877 and level of significance (p)=0,000. This result showed achievement motivation effective contribution towards performance is 87,7%, and the( 12,3%) is influenced by other variable doesn't examine in this research.Keywords: Achievement Motivation, Performance, Teacher Certification
COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) UNTUK MENGATASI GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF Suryaningrum, Cahyaning
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.897 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1352

Abstract

Prevalensi gangguan obsesif-kompulsif di suatu populasi atau masyarakat relatif kecil, namun bukan berarti kondisi tersebut dapat diabaikan. Orang yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif tidak akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dalam keseharian hidupnya. Penelitian ini bermaksud untuk melihat apakah Cognitive Behavior Therapy (CBT) efektif untuk mengatasi gangguan obsesif-kompulsif. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Subyeknya adalah seorang individu yang menunjukkan simptom-simptom Obsesive Compulsive Disorder (OCD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cognitive Behavior Therapy (CBT) dapat mengurangi simptom OCD, yang ditunjukkan dengan menurunnya tingkat kecemasan, pemikiran negatif dan perilaku kompulsif. Subyek merasakan perubahan yang besar setelah mengikuti terapi; tingkat kenyamanan terhadap dirinya sendiri juga lebih baik dibanding sebelumnya.Kata kunci: Cognitive Behavior Therapy, Gangguan Obsesif KompulsifPrevalence of obsessive-compulsive in a population or community is just a small number, but it doesn't mean these conditions can be ignored since the sufferer always feel uncomfort in everyday life. This study aimed to examine the effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) to decrease the symptom of obsessive-compulsive disorder. This research use case study method. Subject is individu who has symptoms of obsessive-compulsive disorder. The result showed that Cognitive Behavior Therapy (CBT) is effective to cope obsessive-compulsive disorder, characterized by reducing levels of anxiety, obsessive thoughts and compulsive behaviors. Subjects felt a big change after following this therapy. They also fell more comfort with herself after involve in this therapy.Keywords: Cognitive Behavior Therapy, Obsessive Compulsive Disorder
PERILAKU ASERTIF DAN KECENDERUNGAN MENJADI KORBAN BULLYING Tri Dayakisni, Novalia dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.079 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1366

Abstract

Bullying merupakan masalah penting yang perlu diperhatikan di lingkungan sekolah, biasanya dilakukan oleh kakak kelas terhadap adik kelas atau orang yang lebih kuat. Salah satu faktor yang menentukan intensitas kecenderungan menjadi korban bullying adalah perilaku asertif pada siswa. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying. Penelitian dilakukan terhadap 60 siswa MA NU Lekok Pasuruan. Pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling populasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah skala perilaku asertif dan skala kecenderungan menjadi korban bullying. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara perilaku asertif dengan kecenderungan menjadi korban bullying pada siswa MA NU Lekok Pasuruan. Nilai koefisien dengan (r) = (-0,430), koefisien determinasi (r2) = 0,185 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Hal ini berarti semakin tinggi perilaku asertif siswa maka semakin rendah kecenderungan menjadi korban bullying, demikian juga sebaliknya, semakin rendah perilaku asertif maka semakin tinggi kecenderungan menjadi korban bullying. Sumbangan efektif perilaku asertif terhadap kecenderungan menjadi korban bullying sebesar 18,5%, sisanya 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.Kata kunci: Perilaku Asertif, Kecenderungan Menjadi Korban BullyingBullying is an important issue to be noticed in school environment. It commonly do by senior to junior or stronger person. One factor that determines the intensity of a tendency to be a victim is assertive attitude. The research used correlational research to examine correlation between assertive attitude and tendency to be a victim of bullying. Sixty students of MA NU Lekok High School of Pasuruan participated in this study. Sampling technique that used in this researh was population technique. Instrument used to collect the data were assertive attitude scale and tendency to be victim of bullying scale. Data analyzed by product moment correlation. The result revealed significant negative correlation between assertive attitude and tendency to be victim of bullying on participant with coefficient value (r) = (-0,430). Coefficient determinant (r2) = 0,185 and probability of error (p) = 0,001. It means that the higher assertive score, the lower tendency to be victim of bullying, and vice versa. While effective contribution of assertive attitude to tendency to be victim is 18,5%, the rest of 81,5% influenced by other variables which were not examined in this study.Keywords: Assertive Attitude, Tendency to be Victim of Bullying
RELAPS PADA PASIEN SKIZOFRENIA Zainul Anwar, Diny Rezki Amelia dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.561 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1357

Abstract

Pasien skizofrenia yang menarik diri dari orang lain dan kenyataan, seringkali masuk ke dalam kehidupan fantasi yang penuh delusi dan halusinasi. Dalam perjalanan penyakitnya, penderita skizofrenia seringkali mengalami relaps setelah selesai menjalani masa perawatan baik di rumah sakit maupun pengobatan non medis. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab relaps pada pasien skizofrenia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur. Adapun subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yaitu pasien skizofrenia yang dirawat di rumah sakit jiwa dan pernah dinyatakan sembuh kemudian mengalami relaps dan harus kembali menjalani rawat inap di rumah sakit jiwa yang sama. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan triangulasi sumber. Hasil yang didapat dari penelitian ini bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi peyebab relaps pada pasien skizofrenia yaitu faktor ekonomi, ketidakpatuhan pasien pada pengobatan, mendapat perlakuan kasar dan pertengkaran yang terus menerus dengan saudara kandung, konflik yang berkepanjangan dengan istri, dan emosi (marah) yang diekspresikan secara berlebihan oleh keluarga.Kata kunci: Skizofrenia, RelapsSchizophrenia patient who withdraws from others and reality often comes into life of fantasy that is full delusion and hallucination. In process of experiencing the disease, patient schizophrenia often relapse after completed treatment either in hospital medical therapy or non medical therapy. This study attempted to know the caution of relapse at schizophrenia patient.The type of research is qualitative research, and the data collected in the form of semi-structured interviews.The subject in this research were three former inpatient schizophrenia in mental hospital who experience relapse and must return to the same hospital to get treatment anymore. Analyzing the data used qualitative methods with triangulation sources. The results showed that there are some things becoming cause relapse at patient schizophrenia. It comprised economic factor, disobedience of patient at therapy, gets continuous upstaging and quarrel with sibling, endless conflict with wife, depressed because of a desire to marry is not reached, and receive excessive emotion (angry) from their family.Keywords: Schizophrenia, Relapse
KONSEP DIRI DENGAN KONFROMITAS PADA KOMUNITAS HIJABERS Ni’matuzahroh, Mutia Andriani dan
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.945 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v1i1.1362

Abstract

Komunitas Hijabers merupakan komunitas muslim hijaber pertama di Indonesia. Komunitas ini menginspirasi berbagai style berbusana muslim yang modis ala hijabers yang banyak digemari wanita. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah anggota yang bergabung dan secara tidak langsung meningkatnya jumlah perempuan muslim yang menggunakan jilbab. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers. Jumlah sampel penelitian 50 orang yaitu minimal 3 bulan bergabung dengan komunitas Hijabers Banjarmasin dan berusia 16-25 tahun. Teknik analisa data menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Person dengan menggunakan dua variabel, yaitu konsep diri serta konformitas pada komunitas Hijabers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi (r) = -0,469 dan probabilitas kesalahan (p) = 0,001. Derminan korelasi (r2) = 0,220. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri dengan konformitas pada komunitas Hijabers, dengan sumbangan efektif sebesar 22%.Kata kunci: Konsep Diri, Konformitas, Komunitas HijabersHijabers community is the first Muslim Hijabers community in Indonesia. This community inspiret the wearing stylish muslimah dress that attracted women to join in this kind of style. It can be seen from the increasing amount of members who join and indirectly increasing amount of Muslim women who wear veils. The research aimed to know the relationship of self concept and the conformity of Hijabers community. The amount of the research sample were 50 people with the criteria were at least 3 months joining the Hijabers community in Banjarmasin and 16-25 years old. Data analysis techniques used the product moment correlation test of Karl Person. The results showed that the correlation coefficient (r) = -0,469 and error probability (p) = 0,001. This means that there are very significant negative relationship between self-concept and the conformity of Hijabers community, with effective contribution as 22%.Keywords: Self-Concept, Conformity, Hijabers Community

Page 1 of 2 | Total Record : 15