cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 13 Documents clear
TERAPI KOGNITIF PERILAKU UNTUK MENGATASI GANGGUAN KECEMASAN SOSIAL Asrori, Adib
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.369 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2128

Abstract

Kecemasan sosial adalah tipe gangguan yang banyak terjadi, tetapi diagnosis jarang ditegakkan, sehingga terapi pun jarang diberikan. Individu yang mengalami kecemasan memiliki pemikiran negatif akan evaluasi orang lain, yang akibatnya menimbulkan kecemasan, sensasi fisik seperti gemetar atau keringat dingin dan perilaku menghindar atau perilaku aman. Salah satu terapi yang telah terbukti efektivitasnya untuk mengatasi kecemasan sosial adalah Terapi Kognitif Perilaku. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana Terapi Kognitif Perilaku dalam menurunkan tingkat kecemasan pada gangguan kecemasan sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang memenuhi kriteria kecemasan sosial. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang lazim digunakan untuk uji efektivitas terapi. Hasilnya menunjukkan bahwa Terapi Kognitif Perilaku dapat menurunkan tingkat kecemasan pada gangguan kecemasan sosial yang dialami oleh kedua subjek, bahkan meningkatkan kepercayaan diri subjek dalam berinteraksi sosial.   Kata kunci: Terapi kognitif perilaku, kecemasan sosial   Social Anxiety Disorder is a type of disorder that commonly occurs in society, but rarely diagnosed, so the therapy is almost never to be given. An individual undergoing the type of disorder has a negative interpretation of other’s evaluation on him/her by which causes anxiety, physical sensations such as trembling/shaking or sweating, and does a kind of avoidance or takes a safer behavior. One therapy that has proved its effective treatment to overcome social anxiety disorder is Cognitive Behavior Therapy (CBT).  This research investigated how the Cognitive Behavior Therapy worked on diminishing the level of worry in social anxiety disorder. The subject of the study was college students who were appropriately required for the criteria of social anxiety. Research design used case study design which is suitable to examine the effectivity of therapy. The result showed that the Cognitive Behavior Therapy could, indeed, reduced the level of worry in social anxiety disorder underwent by the two subjects of this research, and even it might raise the subjects’ self-confidence/self-esteem in having the interaction with other people in certain social environment.   Keywords:  Cognitive behavior therapy, social anxiety disorder
SELF COMPASSION DAN LONELINESS Hidayati, Diana Savitri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.826 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2136

Abstract

Banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami kesepian, salah satu penyebabnya adalah kondisi di mana harus tinggal jauh dari orang tua dan keluarga,  yang juga dialami oleh remaja yang tinggal di pondok pesantren. Self-compassion merupakan salah satu bahasan yang bisa menjelaskan bagaimana individu mampu bertahan, memahami dan menyadari makna suatu kesulitan sebagai hal yang positif, termasuk kesulitan ketika harus tinggal jauh dari orang tua dan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self compassion  dengan lonelines. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan subyek penelitiannya berjumlah 254 siswi yang tinggal di pondok pesantren. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala Self  Compassion Scale (SCS) dan R-UCLA Loneliness Scale yang masing-masing telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan telah melalui proses validasi dan reliabilitas. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa hipotesa penelitian ditolak yang berarti bahwa tidak ada hubungan antara self compassion dan loneliness (r = 0.776; p = 0.001; 0.776 > 0.001).             Kata kunci: Self compassion, loneliness Loneliness is caused by many thing, one of them is the condition when tenager should life without parents and family because of their study at a boarding school. Self compassion is a new concept that explain about how to defend, understand and realize the meaning of suffering as a positive thing; for example when some one should life without their parents and families. The aim of this study is to determine relationships of  self compassion and loneliness. Methode research is a quantitative approach to correlation with number of subjects were 254 girls who were life at a boarding school. Methode of data collecting  in this study by self compassion scale and R-UCLA loneliness scale. The results showed that there is no correlations between self compassion and loneliness (r = 0.776; p = 0.001; 0.776 > 0.001).             Keywords: Self compassion, loneliness
EFEKTIVITAS GROUP COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (GCBT) DALAM MENURUNKAN KECEMASAN MENGHADAPI PELAKU BULLYING DITINJAU DARI HARGA DIRI PADA KORBAN BULLYING Pambudhi, Yuliastri Ambar
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2124

Abstract

Perilaku bullying yang ada pada anak dan remaja saat ini mulai marak terjadi di Indonesia. Dampak yang dialami korban bullying adalah perasaan cemas, takut dan bahkan depresi. Salah satu metode yang dianggap efektif untuk menurunkan kecemasan adalah Group Cognitive Behavior Therapy (GCBT) dan efektivitas penurunan kecemasan ini dipengaruhi oleh harga diri seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas GCBT dalam menurunkan kecemasan yang dialami korban ketika menghadapi pelaku bullying, serta untuk mengetahui perbedaan penurunan kecemasan menghadapi pelaku bullying antara korban yang mempunyai harga diri tinggi dan korban dengan harga diri rendah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen pre-post design. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling dengan jumlah subjek penelitian 15 santri yang tinggal di Pesantren Anak Yatim (PAY) Al-Bisri Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan Skala Olweus. Berdasarkan data yang diperoleh dilakukan uji-t dan anakova. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa GCBT efektif menurunkan kecemasan menghadapi pelaku bullying pada santri di Pesantren Anak Yatim (PAY) Al-Bisri. Sedangkan variabel harga diri mempengaruhi penurunan kecemasan menghadapi pelaku bullying namun tidak signifikan.   Kata kunci: Group cognitive behavior therapy, kecemasan harga diri, korban                   bullying   There are many bullying behavior cases to children and adolescent in Indonesia. The impact to the bullying victims is the feeling of anxiety, afraid and even depression. One of the methods that are considered effective to decrease the anxiety is Group Cognitive Behavior Therapy (GCBT) and the effectiveness of this anxiety decrease is influenced by someone self-esteem. The goals of this research are to review the effectiveness of GCBT implemented in decreasing the anxiety of the bullying victims in facing the bullying subject and also to know the differences of decreased anxiety to bullying subjects from the victims who have high and low self esteem. This research is done by using experimental method, by pre-post design experiment. The sample collection technique is random sampling and total subject 15 student in Pesantren Anak Yatim (PAY) Al Bisri Surabaya. The data collection methods used in this research are observation, interview and Olweus Scale. Based on the data possessed, it is done t-test and anakova, t-test results is 0,644 with a significance 0,01. Based on the data analysis, it can be concluded that the GCBT is effective in decreasing the anxiety in facing bullying subjects to the students in Pesantren Anak Yatim (PAY) Al-Bisri. While, the self-esteem variable influences the decreasing of anxiety in facing bullying subjects, but the influence is not significant.   Keywords: GCBT, the anxiety in facing bullying subjects, self-esteem and bullying    victims.
PERSEPSI SISWA TERHADAP METODE PENGAJARAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN TINGKAT MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMA Amalia, Yasienta
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.832 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2131

Abstract

Minat berwirausaha pada diri siswa dipengaruhi sebagian besar oleh minat pada siswa yang ditentukan oleh metode pengajaran kewirausahaan yang diperoleh di lingkungan sekolah. Salah satunya yang dapat menarik minat siswa untuk berwirausaha adalah model pengajaran Guru Kewirausahaan. Guru yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, mampu mengelola kelas dengan baik ketika pengajaran dapat menarik perhatian siswa untuk berminat terhadap mata pelajaran yang sedang diajarkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas X SMA Semen Gresik tahun pelajaran 2013-2014 berjumlah 117 siswa. Analisa data menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan r hitung = 0,825 yang berarti ada hubungan antara persepsi siswa terhadap metode pengajaran kewirausahaan dengan tingkat minat berwirausaha siswa SMA Semen Gresik. Kata kunci: Minat berwirausaha, persepsi, metode pengajaran kewirausahaan   Interest in entrepreneurship on students can be influenced by the majority of students is determined by the interest in entrepreneurship teaching methods gained in the school environment. One thing that can attract students to entrepreneurship is a teacher teaching methods Entrepreneurship. Teachers can create an effective learning environment, fun, able to manage the class well when teaching, it can attract the attention of students to an interest in the subject being taught. This research is a type of quantitavie correlational research. Subject used in this study were Class X students of SMA Semen Gresik 2013-2014 school year 117 student. Data were analyzed using two variables Product Moment correlation with a significance level of 5%. The results showed count r = 0.825, which means a significant. Based on data analysis, it can be concluded that there is a relationship between students' perceptions of teaching methods entrepreneurial to the level of interest in entrepreneurship Semen Gresik high school students. Keywords:Interest in entrepreneurship, perception, teaching  
PENGASUHAN IBU BERKARIR DAN INTERNALISASI NILAI KARIR PADA REMAJA Puspita Dewi, Eva Meizara
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.381 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi remaja terhadap wanita karier sebagai dampak dari pengasuhan yang selama ini dirasakannya dan akan menjadikan nilai-nilai yang terinternalisasi dalam diri ketika kelak dewasa nanti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subyek penelitian sebanyak 29 mahasiswa dan mahasiswi psikologi. Pengambilan data dengan cara angket terbuka dan FGD Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitas lebih banyak yang memiliki persepsi positif dibandingkan yang negative. Terbentuknya persepsi ini sangat tergantung pada bagaimana ibu mampu mengatur waktu dan perhatiannya antara keluarga dan pekerjaannya. Dampak positif dan negative dirasakan oleh semua subyek. Nilai yang terinternalisasi bagi remaja laki-laki yang memiliki persepsi positif dan mampu mengolah dampak dengan baik maka akan mengijinkan istrinya untuk berkarier dan sebaliknya. Sementara untuk remaja perempuan akan memotivasi dirinya kelak akan menjadi wanita karier.    Kata kunci: Pengasuhan, ibu berkarier, remaja   This research aims to reveal the adolescent 's perception of the career woman as a result of parenting that has been felt and will make the values ??are internalized within one day when I grow up . This research used qualitative methods to research  subjects were 29 male and female students of psychology.Maked of data by means of an open questionnaire and FGD. The results showed that more Quantitatively who have positive perceptions than the negative. The formation of this perception is highly dependent on how the mother is able to regulate of time and attention between family and her work. Positive and negative impact felt by all subjects. But the deciding factor this may be a conflict or a family would be a challenge to complete is dependent on how mothers adjust both their role and support of her husband. Internalized values ??for young men who have a positive perception of the impact and able to process well then be allow her to pursue a career and vice versa. As for the teen girls will motivate him will become a career woman.   Keywords:  Parenting, career mother, adolescent  
GAME THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SENSE OF BELONGING ANAK PANTI ASUHAN Muhaeminah, Muhaeminah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.936 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2125

Abstract

Sense of belonging dapat diartikan sebagai perasaan seolah berada di ?rumah? dimana seseorang dapat merasakan dirinya dihargai dan diterima seutuhnya serta merasakan kecocokan. Tema ini menjadi menarik untuk dibahas ketika subjek penelitian adalah anak-anak yang bertempat tinggal di panti asuhan, mengingat kondisi keluarga mereka yang sesungguhnya tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan belonging. Kurangnya sense of belonging dapat diatasi, salah satunya dengan pemberian game therapy. Game therapy berdasarkan unsur terapiutiknya secara langsung berkaitan erat dengan aspek yang membangun sense of belonging. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efektivitas game therapy dalam rangka meningkatkan sense of belonging anak panti asuhan Nurul Abyadh Malang. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain control group pre-test post-test. Dari hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat sense of belonging yang signifikan antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol setelah diberi perlakuan berupa game therapy dengan nilai Z = -2.759 dan p = 0.006 (p < 0.05). Kelompok eksperimen memiliki tingkat sense of belonging yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Dengan demikian, diperoleh bahwa game therapy dapat digunakan untuk meningkatkan sense of belonging.   Kata kunci: Game therapy, sense of belonging, panti asuhan, anak   Sense of belonging can be defined as a person?s feeling at ?home? whereby a person completely being respected, accepted, and feel fit in. This topic become more interesting because of the subjects in this research are children who live in an orphanage, because the condition of their real family did not good enough to fill their need. The lack of sense of belonging can be covered during game therapy. There are some of more prominent therapeutic facets of game therapy that links to promote sense of belonging?s aspects. This research aims to prove the effectivity of game therapy to increase sense of belonging of children who live at Nurul Abyadh Orphanage of Malang. This research is experiment research and categorizing as control group pre-test post-test design. The results show that value of Z = -2.759 and p = 0.006 (p < 0.05), suggesting that there is a significant difference in sense of belonging between experimental group and control group after being given treatment. The experimental group sense of belonging level is higher than the control group. Thus, the research proves that game therapy can be used to increase sense of belonging.   Keywords:  Game therapy, sense of belonging, orphanage, children
MENILIK PERASAAN TERANCAM BAHAYA KEJAHATAN KRIMINAL Viatrie, Diantini Ida
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.805 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2132

Abstract

Ketakutan pada bahaya kejahatan kriminal (fear of crime) tentu mengurangi tingkat kesejahteraan psikologis dan dapat menurunkan intensitas interaksi social. Pada kelompok dewasa, banyak variable lain yang ikut mempengaruhi tingkat fear of crime seperti usia, status social ekonomi dan etnisitas. Penelitian ini menggambarkan ketakutan remaja pada kejahatan kriminal dan kegemaran mereka pada berita kriminal. Subjek penelitian adalah 151 remaja berusia 15 ? 20 tahun di kota Malang. Mereka menjawab lima pertanyaan dimana tiga pertanyaan berupa pertanyaan tertutup dan dua lainnya adalah pertanyaan terbuka.Kelima pertanyaan ini berhubungan dengan perasaan ketakutan. Hasilnya mengindikasikan bahwa sebagian besar informan perempuan merasa ketakutan. Namun pada informan laki-laki, hanya separuh dari mereka yang merasa takut. Informan  laki-laki maupun perempuan lebih suka membaca berita non-kriminal. Sekolah yang dalam beberapa waktu belakangan ini dikabarkan menjadi tempat terjadinya banyak kejahatan kriminal dan seksual, ternyata masih dinilai sebagai lokasi yang relatif aman dari bullying.   Kata kunci: Perasaan terancam, kejahatan criminal, remaja   It has never been clear if today?s teenagers have fear of crime or not, in Indonesia. They can be subject of crimes and they can also be the offenders. The murder case of a female student aged about 18 years old showed that the offenders were the victim?s ex-boyfriend and his new girlfriend. They were all considered too young to commit such a crime. Research findings tell that the consistent variable found when it comes about teenagers? fear of crime was sexes. Crime news on the papers and on tv also found to be influential to teenagers? fear of crime. This survey research was held to describe the fear of crime among teenagers in Malang, East Java and their fond of crime news. The informants were 151 teenagers aged between 15-20 years old and they still went to school. There were 5 questions related to fear of crime asked to the informants and this survey found that most female teenagers were fear of crime. Boys were less fear than girls but both boys and girls prefer non-crime news. Despite of crimes and sexual abuses recently happened in schools, the informants thought that schools were still relatively safe place.   Keywords: fear, crimes, teenagers.  
PELATIHAN ASERTIVITAS NORMATIF TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA WANITA Nasri, Deni
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.473 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2138

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah agar wanita bermasalah tidak sembarangan melakukan hubungan seksual pranikah. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh yang bermakna pelatihan asertivitas normatif terhadap penurunan perilaku seksual pranikah pada wanita bermasalah. Penelitian ini menggunakan metode action research. Subjek pada penelitian ini adalah kelayan Panti “X” Yogyakarta. Pengukuran skala perilaku seksual pranikah dan skala asertivitas dilakukan pada saat sebelum pelatihan dan setelah pelatihan. Metode analisis data yang digunakan adalah paired sample t-test, yaitu untuk mengetahui perbedaan perbedaan perilaku seksual pranikah dan asertivitas subjek sebelum pelatihan dan setelah dilaksanakan pelatihan asertivitas normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas pada subjek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa wanita yang mengikuti pelatihan asertivitas normatif mengalami penurunan perilaku seksual pranikah dan peningkatan asertivitas.   Kata kunci : Perilaku seksual pranikah, pelatihan asertivitas normatif   The purpose of this study was that troubled women were not indiscriminate premarital sexual. The hypothesis is there was significant effect of normative assertiveness training toward premarital sexual behavior in troubled woman. The method used in this study was the action research method. The subject of the research were the clients of Parlors ‘X’ in Yogyakarta. Premarital sexual and assertiveness scales were measured before and after training. Data analysis method used in this research was the paired sample t-test method, this method used to find out the differences from subject’s premarital sexual and assertiveness behavior, before and after the normative assertiveness training. The result of this research showed that the subject's premarital sexual behavior was decreased  and the assertiveness was increased. Based on the results of the study, it was concluded that women who take normative assertiveness training will decrease premarital sexual and increase assertiveness.   Keyword : Premarital sexual, normative assertiveness training  
KEPERCAYAAN INTERPERSONAL DENGAN PEMAAFAN DALAM HUBUNGAN PERSAHABATAN Utami, Deassy Arifianti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.139 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2126

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana individu mulai mengenal lingkungan dan orang-orang disekitarnya, begitu pula dengan persahabatan. Kepercayaan interpersonal dibutuhkan dalam hubungan persahabatan. Terkadang, di dalam persahabatan ada salah satu individu melakukan kesalahan yang menyakiti sahabatnya. Untuk tetap menjalin persahabatan, dibutuhkan pemaafan kepada individu yang melakukan kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepercayaan interpersonal dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 181 orang dengan rentang usia 18-21 tahun. Pengambilan data menggunakan skala model likert. Metode analisa data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara hubungan kepercayaan interpersonal dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan (r = 0,591; p = 0,000; p < 0,001).   Kata kunci: Kepercayaan interpersonal, pemaafan, persahabatan, remaja. Adolescence is a period when people begin to recognize the environment and the people around, as well as friendship. Interpersonal trust needed in friendship. Sometimes, in the friendship theres one individual makes a mistake that hurt his friend. To keep a friendship, forgiveness requires giving to individuals who makes mistake. The aims of this study is understanding the relationship of interpersonal trust with forgiveness of friendship. The number of subjects in this study were 181 persons with an age range 18-21 years old. Retrieval of data using a Likert scale models. The method of data analysis using product moment correlation. The results showed that there was a significant positive correlation between interpersonal trust with forgiveness in friendship. (R = 0.591, p = 0.000, p <0.001).   Keywords:  Interpersonal trust, forgiveness, friendship, adolescence
SIKAP TERHADAP UANG DAN PERILAKU BERHUTANG Shohib, Muhammad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.266 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2133

Abstract

Perilaku berutang telah banyak menjadi pilihan individu dalam menyelesaikan masalah pemenuhan kebutuhan. Perilaku berutang tidak hanya dimiliki oleh kalangan menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga dimiliki oleh kalangan menengah ke atas. Hal ini tentunya tidak bisa lepas dari sikap seseorang terhadap uang, dimana perbedaan sikap tersebut akan diikuti dengan perbedaan perilaku seseorang yang berhubungan dengan uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap uang dengan perilaku berutang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel penelitian sebanyak 227 orang. Metode pengambilan data menggunakan skala sikap terhadap uang (money attitude scale) dan skala perilaku berutang yang dianalisis melalui korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap uang dengan perilaku berutang (p = 0.023, r = 0.150). Sumbangan efektif variabel sikap terhadap uang kepada perilaku berutang sebesar 2.2%. Dalam analisis korelasi parsial ditemukan bahwa dimensi distrus, quality dan anxiety berhubungan dengan perilaku berutang, sedangkan dimensi power-prestige dan retention time tidak berhubungan secara signifikan dengan perilaku berutang.   Kata kunci: Sikap terhadap uang, perilaku berutang   Debt behavior has an option individuals in resolving issues fulfillment. Debt behavior not only owned by the middle to bottom class to meet basic needs, but also owned by the upper middle class. This certainly can not be separated from money attitude, where the difference in money attitude will be followed by the person's behavioral differences that related to money. This study aimed to determine the relationship between money attitudes to debt behavior. This study is a quantitative correlation with a sample of 227 people. The data collection method using a money attitude scale and debt behavior scale then analyzed through product moment correlation. The results showed that there was a significant relationship between attitudes toward money to debt behavior (p = 0.023, r = 0.150). Effective contribution attitudes toward money to debt behavior by 2.2%. In partial correlation analysis found that distrust, quality and anxiety dimensions associated with the debt behavior, while the power-prestige and retention time dimensions was not significantly related to debt behavior.   Keyword : Money attitude, debt behavior  

Page 1 of 2 | Total Record : 13