cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 13 Documents clear
PARTISIPASI PERENCANAAN STRATEGIS BERBASIS BALANCED SCORECARD TERHADAP PENINGKATAN KOMITMEN TUJUAN Hidayatullah, Muhammad Syarif
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.921 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2127

Abstract

Karyawan yang memiliki komitmen tinggi sangat peduli dengan tujuan organisasi. Sebaliknya, karyawan yang berkomitmen tujuan rendah tidak peduli tujuan organisasi dapat tercapai atau tidak. Partisipasi mempengaruhi komitmen karyawan pada tujuan organisasi. Partisipasi memberikan peluang terjadinya pertukaran informasi dan negosiasi, menciptakan persepsi spesifik, realistis dan perasaan memiliki. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh partisipasi perencanaan strategis berbasis balanced scorecard (BSC) terhadap peningkatan komitmen tujuan dan menghasilkan rencana strategis berbasis BSC di sebuah yayasan. Desain penelitian menggunakan kuasi eksperimen. Penelitian ini melibatkan 16 subjek di sebuah yayasan. Pengukuran komitmen tujuan menggunakan skala komitmen tujuan. Analisa data kuantitatif dengan Repeated Measures ANOVA. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan yang signifikan pada komitmen tujuan (F = 0,500 dan p = 0,611 setelah mengikuti perencanaan strategis partisipatif berbasis BSC.   Kata kunci: Partisipasi, perencanaan strategis, balanced scorecard, komitmen tujuan Employees who have high goal commitment are very concerned with organizational goals. Otherwise, employees who have low goal commitment did not care organization goals can be achieved or not. Participation affect employee commitment to organizational goals. Participation provides opportunities for information exchange and negotiation, creating a perception that the goals has specific, realistic and a sense of belonging to the goals. This study aims to examine the effect of participation in strategic planning based on the balanced scorecard (BSC) to increase goal commitment and to generate strategic plan based on the BSC in a foundation. This study involved 16 subjects in a foundation. Measurement of goal commitment using goal commitment scale. Quantitative data analysis with Repeated Measures ANOVA. The result showed that there was no significant increase of goal commitment (F = .500 and p = .611) after attending a participatory strategic planning based on BSC.   Keywords: Participation, strategic planning, balanced scorecard, goal commitment
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HAPPINESS PADA REMAJA PANTI ASUHAN Anwar, Zainul
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.547 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2134

Abstract

Pengasuhan secara masal, seperti halnya panti asuhan membawa dampak tersendiri karena kurang mendapatkan bimbingan pada saat perubahan fisik maupun mental terjadi pada dirinya, sehingga merasa cemas, bingung, tidak percaya diri lebih jauh lagi merasa kurang mendapat kasih sayang, perhatian dan pengawasan, membuat remaja panti asuhan kurang memiliki happiness. Menyimak kondisi tersebut, perlu kiranya dilakukan penanganan terhadap remaja panti asuhan agar memiliki happiness yang lebih baik. Metode yang digunakan yaitu konseling kelompok untuk meningkatkan happiness pada remaja panti asuhan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dalam meningkatkan happiness pada remaja panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dan standar deviasi happiness antara pre dan post dapat diketahui bahwa pada saat sebelum diberikan konseling kelompok rata-rata tingkat happiness nya adalah 57,38, sedangkan rata-rata happiness setelah diberikan konseling kelompok adalah 55,00. Oleh karena nilai p-value statistic uji t adalah sebesar 0,503 (p> 0,05), maka kesimpulannya adalah hipotesis ditolak, berarti tidak terdapat pengaruh konseling kelompok terhadap peningkatan happiness pada remaja panti asuhan. Kata kunci: Konseling kelompok, happiness   Parenting mass rearing, as well as orphanages bring a disparate impact because the current lack of guidance on the physical and mental changes occur to him, so feel anxious, confused, insecure furthermore feel lack of love, attention and supervision, making teens home care have less happiness. Observing these conditions, it would need to do the handling of juvenile orphanage in order to have a better happiness. The method used is group counseling to increase happiness in adolescents orphanage. The purpose of the study was to determine the effect of group counseling in increasing happiness in adolescents orphanage. The results showed that the mean and standard deviation of happiness between the pre and post can be seen that at the time before being given counseling group average of its happiness level is 57.38, while the average happiness after being given counseling group was 55.00. Because p-value of t test statistic is equal to 0.503 (p> 0.05), then the conclusion is the hypothesis is rejected, meaning there is no effect on the improvement of group counseling on adolescent happiness orphanage. Keywords: Group counseling, happiness
KONTRIBUSI PERSEPSI PADA BEBAN KERJA DAN KECERDASAN EMOSI TERHADAP STRES KERJA GURU SMP YANG TERSERTIFIKASI Triana, Kely; Rahmi, Tuti; Putra, Yanladila Yeltas
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.647 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v3i1.2123

Abstract

Pendidikan memerlukan perbaikan dalam beberapa komponen, salah satunya profesionalisme guru. Peningkatan profesionalisme guru dengan mengurus sertifikasi. Untuk mendapatkan mendapatkan tunjangan sertifikasi ini guru dituntut untuk menyesuaikan beban kerjanya. Beban kerja yang dirasakan oleh guru bisa menyebabkan munculnya stress kerja karena aturan-aturannya pada Tupoksi memiliki persyaratan yang cukup ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi persepsi pada beban kerja dan kecerdasan emosi terhadap stres kerja guru yang disertifikasi. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian korelasional  dengan subjek penelitian berjumlah 80 orang guru SMP di Kec. X dan Kec. Y. Pengambilan subjek menggunakan teknik propotional random sampling. Analisa data menggunakan teknik Analisis Regresi Berganda. Berdasarkan hasil analisa diperoleh hasil ada hubungan persepsi beban kerja guru dan kecerdasan emosi terhadap tingkat stress kerja guru (r2=0,338 ; p=0,000). Kata kunci: Persepsi pada beban kerja, kecerdasan emosi, stress kerja guru, sertifikasi Education requires improvements in several components, one of which the professionalism of teachers. Increased professionalism of teachers to take care of certification. To get an allowance is certified teachers are required to adjust their work load. The work load is perceived by the teacher can lead to the emergence of job stress due to rules on Tupoksi have stringent requirements. The purpose of this research is to find out contribution perception of work load and emotional inteligence to teacher job stress after certification. Type of research used in this research is correlational research with 80 teacher certification on SMP Kec.X and SMP Kec.Y as subject. Subjects were taken by propotional random sampling technique. Data were processed using Multiple Regression Analyisis Technique. The result indicated there is significant correlation between perception of teacher work load and emotional intelligence with stress level to the work of teacher (r2=0,338 ; p=0,000). Keywords: Perception of work load, emotional inteligence, teacher job   stress, teacher certification

Page 2 of 2 | Total Record : 13