cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
lembagarisetilmiah@gmail.com
Phone
+6282165975455
Journal Mail Official
balancejurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karya Jaya Komplek Taman Karya Jaya Indah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : 28292138     EISSN : 28292138     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen is a manuscript publication media that contains the results of Research in Accounting & Management that applies for peer review. Manuscripts published in Balance Jurnal Akuntansi dan Manajemen contain the results of scientific research, original articles, and new scientific reviews, Balance: Journal of Accounting and Management accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Audit, Accounting system, Tax Accounting, Sharia Banking, Human Resource Management, Financial Management, Marketing Management, Strategic Management, Electronic Marketing, Business, and Entrepreneurship.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026" : 11 Documents clear
Stres, Etika, dan Pengambilan Keputusan Auditor terhadap Tekanan Alokasi Waktu: Studi Literatur Sujaka, Julpidah; Syam, Sri Hardiana; Putri , Marissa Sofiyani; Lestari, Amanda Eka Puji; Saputra, Praja Hadi
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1300

Abstract

Dalam dunia audit saat ini, tenggat waktu yang ketat menjadi hal biasa dan bisa berdampak pada kondisi mental serta bagaimana auditor bertindak secara profesional. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara mendalam bagaimana tenggat waktu, stres di tempat kerja, prinsip etika, dan cara auditor mengambil keputusan saling berkaitan, berdasarkan studi-studi sebelumnya. Hal baru dari penelitian ini adalah menggabungkan ketiga aspek tersebut dalam sebuah kajian literatur yang lengkap. Metode yang dipakai adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui pencarian artikel dari jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terindeks Sinta yang terbit antara tahun 2022 sampai 2026. Sebanyak 30 artikel yang sesuai dianalisis memakai metode analisis tematik dan sintesis naratif. Hasil penelitian mengungkap bahwa tenggat waktu yang ketat terus – menerus meningkatkan stres kerja auditor dan cenderung menurunkan mutu keputusan audit. Selain itu, etika profesi berperan penting sebagai penyeimbang, yang dapat mengurungi efek buruk stres pada keputusan yang diambil auditor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mutu keputusan auditor dipengaruhi oleh faktor psikologis dan etika audit untuk membuat panduan pengelolaan waktu yang lebih realistis dalam audit dan meningkatkan mutu audit.
Dampak Persepsi Inflasi, Suku Bunga, dan Harga Emas terhadap Keputusan Investasi Jangka Panjang dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Athallah, Alif; Prasetia, Aditia Prajna; Ramadhan , Dio Gilang
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi inflasi, suku bunga, dan harga emas terhadap keputusan investasi jangka panjang serta implikasinya terhadap persepsi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan indikator makroekonomi objektif, studi ini menekankan pendekatan berbasis persepsi individual untuk memahami perilaku investasi dari perspektif behavioral finance. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), data dikumpulkan dari 89 responden investor aktif melalui kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi harga emas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, sementara persepsi inflasi dan suku bunga tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, keputusan investasi tidak terbukti memediasi hubungan antara persepsi makroekonomi dan persepsi pertumbuhan ekonomi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor aset safe-haven dan bias persepsi lebih dominan dalam membentuk keputusan investasi jangka panjang dibandingkan indikator makroekonomi objektif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur behavioral finance di negara berkembang serta memberikan implikasi bagi perumusan kebijakan literasi investasi berbasis perilaku.   This study aims to analyze the influence of perceptions of inflation, interest rates, and gold prices on long-term investment decisions and their implications for perceptions of economic growth in Indonesia. Unlike previous studies that generally use objective macroeconomic indicators, this study emphasizes an individual perception-based approach to understanding investment behavior from a behavioral finance perspective. Using an exploratory quantitative approach and the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method, data were collected from 89 active investor respondents through an online questionnaire. The results show that perceptions of gold prices have a positive and significant effect on investment decisions, while perceptions of inflation and interest rates do not show a significant effect. Furthermore, investment decisions are not proven to mediate the relationship between macroeconomic perceptions and perceptions of economic growth. These findings indicate that safe-haven assets and perceptual bias are more dominant in shaping long-term investment decisions than objective macroeconomic indicators. This study contributes to the development of behavioral finance literature in developing countries and provides implications for the formulation of behavior-based investment literacy policies.  
Customer Loyalty Generasi Z dalam TikTok Shop: Peran Trust, Risk Perception, dan Satisfaction Fatmawati, Elia Resha; Ulfa, Adilla Kustya
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1315

Abstract

Penelitian ini mengkaji alasan di balik loyalitas Generasi Z saat berbelanja di TikTok Shop, khususnya di Kota Semarang. Dengan melibatkan 100 responden, studi ini menguji bagaimana rasa percaya (Customer Trust) dan kekhawatiran akan risiko (Risk Perception) memengaruhi loyalitas (Customer Loyalty) melalui rasa puas (Customer Satisfaction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya merupakan kunci utama yang secara langsung membuat Generasi Z merasa puas dan mendorong terjadinya pembelian ulang. Di sisi lain, kekhawatiran akan risiko tidak secara langsung menurunkan kepuasan, namun pengaruhnya terhadap loyalitas sangat bergantung pada kemampuan pengalaman belanja dalam menciptakan kepuasan. Temuan ini menegaskan bahwa bagi Generasi Z, kepercayaan merupakan modal dasar, sementara rasa aman dari risiko akan memperkuat loyalitas apabila konsumen merasa puas. Secara praktis, penjual di TikTok Shop perlu tampil lebih transparan untuk membangun kepercayaan dan mengurangi keraguan pembeli guna mempertahankan loyalitas.   This study examines the factors underlying Generation Z’s loyalty when shopping on TikTok Shop, particularly in Semarang City. Using data from 100 respondents, the study investigates how customer trust and risk perception influence customer loyalty through customer satisfaction. The findings indicate that trust is the key factor that directly enhances Generation Z’s satisfaction and encourages repeat purchases. In contrast, risk perception does not directly reduce satisfaction; however, its impact on loyalty largely depends on whether the shopping experience is able to generate satisfaction. These results highlight that, for Generation Z, trust serves as a fundamental basis for loyalty, while a sense of security regarding potential risks strengthens loyalty when customers feel satisfied. Practically, sellers on TikTok Shop are encouraged to adopt greater transparency to build trust and reduce buyer uncertainty in order to maintain customer loyalty.  
Praktik HRM Berbasis Artificial Intelligence dan Rekrutmen Inklusif Terhadap Kinerja Karyawan di Sektor Publik: Systematic Literature Review (SLR) Putri, Dannies Permata; Rony, Zahara Tussoleha
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1316

Abstract

Penelitian ini menelaah secara sistematis bagaimana praktik Human Resource Management (HRM) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan rekrutmen inklusif membentuk kinerja karyawan di sektor publik. Dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti empiris dari lima basis data akademik pada periode 2015–2026. Dari 279 artikel awal, proses seleksi mengikuti pedoman PRISMA 2020 menyaringnya menjadi 10 studi inti untuk dianalisis mendalam. Kajian ini menunjukkan satu pesan utama: AI meningkatkan kualitas proses, sementara inklusi menentukan dampaknya pada kinerja. Penerapan AI paling sering ditemukan pada rekrutmen, evaluasi kinerja, dan pengembangan talenta, yang secara konsisten mendorong efisiensi, memperkuat objektivitas, dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan SDM publik. Namun, manfaat tersebut menjadi lebih bermakna ketika diintegrasikan dengan rekrutmen inklusif misalnya melalui anonimisasi identitas kandidat, penerapan merit system, dan kebijakan aksesibilitas karena mekanisme ini memperkuat keadilan sekaligus memperluas representasi dalam birokrasi. Dari sisi outcome, kinerja karyawan paling sering diukur melalui produktivitas, kepuasan kerja, keterlibatan (engagement), inovasi, dan well-being. Temuan kuantitatif menegaskan bahwa inclusion memiliki pengaruh yang lebih kuat dibanding diversity terhadap kinerja, mengindikasikan bahwa “merasa dilibatkan dan diperlakukan adil” lebih menentukan daripada sekadar “beragam secara demografis”. Dampak positif ini juga cenderung lebih kuat ketika work engagement berperan sebagai mediator, serta ketika terdapat dukungan organisasi dan budaya kerja inklusif sebagai moderator. Secara strategis, integrasi AI dan kebijakan inklusi bukan hanya modernisasi administratif, tetapi tuas kelembagaan untuk memperkuat kinerja aparatur, meningkatkan akuntabilitas birokrasi, dan menjaga keberlanjutan institusi publik.   This study systematically examines how Artificial Intelligence (AI)–enabled Human Resource Management (HRM) practices and inclusive recruitment shape employee performance in the public sector. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, the study identified, appraised, and synthesized relevant empirical evidence from five academic databases covering 2015–2026. From 279 initial records, screening and eligibility assessment following PRISMA 2020 resulted in 10 core studies for in-depth analysis. The review points to a central insight: AI improves the quality of HR processes, while inclusion determines how strongly those improvements translate into performance gains. AI-based HRM is most frequently applied in recruitment, performance appraisal, and talent development, where it consistently enhances efficiency, strengthens objectivity, and increases transparency in public-sector HR processes. However, these benefits become more consequential when integrated with inclusive recruitment policies such as candidate anonymization, merit-based selection, and accessibility measures because they reinforce procedural fairness and broaden representation in public bureaucracies. Regarding outcomes, employee performance is most commonly captured through productivity, job satisfaction, engagement, innovation, and well-being. Quantitative evidence indicates that inclusion exerts a stronger effect on performance than diversity, suggesting that “being meaningfully involved and treated fairly” matters more than demographic heterogeneity alone. These relationships are further explained by work engagement as a key mediator, and are amplified when organizational support and an inclusive work culture operate as moderators. Strategically, integrating AI with inclusion policies is not merely an administrative upgrade; it functions as an institutional lever to strengthen public employee performance, enhance bureaucratic accountability, and support the long-term sustainability of public organizations  
Pengaruh Praktik Pengelolaan SDM Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan: Mediasi Pemanfaatan HR Analytics (Studi Kasus pada Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi di Kota X) Hotdotua M, Vandri; Rony, Zahara Tussoleha
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1318

Abstract

Perubahan lingkungan kerja yang makin digital mendorong organisasi mengelola SDM secara lebih strategis dan berbasis data. Penelitian ini merangkum temuan-temuan studi sebelumnya tentang pengaruh praktik pengelolaan SDM dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan, serta meninjau apakah HR Analytics dapat menjadi penghubung (mediator) yang memperkuat pengaruh tersebut. Fokus implikasi penelitian diarahkan pada tenaga kependidikan perguruan tinggi di Kota X. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan pelaporan PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan melalui Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar dengan kata kunci terkait HRM practices/HPWS, organizational culture, HR analytics/people analytics, dan employee performance. Dari proses seleksi, ditemukan 20 artikel awal dan 15 studi yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik pengelolaan SDM dan budaya organisasi umumnya berdampak positif pada kinerja karyawan. Dampak praktik SDM terlihat lebih kuat ketika praktik tersebut diterapkan sebagai sistem yang saling mendukung, bukan program yang berdiri sendiri. Budaya organisasi yang mendukung konsistensi, adaptasi, keterlibatan, dan orientasi layanan juga cenderung meningkatkan kinerja. Selain itu, HR Analytics berpotensi menjadi mediator karena membantu organisasi membuat keputusan SDM berbasis data mulai dari mengenali masalah, menentukan intervensi yang tepat, hingga mengevaluasi hasilnya. Namun, bukti empiris tentang peran mediasi ini masih terbatas dan belum konsisten, terutama karena perbedaan definisi dan indikator HR Analytics antar studi. Penelitian dalam konteks perguruan tinggi juga masih sedikit, sehingga diperlukan studi empiris lanjutan pada tenaga kependidikan dengan menggabungkan data survei dan data organisasi.   Work environments are becoming increasingly digital, pushing organizations to manage human resources more strategically and with evidence-based approaches. This study synthesizes prior evidence on how HRM practices and organizational culture influence employee performance, and examines the potential mediating role of HR Analytics, with a focus on implications for higher education administrative staff in City X. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted and reported in line with PRISMA 2020. Literature was searched in Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar using keywords related to HRM practices/HPWS, organizational culture, HR analytics/people analytics, and employee performance. The screening process identified 20 records, of which 15 studies met the inclusion criteria and were synthesized. The review indicates that HRM practices and organizational culture generally have a positive relationship with employee performance. The impact of HRM practices appears stronger when practices are implemented as an integrated, mutually reinforcing system rather than as isolated initiatives. A culture that supports consistency, adaptability, employee involvement, and service orientation is also associated with better performance. HR Analytics may mediate these relationships by enabling data-driven HR decision-making helping organizations identify problems, target interventions, and evaluate outcomes. However, empirical evidence remains limited and fragmented due to varying definitions and measurement indicators of HR Analytics across studies. Research in higher education settings is still scarce, highlighting the need for further empirical testing among administrative staff by combining survey data with organizational data.  
Systematic Literature Review: Pengaruh Praktik Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Insentif Kerja, dan Fleksibilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan Damanik, Jhon Nevry; Rony, Zahara Tussoleha
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sinergis antara praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) modern, insentif kerja berbasis kinerja (termasuk sistem berbasis algoritma), dan model fleksibilitas kerja (hibrida dan workation) terhadap kinerja karyawan di era "New Work". Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Identifikasi literatur dilakukan melalui basis data elektronik seperti Scopus, EBSCO, dan Web of Science, dengan kriteria seleksi menggunakan kerangka PICOT. Analisis data mencakup sintesis realist melalui kerangka kerja Context Mechanism Outcome (CMO), meta-analisis, dan sintesis naratif. Hasil utama menunjukkan bahwa efektivitas praktik MSDM sangat ditentukan oleh kualitas proses implementasi yang melibatkan manajer lini, bukan sekadar konten kebijakan formal. Sistem insentif berbasis algoritma memberikan keunggulan dalam adaptasi waktu nyata, namun berisiko mereduksi otonomi dan kepercayaan jika mekanismenya tidak transparan. Selain itu, fleksibilitas kerja terbukti meningkatkan otonomi dan kompetensi karyawan, meskipun memiliki tantangan berupa risiko isolasi sosial. Dalam konteks Indonesia, ditemukan bahwa kepuasan kerja merupakan determinan paling dominan yang memengaruhi capaian kinerja. Kesimpulannya, kinerja karyawan saat ini merupakan hasil dari sinergi strategis antara efektivitas eksekusi MSDM, kecerdasan sistem insentif, dan model kerja fleksibel. Organisasi disarankan untuk memperkuat peran manajer lini dan transparansi teknologi guna menjaga keseimbangan psikologis staf. Penelitian di masa depan perlu fokus pada studi longitudinal untuk memantau dampak jangka panjang dari model kerja hibrida.   This study aims to analyze the synergistic effects of modern Human Resource Management (HRM) practices, performance-based work incentives (including algorithm-driven systems), and flexible work models (hybrid work and workation) on employee performance in the “New Work” era. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA 2020 guidelines. Literature was identified through electronic databases such as Scopus, EBSCO, and Web of Science, with selection criteria based on the PICOT framework. Data analysis included realist synthesis using the Context–Mechanism–Outcome (CMO) framework, meta-analysis, and narrative synthesis. The main findings indicate that the effectiveness of HRM practices is largely determined by the quality of the implementation process involving line managers, rather than merely the content of formal policies. Algorithm-based incentive systems offer advantages in real-time adaptation, but they risk reducing autonomy and trust if their mechanisms are not transparent. In addition, work flexibility has been shown to enhance employees’ autonomy and competence, although it also poses challenges such as the risk of social isolation. In the Indonesian context, job satisfaction was found to be the most dominant determinant influencing performance outcomes. In conclusion, contemporary employee performance results from a strategic synergy between effective HRM execution, intelligent incentive systems, and flexible work models. Organizations are advised to strengthen the role of line managers and ensure technological transparency to maintain employees’ psychological balance. Future research should focus on longitudinal studies to monitor the long-term impacts of hybrid work models.  
Mekanisme Good Corporate Governance, Cash Holding, Leverage, Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Bumn Di Indonesia Fadhilah, Wahyu Ilham; Darto, Darto
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1336

Abstract

Nilai perusahaan adalah nilai yang mencerminkan kondisi dan kinerja suatu perusahaan. Nilai ini terbentuk dari penilaian investor terhadap prospek dan kinerja perusahaan di masa mendatang serta dari kemampuan manajemen untuk mengelola sumber daya perusahaan secara efektif. Nilai perusahaan menjadi tujuan utama perusahaan karena nilainya sangat terkait dengan kesejahteraan pemegang sahamnya. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh mekanisme Good Corporate Governance (komite audit dan dewan komisaris independen), cash holding, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia. Menggunakan data panel 16 BUMN non-perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024 dan dianalisis dengan model Fixed Effect, hasil penelitian menunjukkan bahwa leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan. Sebaliknya, komite audit, dewan komisaris independen, dan cash holding tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan utama ini menegaskan bahwa kebijakan struktur pendanaan dan skala operasional lebih menentukan persepsi pasar terhadap BUMN dibandingkan pemenuhan aspek struktural tata kelola. Implikasi praktisnya, manajemen BUMN perlu memprioritaskan pengelolaan utang yang hati-hati dan optimalisasi aset agar nilai perusahaan dapat meningkat secara berkelanjutan.   Company value is a value that reflects the condition and performance of a company. This value is formed from investors' assessments of the company's future prospects and performance, as well as the management's ability to manage the company's resources effectively. Company value is the main objective of a company because it is closely related to the welfare of its shareholders. This study aims to empirically examine the effect of Good Corporate Governance mechanisms (audit committee and independent board of commissioners), cash holdings, leverage, and company size on the corporate value of State-Owned Enterprises (SOEs) in Indonesia. Using panel data from 16 non-banking SOEs listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2020–2024 and analyzed using a fixed effect model, the results show that leverage has a negative and significant effect on company value, while company size has a positive and significant effect. Conversely, audit committees, independent boards of commissioners, and cash holdings do not show a significant effect. These key findings confirm that funding structure and operational scale policies have a greater impact on market perceptions of SOEs than compliance with structural governance aspects. The practical implication is that SOE management needs to prioritize careful debt management and asset optimization in order to increase company value in a sustainable manner.  
Pengaruh Gaji, Insentif Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Polindo Internasional Surabaya Dewi, Anna Rosita; Zaman, Komarun; Nuryadi, Nuryadi; Anisa, Anisa
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaji, insentif, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT Polindo Internasional Surabaya, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 karyawan, dan seluruh populasi dijadikan sampel (teknik sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial gaji, insentif, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem kompensasi yang adil dan motivasi kerja yang tinggi merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen perusahaan dalam merancang kebijakan kompensasi dan strategi peningkatan motivasi kerja guna mendukung pencapaian kinerja yang optimal.   This study aims to analyze the effect of salary, incentives, and work motivation on employee performance at PT Polindo Internasional Surabaya, both partially and simultaneously. A quantitative approach with a survey method was employed. The population consisted of 60 employees, all of whom were included as research respondents using a census technique. Data were collected through questionnaires that had been tested for validity and reliability. Multiple linear regression analysis was conducted using SPSS version 21. The results indicate that salary, incentives, and work motivation have a positive and significant effect on employee performance partially. Simultaneously, these three variables also have a significant impact on employee performance. The findings suggest that a fair compensation system and high work motivation are essential factors in improving employee performance. This study provides practical implications for management in designing compensation policies and strategies to enhance work motivation in order to achieve optimal performance.  
Peran Orientasi Pasar dan Partisipasi Akuntan terhadap Kinerja Perusahaan melalui Sistem Akuntansi Manajemen dengan Kapasitas Akuntansi sebagai Moderator Utami, Senatria Putri; Atiningsih, Suci
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh orientasi pasar yang terdiri dari orientasi pelanggan dan orientasi pesaing serta partisipasi akuntan terhadap kinerja perusahaan, dengan penggunaan Sistem Akuntansi Manajemen (SAM) sebagai variabel mediasi dan kapasitas akuntansi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 85 responden yang berasal dari perusahaan manufaktur di Kota Semarang. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi pesaing dan partisipasi akuntan berpengaruh positif terhadap penggunaan SAM, sedangkan orientasi pelanggan tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya, penggunaan SAM, orientasi pelanggan, dan partisipasi akuntan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, sementara orientasi pesaing tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, penggunaan SAM tidak memediasi hubungan antara variabel independen dan kinerja perusahaan, serta kapasitas akuntansi tidak memoderasi pengaruh partisipasi akuntan terhadap penggunaan SAM. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian simultan peran mediasi dan moderasi dalam satu model empiris serta temuan bahwa mekanisme mediasi dan moderasi yang secara teoritis diharapkan berfungsi justru tidak terbukti secara empiris, sehingga memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literatur mengenai efektivitas SAM dalam konteks perusahaan manufaktur di Indonesia.     This study aims to examine the effect of market orientation (customer orientation and competitor orientation) and accountant participation on firm performance, with Management Accounting Systems (MAS) serving as a mediating variable and accounting capacity as a moderating variable. This research adopts a quantitative approach using a sample of 85 respondents from manufacturing companies in Semarang City. Data were analyzed using SmartPLS 4.0. The results indicate that competitor orientation and accountant participation have a positive effect on the use of MAS, while customer orientation does not show a significant influence. Furthermore, MAS usage, customer orientation, and accountant participation positively affect firm performance, whereas competitor orientation does not have a significant impact. In addition, MAS does not mediate the relationship between the independent variables and firm performance, and accounting capacity does not moderate the effect of accountant participation on MAS usage. The novelty of this study lies in the simultaneous examination of mediating and moderating mechanisms within a single empirical model, as well as in the finding that the theoretically expected mediation and moderation effects are not supported empirically, thereby providing meaningful empirical contributions to the literature on the effectiveness of MAS in the context of Indonesian manufacturing firms  
Pengaruh Pembiayaan Murabahah, Pembiayaan Mudharabah, Pembiayaan Musyarakah Dan Penbiayaan Sewa Ijarah Terhadap Profitabilitas Putri, Sofhie Melani; Nurdiwaty, Diah; Puji Winarko, Sigit
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v5i1.1378

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah, dan ijarah terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia yang diukur dengan ROA periode 2022–2024, baik secara parsial maupun simultan. Periode ini dipilih karena merupakan fase pemulihan ekonomi pascapandemi, di mana perbankan syariah mengalami pertumbuhan aset namun menghadapi tekanan profitabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda. Dari 16 bank, dipilih 3 bank melalui purposive sampling berdasarkan kelengkapan laporan keuangan triwulanan, dengan total 33 observasi yang bersumber dari laporan OJK dan diolah menggunakan IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murabahah, musyarakah, dan ijarah berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan mudharabah tidak signifikan. Secara simultan, seluruh jenis pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Temuan ini menunjukkan bahwa akad berbasis margin tetap lebih stabil dalam meningkatkan profitabilitas dibandingkan akad berbasis bagi hasil yang memiliki risiko lebih tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian pembiayaan syariah periode pemulihan ekonomi serta implikasi praktis bagi manajemen bank dalam optimalisasi portofolio pembiayaan.   This study aims to analyze the effect of murabahah, mudharabah, musyarakah, and ijarah financing on the profitability of Islamic Commercial Banks in Indonesia, measured by Return on Assets (ROA) during the 2022–2024 period, both partially and simultaneously. This period represents the post-pandemic economic recovery phase, when Islamic banks experienced asset growth alongside profitability pressures. The study employs a quantitative approach using multiple linear regression. Out of 16 banks in the population, 3 were selected through purposive sampling based on the completeness and consistency of quarterly financial reports, resulting in 33 observations obtained from OJK quarterly financial statements and processed using IBM SPSS 26. The results indicate that murabahah, musyarakah, and ijarah financing have a significant effect on ROA, while mudharabah does not. Simultaneously, all financing types significantly affect ROA. These findings suggest that fixed-margin contracts contribute more stably to profitability, whereas profit-sharing contracts involve higher risk and uncertainty. This study provides theoretical contributions by examining four financing contracts simultaneously during the economic recovery period and offers practical implications for optimizing Islamic banks’ financing portfolios.  

Page 1 of 2 | Total Record : 11