cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): Juni" : 5 Documents clear
Faktor sanitasi lingkungan penyebab stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat Yuliza Anggraini; Pagdya Haninda Nusantri Rusdi
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.257 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v4i1.78

Abstract

Latar belakang: Data Riskesdas menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia meningkat dari 35,6% pada tahun 2010 menjadi 37,2% pada 2013. Provinsi Sumatera Barat menempati urutan ke 17 dari 34 provinsi stunting di Indonesia dengan prevalensi anak balita (usia 24-59 bulan) stunting 36,2% lebih tinggi daripada prevalensi nasional 35,3%. Prevalensi stunting di Pasaman Barat adalah 51,54% dan jumlah anak stunting adalah 23.435. Tujuan penelitian: Diketahui factor sanitasi lingkungan penyebab stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Air BAngis Kabupaten Pasaman Barat. Metode : Jenis penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh balita yang datang ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis. Jumlah sampel adalah 200 balita dipilih secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan metode wawancara dan observasi. Instrumen menggunakan lembar checklist. Hasil:  didapatkan sebagian besar balita berjenis kelamin laki-laki (57,5%), sebagian besar ibu balita memiliki pendidikan sekolah menengah pertama (48,5%) dan bekerja sebagai IRT (95,5%) dengan jumlah anak 3-5 orang (67%), posyandu memiliki balita dengan tinggi badan tidak stunting (36,5%) namun sebagian besar responden memiliki sanitasi lingkungan yang tidak baik (37%) dan memiliki balita stunting (23%). terdapat hubungan antara sanitasi lingkungan dengan stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.  Simpulan: factor sanitasi lingkungan dapat menyebabkan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat.
Motivasi dan beban kerja tentang kinerja bidan dalam pengisian buku kia pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi di puskesmas Kota Bukittinggi Liza Andriani; Lina Murni
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.832 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v4i1.76

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan program KIA bertujuan memantapkan dan meningkatkan jangkauan serta mutu pelayana KIA secara efektif dan efisien. Pemantapan pelayanan KIA dewasa ini diutamakan pada kegiatan pokok di mana salah satunya adalah peningkatan deteksi dini faktor risiko dan komplikasi kebidanan dan neonatus oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat. Tujuan penelitian: Diketahuinya gambaran motivasi dan beban kerja tentang kinerja bidan dalam pengisian buku KIA pada deteksi dini kehamilan risiko tinggi. Metode : Jenis Penelitian yang di gunakan adalah Deskriptif,  sebanyak 37 responden, dan variabel independen yaitu motivasi, beban kerja, dan variabel dependen yaitu kinerja bidan. Populasi dalam penelitian sebanyk 37 respoden dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, pengambilan data penelitian dilakukan dengan angket menggunakan kuesioner dan lembar observasi, pengumpulan data di lakukan dari bulan April-Juni. Hasil: Kinerja bidan dalam pengisian buku KIA memiliki kinerja tidak baik (62,2%), motivasi yang baik dalam pengisian buku KIA (67,6%) dan beban kerja yang ringan dimiliki bidan (83,8%). Simpulan: Sebagian besar bidan memiliki kinerja yang tidak baik, namun memiliki motivasi baik dan beban kerja yang ringan, hal ini di sebabkan karena kinerja bidan tidak hanya di pengaruhi oleh motivasi dan beban kerja saja, namun juga di pengaruhi oleh faktor lain.
Efek pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks di smk negeri 1 Bawen Kabupaten Semarang Jawa Tengah tahun 2019 Endah Sri Wulandari; Eka Asvista Salviana
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.826 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v4i1.50

Abstract

Latar Belakang : Hasil survei Komisi Nasional Perlindungan Anak (2014) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia tahun 2007 menunjukkan, 62,7% remaja yang duduk di bangku SMP pernah berhubungan intim, dan 21,2% siswi pernah menggugurkan kandungan.Pilar PKBI Jawa Tengah (2010 – 2014) mencatat 65-85 kasus yang berkonsultasi dengan keluhan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Salah satu cara untuk mengatasi sikap dan prilaku seks pada remaja dapat melalui pendidikan kesehatan.Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sikap remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang seks pada remaja siswa kelas XI diSMK N 1 Bawen.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah SMK N 1 Bawen yang berjumlah 183 siswa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 dengan teknik purposive sampling. Analisis menggunakan Uji wilcoxon rank test. Hasil : Jumlah siswa yang memiliki sikap dalam kategori negatif sebelum dibeikan pendidikan kesehatan yaitu 29 (44,6%)  dan setelah diberikan pendidikan kesehatan sikap dalam kategori negatif menurun menjadi 7 (10,8%) responden. Berdasarkan uji Wilcoxon juga, didapatkan nilai Z hitung sebesar -5,712 dengan p-value sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan sikap remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang seks pada remaja di SMK N 1 Bawen.Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan sikap remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang seks pada remaja di SMK N 1 Bawen dengan p-value sebesar 0,000.
Hubungan kontrasepsi hormonal dengan siklus menstruasi Ferilia Adiesti; Fitria Edni Wari
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1770.757 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v4i1.71

Abstract

Latar belakang: Kontrasepsi hormonal merupakan kontrasepsi yang mengandung hormon progestin saja maupun kombinasi dengan kandungan estrogen dan progestin. Metode kontrasepsi hormonal memiliki banyak efek samping, salah satunya gangguan siklus menstruasi, metrorhagia, menorhagia. Akseptor sering menghentikan kontrasepsi hormonal karena gangguan siklus menstruasi. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan kontrasepsi hormonal dengan siklus menstruasi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah 80 ibu akseptor kontrasepsi hormonal, dimana pengambilan sampel secara total sampling. Analisa bivariat  dengan uji chi-square (α) ≤ 0,05 dan Prevalence Ratio (PR). Hasil: Sebagian besar responden kontrasepsi hormonal progestin 36 (85,7 %) dan lebih dari setengah responden kontrasepsi hormonal kombinasi 20 (52,6 %) mengalami ketidaknormalan siklus menstruasi. Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara kontrasepsi hormonal dengan siklus menstruasi (p=0,0030,05) dan PR 1,629 (CI=1,176-2,256) Simpulan: Terdapat hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan siklus menstruasi, akseptor kontrasepsi hormonal progestin beresiko 1,6 kali lebih besar mengalami ketidaknormalan siklus menstruasi dibanding akseptor kontrasepsi hormonal kombinasi.Background: Hormonal contraception is a contraceptive containing progestin-only hormones or a combination of estrogen and progestin content. Hormonal contraceptive methods have many side effects, one of which is menstrual cycle disorders, metrorhagia, menorhagia. Acceptors often stop hormonal contraception because of menstrual cycle disorders. Objectives: Knowed the relationship of hormonal contraception with the menstrual cycle. Method: This study is a quantitative descriptive study with cross sectional approach. The population used was 80 mothers of hormonal contraceptive acceptors, where total sampling was taken. Bivariate analysis with chi-square test (α) ≤ 0.05 and Prevalence Ratio (PR). Results: Most respondents of progestin hormonal contraception 36 (85.7%) and more than half of the respondents in combination hormonal contraception 20 (52.6%) experienced abnormal menstrual cycles. Chi square statistical test results show that there is a relationship between hormonal contraception with the menstrual cycle (p = 0.003 0.05) and PR 1.629 (CI = 1,176-2,256) Conclusion: There is a relationship between the use of hormonal contraception with the menstrual cycle, Progestin hormonal contraceptive acceptors are 1.6 times more likely to experience abnormal menstrual cycles than combined hormonal contraceptive acceptors.
Efektivitas kombinasi birth massage dan perubahan posisi terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif Evi Rinata; Rafhani Rosyidah
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 4, No 1 (2020): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.458 KB) | DOI: 10.32536/jrki.v4i1.85

Abstract

Latar belakang: Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis akibat kontraksi miometrium dengan intesitas yang berbeda pada masing-masing individu. Meskipun fisiologis namun nyeri persalinan akan terasa menyakitkan, tidak menyenangkan dan menakutkan bagi ibu. Tujuan penelitian: Mengetahui efektivitas kombinasi birth massage dan perubahan posisi terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Metode: Desain penelitian Quasi Eksperimental Design dengan metode Nonequivalent Control Group Design menggunakan pretest – posttest design. Populasi ibu bersalin kala I fase aktif yang memenuhi kriteria inklusi menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel 48 ibu bersalin yang dibagi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan (birth massage dan perubahan posisi) dan kelompok kontrol (birth massage). Pengamatan nyeri persalinan pre dan posttest menggunakan skala nyeri dengan observasi perilaku (FLACC behavioral scale). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata skor nyeri persalinan kelompok perlakuan pretest adalah 6,17± 1,129 dan posttest 2,79 ± 1,414 dengan rerata penurunan skor nyeri pretest dan posttest sebesar 3,38 ± 1,173. Sedangkan rerata skor nyeri persalinan kelompok kontrol pretest adalah 6,17± 1,129 dan posttest 2,79 ± 1,414 dengan rerata penurunan skor nyeri pretest dan posttest sebesar 3,38 ± 1,173. Hasil uji Mann – Whitney didapatkan nilai P = 0,564 yang berarti tidak ada perbedaan penurunan nyeri pada kelompok yang diberikan birth massage kombinasi perubahan posisi atau pada kelompok yang hanya diberikan birth massage. Simpulan: Tidak ada perbedaan penurunan nyeri persalinan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Background: Labour pain is the physiological processes as a result of the contraction of myometrium with different intensity on each individual. Although it is physiological, labour pain is painful, unpleasant and frightening for the mother. Objective: This research aims to know the effectiveness of combination between birth massage and change position towards the decrease of labor pain in the forst active phase. Methods: The design of this study was Quasi Experimental with Nonequivalent Control Group method using pretest-posttest Design was applied. The population of maternity mother in the first active phase that meet the criteria of inclusion by using consecutive sampling. The number of sample was 48 maternity mothers divided into two groups, treatment group (birth massage and position change) and control group (birth massage). Observation on labor pain during pre and posttest used behavioral FLACC scale. Results: The results showed a mean score of labor pain treatment group pretest is 6.17 ± 1.129 and posttest 2.79 ± 1.414 with average pain score decrease of pretest and posttest of 3.38 ± 1.173. While the average score labor pain control group pretest is 6.17 ± 1.129 and posttest 2.79 ± 1.414 with average pain score decrease of pretest and posttest of 3.38 ± 1.173. Mann-Whitney test results obtained the value of P = 0.564 which means there is no difference in decreasing pain in the group given birth massage combined with position changes and in the group just given birth massage. Conclusion: There is no difference between labor pain in treatment group and control group who were just given birth massage.

Page 1 of 1 | Total Record : 5