Prosiding Sesiomadika
Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang (SESIOMADIKA) merupakan event rutin tahunan pada Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Pada tahun 2020 ini merupakan periode ke-4 dalam penyelenggaraan event tersebut. Makalah-makalah yang diseminarkan pada event tersebut adalah makalah yang berasal dari bidang Pendidikan Matematika maupun Matematika murni dari kalangan akademisi maupun praktisi pendidikan matematika seluruh Indonesia. Bidang Kajian Pendidikan Matematika, Analisis, Aljabar, Geometri, Statistika, Terapan, Komputer (Komputasi), Matematika Diskrit (Kombinatorika).
Articles
33 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1c (2020)"
:
33 Documents
clear
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika
Muhammad Alfian Hidayat;
Sutirna Sutirna Sutirna
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 12 Tambun Selatan. Pemilihan sampel dengan cara Simple Random Sampling. Instrumen penelitian terdiri dari angket kemandirian belajar siswa dan nilai matematika siswa pada ujian tengah semester ganjil. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan analisa regresi. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan t hitung = 6,621 dan t tabel = 2,024 yang artinya t hitung > t tabel dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika. Untuk mengetahui besarnya kontribusi pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar matematika diperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 61% sedangkan 39% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Persamaan regresi nya adalah Y = 21,546 + 0,594X hal ini menunjukkan setiap kenaikan kemandirian belajar siswa akan diikuti oleh kenaikan prestasi belajar matematika.Kata kunci: Pengaruh, Kemandirian Belajar, dan Prestasi Belajar Matematika
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII A SMP Karawang Barat dalam Menyelesaikan Soal Himpunan
swastyka rakhma wiyanti;
Rina Marlina
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIIIA SMP Krawang Barat dalam menyelesaikan soal soal dengan materi himpunan berdasarkan indikator kemampuan komunikasi matematis melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realitia Indonesia (PMRI). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan atau menganalisis kemampuan matematis siswa berdasarkan jawabannya dari setiap soal. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIIIA SMP Karawang Barat tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan teknik pemilihan sampel Purpossive Sampling sehingga terpilihlah kelas VIIIA sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4 butir soal dengan materi himpunan. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan komunikasi matematis, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa dalam menyelesaikan soal soal yang diberikan.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL
Hariwan Estu Aziz;
Nita Hidayati
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Penalaran Matematis pada siswa SMP kelas VIII dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan materi Aritmatika Sosial. Kemampuan Penalaran Matematis dapat dilihat dari hasil tes siswa dalam mengerjakan soal pemecahan masalah yang dibuat berdasarkan indikator penalaran matematis. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kota Karawang sebanyak 5 orang siswa. Intrumen tes yang digunakan berbentuk tes uraian. Dari hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII pada materi Aritmatika Sosial masih rendah, khususnya pada indikator penalaran matematis menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi.
Kemampuan representasi matematis dalam menyelesaikan soal kubus dan balok pada siswa Smp
Ita Sapitri;
Ramlah Ramlah
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan siswa kelas IX SMP dalam menyelesaikan soal kubus dan balok pada kemampuan representasi matematis. Hal ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan representasi matematis siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 20 siswa kelas IX pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Karawang tahun pelajaran 2019/2020. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian yang berjumlah 2 butir soal berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis menggunakan indikator menurut villegas yaitu representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa kemampuan representasi matematis siswa pada kategori tinggi sebanyak 30%, sedangkan pada kategori sedang sebanyak 55%, dan pada kategori rendah sebanyak 15%. Pada indikator representasi visual pada kategori tinggi sebanyak 40%, kategori sedang sebanyak 45% dan pada katagori rendah sebanyak 15%. Pada indikator representasi simbolik pada kategori tinggi sebanyak 35%, kategori sedang sebanyak 55% dan pada katagori rendah sebanyak 15%. Dan pada indikator representasi verbal pada kategori tinggi sebanyak 5%, kategori sedang sebanyak 40% dan pada katagori rendah sebanyak 55%. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan representasi matematis siswa masih berada di kategori sedang.Kata kunci: Kemampuan Representasi Matematis, Kubus dan balok, Siswa SMP
Kemampuan Pemecahan Masalah di tinjau dari Self Efficacy
Nadia Ika Siwi;
Haerudin Haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan pemecahan masalah adalah aturan atau urutan yang dilakukan oleh siswa dalam memecahkan soal atau tugas yang diberikan dan dilakukan secara terararah untuk menemukan suatu permasalahan yang spesifik dan self efficacy merupakan keyakinan pada diri seseorang dalam menyelesaikan suatu permasalahan untuk mendapakan hasil yang memuaskan. Artikel ini membahas tentang kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa yang memiliki self efficacy tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan artikel deskriptif ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa jika ditinjau dari self-efficacy dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah, metodologi yang digunakan adalah kajian pustaka. Berdasarkan jurnal Widiastuti dkk 2018, jurnal Novferma tahun 2016, jurnal Trivanila Noviza tahun 2019, bahwa pada kenyataannya banyak ditemukan kemampuan pemecahan masalah masih yang rendah dan self efficacy merupakan salah satu pengaruh terhadap siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika khususnya pada kemampuan pemecahan masalah
Kecerdasan Emosional Dalam Belajar Matematika
Elis Wati;
Dadang Rahman Munandar
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan karya tulis ini ialah untuk menelaah dan mendeskripsikan mengenai kecerdasan emosional siswa dalam belajar matematika pada siswa di sekolah yang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan siswa dalam belajar. Oleh karenanya apabila siswa dengan kecerdasan emosional tinggi diharapkan dapat mengolah emosinya dengan baik, memotivasi dirinya sendiri, memiliki empati tinggi sehingga mendapatkan prestasi hasil belajar yang baik. Metode yang digunakan dalam hal ini adalah kajian pustaka, dimana penulis mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan dengan objek kajian yang berkesinambungan. Kecerdasan emosional dipilih karena pada dasarnya tidak selalu kecerdasan intelegensi yang menjadi faktor penentu keberhasilan siswa dalam belajar khususnya belajar matematika tetapi ada faktor lain yang mempengaruhi. Kata kunci: Kecerdasan emosional, prestasi hasil belajar, belajar matematika
Analisis Tingkat Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Kelas VIII Pada Materi Relasi dan Fungsi
Vivin Andini;
Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis matematis siswa SMP dalam materi Relasi dan Fungsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII H di salah satu sekolah SMP Negeri yang ada di Kabupaten Karawang Tahun Ajararan 2019/2020 sebanyak 39 siswa. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes uraian soal mengenai kemampuan berpikir kritis matematis, kemudian data yang dihasilkan adalah data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa indikator dalam memfokuskan pertanyaan, memberikan penjelasan sederhana mencapai presentase sebesar 41,03%, indikator membangun keterampilan dasar mencapai presentase sebesar 66,67%, indikator memberikan penjelasan lebih lanjut (mengidentifikasi asumsi) sebesar 40,51%, indikator Menentukan strategi dan teknik (menentukan dari permasalahan dalam soal dan menuliskan jawaban atau solusi dari permasalahan dalam soal) sebesar 5,128% dan indikator menarik kesimpulan sebesar 16,41%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa dikatakan rendah, karena rata-rata presentase keseluruhan indikator kemampuan berpikir kritis matematis yaitu sebesar 41,54%.Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Relasi dan Fungsi
ANALISIS TINGKAT KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI RELASI DAN FUNGSI
Indah Mutiara Cahya;
Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuan penalaran matematis pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C di salah satu sekolah Negeri yang ada di Kabupaten Karawang Tahun Ajaran 2019/2020 sebanyak 34 orang. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan tes yang berbentuk uraian soal, kemudian dianalisis dan dideskripsikan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk mengetahui kategori tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa indikator mengajukan dugaan sebesar 46,47%, indikator melakukan manipulasi matematika sebesar 64.71%, indikator menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberi alasan terhadap kebenaran solusi sebesar 34,12%, indikator memeriksa kesahihan suatu argumen sebesar 30,59% dan indikator menentukan pola atau sifat dari gejala matematika untuk membuat generalisasi sebesar 21,76%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan penalaran matematis siswa dikatakan rendah, karena dari keseluruhan indikator mencapai persentase sebesar 49.41%.Kata kunci: Kemampuan Penalaran Matematis, Relasi dan Fungsi
EFISIENSI PEMBERIAN MUSIK KLASIK PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
bambang sulistya wibawa;
haerudin haerudin
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting dan harus dimiliki oleh siswa, karena kemampuan pemecahan masalah menjadi dasar dalam pembelajaran matematika. Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah perlu adanya metode yang tepat, salah satunya dengan memberikan iringan musik klasik pada saat proses pembelajaran sedang berlangsung karena iringan musik klasik bisa merangsang kinerja fungsi otak untuk memfokuskan pada satu hal dan merangsang gudang ingatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur tentang pemberian musik klasik pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode studi literatur dengan mengutip pendapat dan pengumpulan data dari berbagai jurnal – jurnal, buku – buku, serta penelitian terdahulu yang sesuai.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR DITINJAU DARI RASA KECEMASAN MATEMATIKA
Annisa Hapsari Utami;
Attin Warmi
Prosiding Sesiomadika Vol 2 No 1c (2020)
Publisher : Prosiding Sesiomadika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika yang ditinjau dari rasa kecemasan pada diri peserta didik dan untuk mengetahui tingkat kecemasan peserta didik. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah yang sering terjadi pada saat pembelajaran matematika disekolah yaitu masih banyak peserta didik yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang sulit, kemudian memunculkan kesulitan belajar yang didasari oleh rasa kecemasan. Pendekatan dalam penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri di Karawang. Pengambilan data dalam penelitian ini diperoleh melalui pemberian angket agar dapat mengetahui interpretasi kecemasan yang dialami oleh peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kecemasan yang dialami oleh peserta didik pada saat pembelajaran matematika pada indikator kecemasan somatik sebesar 38.62% dan pada indikator kecemasan psikologis sebesar 35.14%.Kata kunci: Analisis, Kesulitan Belajar, Kecemasan