cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): December" : 5 Documents clear
UJI KELAYAKAN MEDIA TANAM ALTERNATIF HIDROPONIK ARANG SEKAM DAN SABUT KELAPA TERHADAP TANAMAN SELADA HIJAU (Lactuca sativa) Ramli ,; Angga Adriana Imansyah; M Biki Alpha Centaury
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.089 KB) | DOI: 10.35194/prs.v3i2.1919

Abstract

Arang sekam dan sabut kelapa merupakan hasil samping dari kegiatan pertanian. Salah satu pemanfaatan arang sekam dan sabut kelapa yaitu dijadikannya sebagai media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media tanam alternatif yang berbahan dasar arang sekam dan sabut kelapa sebagai media tanam hidroponik dan pengaruh yang diberikan media tanam alternatif terhadap selada hijau (Lactuca sativa). Rancangan percobaan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan 5 perlakuan dengan 4 ulangan. A0 (rockwool), A1 (arang sekam dengan tepung tapioka), A2 (arang sekam dan sabut kelapa dengan tepung tapioka), A3 (arang sekam dengan tepung maizena), dan A4 (arang sekam dan sabut kelapa dengan tepung maizena). Parameter pada penelitian ini yaitu persentase perkecambahan, tinggi semaian, jumlah daun, konsistensi benturan, dan daya serap air. Hasil penelitian menunjukkan arang sekam dan sabut kelapa berpengaruh secara nyata terhadap parameter. Perlakuan A4 menjadi perlakuan terbaik untuk parameter tinggi semaian, jumlah daun semaian, tingkat konsistensi benturan dan daya serap air. Perlakuan A2 menjadi perlakuan terbaik untuk parameter persentase perkecambahan. Namun, bila dibandingkan dengan perlakuan A0, perlakuan A4 dan A2 tidak layak untuk dijadikan media tanam alternatif hidroponik.
UJI EFEKTIVITAS AGENS HAYATI (Trichoderma spp.) DAN CAIR TERHADAP PRODUKSI SERTA KESEHATAN TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa) Widya Sari; Riza Trihaditia; Erin Apriliani
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.109 KB) | DOI: 10.35194/prs.v3i2.1920

Abstract

Stroberi merupakan salah satu tanaman beri yang populer karena kandungan nutrisi dan rasanya yang enak. Permintaan pasar terhadap stroberi lokal jauh melebihi suplai, sehingga dibutuhkan manajemen lahan yang intensif disertai pengendalian hama dan penyakit untuk mempertahankan produksi. Pemanfaatan agens hayati dan pupuk organik sebagai pembenah tanah terbukti efektif untuk meminimalkan penggunaan bahan kimia pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan agens hayati Trichoderma spp. dan pupuk organik cair limbah bonggol pisang dan eceng gondok terhadap produksi dan kesehatan tanaman stroberi (Fragaria x ananassa). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2021 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tanaman diberikan perlakuan K0= Kontrol, K1= POC 60 ml/L, K2= POC 80 ml/L, K3= Trichoderma spp. 20 g/tanaman, K4= Trichoderma spp. 20 g/tanaman + POC 60 ml/L. K5= Trichoderma spp. 20 g/tanaman + POC 80 ml/L. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, jumlah stolon, jumlah bunga, berat buah dan intensitas penyakit (kejadian penyakit dan keparahan penyakit). Hasil penelitian menunjukkan Pemberian K2 (POC 80 ml/L) mempunyai jumlah daun terbanyak yaitu 9,38 helai dengan jumlah 2,75 stolon. Pemberian perlakuan K5 (Trichoderma spp. 20 g + POC 80 ml/L) berpengaruh terhadap parameter jumlah bunga dengan rata-rata 3,38 bunga, sedangkan pada parameter berat buah tidak berpengaruh. Pemberian perlakuan Trichoderma spp. dan pupuk organik cair tidak berpengaruh terhadap parameter intensitas penyakit.
KOMPARASI JENIS CASCARA DAN PERIODE FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK KOMBUCHA CASCARA Riza Trihaditia; Yuliani ,; Romansyah Priambodo
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.355 KB) | DOI: 10.35194/prs.v3i2.1921

Abstract

Kopi telah lama dibudidayakan di Indonesia. Dalam pengolahannya, dihasilkan buangan berupa kulit kopi yang jika tidak diolah lebih lanjut dapat menjadi limbah dan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kulit kopi bisa dimanfaatkan menjadi teh yang disebut cascara dan bisa ditingkatkan manfaatnya dengan difermentasi menjadi kombucha. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh jenis cascara (arabika dan robusta) dengan periode fermentasi (6, 8 dan 10 hari) untuk mencari respon paling optimum dari panelis terhadap warna, rasa, aroma dan kekentalan kombucha cascara. Rancangan penelitian dibuat menjadi 6 sampel tanpa ulangan dan dilakukan uji fisikokimia (gula, alkohol dan pH) sebagai informasi tambahan. Respon dari panelis didapatkan dengan melakukan uji hedonik dan dianalisis menggunakan Response Surface Methods. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis cascara dan periode fermentasi berpengaruh terhadap warna, rasa, aroma dan kekentalan kombucha cascara. Sampel R6, R8 dan R10 menjadi sampel terbaik dari warna. Sampel A6, A8, R6 dan R10 menjadi sampel terbaik dari rasa.  Sampel R6 dan R8 merupakan sampel terbaik dari aroma dan sampel R6 adalah sampel terbaik dari kekentalan. Sampel paling optimum terdapat pada sampel R6 yaitu kombucha cascara dari jenis robusta pada periode fermentasi 6 hari dengan kandungan gula 9,4°Brix, alkohol 0% dan pH 3,5.
PENGUJIAN KONSENTRASI GIBERELLIN DAN LAMA PENYINARAN (FOTOPERIODE) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH SEMANGKA (Citrullus lanatus) Angga Adriana Imansyah; Widya Sari; Maqbul Qobus Nazhir
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.783 KB) | DOI: 10.35194/prs.v3i2.1922

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan tanaman hortikultura. Salah satu tanaman hortikultura yang buahnya memiliki nilai jual relatif tinggi adalah semangka. Kendala yang dihadapi dalam budidaya semangka adalah dormansi benih semangka. Terdapat beberapa cara memecah dormansi benih semangka diantaranya penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) dan lama penyinaran (fotoperiode). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi giberelin dan lama penyinaran (fotoperiode) terhadap benih berkecambah, bernih berkecambah normal, tinggi bibit semangka. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, 1-30 Juni 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, faktor pertama yaitu dengan beberapa konsentrasi giberelin, faktor kedua yaitu lama penyinaran (fotoperiode). Parameter yang diteliti yaitu, jumlah benih berkecambah (viabilitas), jumlah benih berkecambah normal(vigor), dan tinggi bibit. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi giberelin 15 ppm berpengaruh nyata terhadap viabilitas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vigor, giberelin 25 ppm berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit semangka. Pengaruh lama penyinaran (fotoperiode) 24 jam berpengaruh nyata terhadap viabilitas tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vigor dan tinggi tanaman. Kedua perlakuan tersebut tidak terdapat interaksi terhadap viablitas, vigor, dan tinggi tanaman.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH NAGA MERAH (Hyloscereus polyrhizus) DENGAN PENAMBAHAN SERAI (Cymbopogon citratus) SEBAGAI MINUMAN HERBAL Nurdi Ibnu Wibowo; Mulyana ,
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.221 KB) | DOI: 10.35194/prs.v3i2.1923

Abstract

Buah naga yang sering dikonsumsi adalah jenis buah naga kulit dan daging merah. Kulit buah naga mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Serai merupakan tanaman yang berkelompok banyak tumbuhnya, biasanya sering digunakan sebagai rempah-rempah bumbu dapur. Pemanfaatan kulit buah naga dengan serai membuat minuman herbal juga diharapkan mampu meningkatkan minat konsumen terhadap produk minuman fungsional yang makin sehat terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan limbah kulit buah naga dengan serai sebagai minuman herbal, serta mencari hasil yang optimum dari panelis terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa. Rancangan penelitian ini menggunakan 5 sampel dengan uji hedonik dan dianalisis menggunakan metode Response Surface Methods (RSM). Formulasi 1 (95% kulit buah naga 5% serai), Formulasi 2 (90% kulit buah naga 10% serai), Formulasi 3 (85% kulit buah naga 15% serai), Formulasi 4 (80% kulit buah naga 20% serai), Formulasi 5 (75% kulit buah naga 25% serai). Berdasarkan hasil penelitian uji organoleptik minuman kulit buah naga dengan serai, maka dapat disimpulkan Perlakuan dengan hasil terbaik adalah F5 yaitu dengan formulasi kulit buah naga 75% dan serai 25% yang disukai oleh panelis.

Page 1 of 1 | Total Record : 5