cover
Contact Name
Hanisa Sismaya Lestari
Contact Email
hanisasismaya@unsur.ac.id
Phone
+6283820010720
Journal Mail Official
jurnalprostek@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kab. Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Pro-Stek
ISSN : 27460320     EISSN : 27209679     DOI : https://doi.org/10.35194/prs.v2i1
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pro-STek adalah jurnal yang meliputi ilmu-ilmu pertanian yang terfokus pada: Teknologi budidaya dan pengolahan hasil pertanian
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022): June" : 5 Documents clear
EFEKTIVITAS STREPTOMYCIN DAN AUKSIN TERHADAP KECAMBAH GELOMBANG CINTA (Anthurium plowmanii) PADA KEMUNCULAN VARIEGATA Siti Frida Agustina Jaelani Miftah; Riza Trihaditia; Angga Adriana Imansyah
Pro-STek Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.36 KB) | DOI: 10.35194/prs.v4i1.2336

Abstract

Anthurium merupakan salah satu tanaman hias tropis dengan keunikan pada bentuk daunnya sehingga dijadikan penghias ruangan. Saat ini tanaman hias variegata banyak diminati para kolektor tanaman hias. Variegata terjadi secara alami maupun buatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis streptomycin dan auksin terhadap kecambah gelombang cinta (Anthurium plowmanii) pada kemunculan variegata. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktor, yaitu streptomycin 4 level dan auksin 3 level dengan 12 kombinasi perlakuan, tiap perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan berupa S1A1 (streptomycin 10 ml + auksin 1 ppm), S1A2 (streptomycin 10 ml + auksin 2 ppm), S1A3 (streptomycin 10 ml + auksin 3 ppm), S2A1 (streptomycin 15 ml + auksin 1 ppm), S2A2 (streptomycin 15 ml + auksin 2 ppm), S2A3 (streptomycin 15 ml + auksin 3 ppm), S3A1 (streptomycin 20 ml + auksin 1 ppm), S3A2 (streptomycin 20 ml + auksin 2 ppm), S3A3 (streptomycin 20 ml + auksin 3 ppm), S4A1 (streptomycin 25 ml + auksin 1 ppm), S4A2 (streptomycin 25 ml + auksin 2 ppm), S4A3 (streptomycin 25 ml + auksin 3 ppm). Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis streptomycin dan auksin pada kecambah gelombang cinta (Anthurium plowmanii) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kemunculan variegata. Perlakuan S3A2 (streptomycin 20 ml + auksin 2 ppm) merupakan perlakuan terbaik, memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan panjang akar tanaman tertinggi. 
UJI EFEKTIVITAS DAUN SIRSAK Annona muricata) DAN DAUN CENGKEH (Sizygium aromatikum L.) TERHADAP PENGENDALIAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) Yuliani Yuliani; Astri Utami
Pro-STek Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.8 KB) | DOI: 10.35194/prs.v4i1.2339

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan hama pada berbagai jenis tanaman karena bersifat polifagus dan mempunyai kisaran inang yang luas. Pengendalian hama masih menggunakan insektisida kimia sintetik yang menimbulkan berbagai dampak negatif seperti resistensi hama, resurgensi hama dan terbunuhnya musuh alami, untuk mengurangi pemakaian insektisida sintetik dilakukan pengendalian dengan insektisida nabati. Daun sirsak selain dapat digunakan sebagai insektisida nabati juga dapat digunakan sebagai larvasida, penolak serangga dan penghambat makan yang dapat digunakan untuk mengendalikan belalang dan hama karena ekstrak daun sirsak memiliki kandungan senyawa acetogenin yang menyebabkan kegagalan kerja organ pencernaan serangga, sedangkan cengkeh memiliki kandungan eugenol, saponin, flavonoid, dan tanin yang dapat dijadikan insektisida nabati untuk menanggulangi serangan hama ulat grayak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati daun sirsak dan daun cengkeh serta mengetahui nilai LT50 terbaik dari insektisida nabati daun sirsak dan daun cengkeh terhadap mortalitas ulat grayak. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga juli 2021 di kebun percobaan BB BIOGEN Pacet. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis pestisida nabati daun sirsak dan daun cengkeh. Faktor kedua adalah konsentrasi pestisida nabati yaitu : 0%, 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil pengamatan menunjukkan jenis pestisida ekstrak daun sirsak dan daun cengkeh berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak. Sedangkan konsentrasi pestisida nabati terbaik dihasilkan oleh ekstrak daun cengkeh 40% yang mencapai 87% kematian pada 5 hsa. Hasil analisis LT50 pada perlakuan cengkeh menunjukkan hasil terbaik yaitu pada 56 jam.
KOMBINASI SISTEM JARAK TANAM DENGAN DEFOLIASI DAUN BAGIAN BAWAH PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays L .) KULTIVAR MAKMUR I DENGAN PEMUPUKAN NITROGEN 350 kg. Adi Oksifa Rahma; Liffi Halimatul Iffi; Adung Kuswara
Pro-STek Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.158 KB) | DOI: 10.35194/prs.v4i1.2360

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi sistem jarak tanam dengan defoliasi daun bagian bawah terhadap komponen pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman jagung kultivar Makmur I dengan pemupukan Nitrogen 350 kg. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi dan soluasi bagi para petani jagung hibrida kultivar Makmur I dalam meggunakan perlakuan kombinasi sistem jarak tanam dengan defoliasi daun bagian bawah yang tepat. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tolengas Kecamatan Tomo. Metode yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen di lapangan dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian dari analisis tanah menunjukan bahwa tanah vestisol yang digunakan dalam percobaan memiliki pH : H2O netral 6,67. Kandungan P2O5 HCL total 41,99 mg tergolong tinggi. K2O HCL 5,42 tergolong sangat rendah, kandungan N total 0,30% dan tergolong sedang, untuk kandungan C-Organik adalah 1,10% dan tergolong rendah. Pengaturan kerapatan tanaman melalui pengaturan sistem jarak tanam sampai batas tertentu dapat berpengaruh terhadap pemanfaatan lingkungan tumbuh secara efisien. Pengaturan sistem jarak tanam jagung dari baris tanam tunggal (single row) ke baris tanam ganda (double row) akan menambah ruang terbuka bagi tanaman jagung. Peningkatkan produktivitas tanaman jagung dapat dilakukan dengan pengaturan jarak tanam. Jarak tanam terlalu rapat berakibat daun pada bagian bawah ternaungi sehingga tidak dapat berfotosintesis dengan maksimal. Daun yang ternaungi akan mengambil hasil fotosintat dari daun di atasnya untuk memenuhi kebutuhannya dalam respirasi, sehingga perlu dilakukan defoliasi. Defoliasi dilakukan dengan memotong daun yang berada paling bawah sebanyak tiga sampai empat helai, pemangkasan akan memutuskan suplai nutrisi dan mengurangi kelembaban, penerimaan sinar matahari secara merata. Terjadinya proses fotosintesis secara seimbang serta dapat menekan timbulnya hama, penyakit, tanaman akan sehat, pertumbuhan tanaman baik dan hasil meningkat.
PERLAKUAN PENGASAPAN DAN APLIKASI TRICHODERMA SPP. PADA BENIH BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) Widya Sari; Mochamad Ferdy Fauzie Sesario; Ramli Muli
Pro-STek Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.744 KB) | DOI: 10.35194/prs.v4i1.1494

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L) Varietas Lumbu Putih merupakan varietas local, eksistensinya sudah terkenal di seluruh Nusantara karena keunggulannya tersebut. Perlu adanya usaha yang dapat meningkatkan  kualitas produksi Bawang Putih yaitu dengan cara meningkatkan kualitas mutu benih sehingga dapat menghasilkan kualitas Bawang Putih local yang baik. Teknologi yang  dapat diterapkan dalam budidaya Bawang Putih diantaranya adalah dengan menggunakan Perlakuan Pengasapan dan Aplikasi Trichoderma spp. pada benih Bawang Putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :  Pengaruh Pengasapan terhadap mutu fisik dan fisiologis benih bawang putih, Pengaruh pemberian aplikasi Trichoderma spp terhadap mutu benih dan pertumbuhan bibit bawang putih, Pengaruh kombinasi perlakuan Pengasapan dan Trichoderma spp. terhadap mutu benih dan pertumbuhan bibit bawang putih. Penelitian ini dilakukan  di Laboratorium dan Screen House milik Gabungan kelompok Tani Multi Tani Jaya Giri Cianjur. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2021. Rancangan yang digunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan untuk setiap perlakuannya P1 tanpa perlakuan (control), P2 (diberi Pengasapan), P3 (diberi Trichoderma spp.), P4 (diberi Pengasapan dan Trichoderma spp). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paling baik yaitu perlakuan Pengasapan, dan Pengasapan digabungkan dengan Trichoderma spp. Perlakuan Pengasapan memberikan pengaruh baik terhadap Fisik benih, dan untuk waktu berkecambah, dan Panjang Akar Paling baik yaitu P3 dan P4. Sedangkan untuk Viabilitas, tinggi tanaman dan Panjang Akar Paling baik yaitu P4. Dengan kata lain Perlakuan Pengasapan dan gabungan Pengasapan  dan Aplikasi Trichoderma spp. ini memberikan pengaruh yang paling baik dibandingkan dengan tanpa perlakuan.
PENGARUH BERBAGAI WARNA CAHAYA LAMPU NEON TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) PADA SISTEM HIDROPONIK INDOOR Melissa Syamsiah; Irpan Maulana Sihab; Angga Adriana Imansyah
Pro-STek Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.156 KB) | DOI: 10.35194/prs.v4i1.2026

Abstract

Cahaya berperan penting dalam fotosintesis, tanpa adanya cahaya yang cukup tanaman tidak dapat menyimpan cukup cadangan energi sehingga dapat menghambat proses pertumbuhan tanaman dan proses fotosintesis. Penggunaan lampu untuk bercocok tanam secara hidroponik dapat dilakukan di Greenhouse atau di dalam ruangan yang tidak terkena cahaya matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna apa yang memberikan pengaruh lebih baik pada pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea L.) pada sistem hidroponik dalam ruangan (Indoor). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan terdapat 5 perlakuan dengan 5 ulangan untuk setiap perlakuannya. A1 (sinar matahari/kontrol), A2 (cahaya warna merah), A3 (cahaya warna biru), A4 (cahaya warna kuning) dan A5 (cahaya warna putih). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun dan berat basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A5 merupakan perlakuan pemberian warna lampu terbaik dalam pertumbuhan tanaman sawi hijau seperti tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun dan berat basah tanaman. Akan tetapi, bila dibandingkan dengan A1, perlakuan A5 masih belum layak untuk dijadikan sebagai pengganti cahaya alternatif. Apabila dibandingkan dengan perlakuan A1, perlakuan A5 memiliki nilai tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun dan berat basah tanaman yang lebih kecil. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian warna lampu neon masih kurang optimal dalam pertumbuhan tanaman sawi hijau.

Page 1 of 1 | Total Record : 5