cover
Contact Name
Bangkit Ary Pratama
Contact Email
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Phone
+6285326333050
Journal Mail Official
ijms@poltekkesbhaktimulia.ac.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia Jalan Raya Solo-Sukoharjo Km.09 Dukuh Ngepeng, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 57527
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS)
ISSN : -     EISSN : 26230038     DOI : https://doi.org/10.55181/ijms
Core Subject : Health, Engineering,
Indonesian Journal on Medical Science (IJMS) (https://doi.org/10.55181/ijms) terbit pertama Vol. 1 No.1 Januari 2014. Setiap edisi terdiri dari kurang lebih 100 halaman, yang artikelnya disajikan dalam bahasa Indonesia, kecuali judul dan abstrak disertai dengan bahasa inggris. Mekanisme peer-reviewer dilakukan dengan cara setiap artikel yang diajukan harus direview oleh dua reviewer yang ditunjuk oleh editor. Fokus dan Lingkup : IJMS adalah jurnal terbitan berkala nasional yang memuat artikel penelitian (research article) dibidang kesehatan. IJMS : Jurnal kesehatan diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovas ilmiah dibidang kesehatan kepada para praktisi dan akademisi di bidang kesehatan. IJMS merupakan jurnal peer reveiwer dan open acces journal yang berfokus pada kesehatan. Fokus ini meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait Keperawatan Kebidanan Fisioterapi Farmasi Gizi Masyarakat Kesehatan Masyarakat
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017" : 16 Documents clear
Pengaruh Umur Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Di Rw 03 Kalurahan Mojosongo Surakarta Influence The Age And Level Education Toward Premarital Sex Behavior Of Adolescent Of Rw 3, Mojosongo District Of SURAKARTA Ani Nur Fauziah; Siti Maesaroh - STIKES Mamba’ul Ulum Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.115 KB)

Abstract

Abstract: Premarital sexual behavior of adolescents will also have an impact on the economic state and social welfare, it’s in the long period not only have effect on the adolescent but also to family, community and nation. Hence,the premarital sexual behavior in adolescents needs to pay attention from various parties to realize the young generation that have high quality. This research has a purpose to analyze the effect between the age and education with Premarital Sex Behaviors of adolescent of RW 3 the Mojosongo district of Surakarta 2016. This research is a kind of analytic descriptive research with cross sectional approach. The population in this study are all the teenagers in the RW 03 of Mojosongo district of Surakarta, while the sampling technique that used was accidental sampling a number of 37 people. This research require the result of square R amount of 42,8% that the age and education level affects the of premarital sex behavior amount of 42,8% while the rest 57,2% influenced by other variables.Key words : Age, Education level , The Premarital Sex Behavior Abstrak: Perilaku seksual pranikah pada remaja juga akan berdampak pada keadaan ekonomi dan kesejahteraan social, dalam jangka panjang tidak hanya berpengaruh pada remaja tersebut tetapi juga terhadap keluarga, masyarakat dan bangsa. Untuk itu perilaku seksual pranikah pada remaja ini perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Penelitian ini mempunya tujuan: untuk menganalisis pengaruh antara umur dan pendidikan dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Di RW 3 Kalurahan Mojosongo Surakarta tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian diskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional .Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di RW 03 Kalurahan Mojosongo Surakarta, sedangkan tehnik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sejumlah 37 orang. Penelitian ini memperoleh hasil R square sebesar 42,8% bahwa umur dan tingkat pendidikan mempengaruhi perilaku seks pranikah sebesar 42,8% sedangkan sisanya 57,2 % dipengaruhi oleh variabel lainKata kunci : Umur, Tingkat Pendidikan, Perilaku Seksual Pranikah
Hubungan Pengetahuan Ibu Bersalin Dengan Pelaksanaan Posisi Meneran Litotomi The Knowledge Mother Labor Relations With The Position Meneran Lithotomy Nevia Zulfatunnisa; Sely Silfa Deri - Stikes PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.725 KB)

Abstract

Abstract: Childbirth is the process of expenditureof the products of conception who has enough month or they can life outside content. Central Java in the year 2014 AKI equal to 126,55 / 100.000 birth live and cause of mother mortality at the of copy as much 30%.The causes of childbirth long one of themis technique straining wrong, the technique straining wrong among others can cause childbirth long. Theoretically position Lithotomi represent the most position suited for bearing foetus head scorpion of II Childbirth. (Varney, 2008). Antecedent study date of 17 January 2016 in RSUD of Town Surakarta at December 2015 got by result 140 childbirth partus spontas.Purpose  Know relations knowledge mother maternity to the implementation of the position meneran lithotomy in a public hospital the area of a city surakarta .This research using design research observational analytic with the approach cross sectional many samples from 30 mother maternity a quota sampling , an instrument used the questionnaire and use test chi square and will mixed with spss version 17.Ruslt Knowledge of meneran lithotomy in the category of enough 16 respondents ( 53,3 % ) .The implementation of the meneran lithotomy in the category not true 17 respondents ( 56,7 % ) . Relations between knowledge mother significant maternity to the implementation of the position meneran lithotomy with the results of testing statistics produce a correlation coefficient ( rk ) as much as 0,439 with (x2 count ) as much as 7,178 . Testing performed on significance level of 5 percent with df = 2 in order to obtain the value of test for comparison ( x2tabel 5,991 ) as much as .A comparison of the it can be seen that x2hitung > x2 a table ( 7,178 > 5,991 ) so that was decided that h0 rejected or ha accepted .Conclusion There was a correlation between knowledge mother maternity to the implementation of the position meneran lithotomy.Keywords: the knowledge maternity mother, childbirth, position lithotomy  Abstrak:Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi yang telah cukup bulan atau dapat hidup diluar kandungan. Jawa Tengah pada tahun 2014 AKI sebesar 126,55/100.000 kelahiran hidup dan penyebab angka kematian ibu pada saat persalinan sebanyak 30%. Faktor penyebab persalinan lama salah satunya yaitu Teknik mengejan yang salah, akibat teknik mengejan salah antara lain dapat menyebabkan persalinan lama. Secara teoritis posisi Lithotomi merupakan posisi yang paling cocok untuk melahirkan kepala janin pada kala II persalinan. (Varney, 2008). Studi pendahuluan pada tanggal 17 Januari 2016 di RSUD Kota Surakarta pada bulan Desember 2015 didapat hasil 140 ibu bersalin partus spontas.Tujuanpenelitian inin untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu bersalin dengan pelaksanaan posisi meneran litotomi di RSUD Kota Surakarta.penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional banyak sampel sebanyak 30 ibu bersalin dengan teknik Quota Sampling, instrumen yang digunakan kuesioner dan menggunakan uji chi square dan akan diolah dengan SPSS versi 17. Hasil PenelitianPengetahuan tentang meneran litotomi dalam kategori cukup 16 responden (53,3%). Pelaksanaan meneran litotomi dalam kategori tidak benar 17 responden (56,7%). Hubungan signifikan antara pengetahuan ibu bersalin dengan pelaksanaan posisi meneran litotomi dengan hasil Pengujian statistik menghasilkan koefisien korelasi (rk) sebesar 0,439 dengan nilai uji (X2hitung) sebesar 7,178. Pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 5% dengan df =2 sehingga diperoleh nilai uji pembanding (X2tabel) sebesar 5,991. Apabila dibandingkan terlihat bahwa X2hitung> X2tabel (7,178> 5,991) sehingga diputuskan bahwa H0 ditolak atau Ha diterima.KesimpulanAda hubungan antara pengetahuan ibu bersalin dengan pelaksanaan posisi meneran litotomi.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan ibu bersalin, Persalinan, posisi litotomi
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia subur Dalam Pemilihan Kontrasepsi Suntik Kombinasi Dan Progestin Analysis Of Factors Affecting Fertile Couples Selection In Combined Injectable Contraceptive And Progestin Rusiana Sri Haryanti; Agsteria Alif’ta - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.7 KB)

Abstract

Abstract: Contraception is an attempt to prevent pregnancy. Acceptors are the most widely injectable contraceptive method (58.74%). Similarly, in a preliminary study in RB An-Nissa Surakarta found that most injectable acceptors (95.94%).This study aimed to determine the factors that influence the selection combined injectable contraception and progestin.The methods was a descriptive survey method. The population was  all acceptors inject,  many samples of 49 respondents. A sampling technique that accidental sampling. The instrument using a questionnaire, analysis of data frequency distributions. Results: factors and motivations most respondents chose Injectable combination of age-related reproductive age is 20-35 (80%), lifestyle (100%), the frequency of regular intercourse (96%), no complaints during intercourse ( 100%), birth control (84%), had been using contraception then stopped because I wanted to get pregnant again (71%). While on Injectable Progestin due to aging of reproductive age is 20-35 (76%), lifestyle (100%), the frequency of regular intercourse (90%), no complaints during intercourse (100%), birth control (88% ), have been using contraception then stop because they want to get pregnant again (62%), majority of the respondents chose a combination of injectable contraception because many health factors to menstruation (92%), for other health factors (100%). While on Injectable Progestin in many health factors to menstruation (82%), for other health factors (100%). Based on all respondents choosing a contraceptive method combined injectable contraception and progestin for reasons of contraceptive methods (100%). Conclusions: The factors that most influence the selection in injectable contraception and progestin combination contraceptive method is a factor.Keywords: Couple Childbearing Age, Contraceptives Abstrak: Kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan. Akseptor KB yang paling banyak adalah metode kontrasepsi suntik (58,74%). Berdasarkan studi pendahuluan di RB An-Nissa Surakarta didapatkan akseptor KB terbanyak yaitu suntik (95,94%). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengarui PUS dalam pemilihan kontrasepsi KB suntik kombinasi dan progestin. Penelitian ini mennggunakan metode survey deskriptif. Populasinya adalah seluruh akseptor KB suntik di RB An-Nissa Surakarta, sampel 49 responden pada setiap kontrasepsi suntik. Teknik sampling menggunakan aksidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasilnya, faktor pasangan dan motivasi sebagian besar responden memilih KB Suntik kombinasi karena faktor usia reproduksi yaitu 20-35 (80%), gaya hidup (100%), frekuensi senggama teratur (96%), tidak ada keluhan saat bersenggama (100%), mengatur kehamilan (84%), sudah pernah menggunakan kontrasepsi kemudian berhenti (71%). Pada KB Suntik Progestin, faktor usia pada usia reproduksi yaitu 20-35 (76%), gaya hidup (100%), frekuensi senggama teratur (90%), tidak ada keluhan saat bersenggama (100%), mengatur kehamilan (88%), sudah pernah menggunakan kontrasepsi kemudian berhenti karena ingin hamil lagi (62%), Sebagian besar responden memilih kontrasepsi KB suntik kombinasi karena faktor kesehatan untuk menstruasi banyak (92%), untuk faktor kesehatan lainnya (100%). Sedangkan pada KB Suntik Progestin pada faktor kesehatan untuk menstruasi banyak (82%), untuk faktor kesehatan lainnya (100%). Kesimpulannya, faktor yang paling berpengaruh PUS dalam pemilihan kontrasepsi KB suntik kombinasi dan progestin adalah faktor metode kontrasepsi.Kata Kunci : Pasangan usia subur, Kontrasepsi
Hasil Analisis Akses Pornografi Melalui Gadget Dengan Perilaku Seks Remaja Kelas X Di SMK Wikarya Karanganyar Results Analysis From Pornographic Access Through Gadget By Sex Teenage Behavior In SMk Wikarya Karanganyar Niken Musriyati - STIKES Aisyiyah Surakarta
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638 KB)

Abstract

Abstract: The current development of technology is very rapid with information that is needed, namely information technology that is currently a trend of gadgets. The function of gadgets done by teenagers to something distorted like looking at pornographic media for reasons can not be done as much as 77% and the behavior of having sex as much as 6% done by students during courtship. Based on preliminary study of 10 people in SMK Wikarya Karanganyar, all have gadgets, 7 people accidentally open porn sites, and 10 people ever dating. Teenagers who are in the period of wanting to know and want to try, will imitate what he saw or heard from the mass media in particular, because they have never known the full sexual problems of his parents. This study aims to determine the relationship of access to pornography through gadgets with sexual behavior of adolescents class X SMK Wikarya Karanganyar. The research method used is observational analytic research using cross sectional approach. The subjects of the study were students of class X as many as 47 respondents by using sampling in simple random sampling, and data analysis using Chi Square. Result ρValue (0,046) <0,05 and result of statistical test with Chi Square is got χ²count> χ²table (3,972> 3,841) Ho is rejected and Ha accepted. Conclusion, there is a relationship of access to pornography through gadgets with teen sex behavior.Keywords: Access Pornography, Gadgets, Sex Behavior Abstrak: Arus perkembangan teknologi begitu pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan informasi, teknologi informasi yang saat ini menjadi trend yaitu gadget. penyalahgunaan fungsi dari gadget yang dilakukan oleh remaja kepada sesuatu yang menyimpang seperti melihat media pornografi karena alasan tidak sengaja sebanyak 77% dan perilaku melakukan hubungan seks sebanyak 6% dilakukan pelajar saat pacaran. Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 orang di SMK Wikarya Karanganyar, semuanya memiliki gadget, 7 orang tidak sengaja membuka situs porno, dan 10 orang pernah pacaran. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa yang dilihat atau didengarnya dari media massa khususnya, karena mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan akses pornografi melalui gadget dengan perilaku seksual remaja kelas X SMK Wikarya Karanganyar. Metodepenelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah siswa kelas X sebanyak 47 responden dengan menggunakan pengambilan sampel secara simple random sampling, serta analisis data dengan menggunakan Chi Kuadrat. Hasil ρValue (0,046) < 0,05 dan hasil uji statistik dengan  Chi Kuadrat didapatkan χ²hitung> χ²tabel(3,972 > 3,841) maka H0ditolak dan Ha diterima. Simpulannya, ada hubungan akses pornografi melalui gadget dengan perilaku seks remaja.Kata Kunci : Akses Pornografi, Gadget, Perilaku Seks, Remaja
Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Rimpang Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet SM.) Terhadap Mencit Jantan Galur Swiss The Tonic Effects Test of Ethanolic Extract of Rhizome Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet SM.) to Male Mice Swiss Strain Sri Rejeki; Anggun Priyandari - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.177 KB)

Abstract

Abstract: Rhizome lempuyang gajah (Zingiber zerumbet SM.)was believed to have various properties such as a tonic, stimulant and appetite enhancer. The purpose of this study was to test the tonic effect of the ethanol extract of rhizome lempuyang gajah to mice and determine the dose of ethanol extract of rhizome lempuyang gajah effective to provide a tonic effect.. Rhizome lempuyang gajah macerated with 96% ethanol. The method used to test the effect of the method Natatory Exhaustion tonic Provision of treatment in test animals were divided into five treatment groups. Group I was treated orally VCO 0,5 ml/20 g BB. Group II, III, IV was treated orally rhizome of lempuyang gajah ethanol extract respectively 200, 400 and 800 mg/kg BB. Group V were treated orally caffein 13 mg/kg BB. The data obtained were analyzed by One Sample Kolmogorof Smirnov continued ANOVA using SPSS 16 for windows with a confidence level of 95%. The resulit  tonic effect of ethanol extract of rhizome lempuyang gajah with doses 200, 400, 800 mg/kg BB  and caffein 13 mg/kg BB carespectively were (34,28 ± 7,627)%, (69,99 ± 6,143)%, (105,71 ± 4,164)% and (124,28 ± 3,642)%. Ethanol extract of rhizome lempuyang gajah may have the potential to be developed as a new tonic drugs.Keywords: Lempuyang gajah, Zingiber zerumbet, tonic, Natatory exhaustionAbstrak: Rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet SM.) dipercaya memiliki berbagai khasiat diantaranya sebagai tonikum, stimulan dan penambah nafsu makan. Tujuan penelitian ini adalah menguji efek tonikum ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah terhadap hewan uji mencit dan menentukan dosis ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah yang efektif memberikan efek tonikum. Rimpang lempuyang gajah dimaserasi dengan pelarut etanol 96%. Metode yang digunakan untuk uji efek tonikum yaitu metode Natatory Exhaustion. Pemberian perlakuan pada hewan uji dibagi menjadi lima kelompok perlakuan. Kelompok I diberi perlakuan peroral VCO 0,5 ml/20 g BB. Kelompok II, III, IV diberi perlakuan peroral ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah berturut-turut 200, 400 dan 800 mg/kg BB. Kelompok V diberi perlakuan peroral kafein 13 mg/kg BB. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji One Sample Kolmogorof Smirnov dilanjutkan uji ANOVA mengunakan SPSS 16 for window dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji efek tonikum Ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah memiliki dosis 200, 400, 800 mg/kg BB dan kafein 13mg/kgBB masing-masing adalah (34,28 ± 7,627)%, (69,99 ± 6,143)%, (105,71 ± 4,164)% dan (124,28 ± 3,642)%.Ekstrak etanol lempuyang gajah berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat tonikum baru.Kata kunci : Lempuyang gajah, Zingiber zerumbet, tonikum, Natatory exhaustion
Tinjauan Ketidaklengkapan Formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran Pada Pasien Rawat Inap Dari Aspek Hukum di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri Tahun 2016 Bekti Suharto - Poltekes Bhakti Mulia Sukoharjo
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.389 KB)

Abstract

Abstract : In 2016, at the RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. This research uses descriptive study. The metod used is the method of observation to use the tools of the check ist. Based on observation methods and approaches used are retrospective. In the 98 medical record documents in surgical patients who have been analyzed entirely incomplete document. The highest incomplete in the reporting report of 45 forms or 45.91%. The lowest incomplete in the identification review of 4 forms or 4.08%. Consent form actions medicine (informed consent) seen from the legal aspect of the clarity of the physician in conveying information to the patient’s family and record in the form in clear and accompained by the physician’s physician, doctor’s name, witness’s name, witness’s witness place and date of writting number. There needs to be coordination through official forums between medical records officers and other units especially doctors and nurses in completing the consent form actions medicine (informed consent). Preferably after giving medical treatment to the patient, the medical personnel especially doctors and nurses immediately complete informed consent so there is no void on item item in consent form actions medicine (informed consent).Keyword : Identification Review, Reporting Review, Autentifikasi Review,     Registration Review, Legal Adpects Of Consent Form Medical  Actions. Abstrak : Pada tahun 2016 di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri tercatat dengan total tindakan operasi sebesar 4458. Berdasarkan survey pendahuluan sampel 10 DRM rawat inap terdapat ketidaklengkapan dalam pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran lengkap sebanyak 30%. Sedangkan formulir persetujuan tindakan kedokteran tidak lengkap sebanyak 70%. Pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran masih banyak yang tidak lengkap sehingga dapat berpengaruh terhadap proses pelayanan. Jenis penelitiannya menggunakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan memakai alat bantu check list. Berdasarkan metode observasi dan pendekatan yang digunakan adalah retrospektif. Dari 98 dokumen rekam medis pada pasien operasi yang telah dianalisis seluruhnya belum lengkap. Ketidaklengkapan tertinggi pada review pelaporan sebanyak 45 formulir atau 45.91%. Ketidaklengkapan terendah pada review identifikasi sebanyak 4 formulir atau 4.08%. Formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran (informed consent) dilihat dari aspek hukum yaitu adanya kejelasan dokter dalam menyampaikan informasi kepada pasien atau keluarga pasien serta mencatat didalam formulir tersebut dalam keadaan jelas dan disertai paraf dokter, nama dokter, nama saksi, paraf saksi, dibubuhkan tempat dan tanggal penulisan formulir. Perlu adanya koordinasi melalui forum resmi antara petugas rekam medis dengan unit lain khususnya dokter dan perawat dalam melengkapi formulir persetujuan tindakan kedokteran (informed consent).Sebaiknya setelah memberikan tindakan medis pada pasien, petugas medis khususnya dokter dan perawat segera melengkapi  informed consent agar tidak terdapat kekosongan pada item-item di formulir persetujuan tindakan kedokteran (informed consent).Kata Kunci : Review Identifikasi, Review Pelaporan, Review Autentifikasi, Review Pencatatan, Aspek Hukum Dari Formulir PersetujuanTindakan Kedokteran

Page 2 of 2 | Total Record : 16