cover
Contact Name
Dewi Muliyati
Contact Email
dmuliyati@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
snf@unj.ac.id
Editorial Address
Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta GHA Lt.5 Jl Rawamangun Muka No.1
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL)
ISSN : 23021829     EISSN : 24769398     DOI : https://doi.org/10.21009/03
Focus and Scope: Physics education Physics Instrumentation and Computation Material Physics Medical Physics and Biophysics Physics of Earth and Space Physics Theory, Particle, and Nuclear Environmental Physics and Renewable Energy
Articles 976 Documents
MEMBRAN KERAMIK BERPORI BERBAHAN DASAR ZEOLIT DAN CLAY DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF Erlinda Sulistyani; Agus Setyo Budi; Esmar Budi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.792 KB)

Abstract

Preparation of porous ceramic membranes have been done. Ceramic membranes based on zeolite, clay, coconut shell activated charcoal, and PVA was made in ten different compositions with clay as a variation of the composition. The addition of additives such as coconut shell activated charcoal and PVA aims to increase the quality of ceramic membranes. In this research, testing water absorption, density, and porosity using standard ASTM C 20-92, as well as testing SEM to see microstructure membrane formed. From the research data obtained to the values of water absorption test are 16.026-75.465%, the values density test are 0.685-1.229 gr/cm3, and the values porosity test are 22.639-59.500%. It can be concluded that the addition of additives decreased density, increased porosity and water absorption of the sample. More perfect pore formation and spread evenly with the addition of the additives. Keywords: membrane, additives, water absorption, density, porosity, SEM.
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN VERTIKAL TIPE HYBRID SAVONIUS-DARRIEUS DENGAN PERBEDAAN JUMLAH SUDU Haryo Dwi Prananto; Esmar Budi; Hadi Nasbey
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.831 KB)

Abstract

Telah dirancang bangun turbin angin vertical tipe Hybrid Savonius-Darrieus dengan perbedaan jumlah sudu. Turbin angin savonius yang dibuat bertipe single step, sedangkan darrieus yang digunakan adalah tipe H-Rotor. Desain turbin dibuat 2 jenis dengan perbedaan jumlah sudu antara turbin savonius dengan darrieus. Desain pertama jumlah sudu turbin savonius lebih banyak (3 sudu) dibanding jumlah sudu darrieus (2 sudu). Sebaliknya, pada desain kedua jumlah sudu turbin darrieus lebih banyak (3 sudu) dibanding jumlah sudu turbin savonius (2 sudu). Kedua desain diuji dengan kecepatan angin yang berbeda. Kemudian diambil data RPM (Rotation Per Minute), tegangan, dan kuat arus pada setiap kecepatan angin. Kemudian dihitung daya keluarannya. Hasil yang didapat RPM dan daya keluaran pada desain kedua lebih besar dibandingkan dengan desain pertama di setiap kecepatan angin. Keywords: Hybrid VAWT, Savonius, H-Rotor, Number of Blade, RPM, Daya Keluaran.
PENGEMBANGAN DESAIN TEROWONGAN ANGIN SEDERHANA Christin Stefphanie; Cecep E. Rustana; Hadi Nasbey
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.886 KB)

Abstract

Ketelitian dalam penelitian yang memanfaatkan terowongan angin dapat dicapai dengan kondisialiran dalam terowongan yang berintensitas turbulensi kecil. Dalam penelitian ini dibuat sebuah terowongan angin sirkuit terbuka sebagai pengembangan dari desain terowongan angin yang terdapat di Jurusan Fisika FMIPA UNJ. Penggunaan honeycomb juga dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas aliran angin pada desain pengembangan tersebut. Data kecepatan angin pada waktu tertentu dari terowongan angin desain lama dan baru diambil untuk kemudian diolah menjadi data intensitas turbulensi. Dari kedua nilai intensitas turbulensi tersebut diketahui bahwa desain terowongan angin berpengaruh pada kualitas aliran pada terowongan angin. Kajian tersebut akan membandingkan efektifitas kedua desain terowongan angin terhadap turbulensi. Kata kunci: terowongan angin, intensitas turbulensi, desain, honeycomb.
PENGENALAN CITRA BATIK MENGGUNAKAN METODE CELLULAR AUTOMATA Amanda Larasati; Bambang Heru Iswanto; Iwan Sugihartono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.546 KB)

Abstract

The identification of three Batik profile, i.e Batik Parang, Megamendung, and Sidomukti have been done by using Cellular automata method. Cellular automata 56 method was used to identify the edge of binaries batik profile from each of ethnics. The first step is batik profile examined using convolution technique. In this technique we multiply 8 matrices of 3 x 3 with profile pixels. The highest results which were accounted by mean value from 3 x 3 matrices from one profile are represented by pixel. The results shows batik Megamendung has CA5 less than 0.09, Batik Parang has CA5 and CA6 between 0.5-2.63 and CA1 larger than CA4 and Batik Sidomukti has CA3 and CA4 larger than 11.40 and CA4 larger than CA1. Therefore, Cellular method can be identifying batik profile with efficiency of 76%. Keywords: batik profile, Cellular automata, Batik Parang, Megamendung, and Sidomukti.
AKUISISI DATA CUACA BERBASIS SISTEM TELEMETRI Mashaler Suradam; Anggoro Budi Susila; Iwan Sugihartono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.227 KB)

Abstract

Telah dikembangkan sebuah perangkat instrumen yang berfungsi untuk mengukur elemen-elemen cuaca secara real time seperti temperatur, tekanan, kelembaban, kecepatan dan arah angin, serta curah hujan. Sistem telemetri yang dibangun menggunakan modul antena Yishi-1020 dan mikrokontroller Arduino Uno. Adapun sensor yang digunakan yaitu BMP085 sebagai sensor tekanan, DHT22 sebagai sensor kelembaban, LM35 sebagau sensor temperatur, Wind vane sebagai sensor arah mata angin, Cup Anemometer sebagai sensor kecepatan angin, dan Rain Gause sebagai sensor cuarah hujan. Sementara itu, untuk menampilkan dan menyimpan hasil pengukuran digunakan Parallax Data Acquisition Tool (PLX-DAQ) pada Microsoft Excel. Pengujian yang dilakukan pada perangkat keras adalah dengan menguji proses pengambilan dan pengiriman data dari mikroktroler ke komputer atau Weather Base Station (WBS). Sedangkan pada perangkat lunak dilakukan pengujian memvisualisasi data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor dapat bekerja dengan baik. Data hasil pengiriman sensor tersebut dapat divisualisasikan dan disimpan pada Weather Base Station (WBS). Kata Kunci: Sistem Telemetri, Akuisisi Data.
Penentuan persebaran reservoar sandstone dan identifikasi faults menggunakan aplikasi internal atribut seismik; studi kasus Lapangan X , Kanada Ranggi Sinansari; Dr. Esmar Budi M.Si; Freddy Yulisasongko M.Si
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.631 KB)

Abstract

Internal seismic attribute has been uses anylisis for 3D seismic data on the X Field, Basin Nova Scotia, Canada. This analysis aims to make a map the distribution of reservoir sandstone, which is associated with the deposition environment and identification of faults. Seismic attributes are used in the interpretation of reservoir sandstone are the RMS amplitude, maximum amplitude, minimum amplitude while for faults identification is instantaneous frequency and instantaneous phase. Tuning thickness analysis done first before running the attributes per existing seismic horizon to determine the thickness of the horizon sanstone that will be made surface attribute. Further, the log analysis performed elektrofasies with each well. With the context of depositional environment, we can know the distribution of reservoir sandstone , especially in Missisauga formation and san 5 target. It is implies that the distribution of sandstone is very clear in all map attributes especially on amplitud attribut. Key words: Attribute, amplitud, instataneous frequency, instataneous phase, elektrofasies log.
IDENTIFIKASI PENYEBARAN GEMPA DI INDONESIA DENGAN METODE CLUSTERING Refriani Pebria; Bambang Heru I; Iwan Sugihartono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 3 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2014
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.788 KB)

Abstract

The spreads of earthquake has been identified by using Clustering methods which are depends on four parameters, i.e. magnitude, depth, location, and elevation. We used EM method, KMeans, and Xmeans as Clustering methods which is using four parameters. The first clustering step based on 4 parameters which used EM method. This method shows the highest earthquake happen at Banda’s sea which is located 127.5747 east longitude and 1.7943 south latitudes. Whereas, KMeans and XMeans method predicts that the highest earthquake located at 95 east longitude and 5 north latitudes in northern Sumatera. The second clustering process was done based on location. This process which is using EM method, KMeans, and XMeans predicted that the most frequent earthquake happened at Sumatera Island which locates at 96 east longitude and 4.5 north latitudes. In the third clustering process, we used two parameters, i.e. magnitude and depth. According to three methods the results show the data’s at earth surface. The last clustering process has been done based on magnitude, depth, and elevation. Generally, by using three methods, the results show the largest earth data’s locate in sea area which has depth about 42 km and the magnitude is 6 scale Richter (SR). These all the clustering processes indicate that EM method is the most appropriate for representing actual the spread of earthquake. It’s because of EM method can be showing the spread of earthquake with the most dense data’s in every cluster based on deviation standard. Keywords: The spread of earthquake, Clustering methods, EM, KMeans, XMeans.
Pembangkitan Plasma Dengan Laser Pulsa Daya Tinggi Mangasi Alion Marpaung
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.956 KB)

Abstract

Dipelajari interaksi antara laser pulsa daya tinggi dengan zat padat logam dan bukan logam). Dalam interksi ini plasma dibangkitkan apabila berkas laser pulsa daya tinggi difokuskan ke permukaan zat padat. Dengan pengukuran spektroskopi cacah waktu dan cacah ruang, mekanisme pembangkitan dan karakteristik plasma dipelajari. Pada awal interkasi, energi laser diserab atom-atom zat padat sehingga material tersebut terablasi dengan kecepatan yang tinggi. Material terablasi tersebut berkompressi dengan gas lingkungan yang menghasilkan gelombang kejut dan melalui gelombang kejut ini atom-atom dalam plasma tereksitasi. Kami menyebut plasma ini sebagai plasma gelombang kejut. Karakteristik plasma yang dibangkitkan secara geometrik berbentuk setengah bola dan apabila dibangkitkan pada lingkungan gas dengan tekanan tinggi (sekitar 1 atm) diameter plasma sekitar 0,5 s/d 1 cm tetapi apabila tekanan gasnya dikurangi diameter plasma akan bertambah dan pada tekanan dibawah 1 Torr diameter plasma dapat mencapai 3 cm. Plasma yang dibangkitkan pada tekanan 1 atm berwarna putih yang sangat terang dengan latar belakang spektrum yang tinggi. Pada tekanan rendah (kurang dari 10 Torr) plasma yang dibangkitkan berwarna dengan spektrum yang tajam yaitu spektrum atomik. Analsisis spektroskopik yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa dengan plasma gelombang kejut ini analisis spektrokimia bahan dapat dilakukan dengan sensitivitas sampai orde ppm. Keunggulan lain adalah analisis unsur-unsur ringan seperti hidrogen dapat dianalisis sampai orde ppm.
Prototipe model sistem pengatur pencahayaan pada ruangan berbasiskan mikrokontroler atmega32 M Ikrar Ramadhan; Iwan Sugihartono; esmar Budi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.736 KB)

Abstract

Sedang dilakukan penelitian mengenai prototipe model sistem pengatur pencahayaan pada ruangan berbasiskan mikrokontroler ATmega32 sebagai alat untuk memaksimalkan pencahayaan pada ruangan. Rancang bangun dan pengujian prototype model sistem pengatur pencahayaan pada ruangan merupakan salah satu alternatif dalam mensiasati mahalnya harga sistem pencahayaan yang telah beredar dipasaran. Pengujian prototipe ini dilakukan dengan mengkalibrasi keluaran sensor cahaya yang menghasilkan tegangan maksimal sebesar 5VDC dengan menggunakan luxmeter agar didapatkan nilai iluminasi yang sesungguhnya. Selanjutnya nilai iluminasi yang didapat dari sensor cahaya dipergunakan untuk mengatur perubahan tingkat iluminasi pada lampu. Dari literatur yang telah dibaca sistem pengatur pencahayaan pada ruangan dikatakan baik apabila dapat mengatur tingkat iluminasi lampu dalam keadaan ruangan tidak mendapatkan cahaya matahari, kurang mendapatkan cahaya matahari, dan cukup mendapatkan cahaya matahari. Kata kunci: sistem pengatur pencahayaan, sensor cahaya, iluminasi.
Pengujian Prototipe Model Turbin Air Sederhana Dalam Proses Charging 4 Buah Baterai 1.2 Volt Yang Disusun Seri Pada Sistem Pembangkit Listrik Alternatif Tenaga Air Fitrianto Nugroho; Iwan Sugihartono; Agus Setyo Budi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 2 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2013
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.993 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengujian prototipe tiga model turbin air sederhana dalam pengisian energi listrik dalam skala kecil ke dalam baterai selama 3 jam. Pengujian ketiga prototipe ini dilakukan dengan aliran maksimum 2.53 × 10-3 m3/s dan ketinggian head 0.9 m. Generator yang digunakan adalah dinamo dengan keluaran 12VDC. Baterai yang digunakan adalah 4 buah baterai NiCd rechargeable ukuran AA dengan masing-masing tegangan 1.2 Volt dan kapasitas 1000 mAh. Baterai tersebut disusun secara seri dan dipadukan dengan sebuah rangkaian charger. Berdasarkan hasil pengujian, sistem dengan turbin model 3 dapat menyimpan listrik hingga 0.64 Volt, model turbin 1 hingga 0.50 Volt, dan model turbin 2 hingga 0.44 Volt. Kata kunci: model turbin, waktu charging, tegangan.