cover
Contact Name
YURIA NIKO KUSDIANA
Contact Email
perpus@stikessatriabhakti.ac.id
Phone
+62358326110
Journal Mail Official
jurnalssbn@gmail.com
Editorial Address
Jalan Brantas 3B Mangundikaran Nganjuk Jawa Timur
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL SABHANGA
ISSN : 26860929     EISSN : 26860929     DOI : https://doi.org/10.53835
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to nursing research and evidence-based nursing about development in nursing knowledge and technology. It covers specific issues on basic nursing, adult or medical surgical nursing, neonatal and pediatric nursing, maternity nursing, mental health, and psychiatric nursing, family and health, and nursing management. The journal also considers the presentation of healthy knowledge related to strengthening the health care system that includes health workers, health policy, and health education focusing on international and national issues.
Articles 83 Documents
PERAN BIDAN DALAM DETEKSI DINI STUNTING PADA 1.000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN: A LITERATURE REVIEW Harmiawati; Dewi Indriani
JURNAL SABHANGA Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53835/jssbn.v8i1.156

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utamakesehatan masyarakat di Indonesia. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimulai sejakmasa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan fase kritis yang menentukanpertumbuhan dan perkembangan anak. Bidan sebagai tenaga kesehatan terdepan memiliki peranstrategis dalam melakukan deteksi dini faktor risiko stunting melalui pelayanan antenatal,pemantauan pertumbuhan janin dan bayi, konseling gizi, promosi pemberian ASI eksklusif,pemantauan pertumbuhan balita, serta edukasi kepada keluarga. Berbagai penelitian menunjukkanbahwa optimalisasi peran bidan pada periode 1.000 HPK berkontribusi terhadap upaya pencegahanstunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mensintesis hasil penelitian mengenaiperan bidan dalam deteksi dini stunting pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan
KAJIAN EVIDENCE-BASED TENTANG FAKTOR RISIKO NYERI PUNGGUNG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Helen Puspa Sari
JURNAL SABHANGA Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53835/jssbn.v8i1.159

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yangpaling sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester III. Perubahan fisiologis, biomekanik,hormonal, dan psikososial selama kehamilan berkontribusi terhadap meningkatnya risiko nyeripunggung yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kualitas tidur, dan kualitas hidup ibu.Berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian nyeripunggung, namun hasilnya masih bervariasi sehingga diperlukan sintesis bukti ilmiah. Tujuanpenelitian yaitu mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinyanyeri punggung pada ibu hamil trimester III berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan
DETEKSI DINI RISIKO PERSALINAN OLEH KADER DI PUSKESMAS TANJUNGANOM KABUPATEN NGANJUK Helen Puspa Sari; Titin Ratnaningsih
JURNAL SABHANGA Vol. 8 No. 1 (2026): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53835/jssbn.v8i1.161

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tergolong tinggi, dengan salah satu penyebab utamanya adalah keterlambatan dalam mendeteksi dan menangani faktor risiko persalinan sejak dini. Upaya deteksi dini di tingkat masyarakat masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengetahuan, akses informasi, dan keterampilan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Kader Puskesmas Tanjuanganom sebagai mitra strategis berbasis komunitas memiliki potensi besar dalam mendukung upaya promotif dan preventif, namun kapasitas mereka dalam melakukan deteksi dini risiko persalinan masih belum optimal.