cover
Contact Name
Wahyu Tri Astuti
Contact Email
astuti.wahyutri@yahoo.co.id
Phone
+6285292885982
Journal Mail Official
jurnalkaryabhakti@gmail.com
Editorial Address
Jl. A Yani Gg.Barito II Km.1 Sidotopo, Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti
ISSN : 24771414     EISSN : 27160785     DOI : https://doi.org/10.56186/jkkb
Core Subject : Health,
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti (JKKB) is an open access journal that publishes research results for educators and researchers in nursing studies. JKKB invites researchers to contribute ideas on the main scope of Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Emergency Nursing, Nursing Management, Psychiatric Nursing, Community Nursing, and Holistic Nursing.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2022)" : 6 Documents clear
Profil Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kalikajar 1 Kabupaten Wonosobo Ika Purnamasari
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.233 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.97

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar (lebih dari -2 SD) dari standar normal usianya. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran karakteristik anak stunting di wilayah kerja Puskesmas Kalikajar 1 Wonosobo. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan jumlah sampel 60 balita stunting. Data diperoleh dari Buku KIA berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan pada kegiatan posyandu serentak pada Bulan Agustus 2021. Analisis data menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 53,33% (32 balita) berada pada kategori pendek dan 46,67% (28 balita) masuk kategori sangat pendek. Edukasi komprehensif oleh berbagai pihak baik profesional kesehatan, tokoh agama maupun tokoh masyarakat terkait stunting sangat diperlukan oleh seluruh masyarakat agar dapat turut membantu memberikan intervensi yang tepat pada upaya penanganan dan pencegahan stunting.
Gambaran Kecenderungan Perilaku Self-Harm pada Mahasiswa Tingkat Akhir Studi Bilfrans Keyvien Alifiando; Sambodo Sriadi Pinilih; Muhammad Khoirul Amin
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.521 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.98

Abstract

Perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) merupakan kelakuan seseorang untuk menyakiti diri sendiri yang dimulai antar usia 11-15 tahun, dan proporsi tertinggi pada umur 10 tahun sampai 20 tahun dengan berbagai cara tanpa memandang ada atau tidaknya niat dan keinginan bunuh diri. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi ketegangan agar merasa lebih tenang dari perasaan yang tidak nyaman akibat masalah dirasakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecenderungan perilaku self-harm pada Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 104 mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 56,7% memiliki kecenderungan perilaku self-harm yang didominasi perempuan dengan presentase 47,7%. Mahasiswa yang tidak memiliki coping adaptif dapat berisiko melakukan tindakan self-harm.
Intervensi untuk Meningkatkan Resiliensi pada Remaja Supriyadi Supriyadi; Monica Kartini
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.46 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.99

Abstract

Membangun resiliensi atau ketahanan pada remaja merupakan kebutuhan yang sangat penting. Remaja yang tangguh akan mampu menunjukkan sikap dan perilaku positif, berfungsi positif dalam situasi yang berisiko, mengembangkan kemampuan koping yang positif, dapat bangkit kembali dari situasi yang traumatis, dan menurunkan risiko munculnya gejala depresi. Tujuan penyusunan artikel ini adalah untuk mengetahui intervensi-intervensi guna meningkatkan resiliensi pada remaja. Penelitian dilakukan dengan metode literature review pada database Garba Rujukan Digital (Garuda) dan Pubmed, menggunakan kata kunci remaja resilien, adolescen* AND resilien*. Hasil penelusuran literatur didapatkan 651 artikel, namun yang memenuhi kriteria untuk dianalisis adalah 14 artikel. Sebanyak lima (5) dari 14 penelitian menunjukkan hasil bahwa intervensi yang dilaksanakan efektif untuk meningkatkan resiliensi pada remaja. Resiliensi pada remaja dapat ditingkatkan dengan intervensi yang meliputi berbagai aspek pada individu dan lingkungan sosial, yang dilaksanakan dalam beberapa sesi dan dilakukan follow up. Intervensi manajemen stres, mindfulness, yoga, cognitive reappraisal, humor, teknik relaksasi, mengembangkan life skills dan kebersyukuran merupakan upaya-upaya yang dapat dikembangkan untuk membantu remaja meningkatkan resiliensi. Sebagai rekomendasi, diperlukan penelitian selanjutnya mengenai intervensi atau model untuk mengembangkan resiliensi pada remaja di Indonesia, khususnya intervensi yang berbasis pada komunitas.
Penerapan Stimuli toilet training oleh Ibu pada Anak Usia Toddler di Kelompok Bermain dan Tempat Penitipan Anak Wahyu Tri Astuti; Nita Purnamasari; Lis Nurhayati
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.469 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.100

Abstract

Toilet training pada anak merupakan cara untuk melatih anak agar mampu mengontrol buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Anak harus mampu mengenali dorongan untuk melepaskan atau menahan dan mampu mengkomunikasikannya. Toilet training diharapkan dapat melatih anak untuk mampu BAB dan BAK di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga mengajarkan anak dapat membersihkan kotoran sendiri dan memakai kembali celananya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan stimuli toilet training oleh ibu pada anak usia toddler di Kelompok Bermain dan Tempat Penitipan Anak Permata Hati Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden 36 anak usia 1-3 tahun dengan teknik total sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis deskriptif SPSS 25. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan toilet training oleh responden yang menerapkan dengan baik sebanyak 36,11% dan diterapkan sebagian 63,89%. Lebih lanjut, penerapan toilet training terbanyak adalah menerapkan sebagian karena dipengaruhi oleh pendidikan responden SMA, sebagian besar responden bekerja, kualitas perhatian ibu baik, dan lingkungan bersosialisasi responden baik.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswi Tingkat III Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara Magelang Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri Emah Marhamah; Eny Maryana
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.43 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.101

Abstract

Prevalensi penderita kanker payudara di Indonesia semakin meningkat. Kebanyakan penderita datang berobat setelah penyakitnya pada stadium lanjut, padahal keberadaan kanker bisa di deteksi secara dini, namun penderita jarang melakukannya, hal ini di sebabkan karena kurangnya pengetahuan wanita tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pemeriksaan payudara sendiri merupakan pemeriksaan yang sangat penting untuk mengetahui benjolan yang memungkinkan adanya kanker payudara oleh penderita sendiri, Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan sejak usia 20 tahun karena dapat menghindarkan wanita dari kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat III Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Tahun 2011 tentang Pemeriksaan SADARI. Artikel ilmiah ini menggunakan desain deskriptif yaitu mendeskripsikan tentang tingkat pengetahuan mahasiswi tentang SADARI. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Sampel penelitian 65 responden dan alat ukur yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik pengolahan data menggunakan beberapa tahap, yaitu editing, coding, dan tabulating. Hasil penelitian dari 65 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden yang mempunyai kategori baik yaitu tentang pengertian SADARI yaitu sebesar 97,7% dan langkah-langkah SADARI yaitu sebesar 80,4% sedangkan yang termasuk kategori cukup yaitu tujuan SADARI sebesar 75,4% dan waktu melakukan SADARI yaitu sebesar 66,2%. Hasil penelitian secara keseluruhan memiliki tingkat pengetahuan tentang SADARI yang baik. Hal ini disebabkan karena latar belakang pendidikan responden yaitu mahasiswi keperawatan yang telah mendapatkan informasi atau pengetahuan tentang SADARI.
Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Suntik pada Akseptor KB Evy Tri Susanti; Ria Nanda Arthaty
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.698 KB) | DOI: 10.56186/jkkb.102

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan usaha yang dilakukan pemerintah ataupun individu untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan dengan menggunakan alat bantu atau metode kontrasepsi. Alat kontrasepsi memang sangat berguna dalam program KB namun tidak semua alat kontrasepsi cocok dengan kondisi setiap orang. Pemilihan kontrasepsi sangat penting, setiap pribadi harus bisa memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk dirinya. Penggunaan kontrasepsi suntik meningkat dari 28% pada tahun 2007 menjadi 31,6% pada tahun 2012 dan menjadi 31,9% pada tahun 2017. Beberapa faktor-faktor yang mendukung pemilihan kontrasepsi pada akseptor KB yaitu faktor pribadi meliputi usia, paritas, usia anak terkecil dan kenyamanan metode. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik pada akseptor KB. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh akseptor KB suntik di Desa Windusari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang sejumlah 30 orang. Sampel yang digunakan adalah total sampling sejumlah 30 responden dengan kriteria usia antara 15-49 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia, tidak mempengaruhi 23%, cukup mempengaruhi sebesar 33% dan mempengaruhi sebesar 44%. Faktor paritas tidak mempengaruhi 53%, cukup mempengaruhi 20% dan mempengaruhi sebesar 27%. Faktor usia anak terkecil, tidak mempengaruhi 20%, cukup mempengaruhi 40% dan mempengaruhi 40%. Faktor kenyamanan metode, tidak mempengaruhi 20%, cukup mempengaruhi 37% dan mempengaruhi 43%. Dengan demikian, faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi suntik adalah faktor usia, usia anak terkecil dan kenyamanan metode.

Page 1 of 1 | Total Record : 6