cover
Contact Name
Citra Artifiani
Contact Email
citrarti@gmail.com
Phone
+6287825450502
Journal Mail Official
geoplanart.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik, Perencanaan dan Arsitektur Universitas Winaya Mukti Jl. Pahlawan no.69 Kota Bandung
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Geoplanart
ISSN : 25799193     EISSN : 27755282     DOI : http://dx.doi.org/10.35138/gp.v3i2
GEOPLANART: Wahana Informasi Penelitian Teknik adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik, Perencanaan dan Arsitektur, Universitas Winaya Mukti. Fokus jurnal ini adalah teknik dengan lingkup : 1. Teknik Arsitektur 2. Teknik Lingkungan 3. Teknik Perencanaan Wilayah Kota 4. Teknik Geodesi 5. Teknik Sipil
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER" : 6 Documents clear
Potensi Pemanenan Air Hujan Sebagai Upaya Pemenuhan Air Baku Bagi Warga Desa (Studi Kasus: Desa Cikalong, Kabupaten Bandung Barat) Tati Artiningrum; Citra Artifiani Havianto
GEOPLANART Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.538 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i1.225

Abstract

Pertumbuhan penduduk menyebabkan air sebagai sumber kebutuhan utama ikut meningkat sementara kemampuan air tetap. Tidak terkecuali masyarakat yang berada di Desa Cikalong, Kecamatan Cikalongwetan yang pada saat ini suplai air masyarakat Desa Cikalong, mayoritas diperoleh dari sumur bor dan air tanah yang berasal dari sumur gali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanenan air hujan di Desa Cikalong. Dengan teknik pemanenan air hujan diharapkan sebagai alternatif penyelesaian permasalahan air Desa Cikalong terutama RW 18 pada masa musim kemarau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Untuk menghitung potensi pemanenan air hujan dilakukan dengan melakukan perkalian antara curah hujan, luas atap bangunan, dan koefisien runoff. Berdasarkan analisis tersebut, potensi pemanenan air hujan di Desa Cikalong menunjukan sebesar 175.552 m3 /tahun. Dengan rata-rata potensi pemanenan untuk setiap rumah sebesar 52 m3 / tahun. Hasil dari pengolahan data berdasarkan survei yang telah dilakukan menunjukkan bahwa potensi pemanenan air hujan setiap harinya secara keseluruhan mampu  mencukupi kebutuhan air baku rumah tangga.  Kata kunci : air baku, pemanenan air hujan, konservasi air
Multiplier Sport Centre Sumatera Utara Terhadap Pengembangan Kawasan Dodon T Tarmidi
GEOPLANART Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.186 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i1.221

Abstract

Sport Center secara umum merupakan gedung multifungsi yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Sumatra Utara akan membangun sport centre yang dialokasikan untuk mengisi kebutuhan ruang PON 2022. Meskipun bidang nya hanya olahraga, Konsep yang ditawarkan akan mencerminkan semua kegiatan yang ada di Sumatera Utara, baik ekonomi, sosial dan budaya. Dengan demikian diperkirakan perlu suatu manajemen yang akan mengantispasi multiplier Sport Center tersebut. Dalam Menentukan multiplier Sport Center tersebut digunakan metoda AHP. AHP pada dasarnya didisain untuk menangkap persepsi orang yang berhubungan sangat erat dengan permasalahan tertentu melalui prosedur yang didisain untuk sampai kepada suatu skala preferensi diantara berbagai alternatif. Dengan demikian, maka AHP sebagai model multiobyektif dan multi kriteria dalam analisis manajemen ini.   Adapun hasil Analisis AHP ini adalah sport center sumut tersebut akan memberikan kaitan sebesar 35,7 % terhadap daya saing Sektor Pertanian dan Pariwisata, kemudian akan meningkatan kualitas kesehatan masyarakat (20,1%) , akan menimbulkan kebutuhan infrastuktur  (18,5%) , kemudian terhadap pendidikan (13,6%) serta kesempatan kerja (12%). Kata kunci : Manajemen, Sport Center, Sumatera Utara, AHP
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN TPS 3R DI KECAMATAN GARUT KOTA Yuliaty Heliana Pangow
GEOPLANART Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.416 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i1.226

Abstract

Kecamatan Garut Kota merupakan salah satu daerah dari 42 Kecamatan di wilayah Kabupaten Garut yang terbagi menjadi 11 Kelurahan yang mengalami kenaikan jumlah penduduk di setiap tahunnya sebesar 130.667 jiwa, sehingga menyebabkan sampah yang dihasilkan meningkat. Permasalahan Persampahan di Kecamatan Garut Kota disebabkan karena tidak tersedianya Tempat Pengelolaan Sampah yang baik, maka dilakukan perencanaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R dengan sistem Reuse, Reduce, Recycle. Metode yang dilakukan dalam pengukuran timbulan sampah adalah dengan pengukuran secara langsung di sumber dengan menggunakan metode pengukuran menurut peraturan pemerintah yang telah ditentukan. Tempat Pengolahan Sampah di TPS 3R Kecamatan Garut Kota terdiri dari ruang pengolahan sampah organik yaitu ruang pencacah, ruang pengomposan, ruang pengayakan, ruang penggilingan, serta ruang pengemasan sampah organik. Sedangkan ruang pengolahan sampah anorganik terdiri dari ruang pengolahan anorganik, ruang pengemasan, ruang penggilingan, serta pengemasan sampah anorganik. Selain itu, ada bangunan penunjang yaitu gudang, kantor, toilet, dan tempat parkir.  Kata Kunci: Permasalahan Sampah, Perencanaan Pengelolaan Sampah, Potensi Timbulan Sampah.
POLA SEBARAN GAS KARBON MONOKSIDA (CO) POLUTAN DI KECAMATAN BOGOR TENGAH Febry Ramadhana Yuda; Ninin Gusdini; Ratih Pratiwi
GEOPLANART Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.846 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i1.222

Abstract

Karbon Monoksida (CO) merupakan racun yang cukup lama dalam sejarah manusia. Sumber utama dari  CO  adalah  asap knalpot  kendaraan  terutama  mesin  berbahan  bakar  bensin.  Tujuan  dari penelitian  ini  adalah  untuk  mengukur Kadar  CO  udara  di  Kecamatan Bogor Tengah.  Jenis  penelitian  ini  observasional  dengan  pendekatan cross-sectional.  Lokasi  sampling  dalam penelitian  ini  berada  di  Kecamatan Bogor Tengah,  dalam  penelitian  ini dilakukan pengukuran di 11 Kelurahan. Kadar CO  di dapatkan dari hasil pengukuran dengan menggunakan  alat  CO  Meter.  Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) udara Ambien di 11 Kelurahan pada kecamatan Bogor Tengah rata-rata sebesar 8016.36 µg/Nm3, Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) udara Ambien tertinggi terdapat pada lokasi Stasiun Bogor dengan konsentrasi sebesar 11451.94 µg/Nm3 dan Konsentrasi Karbon Monoksida (CO) udara Ambien terendah terdapat pada lokasi Simpang Empat Jalan Padjajaran dengan konsentrasi sebesar 2290.39 µg/Nm3. Hasil penelitian mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Hal ini menunjukkan kualitas udara berdasarkan kadar CO masih baik sehingga dibutuhkan upaya untuk menjaga kualitas udara di Kecamatan Bogor Tengah. Kata Kunci: Kadar CO,CO Meter , Udara, Kecamatan Bogor Tengah
Penilaian Tanah Sekitar Sarana Transportasi dengan Metode Geographically Weighted Regression (GWR) Levana Apriani; Bambang Edhi Leksono
GEOPLANART Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.386 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i1.223

Abstract

Tanah merupakan benda yang bersifat abstrak karena memiliki hak digunakan dan diperdagangkan. Karena sifatnya yang dapat diperdagangkan, diperlukan penilaian tanah untuk mengetahui kualitas dan harga tanah. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan nilai tanah untuk mengetahui nilai tanah di sekitar sarana transportasi. Penilaian tanah menggunakan metode Geographically Weighted Regression (GWR) artinya setiap nilai tanah memiliki model matematis. GWR dilakukan dengan kernel fixed gaussian dengan bandwidth optimum Cross Validation (CV). Variabel independen yang dijadikan parameter penilaian untuk nilai tanah ini adalah lebar jalan. radius bandara. radius rel kereta api. jarak ke stasiun. jarak ke terminal. jarak ke pasar. jarak ke pemadam kebakaran. jarak ke rumah sakit. status hukum lahan. guna lahan. dan kesesuaian lahan. Variabel dependen yang digunakan adalah Nilai Indikasi Rata-rata (NIR) dan Zona Nilai Tanah (ZNT) Badan Pertanahan Nasional (BPN). Analisis model dilakukan dengan melihat residu antara variabel dependen dan survei lapangan. Hasilnya apabila dibandingkan dengan nilai hasil pemodelan variabel NIR terdapat perbedaan sebesar Rp 423.831,159,- apabila dibandingkan dengan NIR dan Rp 1.976.916,526,- apabila dibandingkan dengan survei lapangan. Hasilnya apabila dibandingkan dengan nilai hasil pemodelan variabel ZNT terdapat perbedaan sebesar Rp 372.063,117,- apabila dibandingkan dengan ZNT dan Rp 2.041.621,107,- apabila dibandingkan dengan survei lapangan.Kata kunci—GWR, penilaian tanah, sarana transportasi
Analisis Taman Tematik Sebagai Ruang Terbuka Publik di kota Bandung Risma Viantara
GEOPLANART Vol 3, No 1 (2020): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.282 KB) | DOI: 10.35138/gp.v3i1.224

Abstract

Salah satu fungsi utama ruang terbuka publik di perkotaan adalah sebagai tempat untuk beraktifitas setiap warganya. Melalui ruang publik diharapkan setiap warga perkotaan dapat bertemu dan berinteraksi secara sosial, sehingga diharapkan keakraban setiap warga akan terpenuhi. Fasilitas ruang publik dapat berupa ruang terbuka dengan perkerasan (hard scape) atau taman (soft scape) yang disediakan bagi segala kegiatan interaksi masyarakat. Taman Tematik di kota Bandung merupakan bentuk taman yang didesain menurut tema khusus yang diperuntukkan sesuai temanya. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi banding ke taman tematik tersebut dengan metode penelitian deskriptif dan observasi langsung. Hasil pengamatan kemudian dilakukan studi banding ditinjau dari beberapa teori ruang terbuka publik dan peraturan tentang ruang terbuka kota. Kesimpulan penelitian diperoleh ada taman yang digunakan sesuai dengan tema, tetapi ada pula taman yang sepi pengunjung karena elemen lansekap yang tidak mendukung.Kata kunci: Ruang Terbuka Publik, Soft Scape, Taman Tematik

Page 1 of 1 | Total Record : 6