cover
Contact Name
Akbar Tanjung
Contact Email
ijitp@radenintan.ac.id
Phone
+6282176178991
Journal Mail Official
ijitp@radenintan.ac.id
Editorial Address
Jl. Letkol H. Endro Suratmin, Sukarame, Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy
ISSN : 26568748     EISSN : 26864304     DOI : 10.24042
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy is primarily intended for the publication of scholarly works in the field of Islamic Theology and Islamic Philosophy, school of Islamic Theological thought, Islamic Theology Figure, Modern and Contemporary Islamic Theology, Classical Islamic Philosophy, History of Islamic Philosophy, Ontology, Epistemology, Axiology, Ethics and others. IJITP accepts articles in both English and Indonesia, as well as maintains a double-blind peer-review process. The Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy (IJITP) invites participation and contributions from researchers and academics in accordance with the field of science.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023)" : 5 Documents clear
Sabzawārī's Sharḥ al-Manẓūmah as an Intellectual Work in Philosophy Febrian, Rizky
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v5i1.12173

Abstract

Abstract;Mullā Hādī Sabzawārī (d.1873) was best known for his revival of the ideas of Mulla Ṣadrā (d.1640 A.C.) and his commentary on Ṣadrā’s al-Asfār and al-Shawāhid al-Rubūbiyyah. However, the elaboration of his philosophy could more be traced out by referring to his magnum opus, Sharḥ al-Manẓūmah. The book is the most popular textbook of scholastic philosophy which has been, and even today is being read and studied by students of philosophy in almost all the traditional religious schools (madāris) in Iran. This article is a discourse on the book Sharḥ al-Manẓūmah as a scholarly work in the field of philosophy. This study is based on a qualitative method in which content analysis is utilized in describing the work of. Sabzawārī. This results in special characteristics of the book including its style and structure of writing, the content of the discussion, its influence on the other scholars, and its appropriateness as a reference work in the field of philosophy.Keywords:Metaphysics; Philosophy; Sabzawārī; Sharḥ al-manẓūmah; the Concept of Existence.  Abstrak;Mullā Hādī Sabzawārī (w.1873) dikenal atas usahanya untuk membangkitkan kembali idea-idea Mullā Ṣadrā (w.1640) dan syarahan beliau terhadap kitab al-Aṣfār dan al-Shawāhid al-Rubūbiyyah-nya Ṣadrā. Akan tetapi, penjelasan filsafatnya dapat lebih dijejaki dengan merujuk kepada karya agungnya, Sharḥ al-Manẓūmah. Karya ini adalah buku teks filsafat skolastik yang paling popular yang pernah, dan bahkan hingga hari ini masih dibaca dan dikaji oleh para pelajar filsafat di hampir semua sekolah agama tradisional (madāris) di Iran. Makalah ini akan membicarakan kitab Sharḥ al-Manẓūmah sebagai karya ilmiah dalam bidang filsafat. Kajian ini berasaskan kajian kualitatif iaitu berbentuk analisis terhadap karya Sabzawārī tersebut. Sehingga menghasilkan ciri-ciri keistimewaan kitab yang merangkumi gaya dan struktur penulisan, kandungan perbincangan, pengaruh kitab kepada para ulama dan kewajarannya dijadikan sebagai karya rujukan dalam bidang filsafat.Kata Kunci:   Filsafat; Konsep Wujud; Metafizik; Sabzawārī; Sharḥ al-manẓūmah.
Novel “Cinta di Ujung Sajadah” Karya Asma Nadia dalam Analisis Filsafat Etika Jamhari, Jamhari
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v5i1.12360

Abstract

Abstract;This study discusses the novel "Cinta di Ujung Sajadah" by Asma Nadia in the analysis of ethical philosophy. In this novel there are many values of life, one of which is ethical values. This study examines the ethical values contained in the novel through an analysis of ethical philosophy. This type of research is library research, using a qualitative approach. The primary data source was taken from the novel Cinta di Ujung Sajadah by Asma Nadia, while the secondary data sources were taken from books, journals, theses, articles, and other research documents. The data analysis technique is using a descriptive-analytical approach. This study found that the ethical values in the novel Cinta di Ujung Sajadah by Asma Nadia in the analysis of ethical philosophy include several aspects that are shown through the lives of the characters in the novel, such as, first, the relationship between humans and Allah SWT which includes worship, gratitude, and tawakkal. Second, the human relationship with oneself includes an attitude of self-confidence and unyielding. And third, human relationships with fellow humans include helping, affection, friendly relations, visiting sick people, and caring for others.Keywords:Ethics; Novel; Philosophy of Ethics. Abstrak;Penelitian ini membahas tentang novel “Cinta di Ujung Sajadah” karya Asma Nadia dalam analisis filsafat etika. Dalam novel ini terdapat banyak nilai-nilai kehidupan, salah satunya yaitu nilai etika. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai etika yang ada dalam novel tersebut melalui analisis filsafat etika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diambil dari novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, sedangkan sumber data sekunder diambil dari buku-buku, jurnal, skripsi, artikel, dan dokumen penelitian lainnya. Teknik analisis data ialah menggunakan pendekatan deskriptif-analisis. Penelitian ini mendapati bahwa nilai-nilai etika pada novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia dalam analisis filsafat etika meliputi beberapa macam aspek yang ditunjukkan melalui kehidupan tokoh didalam novel seperti, pertama hubungan manusia dengan Allah SWT yang meliputi ibadah, syukur, dan tawakkal. Kedua, hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi sikap percaya diri dan pantang menyerah. Dan yang ketiga, hubungan manusia dengan sesama manusia meliputi tolong-menolong, kasih sayang, hubungan persahabatan, menjenguk orang yang sakit, dan peduli terhadap sesama.Kata Kunci:   Etika; Filsafat Etika; Novel.
Wacana Tubuh Di Media Sosial Instagram: Studi Pendekatan Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim Anita, Ningsih; ., Fauzan; Lisari, Melva Veronika
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v5i1.17750

Abstract

Abstract;This research aims to examine body problems that are often displayed on social media. where the body should not be for public consumption or spectacle, should not be changed and modified properly so that it becomes a discourse on Instagram social media. This research wants to examine how people's discourse and knowledge about the body on Instagram social media. This research is a type of library research, with the nature of the research being a deductive qualitative method in the field of philosophy with Karl Mannheim's sociology of knowledge approach. In this research it was found that first; body discourse on Instagram social media is produced by the capitalist system. Second; Public knowledge based on objective meaning is always characterized by physical beauty, white skin, sexy body, long hair, and being able to attract attention. Expensive meaning, tattoos in modern culture or popular culture have become art which is actually presented as aesthetic beauty. Based on the meaning of the documentary, there are three forms of discourse that are discussed regarding the body, namely, the discourse on the commodification of women's bodies (capitalist system) which includes, the body being used as an advertising model and product icon, women's bodies being exploited as well as discourse on the objectification of women's sexuality, and the discourse on tattoos and body modification.Keywords:Body discourse; Instagram; Social Media. Abstrak;Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika tubuh yang sering dipertontonkan pada media social. dimana tubuh yang tidak seharusnya menjadi konsumsi atau tontonan publik, tidak seharusnya dirubah dan dimodifikasi sebagaimana mestinya sehingga menjadi wacana dalam media sosial instagram. Penelitian ini ingin mengkaji bagaimana wacana dan pengetahuan masyarakat tentang tubuh di media sosial Instagram. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), dengan sifat penelitian berupa metode kualitatif deduktif pada bidang filsafat dengan pendekatan sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa pertama; wacana tubuh di media sosial instagram di produksi oleh sistem kapitalisme Kedua; pengetahuan masyarakat berdasarkan makna objektif selalu ditandai dengan kecantikan fisik, berkulit putih, bertubuh seksi, rambut panjang, dan dapat menarik perhatian. makna ekspensive, tato dalam budaya modern atau budaya populer menjadi seni yang justru ditampilkan sebagai estetika keindahan. Berdasarkan makna dokumenter, terdapat tiga bentuk wacana yang diperbincangkan terkait tubuh yaitu, wacana komodifikasi tubuh perempuan (sistem kapitalis) yang meliputi, tubuh dijadikan sebagai model iklan dan icon produk, tubuh perempuan dieksploitasi serta wacana tubuh objektifikasi seksualitas perempuan, dan wacana tato dan modifikasi tubuh.Kata Kunci:   Instagram; Media Sosial; Wacana Tubuh.
Aktualisasi Tasawuf Buya Hamka Di Era Postmodern Nurjana, Siti; Tanjung H., Akbar
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v5i1.18108

Abstract

Abstract;Modern Buya Hamka Sufism is very popular, even wrong a reference for Muslims in terms of moral improvement. The attraction of Buya Hamka's thinking lies in his ability to understand the state of society and its needs based on religion, social theory and philosophy. As we already know, Buya Hamka Sufism has greatly contributed to answering the problems of the modern era. This research aims to find out how Buya Hamka Sufism thinks and whether Buya Hamka Sufism can be actualized in the postmodern era. This type of research is library research and is philosophically descriptive. The results of this research are: Firstly, for Buya Hamka Sufism is to cleanse the soul, educate and raise spiritual levels, suppress all greed and gluttony, fight lust especially for self-pleasure. Secondly, Buya Hamka's actualization of Sufism aims to maintain human behavior and reason based on balanced Islamic nature. Humans must work hard to form a good character, avoiding evil and madness. Buya Hamka's Sufism thoughts that must be actualized in the postmodern era are the Concept of Tauhid, the Concept of Zuhud and the Concept of Tawakal and Qona'ah.Keywords:Buya Hamka; Postmodern Era; Sufism. Abstrak;Tassawuf modern Buya Hamka sangat populer, bahkan menjadi salah satu referensi bagi umat islam dalam hal peningkatan moral. Daya tarik pemikiran Buya Hamka terletak pada kemampuannya dalam memahami keadaan masyarakat dan kebutuhannya berdasarkan agama, teori sosial dan juga filsafat. Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa tasawuf Buya Hamka sangat berkontribusi dalam menjawab persoalan-persoalan di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran tasawuf Buya Hamka dan apakah tasawuf Buya Hamka bisa diaktualisasikan di era postmodern. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan (Library Research) dan bersifat deskriptif filosofis. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama Bagi Buya Hamka Tasawuf adalah membersihkan jiwa, mendidik dan menaikkan taraf spiritual, menekan semua keserakahan dan kerakusan, melawan hawa nafsu terlebih untuk kesenangan diri. Kedua aktualisasi tasawuf Buya Hamka bertujuan untuk mempertahankan perilaku dan akal manusia berdasarkan fitrah Islam yang seimbang. Manusia harus bekerja keras untuk membentuk karakter yang baik, menghindari kejahatan dan kegilaan. Pemikiran tasawuf Buya Hamka yang harus diaktualisasikan di era postmodern yaitu Konsep Tauhid, Konsep Zuhud serta Konsep Tawakal dan Qona’ah.Kata Kunci:   Buya Hamka; Era Postmodern; Tasawuf. 
Book Review Muḥammad ʿAbduh: Islam Modern dan Budaya Ketaksaan Damanhuri, Damanhuri
Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijitp.v5i1.20060

Abstract

Para pengkaji khazanah intelektual muslim sering kali menemukan kontradiksi dan inkonsistensi dalam karya-karya yang diwariskan seorang intelektual muslim. Warisan intelektual yang kompleks dari tokoh pembaharu muslim seperti Muhammad ‘Abduh (1849-1905) yang dikaji oleh Oliver Scharbrodt dalam buku ini merupakan salah satu contoh terbaiknya. Oliver Scharbrodt menunjukkan, akibat nyata dari pelbagai kontradiksi dan inkonsistensi dalam karya-karya Muhammad ‘Abduh tidak saja menghasilkan kajian kesarjanaan tentang Muhammad ‘Abduh menjadi tidak tunggal dan satu suara; tapi bahkan para pengikut dan murid Muhammad ‘Abduh pun secara jelas menunjukkan aliran pemikiran serta trajektori intelektual mereka secara berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Buku ini menyuguhkan cara-baca baru atas legasi intelektual Muhammad ‘Abduh yang, berbeda dari kesarjanaan tentang Muhammad ‘Abduh sebelumnya, meneroka seluruh karya-karyanya tanpa mengabaikan karya-karya awalnya yang umumnya tidak diperhitungkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5