cover
Contact Name
Sumartono
Contact Email
mpet.pps@unisma.ac.id
Phone
+62812555860234
Journal Mail Official
mpet.pps@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend. Haryono No. 193, Malang, Provinsi Jawa Timur, 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan
ISSN : 28091604     EISSN : -     DOI : 10.33474
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan diterbitkan oleh Program Studi Magister Peternakan Program Pascasarjana Universitas Islam Malang, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan Februari, Agustus, Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI" : 7 Documents clear
KUALITAS SEMEN SEGAR SAPI SIMENTAL PADA MUSIM YANG BERBEDA FRESH SEMEN QUALITY OF SIMENTAL BULLS IN DIFFERENT SEASONS Suharyanta Suharyanta
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.159 KB)

Abstract

 Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB) dengan rentang waktu pengambilan data pada bulan maret  -  April 2020 dengan jumlah pejantan sebanyak 16 ekor dengan umur berkisar 3 tahun, data diperoleh hasil penampungan pada musim penghujan dan musim kemarau. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui serta menjelaskan perbedaan kualitas dari semen sapi Simental pada musim yang berbeda. Manfaat dari penelitian ini yaitu sebagai bahan dalam menyiapkan pejantan sapi Simental untuk diproduksi semen beku pada musim yang berbeda. Disamping itu juga sebagai informasi bagi pihak yang akan melakukan penelitian lanjut tentang profil produksi semen. Pengambilan semen dilakukan dengan menggunakan vagina buatan. Metode Penelitian yang di gunakan study kasus data yang diambil data sekunder catatan kualitas semen, Variabel yang diamati meliputi, warna, derajat keasaman, volume, konsistensi, konsentrasi, motilitas. Analisa data yang digunakan, untuk perhitungan data volume, konsentrasi, pH dan motilitas dengan uji perbandingan uji T sampel berpasangan yang diolah secara astatistik menggunakan aplikasi SPSS. Sedangkan untuk parameter warna dan konsistensi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rataan volume sebesar 5,6044 ml ± 0,6522 ml (pada musim hujan) dan 5,6287 ml ± 0,7174 ml (pada musim kemarau), rataan pH menunjukkan rataan sebesar 6,5463 ± 0,0876 (pada musim hujan) dan 6,4838 ±0,0,0203 (pada musim kemarau), rataan konsentrasi sebesar 946,9428 juta/ml ± 95,403 juta/ml (pada musim hujan) dan 979,9080 juta/ml ± 110,371 juta/ml (pada musim kemarau), rataan motilitas sebesar 70,8831% ± 4,3748% (pada musim hujan) dan 74,0686% ± 5,135% (pada musim kemarau). Untuk parameter warna semen presentase warna putih susu pada musim hujan 78,6%, sedangkan pada musim kemarau sebesar 77,86%, Sedangkan parameter konsistensi, semen dengan konsistensi sedang 35,86%, konsistensi pekat 16,11% (musim kemarau) dan konsistensi sedang 32,9%, konsistensi pekat 11,89% (musim hujan). Kesimpulan ialah Perbedaan musim kemarau dan musim penghujan tidak mempengaruhi kualitas semen segar ditinjau dari parameter volume dan konsentrasi semen segar. Akan tetapi berpengaruh untuk parameter pH dan motilitas semen segar. Warna dan konsistensi semen segar sapi pejantan Simental ditinjau dari analisa deskriptif, cenderung lebih baik pada musim kemarau dibandingkan dengan musim hujan. Kualitas semen segar sapi Simental pada musim kemarau lebih baik di banding pada musim hujan dengan catatan kualitas pakan relatif sama. Saran perlu penelitian lebih lanjut untuk mengkaji perbedaan kualitas semen dengan parameter lingkungan lain, selain perbedaan musim. Kata kunci : musim kemarau, musim penghujan, kualitas semen, sapi Simental This research was located in Singosari artificial insemination (BBIB) starting from early March 2020 until the end of April 2020 with 16 heads of Simental bulls with ages range arround 3 years, the data obtained from collect in rainy season and dry season.  The purpose of this research is to know and explain fresh semen quality of Simental bulls in different seasons. The benefit of this research for materials in preparing the Simental Bulls for the production of frozen semen in different seasons. Besides, it is also give some information for who will do further research on semen production profile. This Intake of semen is carried out using the artificial vaginal method. Research method that used in this research is study case data taken secondary data cement quality record. Variables observed include color, degree of acidity, volume, consistency, concentration, and motility. Analysis of the data, used for the calculation of data on volume, concentration, pH and motility. The method used in this research is the comparative test of paired sample T test which is processed astatistically using the SPSS application. As for the color and consistency parameters analyzed descriptively. The results showed an average volume of 5.6044 ml ± 0.6522 ml (in the rainy season) and 5.6287 ml ± 0.7174 ml (in the dry season), the average pH showed an average of 6.5463 ± 0.0876 (at rainy season) and 6.4838 ± 0.0.0203 (in the dry season), the average concentration of 946.9428 million / ml ± 95.403 million / ml (in the wet season) and 979.9080 million / ml ± 110.371 million / ml (in the dry season), the average motility was 70.8831% ± 4.3748% (in the rainy season) and 74.0686% ± 5.135% (in the dry season). For the color parameter of the percentage of milk milky white in the rainy season is 78.6%, while in the dry season it is 77.86%, while the consistency parameter, semen with medium consistency is 35.86%, concentrated consistency is 16.11% (dry season) and moderate consistency 32.9%, thick consistency 11.89% (rainy season). The conclusion is the difference between the dry season and the rainy season does not affect the quality of fresh semen based from the parameters of the volume and concentration of fresh semen. However, it has an effect on the parameters of pH and motility of fresh cement. The color and consistency of fresh semen of Simental bulls is reviewed from descriptive analysis, tends to be better in the dry season compared to the rainy season. The quality of fresh semen of Simental bulls in the dry season is better than in the rainy season, with the relatively the same feed quality. Further research is needed to examine differences in cement quality with other environmental parameters, in addition to season differences. Keywords: dry season, rainy season, semen quality, Simental Bulls
PROFIL LEUKOSIT AYAM JANTAN WHITE LEGHORN PASCA PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus subtilis Muhammad Farid Rizal; Umi Kalsum; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.692 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performan imunitas (leukosit, sel goblet dan ekspresi MMP-9)  ayam jantan white leghorn pasca pemberian probiotik Bacillus subtilis. Metode penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkal (RAL). Sampel yang digunakan adalah 24 ekor ayam jantan white leghorn yang dibagi menjadi 4 perlakuan yang terdiri sebagai berikut: P0 :  kontrol yang tidak diberikan perlakuan, P1: terdiri dari 6 ekor ayam jantan white leghorn yang diberikan probiotik Bacillus subtilis 2,5x106CFU/ hari/ekor, P2: terdiri dari 6 ekor ayam jantan white leghorn yang diberikan probiotik Bacillus subtilis 3,9x 107 CFU/ hari/ekor, P3: terdiri dari 6 ekor ayam jantan white leghorn yang diberikan probiotik Bacillus subtilis 5,3x108 CFU/ hari/ekor, variabel pada penelitian ini adalah : neutrofil, basofil, eusinofil, limfosit, monosit, sel goblet, ekspresi MMP-9 dan panjang vili usus. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan ditabulasi kemudian diolah menggunakan ANOVA dan dialanjutkan dengan uji Duncan’s untuk mengetahui kemaknaan dalam setiap kelompoknya. Hasil penelitian: Terdapat pengaruh (P<0,05) nilai neutrofil P0 : (45,5%±7,0), P1 (52,6%±2,6),P2 : (67,0%±5,2), P3 : (66,6%±3,1). Tidak terdapat pengaruh (P>0,05) nilai eusinofil P0: (3,3%±1,03), P1 : (0,5%±0,836), P2 : (1,0,0%±0,8), P3 : (0,8%±0,9)%. Tidak terdapat pengaruh  (P>0,05) nilai basofil P0: (1%±0,89), P1: (1%±0,89), P2: (1%±0,89), P3: (1,3%±1,0). Terdapat pengaruh  (P<0,05) nilai limfosit P0: (23,3%±3,9), P1 : (12,4%±2,2). P2 : (30,6%±3,0), P3 : (31,3%±4,5). Terdapat pengaruh (P<0,05) nilai monosit P0 : (12,5%±1,8), P1 : (12,4%±2,2), P2 : (18,5%±1,0), P3 : (24,5%±2,2). Semakin meningkatnya dosis probiotik Bacillus subtilis cenderung meningkatkan rerata jumlah neutrofil,limfosit dan monosit ayam jantan white leghorn. Semakin meningkatnya dosis probiotik Bacillus subtilis tidak mempengaruhi rerata eusinofil dan basofil yang relatif sama dengan kontrol.Kata Kunci: Bacillus subtilis,leukosit, white leghorn.
PERANAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN UNTUK PENGEMBANGAN PERUSAHAAN PETERNAKAN DI PT LUMBUNG PANGAN DI KECAMATAN KARANGPLOSO Edy Ustomo; Inggit Kentjonowaty; Badat Muwakhid
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.996 KB)

Abstract

Program bina lingkungan untuk memberikan manfaat  dan rasa  tanggung jawab dengan membantu roda perekonomian, pendidikan, sosial dan budaya. Dengan demikian dapat mengurangi tensi kebencian masyarakat kepada perusahaan. Peranan program bina lingkungan  merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan, dengan  partisipasi dan peran serta masyarakat   saling membantu dan meringankan beban yang berbeda kepentingan. Perselisihan  perusahaan dan masyarakat suatu saat akan terjadi ini berawal dari munculnya kesenjangan  sosial yang tumbuh dan  dirasakan masyarakat.  Tokoh agama dan masyarakat  mempunyai peranan untuk mengurangi,meredam dan  menyelesaikan perselisihan yang ada dan mampu mempengaruhi, mencegah dan mengajak untuk menciptakan ketentraman perusahaan dan masyarakat. Kata kunci : Perusahaan peternakan, masyarakat, Bina Lingkungan, Organisasi
POTENSI PENGEMBANGAN PETERNAKAN SAPI POTONG DI KECAMATAN RINDI KABUPATEN SUMBA TIMUR Andreas Njuruma; Sumartono sumartono; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.859 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui Potensi Pengembangan Peternakan Sapi Potong Di Kecamatan Rindi Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, variabel penelitian adalah letak geografis, sumber daya manusia, populasi sapi potong, ketersedian pakan. Hasil penelitian kecamatan rindi memiliki potensi letak geografis suhu rata-rata 22,5oC - 31,7oC, sumber daya manusia dengan tingkat pendidikan yang baik, sapi potong sebagai sektor unggulan, ketersediaan bahan kering mencapai 66,945 ton BK/tahun. Daya tampung ternak mencapai 20.165 ekor, potensi pengembangan 13.975 ekor, indeks daya dukung wilayah 8,9. Nilai Location Quotiont (LQ) = 1,51, sapi potong sebagai sektor unggulan yang dapat dikembangkan dalam jangka panjang.Kata Kunci: Sapi Potong, Potensi Wilayah, Pengembangan, Kecamatan Rindi.
RESPON PUYUH PETELUR TERHADAP PENAMBAHAN TEPUNG DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DALAM PAKAN SEBAGAI SUMBER ADITIF ALAMI Nata Dian Nanda; Umi Kalsum; Usman Ali
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.48 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuki menganalisis pengaruh, penambahan tepungg daun binahong sebagai aditif dalam pakan terhadap respon puyuh petelur. Materi yang digunakan meliputi 200 ekor puyuh petelur umur 43 hari, pakan lengkap dan tepung daun binahong. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 pelakuan 5 ulangan. Pelakuan yang diberikan yaitu P0 = Pakan lengkap tanpa tepung daun binahong, P1 = Pakan lengkap + Tepung daun binahong 1,25%, P2 = Pakan lengkap + Tepung daun binahong 1,50%, P3 = Pakan lengkap + Tepung daun binahong 1,75%. Variabel dari penelitian ini meliputi, konsumsi pakan, quail day production, konversi pakan, mortalitas, hematologi darah dan karakteristik usus. Data dianalisis dengan anova, dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT), jika terdapat pengaruh.            Hasil penelitian menunjukan pemberian tepung daun binahong sebagai aditif dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada quail day production, konversi pakan, jumlah eritrosit dan pH usus halus dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada konsumsi pakan dan mortalitas. Rataan konsumsi pakan (g/ekor/hari) P0, P1,, P2 dan P3 berturut-turut 24,06; 24,06; 24,06 dan 24,05. Rataan quail day production P0, P1, P2 dan P3”berturut-turut 53,20; 52,40; 52,40 dan 57,80. Rataan konversi pakan P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut”4,69; 4,98; 4,72 dan 4,18. Rataan mortalitas P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut 0,004; 0,004; 0,000 dan 0,004. Rataan jumlah eritrosit (106/ml) P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut 2,51; 2,59; 2,74 dan2,94. Rataan pH usus halus P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut  6,22; 5,91; 5,98 dan 5,74. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung daun binahong 1,75% dalam pakan puyuh petelur berpotensi sebagai sumber aditif alami. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pemberian tepung daun binahong dengan dosis diatas 1,75% sampai mencapai titik optimal.Kata kunci : tepung daun binahon, puyuh petelur, penampilan prooduksi, eritrosit darah, pH                 usus.
STUDI MANAJEMEN PENANGANAN SAPI ANTEMORTEM DAN POSTMORTEM SERTA KELAYAKAN DAGING SAPI KONSUMSI DI BEBERAPA RUMAH POTONG HEWAN (RPH) KABUPATEN PROBOLINGGO Nisa Mufidah; Umi Kalsum; Usman Ali
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.752 KB)

Abstract

Tingginya permintaan masyarakat terhadap daging sapi menyebabkan intensitas pemotongan juga semakin meningkat. Hal ini menyebabkan terpusatnya perhatian pada Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai unit penghasil daging. RPH sangat diperlukan untuk menjamin kualitas daging yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi manajemen penanganan sapi antemortem dan postmortem serta kelayakan daging sapi konsumsi di beberapa RPH Kabupaten Probolinggo.Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari – Juni 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Pengamatan penanganan sapi antemortem dilakukan secara observasi yang meliputi : pemeriksaan kesehatan hewan, sikap jalan dan tegak badan, kulit, rongga mulut, rongga hidung, kebasahan hidung, selaput lendir mata dan suhu badan. Pemeriksaan postmortem dilakukan secara obeservasi yang meliputi : pemeriksaan kepala, pemeriksaan karkas, pemeriksaan organ dalam (hati, jantung, pari-paru, limpa, ginjal, rumen, retikulum, omasum dan abomasum). Sedangkan kelayakan daging konsumsi diambil dari data sekunder tahun 2019, 2020, dan 2021 bulan terakhir hasil analisis di enam RPH Kabupaten Probolinggo pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo. Identifikasi mikroba dilakukan pada Laboratorium Kesehatan Hewan Malang berdasarkan SNI 3932 (2009) tentang persyaratan mutu mikrobiologis daging sapi, yaitu : Total Plate Count (TPC), Eschericia coli, Coliform, Staphylococcus aureus dan Salmonella sp.               Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa di enam RPH Kabupaten Probolinggo telah melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem sesuai prosedur oleh petugas dan dokter hewan setempat. Pada pemeriksaan antemortem sapi 100% dalam kondisi dan baik dan layak untuk dipotong. Pada pemeriksaan postmortem ditemukan adanya parasit parampistomum sebesar 23,08% dan parasit fasciola sp. sebesar 7,69%. Sedangkan hasil penelitian total cemaran mikroba menunjukkan bahwa uji Salmonella sp. bebas (negatif) dari bakteri  Salmonella sp. mulai tahun 2019 sampai 2021. Sedangkan hasil uji SNI TPC menunjukkan pada tahun 2019 terdapat dua RPH yang melebihi batas cemaran maksimum, pada tahun 2020 terdapat tiga RPH, pada tahun 2021 terdapat dua RPH yang melebihi batas standar mikroba. Uji Eschericia coli tahun 2019 dan 2020 semua uji pada enam RPH melebihi standart batas cemaran mikroba, sedangkan tahun 2021 hanya terdapat satu RPH yang melebihi batas cemaran mikroba. Pada uji  Coliform pada tahun 2019 keenam RPH memiliki nilai diatas batas cemaran mikroba, pada tahun 2020 empat RPH yang memiliki nilai diatas batas cemaran. Pada tahun 2021 hanya satu RPH yang melebihi batas nilai cemaran mikroba Coliform. Uji Staphylococcus aureus pada tahun 2019 dan 2021 tidak ada yang melebihi batas cemaran miroba, sedangkakan pada tahun 2020 terdapat dua RPH yang melebihi batas cemaran miroba. Kesimpulan penelitian yaitu sudah terlaksananya manajemen pemeriksaan antemortem dan postmortem di enam RPH dan masih adanya cemaran bakteri pada daging sapi di beberapa RPH Kabupaten Probolinggo tetapi masih aman untuk dikonsumsi dengan pemasakan secara benar. Kata Kunci :Daging Sapi, Rumah Potong Hewan, Pemeriksaan Antemortem dan Postmortem, Total Cemaran Mikroba.
PENDUGAAN KEUNGGULAN GENETIK PEJANTAN KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) BERDASARKAN SIFAT KUANTITATIF CEMPE DI BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN SINGOSARI Zulchaidi Zulchaidi; Achmad Setiyono; Mudawamah Mudawamah; Sumartono Sumartono
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.489 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter genetik heritabilitas dan ripitabilitas pejantan kambing PE serta menentukan rangking pejantan kambing PE melalui breeding value dan MPPA. Materi penelitian adalah cempe kambing PE berjumlah 30 ekor dari 4 pejantan (Damar, Danur, Fikra dan Dhika). Variabel yang diamati pada penelitian adalah sifat kuantitatif meliputi berat lahir (BL), berat sapih (BS), tinggi pundak (TP), panjang telinga (PT), lingkar dada (LD), lingkar skrotum (LS) dan PBBH. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode korelasi saudara tiri sebapak untuk menduga heritabilitas, metode intraclass correlation untuk menduga ripitabilitas, serta pendugaan nilai MPPA dan breeding value pada berbagai sifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai heritabilitas 0,16 (PBBH), 0,13 (PB), dan 0,01 (LD) termasuk dalam kategori rendah, sedangkan BL (0,23), BS (0,21) dan PT (0,33) termasuk dalam kategori heritabilitas sedang, serta TP (0,64) dan lingkar skrotum (0,49) tergolong sebagai heritabilitas kategori tinggi. Nilai ripitabilitas BL (0,02), BS (0.05), PBBH (0.06), TP (0.11), PB (0.01), LD (0.02), PT (0.09) serta lingkar skrotum (0,15) termasuk dalam kategori ripitabilitas rendah. Nilai MPPA sifat BL berkisar antara -0,04 – 0,05, sedangkan sifat BS (-0,07 – 0,14), PBBH (-0,004 – 0,004), TP (-2,43 – 3,05), PB (-0,01 – 0,02), LD (-0,47 – 0,73), PT (-0,52 – 0,42), dan LS (-0,83 – 1,09). Nilai BV sifat BL berkisar antara -0,42 – 0,56, sedangkan sifat BS (-1,60 – 1,85), PBBH (-0,011 – 0,012), TP (-14,72 – 18,51), PB (-2,88 – 5,10), LD (-0,21 – 0,33), PT (-1,91 – 1,54), dan LS (-2,68 – 3,51). Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai heritabilitas berbagai sifat kuantitatif termasuk dalam kategori rendah (PBBH, PB, LD), sedang (BL, BS, PT) dan tinggi (TP dan LS). Nilai ripitabilitas sifat kuantitatif termasuk dalam kategori rendah. Nilai MPPA berbeda dengan nilai Breeding value tetapi sama-sama mempunyai nilai negatif dan positif pada sifat kuantitatif (BL, BS, PT, PBBH, PB, LD, TP dan LS). Berdasarkan nilai MPPA dan nilai BV rangking pertama untuk sifat BL dan PT yaitu Pejantan Danur. Pejantan Fikra rangking pertama untuk TP, PB, LD. Pejantan Damar rangking pertama untuk sifat BS dan lingkar skrotum, sedangkan rangking pertama untuk sifat PBBH yaitu Pejantan Dhika. Kata Kunci: breeding value, heritabilitas, MPPA, Peranakan Etawah, ripitabilitas

Page 1 of 1 | Total Record : 7